Anda di halaman 1dari 6

Nama

NIM

: AGUS REZA PAHLEVI


: F1314126

PENDEKATAN KONTRAK EFISIEN


UNTUK KEBERMANFAATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kontrak efisien adalah sebuah komponen yang signifikan dari tata kelola perusahaan.
Untuk menguatkan tata kelola perusahaan, kontrak-kontrak ini harus efisien. Mereka harus
secara optimal seimbang antara biaya dan manfaat. Akhirnya, tujuan dari teori ini adalah
untuk memahami dan memprediksi pilihan kebijakan akuntansi manajerial pada situasi yang
berbeda dan di perusahaan yang berbeda, dan bagaimana akuntansi keuangan dapat
berkontribusi terhadap kontrak efisien.
Teori Kontrak Efisien
Teori efisiensi kontrak membantu akuntan mengetahui mengapa melaporkan ke
pengurus adalah penting, dan untuk mengapresiasi batasan perhatian legitimasi manajemen
tentang pemilihan kebijakan akuntansi. Teori kontrak efisien mempelajari peran informasi
akuntansi keuangan dalam memoderasi asimetri informasi antara pihak-pihak yang
mengadakan perjanjian, dengan demikian berkontribusi terhadap kontrak efisien dan
penatalayanan dan keefisienan tata kelola perusahaan.
Teori kontrak efisien berasumsi bahwa manajer, seperti investor, adalah rasional.
Sebagai hasilnya, manajer tidak dapat diasumsikan tentunya memaksimalkan keuntungan
perusahaan, secara umum, melakukan sesuai kepentingan investor. Melainkan, merekan akan
melakukannya demi kepentingan dirinya sendiri. Konsekuensinya, kepentingan manajer,
pemberi pinajaman, dan pemegang saham terjadi konflik. Teori kontrak efisien mempelajari
bagaimana konflik ini diselesaikan. Melalui ini memungkinkan kita untuk menilai seberapa
efisien desain kontrak dapat membantu menselarakan kepentingan manajer dengan para
pemberi pinjaman dan pemegang saham.
Teori ini juga membahas kontrak implisit, yang mana muncul dari menjaga hubungan
bisnis. Akhirnya, teori kontrak efisien percaya pada pasar. Menegaskan bahwa idealnya
permintaan informasi akuntansi keuangan harus memenuhi tekanan pasar, dengan peran dari
pengaturan standar yang disediakan prinsip umum yang ada yang mana praktik akuntansi
dapat mengembangkan berdasarkan hukum permintaan dan penawaran.

Sumber Permintaan Kontrak Efisien Atas Informasi Akuntansi Keuangan


Pemberi Pinjaman
Kontrak hutang adalah sumber keuangan yang penting bagi kebanyakan perusahaan.
Ketika keamanan paling penting bagi pemberi pinjaman, seperti pemegang saham, adalah
kinerja perusahaan di masa akan datang, dua aspek kontrak hutang harus diperhatikan.
Pemegang Saham
Eksploitasi dikendalikan dengan mendasarkan kompensasi manajer pada beberapa
ukuran performa manajer, seperti net income. Juga penegasan peran statement keuangan
membantuk mencegah manager dari overstating informasi dalamnya selama tahun berjalan,
yang dapat mengakibatkan harga saham overvaluation oleh pasar. Namun, karena manajer
diasumsikan berlaku sesuai dengan kepentingannya sendiri, dan asimetri informasi
mencegah pemegang saham mengawasi langsung usaha manajer dalam menjalankan
perusahaan (moral hazard), manajer mungkin melalaikan usaha dan menutupi overstatement
dan keuntungan kecil seperti overvaluation aset dan memanage pendapatan kedepannya. Hal
ini menimbulkan permintaan untuk kebijakan akuntansi keuangan yang memaksa tanggung
jawab usaha manajer dan membatasi aksi oppotunistic manajer.
Kebijakan Akuntansi Untuk Kontrak Efisien
Reliabilitas
Agar reliabel, informasi akuntansi untuk kontrak efisien yang berdasar pada transaksi
pasar yang terealisasi, dan dapat diverifikasi oleh pihak ketiga. Penting bahwa peningkatan
perhatian pada reliabilitas berarti bahwa financial statement terbaik untuk menginformasikan
pemberi pinjaman dan melindungi manajer oportunis adalah tidak sama dengan yang terbaik
untuk menginformasikan investor ekuitas.
Konservatisme
Pemikiran kontrak efisien untuk kondisi konservatism bersyarat melebihi diluar
kewajiban hukum. Dia menyediakan early warning system
mendatang.

