Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTASI KIMIA

KESETIMBANGAN KETO-ENOL

DISUSUN OLEH :
LIZA SRI MARNINGSIH

F1C114024

KRISTIANTY NURVITASARY SITORUS

F1C114026

UTI KHAIRINI

F1C114030

DOSEN PENGANMPU :
DIAH MASTUTIK, S.Pd., M.Si.

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS JAMBI
2016

PERCOBAAN II
KESETIMBANGAN KETO-ENOL
I.

Tujuan
Mengetahui tetapan kesetimbangan keto-enol dari dua senyawa
karbonil menggunakan perhitungan semi empiris AM1 dan untuk
menyelidiki

pengaruh

ikatan

hidrogen

intramolekular

pada

kesetimbangan ini.
II. Latar Belakang
Keton dan aldehida selalu dalam kesetimbangan dengan
bentuk enolnya. Jumlah enol yang ada dalam keseimbangan
bergantung pada struktur dari keton dan aldehida, pelarut, suhu
dan faktor lain seperti konjugasi dan ikatan hidrogen. Pada
percobaan ini akan dievaluasi tetapan keseimbangan dari tiga
senyawa karbonil. Enol merupakan suatu struktur dengan gugus
OH yang terikat pada karbon yang berikatan rangkap. Akhiran ena
menunjukkan suatu ikatan karbon dengan karbon rangkap dua,
sedangkan ol menunjukkan gugus alkohol dan keto menunjukkan
senyawa tersebut mengandung gugus karbonil.
Perlu diketahui bahwa bentuk keto dan bentuk enol dari
suatu senyawa adalah molekul-molekul yang berbeda (jangan
dikacaukan dengan bentuk resonansi yang kadang keberadaannya
tidak nyata). Bentuk keto dan enol disebut tautometer satu sama
lainnya, dan perubahannya dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya
disebut tautometri. Tautometer-tautometer dengan mudah dan cepat
berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain pada kondisi biasa.

III.

Landasan Teori
Aldehid dan keton merupakan dua dari sekian banyak
kelompok senyawa organik yang mengandung gugus karbonil. Suatu

keton menghasilkan dua gugus alkil yang terikat pada karbon


karbonilnya. Gugus lain dalam suatu aldehid dapat berupa alkil, aril
atau H. Aldehid dan keton lazim terdapat dalam system mahluk
hidup. Banyak aldehid dan keton mempunyai bau khas, yang
membedakannya umumnya aldehid berbau merangsang dan keton
berbau harum. Suatu senyawa karbonil dengan hidrogen alfa yang
bersifat asam, dapat berada dalam dua bentuk yang disebut
tautomer, yaitu suatu tautomer keto dan sebuah tautomer enol.
Tautomer adalah isomer-isomer yang berbeda satu dengan yang
lainnya hanya pada posisi ikatan rangkap dan sebuah atom hidrogen
yang

berhubungan.

Tautomer

keto

suatu

senyawa

karbonil

mempunyai struktur karbonil seperti diharapkan. Tautomer enol


(dari ena + -ol), yang merupakan suatu alkohol vinilik, terbentuk
dengan serah terima sebuah hidrogen asam dari karbon ke
oksigen karbonil. Karena atom hidrogen berada dalam posisi yang
berlainan,

kedua

bentuk

tautomerik

ini

bukanlah

struktur-

resonansi, melainkan dua struktur berlainan yang berada dalam


kesetimbangan.
Bentuk
berkonjugasi,
memiliki

enol
yang

susunan

memungkinkan

tidak
sedikit
struktur

terbetuknya

hanya

memilki

menambah
yang
ikatan

ikatan

kestabilan,

sedemikian
hidrogen

rangkap

tetapi

rupa

juga

sehingga

internal,

yang

membantu menstabilkan tautomer (Fessenden, 1986).


Tautomerisme, kasus khusus dari isomerisme, memainkan
peran penting dalam kimia modern organik, biokimia, kimia obat,
farmakologi, biologi molekuler, dan kehidupan itu sendiri. Istilah
"Tautomerisme" (Yunani, Tauto - sama, dan meros -bagian) mengacu
pada senyawa yang ada dalam kesetimbangan di antara dua atau
lebih bentuk isomer yang disebut tautomer. Tautomer mengalami
interkonversi dalam proses reversibel, baik penataan ulang intra
molekuler maupun intermolekuler Senyawa organik dalam senyawa
- senyawa karbonil yang mempunyai atom hidrogen pada karbon-
(karbon yang terletak bersebelahan karbon karbonil) dengan cepat

