Anda di halaman 1dari 159

PERENCANAAN DAN

PENGANGGARAN
DAERAH

Oleh:
Dra. SRI HARTATI, M.Si

GBPP/SAP

1. Pengertian Perencanaan, .Bagian-bagian/Unsur-unsur


perencanaan
2. Tipe-tipe, Hierarkhi dan proses perencanaan
3. Teknik perencanaan, rintangan-rintangan & peramalan
perencanaan
4. Pengertian penganggaran, Norma & prinsip penganggaran
5. Sinkronisasi alur perencanaan & pengganggaran, Kerangka
penyusunan anggaran daerah
6. Asas umum penyusunan APBD, fungsi APBD.
7. Struktur APBD
8. UTS
9. Pendapatan Daerah
10. Belanja Daerah (urusan wajib, urusan pilihan)
11. Belanja tidak langsung
12. Belanja Langsung
13. Pembiayaan daerah (penerimaan pembiayaan, pengeluaran
pemiayaan)
14. Penetapan APBD

LITERATUR
1. Sistem Perencanaan dan penganggaran Pemda di Indonesia (Indra Bastian)
2. Pengelolaan Pendapatan & penganggaran daerah (Rahardjo Adisasmita)
3. Manajemen Keuangan Daerah ( Mahmudi)
4. Perencanaan Daerah (Mudrajad Kuncoro)
5. Pengelolaan Keuangan & aset Daerah (chobib soleh, Heru Rochmansjah)
6. UU No. 17 /2003 ttg Keuangan Negara
7. UU No. 1 / 2004 ttg Perbendaharaan Negara
8. UU No. 25 / 2004 ttg Sistem perencanaan pembangunan nasional
9. UU 33 /2004 ttg Perimbangan keuangan antara pempus dan pemda
10. PP No. 40 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan
Nasional
11. PP 58/2005 ttg Pengelolaan Keuangan Daerah
12. PP 38/2007 ttg Pembagian urusan antara pemerintah, pemda prov, pemda
Kab/kota
13. Permendagri 13/2006 ttg Pedoman pengelolaan keuangan daerah yg tlh
diubah dgn Permendagri No. 59/2007
dll

Ketentuan Selama Perkuliahan


1. Menjunjung tinggi nilai kejujuran dan etika
2. Kehadiran dalam perkuliahan miniman 80%,
jika kurang dari 80% tdk bisa UAS & tdk ada
ujian susulan dsb.
3. Daftar hadir hanya diedarkan selama
perkuliahan berlangsung, tidak
diperkenankan mengisi daftar hadir setelah
kuliah berakhir.
4. Praja yang diketahui daftar hadirnya
ditandatangani ataupun menandatangani
absen peserta lain dianggap indisipliner dan
tidak diperkenankan mengikuti ujian

6. Bagi yg terlambat lebih tidak diperkenankan


masuk kelas dan dianggap TK
7. Jika dosen terlambat menit tanpa
pemberitahuan, kuliah dapat ditiadakan dan
akan dicari waktu penggantinya
8. Selama perkuliahan, HANDPHONE, MP 3, dan
sejenisnya tidak boleh diaktifkan
9. Selama perkuliahan, penggunaan LAPTOP
diperkenankan sepanjang untuk mendukung
perkuliahan dan jika disalahgunakan dianggap
indisipliner
10.Menjaga ketertiban, kebersihan dan keamanan

PENILAIAN AKHIR
1. UTS
: 30%
2. TUGAS
: 10%
3. KEHADIRAN : 20%
4. UAS
: 40%
Penilaian tambahan :
Keaktifan di kelas (diskusi,
tanya jawab) selama
perkuliahan
Sikap / etika

FUNGSI MANAJEMEN

a. PENGERTIAN
PERENCANAAN
sec.umum

PERENCANAAN

Conyers

DOUGLAS

Menurut UU No. 25 Tahun 2004 ttg Sistem


Perencanaan Pembangunan Nasional &PP
No. 40 Tahun 2006 Tentang Tata Cara
Penyusunan Rencana Pembangunan
Nasional
PERENCANAAN

MANFAAT PERENCANAAN

Tujuan perencanaan
(Stephen Robbins dan Mary Coulter)
1. Memberikan pengarahan yg baik
(Manajer maupun karyawan)
2. Mengurangi ketidakpastian
3. Meminimalisir pemborosan
4. Menetapkan tujuan dan standar yg
digunakan dalam fungsi selanjutnya
yaitu pengontrolan dan evaluasi

Unsur-unsur perencanaan
1.

