Anda di halaman 1dari 3

PR Ujian Interna 27

1. Apakah kelainan dan gambaran EKG pada pasien dengan Hipokalemia?


Aritmia kardiak dan kelainan EKG, beberapa tipe aritmia dapat dilihat
pada pasien dengan hipokalemia. kelainan ini termasuk denyut atrial dan
ventrikel prematur, bradikardia sinus, takikardia atrial atau junctional
paroksismal, blok atrioventrikular sampai kepada takikardi atau fibrilasi
ventrikel. Hipokalemia menghasilkan perubahan-perubahan karakteristik
pada EKG. Biasanya dapat ditemukan depresi segmen ST, penurunan
amplitudo gelombang T dan peningkatan amplitudo gelombang U yang
timbul setelah akhir gelombang T (gambar 4). Gelombang U seringkali
dapat dilihat pada lead prekordial V4 sampai V6.

Terdapat variabilitas yang besar dalam konsentrasi kalium aktual


terkait dengan progresivitas perubahan EKG. Pada suatu penelitian
terkontrol terapi tiazid (hidroklorotiazid 50mg/hari) terdapat peningkatan
sampai dua kali lipat dalam kejadian aritmia ventrikular pada pasien-pasien
dengan konsentrasi kalium di bawah 3,0 mEq/L.11 Sebagai tambahan,
beberapa faktor komorbid seperti iskemia koroner, digitalis, peningkatan
aktivitas beta-adrenergik dan kekurangan magnesium dapat menyebabkan
aritimia, setidaknya dua terakhir dapat menyebabkan penurunan kadar
kalium lebih lanjut. Efek yang sama dapat dilihat pada terapi bronkodilator
dengan agonis beta adrenergik. Penurunan kadar magnesium yang diinduksi
diuretik dapat menyebabkan aritmia, terutama pada pasien-pasien yang juga
diterapi dengan obatobatan penyebab pemanjangan interval QT (gambar 5),
sebuah kombinasi yang dapat menyebabkan torsade de pointes.

Hipomagnesemia juga dapat menyebabkan peningkatan kehilangan kalium


urin dan menurunkan kadar kalium plasma.

2. Apakah fungsi dari kelenjar Adrenal dan hormonnya pada ginjal?


Kelenjar Adrenal ( anak ginjal )
Terdapat 2 buah kelenjar adrenal pada manusia, dan masing-masing kelenjar
terletak diatas ginjal. Kelenjar adrenal terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian
medula adrenal ( bagian tengah kelenjar adrenal ) dan korteks adrenal ( bagian luar
kelenjar ).
Korteks adrenal memproduksi 3 kelompok hormon steroid, yaitu glukokortikoid
dengan prototipe hidrokortison, mineralokortikoid khususnya aldosteron, dan
hormon-hormon seks khususnya androgen.
1. Glukokortikoid berfungsi untuk mempengeruhi metabolisme glukosa,
peningkatan sekresi hidrokortison akan menaikan kadar glukossa darah.
2. Mineralikortikoid bekerja meningkatkan absorbsi ion natrium dalam prose
pertukaran untuk mengekresikan ion kalium atau hidrogen.
3. Hormon seks adrenal ( androgen ) memberikan efek yang serupa dengan efek
hormon seks pria.
Medula adrenal berfungsi sebagai bagian dari saraf otonom. Selain itu juga
menghasilkan adrenalin dan noradrenalin. Nor adrenalin menaikan tekanan
darah dengan jalan merangsang serabut otot di dalam dinding pembuluh
darah untuk berkontraksi, dan adrenalin membantu metabolisme karbohidrat
dengan jalan menambah pengeluaran glukosa dari hati.

Fungsi kelenjar adrenal korteks :


Mengatur keseimbangan air, elektrolit dan garam
Mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang, dan protein
Mempengaruhi aktivitas jaringan limfoid
Fungsi kelenjar adrenal medula :
Vasokontriksi pembuuh darah perifer
Relaksasi bronkus
Kontraksi selaput lendir dan arteriole