akan berubah-ubah antara bentuk keto dan bentuk enol . Enol


merupakan suatu struktur dengan gugus OH yang terikat pada
karbon yang

berikatan rangkap. Akhiran

ena menunjukkan

suatu ikatan karbon dengan karbon rangkap dua, sedangkan


ol menunjukkan gugus alkohol dan keto menunjukkan senyawa
tersebut mengandung gugus karbonil.Sebagaimana tautomeri yang
terjadi pada senyawa organik dalam keto
pada senyawa keto
berbeda

dalam

hal

enol, hampir seluruh tautomeri

enol, melibatkan struktur struktur yang


letak

terikatnya

hidrogen

secara

khas,

keseimbangan perubahan ini sangat menyukai struktur yang


hidrogennya terikat pada karbon (bentuk keto) (Ewa dan wanda,
2005).
Aseton memiliki gugus karbonil yang mempunyai ikatan
rangkap dua karbon oksigen terdiri atas satu ikatan dan satu
ikatan . Umumnya atom hidrogen yang terikat pada atom karbon
sangat stabil dan sangat sukar diputuskan. Namun lain halnya
dengan atom hidrogen yang berada pada karbon (C) disamping
gugus karbonil yang disebut atom hidrogen alfa (). Sebagai akibat
penarikan elektron oleh gugus karbonil, kerapatan elektron pada
atom karbon semakin berkurang, maka ikatan karbon dan
hidrogen semakin melemah,sehingga hidrogen menjadi bersifat
asam dan dapat mengakibatkan terjadinya substitusi . Substitusi
melibatkan penggantian atom H pada atom karbon dengan
elektrofilik (Wade, L.G. 2006). Atom hidrogen pada aseton dapat
dilihat pada Gambar 1

Aseton mempunyai atom hidrogen bersifat asam, oleh


karena itu dapat terionisasi menghasilkan ion enolat. Ion enolat
dapat berada dalam dua bentuk yaitu bentuk keto dan bentuk enol
atau disebut dapat terjadi tautomerisasi.Tautomer adalah isomerisomer

pada

senyawa

karbonil

yang

hanya

dibedakan

oleh

kedudukan ikatan rangkap dan yang disebabkan perpindahan letak


atom hidrogen ke atom oksigen. Bentuk keto dan bentuk enol pada
aseton dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Bentuk keto dan bentuk enol pada aseton.

Acetylacetone (2,4-pentadion) adalah senyawa organik yang


ada

di

dua

tautomerik

bentuk

yang

interconvert

cepat

dan

diperlakukan sebagai senyawa tunggal dalam sebagian besar aplikasi.


Meskipun senyawa tersebut secara resmi disebut sebagai bentuk
diketon,

2,4-pentanadion,

bentuk

enol

membentuk

komponen

substansial dari bahan dan sebenarnya bentuk disukai di banyak


pelarut. Ini adalah cairan tak berwarna yang merupakan prekursor
untuk acetylacetonate (acac), umum bidentat ligan (Caminati dan
Grabow,2006). Ini juga merupakan blok bangunan untuk sintesis
senyawa heterosiklik.

Pada bentuk keto dan enol asetilaseton hidup berdampingan


dalam larutan; bentuk Tautomer ini . Bentuk enol memiliki C

2v

simetri , berarti atom hidrogen dibagi sama rata antara kedua atom
oksigen. Pada fase gas, konstanta kesetimbangan , K

keto enol,

adalah

11,7, mendukung bentuk enol. Dua bentuk tautomer dapat dengan


mudah dibedakan dengan spektroskopi NMR , spektroskopi IR , dan
metode lainnya (Manbeck,dkk,2011).

IV. Prosedur Kerja

Gambarkan senyawa karbonil aseton dan bentuk enolnya. Hitung panas


pembentukannya menggunakan metode semiempiris AM1 dan catat
hasilnya pada lembar laporan. Gambarkan bentuk keto dan minimisasi
strukturnya. Hilangkan atom hidrogen pada karbon alfa (gunakan menu
Select) dan dengan menggunakan menu Draw. Gambarkan bentuk enol
dengan mengubah ikatan C=O menjadi ikatan tunggal dan C-C menjadi
ikatan ganda. Pilih menu Build dan Add H & Model Build. Anda akan
mendapatkan

bentuk

enol.

Lakukan

minimasi

dan

catat

panas

pembentukannya.
Gambarkan diketon 2,4-pentadion, minimisasi strukturnya dan catat

panas pembentukannya.
Pada bentuk sebelah kiri, OH digambarkan menjauh dari C=O sehingga
tidak dapat mengadakan ikatan hidrogen dengan gugus karbonil. Jika
senyawa tidak nampak seperti itu, pilih mode Select dan klik dan geser
dari atom H dari OH ke atom sp 2 yang mengikat H (4 atom terpilih). Pilih
Build dan atur Constrain Bond Torsion pada Trans. Lakukan Model Build.

