Anda di halaman 1dari 8

Effect Of Watching A Movie On Family

Members Anxiety Level During Their


Relatives Surgery
Soheila Mojdeh, Mahmood Zamani, and Najmeh
Jafari

P (populations/problems) :
Populasi dalam penelitian 164 responden, 87% perempuan dan 13 % lakilaki. Rentang umur respon penelitian ini antara 18-64 tahun. Penelitian ini
dilakukan di al Zahra Medical Center of Isfahan University of Medical
Sciences (IUMS) dari februari 2010-november 2010. Target dari penelitian
ini adalah anggota keluarga pasien yang melakukan operasi.
Operasi merupakan kondisi stress pasien dan keluarga karena hasil yangn
akan didapat dari operasi bisa gagal dan berhasil jadi belum menjamin
keselamatan pasien, disamping itu masalah finansial, masalah emosional dll,
yang menjadi pemicu stress/kecemasan tersendiri bagi anggota keluarga.
Dalam penelitian ini ingin membuktikan pengaruh nonton film terhadap
penurunan kecemasan keluarga pasien yang sedang dioperasi.
Critichal thingking:
Keluarga merupakan dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatanikatan kebersamaan dan ikatan emosional yang mengidentifikasikan diri
mereka sebagai bagian dari keluarga (friedman 1998 dalam atun 2011).
Setiap anggota keluarga memiliki ikatan emosi terlibat dalam posisi social,
peran dan tugas nya saling berhubungan serta adanya rasa saling
menyayangi dan memiliki ikatan emosi . oleh karena itu betapa pentingnya
fungsi keluarga dalam membentuk mansia yang bio psiko social dan
spiritual. Jadi keluarga merupakan titik sentra pelayanan keperawatan.

Diyakini bahwa keluarga yang sehat akan mempunyai anggota keluarga


yang sehat pula. Apabila anggota keluarga sakit maka keluarga pun akan
mengalami suatu masalah yang bisa memicu stress karena apabila anggota
keluarga sakit maka peran serta fungsi keluarga akan berubah. Keluarga
akan mengalami tahap denial/ menolak keadaan yang mereka hadapi timbul
kecemasan, kekhawatiran apalagi harus menghadapi kondisi operasi yang
masih menggantung keberhasiannya.
Operasi merupakan kondisi stress pasien dan keluarga karena hasil
yang akan didapat dari operasi bisa gagal dan berhasil jadi belum menjamin
keselamatan pasien, disamping itu masalah finansial, masalah emosional dll,
yang menjadi pemicu stress/kecemasan tersendiri bagi anggota keluarga
(Mojdeh,

shoheila,

2014).

Ansietas

adalah

suatu

gejala

yang

tidak

menyenangkan, sensasi cemas, takut dan terkadang panik akan suatu


bencana yang mengancam dan tidak terelakkan yang dapat atau tidak
berhubungan dengan rangsang eksternal (Fracchione, 2004). Dengan
melihat begitu kompleks nya permasalahan yang dihadapi oleh keluarga
maka diperukan intervensi yang dapat menurunkan kecemasan yang
dialami keluarga selama anggota keluarganya di operasi. Salah satunya
adalah menonton film.
I (intervensi)

Penelitian ini dilakukan di al Zahra Medical Center of Isfahan University of


Medical Sciences (IUMS) dari februari 2010-november 2010. Metode
penelitiannya yaitu pre and post eksperimental study. Dalam penelitian ini
ingin membuktikan pengaruh nonton film terhadap penurunan kecemasan
keluarga pasien yang sedang dioperasi. Film yang ditonton adalah Maryam
al-Muqaddasah. Saint maria merupakan film dari republic Islamicof iran
directed by Shahriar Bahrani and released in 2007, depicting the life of
Mary, mother of Jesus from classical Islamic readings.
Langkah-langkah yang dilakukan sebelum intervensi dilakukan adalah:

1. Koordinasi

dengan

manajer

rumah

sakit

dan

kepala

bidang

keperawatan
2. Perawat masuk keruang bedahy untuk mencari keluarga pasien
kemudian diberikan inform consent setelah itu memberikan kuesioner
pre test sebelum dilakukan intervensi
3. Mencari informasi pasien yang sedang operasi di ruang tunggu
operasi karena disana terdapat informasi tentang pasien yang sedang
dioperasi
4. Film di putar dengan menggunakan LCD diruang tunggu operasi. Film
tersebut berdurasi 120 menit, tetapi keluarga hanya menonton selama
100 menit, kemudian mereka mengkaji akhir dari film tersebut
5. Setelah nonton film selesai, kemudian responden akan mengisi
kuesioner post test.
Instrument kuesioner dalam penelitian ini menggunakan State-Trait Anxiety
Inventory (STAI). State-Trait Anxiety Inventory (STAI) adalah kuesioner
internasional yang terdiri dari 40 pertanyaan. 20 pertanyaan untuk
mengkaji level kecemasan dan 20 pertanyaan lain untuk mengkaji sifat dari
kecemasan. State-Trait Anxiety Inventory (STAI) merupakan kuesioner yang
sudah di terjemahkan dalam 40 bahasa. The S anxiety scale mengkaji
bagaimana perasaan responden sekarang dan waktu itu juga, T anxiety
scale untuk mengevaluasi perasaan umum responden. State-Trait Anxiety
Inventory (STAI) terdiri dari 4 poin mulai dari tidak untuk semuanya dan
semuanya. Metode analisa nya menggunakan chi square dengan SPSS for
windows 14. Ethic dalam penelitian ini didapatkan dari Ethics Committee of
Vice Chancellor for Research, Isfahan University of Medical Sciences.
Crithikal thinking :
Menurut ADA (anxiety and depression association in america) 2014,
ada beberapa hal yang dilakukan seseorang untuk menurunkan stress yang
ada pada dirinya. dari hasil survey menyatakan.14 % memilih fisik , 18 %
berbicara dengan keluarga , 17 % tidur, 14 % nonton tv/nonton film, 14 %
makan set 13 % mendengarkan music.

Keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pemberian


asuhan

keperawatan.

melakukan

kegiatan

menurunkan

Salah
nya

kecemasan

satu

yaitu

tindakan

memberikan

keluarga

(Mojdeh,

mandiri

perawat

intervensi
shoheila,

dalam

yang

dapat

2014).

Untuk

pengukuran kecemasan keluarga dengan menggunakan state trait anxiety


inventory

yang

merupakan

kuesioner

kecemasan

yang

berstandart

international.
State trait anxiety inventory adalah pengukuran psikologis yang
terdiri dari 4 poin dengan menggunakan skala likert dan terdiri dari 40
pertanyaan untuk mengeksplore kecemasan yang ada dalam diri individu
(Tilton, 2008). State anxiety dapat dijelaskan seperti ketakutan, gugup,
serta ketidaknyamanan, biasanya dialami dalam situasi seperti ketika
interview dan mengikuti ujian masuk. Sedangkan trait anxiety dapat
dijelaskan sebagai perasaan stress, ketakutan, ketidaknyamanan. Biasanya
dihadapi oleh seseorang ketika kondisi yang sangat rumit (American
psychological association, 2014).

C (Comparative)

:-

O (outcome)

Setelah dilakukan intervensi dapat diambil beberapa kesimpulan :

1. Terdapat

perbedaan

level

kecemasan

pada

responden

dengan

pendidikan tinggi dan rendah. semakin tinggi tingkat pendidikannya


semakin rendah level cemas nya.
2. Status pernikahan, pekerjaan dan jenis operasi tidak berpengaruh
terhadap level kecemasan
3. Untuk nilai STAI sebelum

iontervensi

dan

sesudah

intervensi

(46,06>39,15), jadi nonton film menurunkan level kecemasan pada


keluarga pasien yang sedang dioperasi.
Critichal thinking :
Menurut ADA (anxiety and depression association in america) 2014,
ada beberapa hal yang dilakukan seseorang untuk menurunkan stress yang
ada pada dirinya. dari hasil survey menyatakan.14 % memilih fisik , 18 %
berbicara dengan keluarga , 17 % tidur, 14 % nonton tv/nonton film, 14 %
makan set 13 % mendengarkan music. Meskipun secara jelas belum
ditemukan efek dari menonton film terhadap penurunan kecemasan
seseorang yang mengalami kecemasan. Tetapi dari berbagai survey telah
membuktikan hal tersebut.

ABSTRACK
Background:
Surgery is a stressful condition for both patient and family members. This
anxiety may interfere with the adequate family functioning and in providing
positive support

for

the patient. Thus,

specialized assessment

and

interventions to reduce anxiety level of family members are essential. The


aim of this study was to assess the effect of watching movie on anxiety level
of family members during their relatives surgery.
Materials and Methods:
This was a before-after trial study conducted in Alzahra Medical Center,
Isfahan, Iran. Between February 2010 and November 2010, 164 eligible
family members in the surgical waiting room who met the inclusion criteria
entered in the study. Before and after watching movie, the anxiety level was
evaluated using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Chi-squares,
ANOVA and paired-t test were used for analysis using the Statistical
Package for Social Sciences (SPSS, Version 14) for Microsoft Windows.
Results:
The study population were 164 people, of whom 87 (53%) were female and
77 (47%) were male. The mean age of participants was 36.6 (SD: 8.4) years
ranging from 18 to 67 years. After watching movie, the mean STAI score
reached from 46.06 (SD: 9.26) to 39.15 (SD: 11.81) and this difference was
statistically significant (p = 0.003).
Concusions:
The results of this study indicated that watching movie could reduce family
members anxiety during surgery. The findings suggested that movie might

be a simple and cost-effective tool to help family members to manage


anxiety during surgery of their relatives.

ABSTRAK
Pendahuluan
Operasi merupakan kondisi stress baik itu bagi pasien maupun bagi
keluarga. Kecemasan mempengaruhi funsi keluarga dan dukungan keluarga
terhadap

pasien.

Pengkajian

khusus

dan

intervensi

khusus

dapat

menurunkan level kecemasan sangat dibutuhkan oleh keluarga. Maksud


dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh dari nonton film
terhadap

penurunan level

kecemasan keluarga pasien yang sedang

menjalani operasi.
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian psebelum dan sesudah intervensi.
Penelituian ini dilakukan di alzahra medical center Isfahan iran antara
februari 2010 sampai November 2010. Terdapat 164 keluarga pasein yang
setuju menjadi resoponden yang berada di ruang tunggu operasi. Sebelum
dan sesudah nonton film, responden akan diukur level kecemasannya
dengan menggunakan the State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Analisa data
dalam penelitian ini menggunakan chi square, anova dan uji t spss for
windows version 14.
Hasil

Penelitian ini terdiri dari 164 responden, 87 perempuan dan 77 laki-laki.


Rata-raa umur dari responden adalah 36,6 tashun rentangnya 18-67 tahun.
Setelah menonton film , rata-rata STAI sebelum yaitu 46,06 dan setelahnya
39,15.;
Kesimpulan
Hasil dari penelitian ini mengindikasikan menonton film dapat mengurangi
kecemasan keluaga

selama

operasi.

Cari film

yang sederhana

dan

menghemat biaya dan membantu keluarga keluarga untuk menurunkan


kecemasan selama operasi anggota keluarga mereka.