Anda di halaman 1dari 14

Geser pada Balok

GESER PADA BALOK BETON


Dalam merencanakan struktur beton kita harus mengamankan struktur terhadap
segala ragam keruntuhan akibat beban-beban yang bekerja pada struktur selama umur
struktur tersebut. Salah satu keruntuhan yang harus dicegah adalah keruntuhan akibat
geser, yang mana keruntuhan geser ini akan mengurangi kekuatan elemen struktur
dibawah kekuatan kapasitas lenturnya dan sangat mengurangi daktalitas dari elemen.
Keruntuhan ini dalam kenyataannya merupakan keruntuhan akibat kombinasi gaya
geser dan momen lentur, dan kadang-kadang gaya normal atau torsi atau keduaduanya.
A. Perilaku Beton sebagai penampang yang tidak homogen.
Tingkah laku beton adalah tidak homogen, kekuatan tarik beton kira-kira hanya
1/10 dari kekuatan tekannya. Sehingga beton mudah sekali mengalami keretakan akibat
tegangan tarik sedangkan pada daerah tekan tidak mengalami keretakan.
Keretakan terjadi pada daerah tumpuan karena pada daerah itu gaya geser dan
tegangan geser v berharga maksimum sehingga didaerah perletakan tegangan utama
tarik bekerja pada sudut sekitar 45o.
Dengan trajectory tegangan utama dapat diperkirakan arah dari keretakan yang akan
terjadi. Untuk mencegah keretakan ini maka diperlukan penulangan tarik diagonal.
P

Gambar 1. Trajectory Tegangan Utama


Pada dasarnya ada tiga jenis keretakan pada balok:
1. Flexural Crack (Retak Lentur)
Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

Keretakan pada daerah yang mempunyai harga momen lentur besar.


Arah retak hampir tegak lurus pada sumbu balok

Gambar 3. Retak Lentur


2. Flexural Shear Crack (Retak Geser Lentur)
Keretakan pada daerah yang sebelumnya telah mengalami retak akibat lentur.
Retak ini merupakan perambatan retak miring dari retak lentur yang sudah terjadi
sebelumnya.
3. Web Shear Crack (Retak Geser pada Badan Balok)
Keretakan miring yang terjadi pada daerah garis netral penampang dimana gaya
geser maksimum dan tegangan aksial sangat kecil.

Gambar 4. Retak Miring

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

Keretakan
web

Keretakan
lentur dan
gaya geser

Gambar 5. Berbagai Jenis Retak Balok Beton Bertulang


B. Ragam Keruntuhan dari Balok Tanpa Tulangan Tarik Diagonal
Ragam keruntuhan suatu balok sangat tergantung pada kelangsingannya.
Kelangsingan suatu balok dengan ketinggian d, biasanya dinyatakan sebagai berikut:
Beban
k

a
.................................................................................................... (1)
d

Beban
k

Terpusat

merata

lc
................................................................................................... (2)
d

dimana : a adalah shear span, yaitu jarak antara titik pembebanan ke tumpuan
lc adalah bentang bersih dari balok
a

P
d

lc

Gambar 6. Parameter balok beton bertulang


Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

Keruntuhan balok dapat terjadi menurut salah satu atau kombinasi dari 3 ragam
keruntuhan berikut ini:
1. Keruntuhan lentur (flexural failure)
2. Keruntuhan diagonal tarik (diagonal tension failure)
3. Keruntuhan geser tekan (shear compression failure)
Semakin lansing suatu balok semakin besar kecenderungannya untuk mengalami
keruntuhan lentur.
C. Keruntuhan Geser Tekan
Pada keruntuhan jenis ini, setelah terjadi flexure shear crack akan menyusul
keretakan yang merambat kebelakang sepanjang tulangan lentur. Keretakan ini akan
melepaskan lekatan tulangan memanjang dengan beton. Dengan lepasnya penjangkaran
tulangan memanjang ini balok akan berkelakuan seperti busur dua sendi, yang
kemudian diakhiri dengan hancurnya beton tekan disisi atas balok.
Keruntuhan ini dibanding dengan keruntuhan diagonal tarik relatip kurang brittle
karena terjadinya redistribusi tegangan. Namun secara umum masih tergolong keruntuhan
brittle dengan warning yang terbatas, sehingga harus kita hindari.
Semua keruntuhan brittle diatas, dapat kita hindari apabila kita berikan tulangan geser
yang cukup jumlahnya serta tepat penempatannya.
D. Mekanisme Transfer Geser