Lakukan optimasi struktur dan catat panas pembentukannya.


Gambarkan bentuk enol yang lain dengan mengatur Constrain Bond
Torsion pada Cis. Optimasi struktur dan catat panas pembentukannya.

V. Hasil dan Pembahasan


5.1 Hasil
Molekul

Hf

Aseton
2,4-pentadion
non

hidrogen

Hf

bentuk

Enol

Tetapan

(kkal/mol)

(kkal/mol)

Kesetimbangan

-934,1538
-1472,1079

-922,3659
-1466,803

Keq
0,98738
0,99639

-1472,1079

-1475,4676

1,00228

ikatan

hidrogen
2,4-pentadion
dengan

bentuk Keto

ikatan

5.2 Pembahasan
Enol (juga disebut sebagai alkenol) adalah alkena yang mempunyai
gugus hidroksil yang melekat pada karbon berikatan rangkap dua. Enol dan
senyawa karbonil (seperti keton dan aldehida) sebenarnya adalah isomer; ini
dikenal sebagai tautomerisme keto-enol:

Bentuk enol ditunjukkan pada gambar sebelah kanan. Biasanya ia tidak


stabil dan berubah dengan cepat menjadi bentuk keto (keton) pada gambar
sebelah kiri. Hal ini dikarenakan oksigen lebih elektronegatif daripada karbon,
sehingga oksigen membentuk energi ikatan rangkap yang lebih kuat. Ikatan
ganda karbon-oksigen (karbonil) lebih kuat dua kali lipat daripada ikatan
tunggal karbon-oksigen, namun ikatan ganda karbon-karbon lebih lemah
daripada dua ikatan tunggal karbon-karbon.
Hanya dalam senyawa 1,3-dkarbonil dan 1,3,5-trikarbonil yang memiliki
bentuk enol yang stabil. Hal ini disebabkan oleh resonansi dan ikatan hidrogen
antarmolekul yang terjadi pada bentuk enol dan tidak mungkin terjadi pada
bentuk keto. Oleh karenanya, pada kesetimbangan, lebih dari 99% molekul
propanadial (OHCCH2CHO) berbentuk monoenol. Persentase tersebut lebih
rendah untuk keton 1,3-aldehida dan diketon. Enol (dan enolat) merupakan zat
antara yang penting pada banyak reaksi organik. Perkataan enol dan alkenol
adalah akronim dari alkena (-ena) dan alkohol (-ol).

5.2.1. Aseton Bentuk Keto

Untuk percobaan ini yang akan dibahas mengenai molekul aseton


bentuk keto. Dalam sebuah molekul keton ataupun aldehidanya terdapat dua
jenis

kesetimbangan

dengan

bentuk

molekulnya.

Dua

bentuk

molekul

kesetimbangan itu adalah keto dan enol. Menurut literatur, bentuk yang pa;ing
disukai dari antara kedua bentuk ini adalah bentuk enol, karena pada saat
dalam bentuk keto, maka sifat dari kearomatisan dari bentuk enolnya akan
hilang ketika molekul tersebut dalam bentuk keto.
Dapat dilihat dari percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan
metode semiempiris AM1 maka didapat nilai pengaruh ikatan hidrogen
intramolekular pada kesetimbangan ini ialah sebesar -934,1538 kkal/mol yang
menunjukkan bahwa reaksi berlangsung eksotermis.
5.2.2.

Aseton Bentuk Enol

Pada aseton bentuk enol ini dilakukan melalui bentuk keto yang
sebelumnya dibuat kemudian dilakukan pengubahan ke bentuk enol dengan
cara mengubah ikatan C=O menjadi ikatan tunggal dan C-C menjadi ikatan
ganda.
Untuk bentuk molekul aseton bentuk enol sendiri seperti telah
dijelaskan sebelumnya bahwa bentuk enol lebih disukai daripada bentuk keto
karena sifat aromatisnya yang akan hiang jika molekulnya dalam bentuk keto.
Hal ini dapat terlihat juga dari nilai pengaruh ikatan hidrogen intramolekular
pada kesetimbangan ini adalah sebesar -922,3659 kkal/mol yang menunjukkan
bahwa reaksi berlangsung eksotermis.
Berdasrkan

literatur

bahwa

molekul

yang

memiliki

nilai

panas

pembentukan yang lebih kecil adalah molekul yang lebih stabil. Maka dapat
dilihat pada percobaan ini untuk panas pembentukan antara kedua molekul
dimana antara molekul bentuk keto dan enol, molekul yang memiliki bentuk
enol adalah molekul yang memiliki energi panas pembentukan yang lebih kecil
dibandingkan keto maka ini berarti bahwa dibandingkan dengan molekul
bentuk keto, bentuk enol merupakan yang lebih stabil karena memiliki panas
pembentukan yang lebih kecil .
Tetapan kesetimbangan dapat dicari nilainya dari :