Hierarki Rencana

Alur perencanaan
RPJP
Nasional
Diacu
20 th
RPJP
Daerah

Pedoman

RPJM
Nasional

diperhatika
n
RPJM
Daerah

dijabarka
n

dijabarka
n

RKP
1
tahun
RKP
Daerah

5
tahun

pedoma
n
5
tahun

RENSTRA
SKPD

pedoma
n

Renja
SKPD
1 tahun

Pertemuan ke-2

TIPE & PROSES


PERENCANAAN

TIPE/JENIS PERENCANAAN
TERPUSAT, INDIKATIF DAN PEMBANGUNAN

PERENCANAAN KOMPREHENSIF DAN PERENCANAAN PARSIAL

PERENCANAAN PERMANEN DAN PERENCANAAN EMERGENSI

PERENCANAAN UMUM DAN PERENCANAAN TERINCI

PERENCANAAN REGIONAL, NASIONAL DAN INTERNASIONAL

PERENCANAAN FUNGSIONAL DAN PERENCANAAN STRUKTURAL

JENIS PERENCANAAN
MENURUT PROSES

Proses perencanaan bottom-up


Musrenbang
nas
Topdown

Musrenbang
prov
Musrenbang
kab/kota

Botto
m -up

Musrenbang
kec
Musrenbang
des

RKPD &
RAPBD

DPRD

APBD

TAHAPAN PERENCANAAN
PEMBANGUNAN NASIONAL (UU
25/2004 SPPN)

KEGIATAN PERENCANAAN
(LOUIS A. ALLEN)

KEGAGALAN PERENCANAAN

SYARAT- SYARAT PERENCANAAN YG


BAIK

PRINSIP PERENCANAAN YG
IDEAL

PERTEMUAN KE-3
PENGERTIAN
DAN PRINSIP ANGGARAN DAERAH

ANGGARAN
SUKADARTO (2001:5)

ANGGARAN NEGARA

UNSUR-UNSUR ANGGARAN NEGARA


1. Dokumen hukum yg memiliki kekuatan hukum
mengikat;
2. Rencana penerimaan negara, baik sektor pajak,
bukan pajak dan hibah;
3. Rencana pengeluaran negara, baik bersifat rutin
maupun pembangunan;
4. Kebijakan negara terhadap kegiatan-kegiatan
dibidang pemerintahan yg memperoleh prioritas
atau tidak memperoleh prioritas;
5. Masa berlaku hanya satu tahun, kecuali
diberlakukan untuk tahun anggaran negara ke
depan;

ANGGARAN DAERAH
MARDIASMO

NORMA & PRINSIP ANGGARAN


(menurut WORLD BANK, 1998)
1. Transparan dan AkuntabeL

3. Efisiensi, dan Efektifitas Anggaran

PRINSIP DALAM PENYUSUNAN


ANGGARAN DAERAH

FUNGSI ANGGARAN NEGARA

FUNGSI ANGGARAN DAERAH (7)

PERTEMUAN KE-4

AZAS PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH

AZAS UMUM PENGELOLAAN


KEUANGAN DAERAH (3T3E2KBM)

TERTIB

EFESIEN

BERTANGGUNGJAWAB

KEKUASAAN PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH

1. KUASA PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH

2. KOORDINATOR PENGELOLAAN KEUDA (SEKDA)


tugasnya :

Selain mempunyai tugas


koordinasi , sekretaris daerah
mempunyai tugas:

a. memimpin TAPD (Tim Anggaran Pem Daerah)


b. menyiapkan pedoman pelaksanaan APBD;
c. menyiapkan pedoman pengelolaan barang daerah;
d. memberikan persetujuan pengesahan DPA
(Dokumen Pelaksanaan Anggaran)SKPD/DPPA(Dokumen Pelaksanaan Perubahan
Anggaran)-SKPD; dan
e. melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan
keuangan daerah lainnya berdasarkan kuasa yang
dilimpahkan oleh kepala daerah.