Penampang Tanpa Tulangan Geser


Dalam sebuah balok beton bertulang yang tidak dilengkapi dengan tulangan geser,

gaya lintang dipikul oleh suatu kombinasi dari tiga unsur utama, yaitu:
1. Beton didalam daerah tekan

: 20 40 %

2. Tulangan tarik yang bertindak sebagai pasak

: 15 25 %

3. Kaitan antar agregat melintasi retakan lentur

: 33 50 %

V = Vcz + Vd + Vay ............ (3)


dimana :
Vcz = komponen gaya geser pada daerah blok beton tekan
Vd

= komponen gaya dowel action oleh tulangan memanjang

Vay = komponen gaya geser antar permukaan retak

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

Cara menentukan kekuatan geser balok tanpa tulangan geser berdasarkan hasil regresi dari
percobaan 440 model benda uji (lihat Gambar 7). Hasil regresi tersebut menghasilkan
perumusan sbb.:
Vu d

Vc 1,9 fc' 2500 w


bw d 3,5 fc' bw d .................................... (4)
Mu

atau dalam satuan SI:


1
Vc
7

fc' 120 w

Vu d
bw d 0.3 fc' bw d ................................... (5)
Mu

Persamaan diatas merupakan kekuatan geser sumbangan beton pada penampang beton
nonprestressed akibat pembebanan geser dan lentur.
dimana :

Vu d
1.0
Mu

Gambar 7. Korelasi persamaan 4 dengan hasil eksperimen geser


Sebagai simplikasi terhadap persamaan diatas, peraturan Indonesia (SNI) mengizinkan
penggunaan persamaan berikut untuk perhitungan kapasitas geser, yaitu:
1
6

Vc

fc' bw d ...........................................................................................

Gaya aksial tekan akan menahan terjadinya keretakan sehingga akan memperbesar
kapasitas gesernya, yaitu:

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

1
6

Vc

Nu

.......................................................................... (7
fc' bw d 1
14
Ag

Gaya aksial tarik Nu (negatif untuk tarik) akan mempercepat proses retak sehingga
akan memperkecil kapasitas geser, yaitu:
1
6

Vc

0.3 Nu

......................................................................... (8
fc' bw d 1
Ag

Sedangkan untuk perencanaan tahan gempa, kapasitas geser beton Vc diambil = 0 pada lokasi
sendi plastis, sehingga tulangan geser minimum harus dipenuhi oleh setiap balok.
Pada balok tanpa tulangan geser, keruntuhan

balok dapat disebabkan oleh

runtuhnya salah satu ketiga komponen gaya transfer diatas segera setelah terbentuknya
keretakan miring. Karena keruntuhan balok tanpa sengkang terjadi tiba-tiba tanpa
adanya

aba-aba

yang

cukup, dimana

hal

ini

tidak

diinginkan, maka peraturan

mensyaratkan penggunaan tulangan geser minimum, yaitu:


untuk 0,50.Vc < Vu Vc, maka:
Luas tulangan sengkang minimum:
Av

bw S
....................................................................................................
3 fy

Jarak spasi maksimum:


S

d
2

atau S 600 mm....................................................................................

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

Penampang Dengan Tulangan Geser


Pada penampang beton bertulang dengan tulangan geser, selain gaya-gaya diatas

terdapat satu komponen gaya lagi, yaitu sumbangan dari baja tulangan geser (Vs) (lihat
Gambar 8), sehingga persamaannya menjadi:
Vu = (Vcz + Vd + Vay + Vs) ...... (11)
atau

