Anda di halaman 1dari 12

ROTARY EVAPORATOR

ROTARY EVAPORATOR

a)
b)
c)
d)
e)
f)

Fungsi Alat
Bagian-bagian Alat
Cara Kerja
Cara Penyimpanan
Cara Perawatan
Hal-hal yang Harus Diperhatikan

a)

Fungsi Alat

Rotary evaporator ialah alat yang biasa


digunakan
dilaboratorium
untuk
mengefisienkan
dan
mempercepat
pemisahan pelarut dari suatu larutan. Alat
ini menggunakan prinsip vakum destilasi,
sehingga tekanan akan menurun dan
pelarut akan menguap dibawah titik
didihnya

b) Bagian-bagian Alat
- Pendingin
berfungsi mendinginkan air yang akan
dipompakan ke kondensor.

- Kondensor
berfungsi untuk mengubah uap menjadi
bentuk cair kembali.

Penangas Air/Watherbath
digunakan untuk memanaskan sampel dengan
dapat diatur sesuai kebutuhan.
-

suhu yang

Keterangan :
A. Layar penampil suhu
B. Tombol Up/Down untuk menaik turunkan suhu
C. Tombol untuk mengatur suhu

A
B
C

Pompa Vakum
digunakan untuk mengatur tekanan dalam labu,
sehingga mempermudah penguapan sampel.
-

C) Cara Kerja

Rotary evaporator bekerja seperti alat destilasi. Pemanasan pada rotary evaporator menggunakan
penangas air yang dibantu dengan rotavapor akan memutar labu yang berisi sampel oleh rotavapor
sehingga pemanasan akan lebih merata. Selain itu, penurunan tekanan diberikan ketika labu yang berisi
sampel diputar menyebabkan penguapan lebih cepat. Dengan adanya pemutaran labu maka penguapan
pun menjadi lebih cepat terjadi. Pompa vakum digunakan untuk menguapkan larutan agar naik ke
kondensor yang selanjutnya akan diubah kembali ke dalam bentuk cair.
Labu disimpan dalam labu alas bulat dengan volume 2/3 bagian dari volume labu alas bulat yang
digunakan, kemudian waterbath dipanaskan sesuai dengan suhu pelarut yang digunakan. Setelah suhu
tercapai, labu alas bulat dipasang dengan kuat pada ujung rotor yang menghubungkan dengan
kondensor. Aliran air pendingin dan pompa vakum dijalankan, kemudian tombol rotar diputar dengan
kecepatan yang diinginkan.

d) Cara Penyimpanan
Rotary evaporator biasanya disimpan di laboratorium instrumen. Sebaiknya rotary
evaporator disimpan di meja atau tempat yang permanen untuk menghindari adanya
guncangan yang dapat merusak alat. Selain itu, rotary evaporator lebih baik disimpan
di tempat yang tidak terlalu panas atau tidak terlalu lembap.

d) Cara Perawatan
Perawatan rotary evaporator terdapat bermacam-macam:
1. Perawatan pada pendingin yaitu air yg digunakan air aquades untuk mencegah
kerusakan pendingin akibat terjadinya perkaratan pada bagian dalam alat. Aquades tersebut
juga harus diganti secara berkala.
2. Perawatan pada alat gelas sama seperti peralatan gelas yang lain, yaitu disimpan
dalam keadaan yang bersih dan kering disimpan di tempat yang memiliki temperatur ruangan.
3. Penangas air dirawat dengan cara mengganti air secara berkala. Selain itu, ada
baiknya setiap alat yang memiliki saklar tersendiri. Penangas air untuk saklar penangas air,
pendingin untuk saklar pendingin, begitu juga seterusnya.

e) Hal-hal yang harus diperhatikan


Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan rotary evaporator, diantaranya
adalah sebagai berikut :
1. Selang air serta tekanan in out tidak boleh tertukar
2. Perhatikan petunjuk masing-masing alat, karena kemampuan alat pompa vakum berbeda-beda. Jika
tertara matikan vakum setiap 30 menit (untuk menghindari panas berlebih pada vakum) atau tekanan
maksimal 30 Psi (perhatikan jarum pengatur tekanan, jangan sampai melebihi ketentuan agar tehindar dari
bahaya ledakan).
3. Urutan pemasangan dan pengoprasian juga pelepasan serta pengnonaktifan harus tertib. Terutama
saat akan melepas alas labu bulat. Jika labu alas bulat sulit dilepas, kemungkinan masih tersisa tekanan
dalam kondensor, bukalah kran pengatur dengan seksama dengan waktu yang tidak boleh lama (cepat).
4. Suhu pada watherbath harus disesuaikan dengan pelarut yang digunakan. Misalnya, jika pelarut yang
digunakan adalah n-butanol yang memilki titik didih 75-78C, maka suhu yang digunakan berkisar 60-65C
pada tekanan 15-20 Psi.