3. PEJABAT PENGELOLA KEUDA (PPKD)

PPKD adl kepala satker Pengelola Keuda (SKPKD) sbg pengelola APBD &

PPKD dalam melaksanakan fungsinya selaku BUD


berwenang:

a. menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD;


b. mengesahkan DPA-SKPD/DPPA-SKPD;
c. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD;
d. memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan
dan pengeluaran kas daerah
e. melaksanakan pemungutan pajak daerah;
f. menetapkan SPD (Surat Penyediaan Dana);
g. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman
atas nama pemerintah daerah;
h. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah;
i. menyajikan informasi keuangan daerah; dan
j. melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta
penghapusan barang milik daerah.

4. Pejabat Pengguna Anggaran


(PA)/Pengguna Barang
Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan
anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang
dipimpinnya. Tugas PA/PB :
a)Menyusun RKA-SKPD (Renja angg)
b)Menyusun DPA-SKPD (Dokumen Pelaks Angg)
c) Melaksanakan tindakan yg mengakibatkan pengeluaran atas beban
anggaran belanja
d)Melaksanakan anggaran SKPD yg dipimpinnya
e)Melakukan pengujian atas tagihan & memerintahkan pembayaran
f)Melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak
g)Mengadakan ikatan/perjanjian kerja sama dgn pihak lain dlm batas
anggaran yg tlh ditetapkan
h)Mengelola utang & piutang yg menjadi tanggungjawab SKPD yg
dipimpinnya

i. Mengelola barang milik dae/kekayaan dae yg


menjadi tanggungjawab SKPD yg dipimpinnya
J. Menyusun & menyampaikan lap. Keu SKPD
K. Mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yg
dipimpinnya
L. Melaks tugas2 pengguna
anggaran/pengguna brg lainnya berdasar kuasa
yg dilimpahkan KDH
M. Bertanggungjawab atas pelaks tugasnya kpd
KDH melalui Sekda

5. Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/Kuasa Pengguna Barang

Kuasa Pengguna Anggaran adalah


pejabat yang diberi kuasa untuk
melaksanakan sebagian kewenangan
pengguna anggaran dalam
melaksanakan sebagian tugas dan
fungsi SKPD.
*kepala unit kerja pada SKPD
*bertanggungjawab pd PA/PB

6. Pejabat Pelaksana Teknis


Kegiatan (PPTK) SKPD

7. Pejabat Penatausahaan
Keuangan (PPK) SKPD

PPK SKPD adl pejabat y melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pd S

8. Bendahara Penerimaan dan


Bendahara Pengeluaran

Adalah pejabat fungsional yg ditunjuk untuk menerima, menyimpan, m

PERT.5
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
(APBD)

PROSES PENETAPAN APBD

PERTEMUAN KE-6 & 7


(Kebijakan Umum
Anggaran)

(Renc Kerja Pemda)

(Prioritas & Plafon Anggaran


Sementara)

(Rencana Kerja
Anggaran)

(Dokumen
Pelaksanaan

MUSRENBANG

KUA(Kebijakan Umum Anggaran) & PPAS (Prioritas Plafon Anggaran Sem

DPA(Dokumen Pelaksanaan Anggaran)-SKPD

1.
MUSRENBANGDES/KEL(Janu
ari)

1. MUSRENBANGDES/KEL

MUSRENBANGDES/KEL

YG PERLU DISIAPKAN DALAM


MUSRENBANGDES/KEL
Dari Desa/Kel

HASIL , PESERTA &


NARASUMBER
Peserta

2. MUSRENBANGKEC
(Februari)

MUSRENBANGKEC

Yg perlu disiapkan
Dari desa/kel

PESERTA, NARASUMBER & HASIL


PESERTA

3. FORUM SKPD KAB/KOTA (febmaret)

FORUM SKPD

Yang perlu disiapkan


Dari prov & kementerian negara

Peserta, narasumber & hasil


peserta

4. MUSRENBANG KAB/KOTA (MARET)

MUSRENBANG KAB/KOTA

Yg perlu disiapkan
Dari kab/kota

Peserta, narasumber, hasil


peserta

PASCA MUSRENBANG
KAB/KOTA
1. Penyusunan RKPD

2. Penyusunan Kebijakan Umum APBD

4. RKA-SKPD

6. Penetapan APBD

PERT. 8

STRUKTUR APBD

APBD

STRUKTUR APBD

PENDAPATAN

DAERAH

BELANJA
DAERAH

PEMBIAYAAN

DAERAH

merupakan
perkiraan
yang terukur, rasional dan
memiliki kepastian dasar
hukum penerimaannya.
untuk pelaksanaan urusan
wajib dan urusan pilihan
yang
menjadi
kewenangannya
yang
telah ditetapkan dengan
ketentuan
per-Undangmenutup
defisit
atau
undangan
memanfaatkan surplus