Vu = Vc + Vs

.. ... (12)
Vcz
Vax
Vay

Va
Vs
Vd

Gambar 8. Gaya-gaya yang bekerja pada keretakan miring


dengan tulangan geser
Penggunaan sengkang akan meningkatkan kekuatan balok karena:
1. Sengkang akan memikul sebagian gaya geser penampang.
2. Sengkang akan menahan perkembangan lebar retak tarik diagonal.
3. Sengkang yang cukup rapat akan mengikat tulangan memanjang sehingga meningkatkan
dowel capacity.
Untuk menjamin tidak terjadinya keruntuhan geser dibawah kapasitas lenturnya
dan menjamin terpotongnya sengkang oleh retak miring maka peraturan mensyaratkan
pembatasan spasi tulangan sengkang minimum, sbb.:
Syarat

Nonprestressed

Prestressed

fc' bw d
3

S < d/2

S < 0.75.h atau S < 600

fc' bw d
3

S < d/4

S < 0.375.h atau S < 300

Vs

Vs

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

Untuk balok beton yang mempunyai badan (web) yang sangat tipis , keruntuhan
diawali dengan hancurnya beton pada badan sebelum melelehnya tulangan sengkang.
Untuk mencegah keruntuhan semacam ini maka tegangan tekan diagonal/tegangan geser
yang terjadi pada badan harus dibatasi, yaitu dengan pembatasan harga Vs sebesar:
Vs

fc' bw d............................................................................................. (13)

Apabila Vu yang

harus

dipikul penampang

penampang harus diperbesar sedemikian rupa agar


Vs Vu Vc ,

terlalu

besar

maka

ukuran

Vc cukup besar sehingga

perhitungan harga Vu harus dilakukan pada penampang kritis.

Tumpuan yang menghasilkan tegangan tekan pada balok letak penampang kritis dapat
dievaluasi pada jarak d dari perletakan. Sedangkan untuk tumpuan tarik yaitu tumpuan
yang memberikan tegangan tarik pada balok penampang kritis harus dievaluasi pada
muka kolom (lihat Gambar 9).
Letak penampang kritis

d
d

Vu

Vu

Vu

Vu

Gambar 9. Letak penampang kritis

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

E. Perencanaan Tulangan Geser


Langkah-langkah dalam perencanaan tulangan geser sengkang:
1. Hitung gaya geser berfaktor Vu berdasarkan penampang kritis
2. Jika Vu

1
Vc maka tidak perlu tulangan geser
2

3. Gunakan tulangan geser minimum bila


Luas tulangan geser minimum: Av

1
Vc Vu Vc
2

bw S
3 fy

fc' bw d , tulangan geser harus diberikan


3

4. Bila Vu Vc
dimana: S
S

Av fy d
Vs

untuk sengkang vertikal

Av fy d
sin cos
Vs

untuk sengkang miring

Vs Vu Vc

5. Jarak maksimum sengkang:


Syarat
1

fc' bw d
3

Vs
fc' bw d
3

Vs

Nonprestressed

Prestressed

S < d/2

S < 0.75.h atau S < 600

S < d/4

S < 0.375.h atau S < 300

fc' bw d , maka dimensi penampang balok harus diperbesar.


3

6. Bila Vu Vc

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

Geser pada Balok

F. Zonasi Penulangan Geser


Karena keruntuhan geser pada balok tanpa tulangan geser biasanya bersifat tiba-tiba dan getas, maka SNI91 mensyaratkan adanya
tulangan geser minimum pada balok yang dikenai gaya geser Vu yang besarnya melebihi (0,5.Vc), dan memerlukan tulangan geser jika Vu

Vc.

Zona V

fc' bw d
3

Vc

5 Vc

Zona IV

Vc fc' bw d
3

3 Vc

Zona III

Luas penampang terlalu kecil


Jarak tulangan
sengkang lebih rapat

Av fy d
Av fy sin cos d
atau S
S
Vs
Vs

0,25.d atau S 300 mm


Jarak tulangan
sengkang

Av fy d
Av fy sin cos d
atau S
S
Vs
Vs

0,50.d atau S 600 mm

Vc

Zona II

Tulangan sengkang
minimum

3 Av fy
bw

S 0,5.d atau S 600 mm

0,50 Vc

Zona I

Tidak perlu tulangan sengkang

Dimana:
Vs Vu Vc ,

= 0,60 untuk geser

fc' bw d Tanpa gaya aksial


6

Vc

Nu
1

Gaya aksial tekan


fc' bw d 1
6
14
Ag

0.3 Nu
1

.. Gaya aksial tarik Nu (negatif untuk tarik)