Dengan :
A = Senyawa keto
B = Senyawa enol
Sehingga,

Dari kedua perbandingan juga didapat untuk tetapan kesetimbangan K eq


pada kesetimbangan ini adalah sebesar 0,98738. Nilai ini didapat dari dari nilai
pengaruh ikatan hidrogen intramolekular enol dibagi dengan dari nilai
pengaruh

ikatan

hidrogen

intramolekular

kesetimbangan seperti disebut diatas.

keto

maka

didapat

nilai

5.2.3.

Diketon 2,4 Pentadion Non Ikatan Hidrogen Bentuk Keto

Dengan

menggambarkan

struktur

2,4

pentadion

yang

kemudian

dioptimasi maka didapat energi atau panas pembentukannya adalah sebesar


-1472,1079

kkal/mol

yang

menunjukkan

bahwa

reaksi

berlangsung

eksotermis.Bentuk 2,4 pentadion ini sendiri yang merupakan bentuk pertama


adalah 2,4 pentadion non ikatan hidrogen bentuk keto.
5.2.4.

2,4 Pentadion Non Ikatan Hidrogen Bentuk Enol

Setelah menggambarkan bentuk keto dilakukan pengubahan ke bentuk


enol dengan cara mengubah ikatan C=O menjadi ikatan tunggal dan C-C
menjadi ikatan ganda. Pada bentuk molekul diketon 2,4 pentadion non ikatan
hidrogen bentuk enol didapat nilai pengaruh ikatan hidrogen intramolekular

pada kesetimbangan ini adalah sebesar -1466,803 kkal/mol yang menunjukkan


bahwa reaksi berlangsung eksotermis.
Jika dibandingkan dengan energi panas pembentukan dari bentuk keto
maka bentuk enol memiliki energi panas pembentukan yang lebih kecil
daripada keto, maka dapat disimpulkan disini bahwa bentuk enol pada 2,4
pentadion non ikatan hidrogen ini lebih stabil karen amemiliki nilai energi
panas pemebntukan yang lebih kecil.
Pada kesetimbangan ini setelah didapat nilai dari bentuk keto dan enol
didapatlah perbandingan antara enol berbanding keto.

Dimana,
A = Senyawa keto
B = Senyawa enol
Sehingga,

Dari persamaan diatas maka didapat bahwa nilai tetapan kesetimbangan pada
2,4 pentadion non ikatan hidrogen ini sebesar 0,99639.
5.2.5. 2,4 Pentadion Dengan Ikatan Hidrogen Bentuk Keto

Pada 2,4 pentadion dengan ikatan hidrogen bentuk keto memiliki nilai
energi pembentukan panas yang sama dengan 2,4 pentadion non ikatan

hidrogen bentuk keto yaitu

-1472,1079 kkal/mol yang menunjukkan bahwa

reaksi berlangsung eksotermis.


5.2.6. 2,4 Pentadion Dengan Ikatan Hidrogen Bentuk Enol

Pada 2,4 pentadion dengan ikatan hidrogen bentuk enol adanya


pengubahan struktur ini dapat ditentukan senyawa mana yang terdapat ikatan
hidrogen dan tidak. Kemudian setelah dilakukan optimasi didapat hasil besar
panas pembentukannya pada kondisi enol adalah sebesar -1475,4676 kkal/mol
yang menunjukkan bahwa reaksi berlangsung eksotermis.

Untuk menentukan tetapan kesetimbangan dari kedua molekul ini yaitu :

Dimana,
A = Senyawa keto
B = Senyawa enol
Sehingga,

Maka dari perbandingan antara kedua energi panas pembentukan adalah


1,00228.

VI. Kesimpulan dan Saran


6.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :

Untuk molekul aseton tetapan kesetimbangan Keq adalah 0,98738.