1. PENDAPATAN
ASLI DAERAH

A.
PENDAPAT
AN
DAERAH

(PAD)
2. DANA
PERIMBANG
AN
3. LAIN LAIN
PENDAPATAN
DAERAH
YANG SAH

1. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

1.PENDAPATAN ASLI DAERAH

PAD

Penganggaran

PAJAK DAERAH
RETRIBUSI DAERAH
HASIL PENGELOLAAN
KEKAYAAN DAERAH
YANG DIPISAHKAN
LAIN-LAIN PAD YANG
SAH

10

Hasil Pajak daerah & Retribusi


daerah

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah


yg Dipisahkan

Lain-lain PAD yg sah


Hasil penjualan barang milik daerah
Jasa giro
Sumbangan pihak ketiga
Penerimaan ganti rugi atas kekayaan daerah
Setoran kelebihan pembayaran kpd pihak ketiga
Denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan
daerah
Pendapatan denda pajak
Denda retribusi
Pendapatan dari angsuran/cicilan penjualan dll

2. DANA PERIMBANGAN (PP 55 tahun


2005 )

DANA PERIMBANGAN
Penganggaran

Dana
Bagi Hasil

Dana
Alokasi
Khusus

Dana
Alokasi
Umum

105

Wajib Pjk Org


Pribadi DN

a. Kehutanan;
b. pertambangan Umum;
c. Perikanan;
d. Pertambangan Minyak
Bumi;
e. Pertambangan Gas
Bumi; dan
f. Pertambangan Panas

PBB (10 % untuk pempus & 90%


untuk Pemda)
Bagian Daerah dari PBB

BAGIAN DAERAH DARI BEA PEROLEHAN


HAK ATAS TANAH & BANGUNAN

WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI


DALAM NEGERI (WPOPDN) pasal 21

DBH PPh WPOPDN

Bagian daerah dari Sumber Daya


Alam

B. DANA ALOKASI UMUM


(DAU)
DAU

PENGHITUNGAN DAU

PENGHITUNGAN /FORMULA
DAU
DAU = CF +
AD

DAU = Dana Alokasi Umum


CF
= Celah Fiskal
AD
= Alokasi Dasar
CF
= Kebutuhan Fiskal
Kapasitas Fiskal

CELAH FISKAL

FUNGSI LAYANAN DASAR UMUM DIUKUR


BERDASARKAN :

KEBUTUHAN FISKAL

KAPASITAS FISKAL

KAPASITAS FISKAL =
PENDAPATAN ASLI DAERAH +
DANA BAGI HASIL

DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)

Kegiatan khusus

MEKANISME
PENGALOKASIAN DAK

PENGHITUNGAN ALOKASI DAK

KRITERIA UMUM, KHUSUS & TEKNIS

KRITERIA UMUM

PENETAPAN ALOKASI &


PENGGUNAAN DAK

DAK TDK BOLEH DIGUNAKAN


UNTUK :
1.
2.
3.
4.
5.

mendanai administrasi kegiatan


penyiapan kegiatan fisik,
penelitian,
pelatihan, dan
perjalanan dinas.

3. LAIN-LAIN PENDAPATAN
DAERAH YG SAH

1.
2.
3.

HIBAH
DANA DARURAT
DANA BAGI HASIL PAJAK DARI PROV KEPADA
KAB/KOTA
4. DANA PENYESUAIAN & OTSUS
5. BANTUAN KEUANGAN DARI PROV ATAU PEMDA
LAINNYA

BELANJA DAERAH

BELANJA DAERAH ???

URUSAN WAJIB

KLASIFIKASI BELANJA MENURUT FUNGSI:


1. Berdasarkan urusan pemerintahan

KLASIFIKASI BELANJA MENURUT


PROGRAM
a. Belanja pegawai
b. Belanja barang dan jasa
c. Belanja modal
d. Bunga
e. Subsidi
f. Hibah
g. Bantuan sosial
h. Belanja bagi hasil dan bantuan keuangan
i. Belanja tidak terduga