Vc
fc' bw d 1
Ag
6

Vc

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

10

Geser pada Balok

G. Contoh Penulangan Geser


Sebuah balok terletak pada tumpuan sederhana panjang bentang bersih 5 m dan
mendukung beban mati merata sebesar 21.5 kN/m (termasuk beban sendiri) dengan
beban hidup merata 34.5 kN/m, bila fc = 24 MPa dan fyh = 275 MPa serta penampang
berukuran bw = 350 mm.

d =450

2500
Penyelesaian:

Tahap 1:

Beban merata berfaktor

: Wu = 1,6 x 34,50 + 1,2 x 21,50 = 81 kN/m

Gaya geser pada muka tumpuan

: Ru = 81 x 2,5 = 202,50 kN

Gaya geser pada jarak d dari muka tumpuan : Vu

2,50 0,45
x 202,50 166,05 kN
2,50

Tahap 2:

Kekuatan geser yang diberikan beton:


Vc

1
fc' bw d
6

Vc

1
24 x 0,35 x 0,45 0,1285 MN 128,5 kN
6

Vc = 0,60 x 128,50 = 77,10 kN


.Vc = 38,55 kN
karena Vu > Vc maka diperlukan tulangan sengkang

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

11

Geser pada Balok

Tahap 3:

Penulangan geser pada daerah yang perlu tulangan geser:


Kekuatan geser yang diberikan tulangan baja :
Vs Vu Vc 166,05 77,10 88,95 kN
1
3

1
fc' bw d 0,60

24 x 0,35x 0,45 x1000 154,264 kN

Dicoba = 10 mm ( Luas satu kaki = 78,5 mm2 )


Jadi Av = 2 x 78,5 = 157 mm2
Jarak spasi tulangan sengkang ( = 90o) :
S

Av f yh d
Vs

157 x 275x 450


218 mm dipakai S = 150 mm.
88,95 10 3

Jadi dipakai tulangan geser 10-150.


Penulangan geser pada daerah yang cukup tulangan geser minimum:
Syarat tulangan geser minimum jika

1
Vc Vu Vc
2

d 450
1

fc' bw d maka Smax


225 mm -- dipakai S = 200 mm
3
2
2

Karena Vs
Av

bw S 350 200

85 mm 2
3 fy
3 275

Luas 1 kaki tulangan sengkang = 85/2 = 42,50 mm2 -----dipakai s = 8 mm (As = 50 mm2)
Batasan daerah tulangan sengkang:
x1

x2

Ru Vc
202,50 77,10
(0,5 Ln )
2500 1550
Ru
202,50

mm

1
Vc
202,50 38,55
2
(0,5 Ln )
2500 2000 mm
Ru
202,50

Ru

Daerah perlu tulangan sengkang

: x1 = 1550 mm

Daerah tulangan sengkang minimum

: x2 x1 = 2000 - 1550 = 450 mm

Daerah tidak perlu tulangan sengkang : 0,5.Ln x2 = 2500 - 2000 = 500 mm

Tahap 4:
Sketsa Tulangan Geser:

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

12

Geser pada Balok

Ru = 202,5 kN

Daerah perlu tulangan


geser 10-150
Daerah cukup tulangan geser
minimum 8-200

Vu = 166,05 kN

Daerah yang tidak


perlu tulangan geser
.Vc = 77,10 kN
.Vc = 38,55 kN
0
x1 = 1550 mm

450 mm

500 mm

x2 = 2000 mm
2500 mm
I

II
13 10-150

II

500

10-150

2 8-200

500

8-200

350

350

Pot. I-I

Pot. II-II

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

13

Geser pada Balok

DAFTAR PUSTAKA
1. ITS, Perhitungan Konstruksi Beton Bertulang Berdasarkan Pedoman

Beton

1989, 1989.
2. Kenneth Leet, Dionisio B., Reinforced Concrete Design, Third Edition, 1997.
3. Salmon E.G, Wang CK, Binsar H., Disain Beton Bertulang, Edisi Keempat, 1987.
4. Syahril A.R., Laurentius W., Struktur Beton Bertulang (Standar baru SNI T-15-199103), 1999.

Materi Pembekalan Struktur Beton Bertulang - I

14