Anda di halaman 1dari 11

Ekstraksi Kulit Manggis

Kelompok : A-3
Alif Aldino Rizkita
Anisa Helena Isma Putri
Anita Puspitasari

Pengertian Ekstraksi
Ekstraksi adalah proses pemisahan secara kimia dan fisika
kandungan zat simplisia menggunakan pelarut yang sesuai. Hal-hal
yang penting diperhatikan dalam melakukan ekstrasi yaitu
pemilihan pelarut yang sesuai dengan sifat-sifat polaritas senyawa
yang ingin diekstraksi ataupun sesuai dengan sifat kepolaran
kandungan kimia yang diduga dimiliki simplisia tersebut, hal lain
yang perlu diperhatikan adalah ukuran simplisia harus diperkecil
dengan cara perajangan untuk memperluas sudut kontak pelarut
dan simplisia, tapi jangan terlalu halus karena dikhawatirkan
menyumbat pori-pori saringan menyebabkan sulit dan lamanya
poses ekstraksi.

Syarat Pelarut
a. Selektif, dapat melarutkan semua zat
wangi dengan cepat, sempurna, dan
sedikit mungkin melarutkan bahan
lain (lilin, pigmen,senyawa albumin).
b. Mempunyai titik didih yang rendah
dan seragam.
c. Tidak larut dalam air.
d. Bersifat inert dan tidak mudah
terbakar
e. Harga pelarut murah

Tujuan Percobaan
Tujuan
percobaan
pada
praktikum ekstraksi ini adalah
agar
mahasiswa
dapat
mengetahui
proses
ekstraksi
suatu zat dari bahan yang
terdapat di alam.

Alat dan Bahan

Alat
Berikut ini merupakan alat alat yang diguakan dalam praktikum ekstraksi
kulit manggis :
a. Alat distilasi
1 buah
b. Alat reflux
1 buah
c. Batang pengaduk
2 buah
d. Blender
1 buah
e. Erlenmeyer
2 buah
f. Gelas beker 1000 mL
1 buah
g. Gelas beker 250 mL
1 buah
h. Gelas ukur 10 mL
1 buah
i. Hotplate
2 buah
j. Kertas saring
3 buah
k. Labu leher 3
1 buah
l. Magnetik stirer
1 buah
m. Neraca teknis
1 buah
n. Pipet tetes
1 buah
o. Refractometer
1 buah
p. Screening
1 buah
q. Spatula
1 buah
r. Viskometer
1 buah

Bahan
Berikut ini merupakan bahan - bahan yang
digunakan dalam praktikum ekstraksi :
a.Etanol
160 mL
b.Kulit manggis kering
40 gram

Hasil dan Pembahasan


Hasil Percobaan
Berikut adalah hasil percobaan
dari ektraksi kulit manggis.
Tabel 1. Tabel hasil percobaan
No.
Data Percobaan
Hasil Percobaan
ekstraksi
1

Massa residu ekstraksi

Massa yang hilang

3
4
5
6
7
8

Massa minyak yang diperoleh


Volume ekstrak
Densitas
% rendemen
Indeks bias
Viskositas absolut

31,9 gram
8,1 gram

3,32 gram
2,9 mL
1,14 g/mL
8,3 %
1,470
2034,77 m2 s-1

Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan ekstraksi zat warna
dari kulit manggis. Ekstraksi yang dilakukan adalah
ekstraksi padat-cair dengan perantara zat pelarut
(leaching).
Proses
ini
dimaksudkan
untuk
mengeluarkan zat terlarut dari suatu padatan atau
untuk memurnikan padatan dari cairan yang
membuat padatan terkontaminasi, seperti pigmen.
Pada praktikum kali ini, pelarut yang digunakan
adalah etanol. Etanol mempunyai titik didih yang
rendah (78,37oC) dan cenderung aman. Ekstraksi
secara
panas
dilakukan
untuk
mengekstraksi
komponen kimia yang tahan terhadap pemanasan
yang mempunyai titik didih yang tinggi, selain itu
untuk membuka pori-pori sel simplisia sehingga
pelarut organik mudah masuk ke dalam sel untuk
melarutkan komponen kimia. Dalam percobaan ini
digunakan metode refluks yang didasarkan pada
keuntungan yang dimiliki oleh metode refluks yaitu

Proses ekstraksi ini dipengaruhi oleh beberapa


faktor. Semakin besar perbandingan rasio antara
simplisia dengan pelarut maka hasil ekstrak kulit
manggis yang didapatkan semakin banyak. Begitu pula
dengan waktu, semakin lama waktu yang dibutuhkan
untuk proses pengekstraksian maka hasil ekstrak yang
didapatkan
akan
semakin
banyak.
Kondisi
ini
disebabkan
suhu
semakin
meningkat
tegangan
permukaan pelarut dan gaya tarik menarik antar zat
terlarut dengan pelarut dapat diperkecil serta titik
didih pelarut menunjukkan kemampuannya untuk
berubah menjadi uap, sehingga menghasilkan jumlah
ekstrak yang semakin meningkat. Jenis pelarut harus
memiliki kriteria seperti : selektif, titik didih rendah,
tidak larut dalam air, bersifat inert, tidak mudah
terbakar, serta harganya murah. Pengadukan akan
meningkatkan
hasil
ekstrak.
Karena,
melalui
pengadukan kontak antara partikel atau serbuk kulit
manggis dengan pelarut semakin intensif untuk
menghasilkan ekstrak menaikkan proses difusi dan

Massa minyak yang didapatkan sebesar 3,23 gram.


Residu yang dihasilkan dari proses ekstraksi sebesar 31,9
gram dengan massa yang hilang sebesar 8,1 gram. Massa
yang hilang ini merupakan zat terlarut yang terdapat di
sampel, dan pada akhirnya menjadi ekstrak kulit
manggis. Ekstrak kulit manggis yang didapatkan memiliki
volume sebesar 2,9 ml dengan indeks bias sebesar 1,470
dan viskositas absolut sebesar 2034,77 m2 s-1 . %
rendemen yang didapatkan sebesar 0,083%. Pada akhir
proses destilasi didapatkan etanol kembali dengan
volume 52ml. Hal ini menunjukan adanya pengurangan
volume pelarut pada proses ekstraksi. Kombinasi
perlakuan volume pelarut dan waktu ekstraksi telah
mempengaruhi renedemen ekstrak (%). Volume pelarut
dan waktu ekstraksi akan menghasilkan panas yang terus
meningkat seiring dengan bertambahnya lama waktu
yang dibutuhkan pada proses ekstraksi, semakin lama
waktu ekstraksi yang diberikan maka pemecahan atau
pendegradasian dinding-dinding sel akan semakin kuat,
akan tetapi bisa terjadi penguapan pelarut, akibatnya
volume etanol berkurang. Selain itu, proses destilasi dan

Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan pada percobaan ini
ialah sebagai berikut:
Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat
berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua
cairan tidak saling larut yang berbeda.
Pada percobaan ini didapatkan volume ekstrak
sebesar 2,9 ml dan massa ekstrak sebesar 3,32
gram dengan densitas sebesar 1,14 gram/ml,
viskositas absolut sebesar 2034,77 m 2 s-1 dan indeks
bias sebesar 1,470. Bentuk fisik dari ekstrak itu
sendiri kental berwarna coklat tua, lengket dan
mempunyai bau.