A. BELANJA TIDAK
LANGSUNG
g.
f.
e.
d.

a. BELANJA PEGAWAI

c. BELANJA SUBSIDI

f. BELANJA BANTUAN KEUANGAN

g. BELANJA TAK TERDUGA

BELANJA LANGSUNG
Belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan
program dan kegiatan
Pada Masing-masing SKPD atau OPD
penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang
berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan
sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil
yang terukur sesuai dengan misi SKPD
bagian dari prog sebagai bagian dari
pencapaian sasaran terukur pada suatu
program sebagai masukan (input) untuk
menghasilkan keluaran (output) dalam
bentuk barang/jasa

Belanja Pegawai
Belanja Barang
Belanja Jasa
Belanja modal

BELANJA LANGSUNG

C. PEMBIAYAAN DAERAH

Seluruh transaksi keuangan


pemerintah daerah, baik
penerimaan maupun pengeluaran,
yg perlu dibayar atau akan diterima
kembali, untuk menutup defisit dan
atau memanfaatkan surplus
anggaran.

PEMBIAYAAN
DAERAH

A. PENERIMAAN PEMBIAYAAN
Semua penerimaan rekening Kas Umum Daerah
antara lain berasal dari :penerimaan
pinjaman,Penjualan obligasi pemerintah,hasil
privatisasi perusahaan daerah,penerimaan
kembali pinjaman yg diberikan kpd pihak ketiga
Penerimaan pembiayaan mencakup:
a. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran TA
sebelumnya (SiLPA)
b. Pencairan dana cadangan
c. Hasil penjualan kekayaan daerah yg
dipisahkan
d. Penerimaan pinjaman daerah
e. Penerimaan kembali pemberian
pinjaman
f. Penerimaan piutang daerah

B. PENGELUARAN PEMBIAYAAN
Semua pengeluaran Rekening Kas
Umum Daerah al: pemberian
pinjaman kpd pihak ketiga,
penyertaan modal pemerintah,
pembayaran kembali pokok
pinjaman dalam periode TA tertentu
dan pembentukan dana cadangan.
Pengeluaran pembiayaan
mencakup:
a. Pembentukan dana cadangan
b. Penerimaan modal (investasi)
pemda
c. Pembayaran pokok hutang
d. Pemberian pinjaman daerah

PEMBIAYAAN NETO Selisih


antara penerimaan
pembiayaan setelah dikurangi
pengeluaran pembiayaan
dalam periode TA tertentu

Jumlah pembiayaan neto harus dapat menutup defisit


anggaran sebagaimana diamanatkan Pasal 28 ayat (5)
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 dan Pasal
61 ayat (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13
Tahun 2006, sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
21 Tahun 2011

SILPA & SiLPA


SISA LEBIH

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran


Tahun Sebelumnya (SiLPA) harus
didasarkan pada penghitungan yang
cermat
dan
rasional
dengan
mempertimbangkan
perkiraan
realisasi anggaran Tahun Anggaran
sebelumnya
dalam
rangka
menghindari kemungkinan adanya
pengeluaran pada Tahun Anggaran
berjalan yang tidak dapat didanai
akibat tidak tercapainya SiLPA yang
direncanakan.
Selanjutnya SiLPA dimaksud
harus diuraikan pada obyek
dan rincian obyek sumber
SiLPA
Tahun
Anggaran
sebelumnya.

HASIL PENJUALAN KEKAYAAN DAERAH YG TERPISAH

DANA CADANGAN adalah dana yg


dibentuk guna membiayai kebutuhan
dana yg tdk dpt dibebankan dlm satu
tahun anggaran, ditetapkan dgn
Perda bersumber dari penyisihan
atas penerimaan daerah dan
ditempatkan pd rekening tersendiri.

Untuk
pembentukan
dana
cadangan,
pemerintah daerah harus menetapkan terlebih
dahulu
peraturan
daerah
tentang
pembentukan dana cadangan yang mengatur
tujuan pembentukan dana cadangan, program
dan kegiatan yang akan dibiayai dari dana
cadangan, besaran dan rincian tahunan dana
cadangan yang harus dianggarkan

PENERIMAAN
PIUTANG
DAERAH

Digunakan untuk
menganggarkan
penerimaan yg
bersumber dari
pelunasan piutang pihak
ketiga

PEMBERIAN
PINJAMAN
DAERAH

PEMBERIAN PINJAMAN
DAERAH digunakan
untuk menganggarkan
pinjaman yg diberikan
kepada pemerintah
pusat dan/atau
pemerintah daerah
lainnya

INVESTASI PEMERINTAH DAERAH

DANA DEPRESIASI

Anda mungkin juga menyukai