Pengaruh ikatan hidrogen intramolekularnya pada bentuk keto

-934,1538 kkal/mol dan pada bentuk enolnya 922,3659 kkal/mol


Untuk molekul 2,4 pentadion non ikatan hidrogen tetapan
kesetimbangan Keq adalah 0,99639. Pengaruh ikatan hidrogen
intramolekularnya pada bentuk keto -1472,1079 kkal/mol dan pada

bentuk enolnya -1466,803 kkal/mol


Untuk molekul 2,4 pentadion dengan ikatan hidrogen tetapan
kesetimbangan Keq adalah 1,00228. Pengaruh ikatan hidrogen
intramolekularnya pada bentuk keto -1472,1079 kkal/mol dan pada
bentuk enolnya -1475,4676 kkal/mol

6.2 Saran
Dalam melakukan praktikum ini sebaiknya seluruh mahasiswa sudah
memiliki software yang akan digunakan terlebih dahulu dan memahami
terlebih dahulu mengenai topik yang akan dibahas agar praktikum dapat
berjalan lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Caminati, W .; Grabow, J.-U. (2006). " Struktur C

2v

dari Enolic Acetylacetone".

Journal of American Chemical Society .128 (3): 854-857. Doi : 10.1021 /


ja055333g . PMID 16417375 .
Ewa,Daniela Raczynska dan Wanda,Kosinska. (2005). Tautomeric Equilibria in
Relation to Pi-Electron Delocalization. Chem. Rev. 105, 3561-3612 The
American Chemical Society.
Fessenden,

Ralp

dan

Fessenden,

Joan

S.1986.Kimia

Organik

Jilid

I.Jakarta:Erlangga.
Manbeck, Kimberly A .; Boaz, Nicholas C .; Bair, Nathaniel C .; Sanders, Allix
MS; Marsh, Anderson L. (2011). "Substituen Efek pada Keto-Enol
Kesetimbangan Menggunakan Spektroskopi NMR". J. Chem. Educ. 88
(10):. 1444-1445 doi : 10.1021 / ed1010932 .
Wade, L.G.2006. Organic Chemistry. Sixth edition. New Jersey : Pearson
Education International.

Analisis
1. Bentuk yan mana, keto atau enol yang lebih disukai dari molekul
dikarbonil

non-ikatan

hydrogen?

Bagaimana

besarnya

tetapan

keseimbangan dibandinon. Bandingkan dengan aseton. Berikan alasan


untuk perbedaan yang didapat dalam Keq dari dua molekul tersebut.
Jawab :
2. Bentuk yang mana, keto atau enol yang lebih disukai dari molekul
dikarbonil berikatan hydrogen? Bagaimana hal ini jika dibandingkan
dengan non-ikatan Hydrogen? Berdasarkan hasil perhitungan, faktor
apakah yang bertanggungjawab terhadap stabilitas bentuk enol pada
2,4-pentadion? Jelaskan secara rinci.
Jawab :
1. Yang lebih disukai diantara keto atau eno dari molekul dikarbonil nonikatan hidrogen yaitu bentuk enol, karena panas pembentukannya lebih
rendah

dari

pada

bentuk

keto.

Tetapan

kesetimbangannya

jika

dibandingkan dengan aseton lebih besar, artinya kesetimbangan dari


molekul dikarbonil non ikatan hidrogen lebih memungkinkan dari pada
aseton.perbedaan Keq antara kedua molekul tersebut dikarenakan
adanya pengaruh bentuk tautomernya,dimana pada 2,4-pentadion non
ikatan hydrogen (keto) adanya gugus karbonil pada rantai 2,4 sementara
pada aseton (keto) hanya memiliki satu gugus karbonil sehingga dalam
resonansinya memungkinkan untuk 2,4-pentadion lebih stabil dibanding
aseton,karena Hfnya lebih kecil,begitu pula dalam bentuk enolnya,maka
dalam perhitungan didapatkan Keq 2,4-pentadion non ikatan hydrogen
lebih

besar

dibanding

aseton,maka

itu

kesetimbangannya

lebih

memungkinkan 2,4-pentadion non ikatan hydrogen daripada aseton.


2. Yang lebih stabil dari keto atau enol dari molekul dikarbonil berikatan
hidrogen yaitu bentuk keto, karena panas pembentukannya lebih rendah
dibandingkan dengan bentuk enol. Jika dibandingkan dengan non
ikatan hidrogen, panas pembantukan yang lebih besar yaitu bentuk enol
dari dikarbonil dengan ikatan hydrogen, hal ini karena pengaruh ikatan

hydrogen pada molekul sehingga kurang kestabilannya.berdasarkan


perhitungan dapat dilihat bahwa Faktor yang menentukan kestabilan
dari 2,4-pentadion yaitu ada atau tidaknya ikatan hidrogen dan juga
pengaruh dari jumlah elektron atom dari gugus karbonil.