Juga,

konservatism

bersyarat,

dengan

atas kesulitan keuangan

membuat

sebuah

sistematik

understatement atas nilai bersih aset, menyediakan pemberi pinjaman dengan batas bawah
aset bersih untuk membantu mereka mengevaluasi keamanan pinjaman.
Ketegasan Kontrak

Kontrak sifatnya sulit untuk dapat diubah. Diberikan kontrak yang tegas, perusahaan
menghadapi tradeoff tata kelola. Kebijakan akuntansi yang optimal untuk perusahaan
mewakili kompromi. Menentukan kebijakan akuntansi secara ketat sebelumnya akan
meminimalkan opportunistic kebijakan akuntansi yang dipilih manajer. Disisi lain,
membiarkan manajer memilih kebijakan akuntansi akan mengurangi biaya ketegasan kontrak
tapi membuka perusahaan biaya perilaku manajer opportunistic.
Employee Stock Options
Terdapat tiga karakteristik Opsi:
1. Pengembalian yang diharapkan dari menahan suatu opsi melebihu return saham yang
diharapkan.
2. Potensi kenaikan (upside potencial) opsi America (tendensi kenaikan terhadap nilainnya)
meningkat seiring dengan waktu jatuh tempo.
3. Jika opsi deep-in-the-money artinya jika nilai saham dasar jatuh lebih tinggi daripada
harga exercise price ,maka hasil dari menahan opsi tersebut dan probabilitasnya sangat
mendekati hasil dan probabilitasnya dari menahan saham dasarnya.
Discussion And Summary Of Eso Expensing
Mengapa pihak manajemen menentang pembebanan ESO? Satu kemungkinan yang
bisa menjelaskan sikap manajemen tersebut adalah bahwa manajemen tidak menerima
adanya efisiensi pasar sekuritas. Manajemen percaya bahwa para investor akan bereaksi
negatif terhadap laba yang dilaporkan menurun, apa pun alasannya. Kemungkinan yang lain
adalah bahwa laba yang dilaporkan menurun akan meningkatkan kemungkinan terjadinya
debt covenant violation. Selain itu, kompensasi manajemen bisa menurun sampai titik di
mana kompensasi ditentukan berdasarkan laba yang dilaporkan.
Distinguishing Efficiency And Opportunis
Mian dan Smith (1990) melakukan penelitian tentang efficient contracting. Mian dan
Smith mengamati pilihan kebijakan akuntansi untuk mengkonsolidasi perusahaan subsidiary.
Mereka berpendapat bahwa semakin besar interdependensi antara perusahaan induk dengan
perusahaan anak maka akan semakin efisien untuk menyiapkan laporan keuangan
konsolidasi. Mereka memperkirakan bahwa semakin besar integrasi antara perusahaan induk
dan perusahaan anak, maka semakin besar kemungkinan/kecenderungan perusahaan induk
untuk menyiapkan laporan konsolidasian.

Armstrong, Jagolinzer, dan Larcker (AJL; 2010) mempelajari mengenai banyaknya


perusahaan yang mengalami restatement laporan keuangan, class-action lawsuit, dan
investigasi SEC yangmungkin mengindikasikan perilaku oportunistik manajer. Pertanyaannya
adalaha: Apakah perusahaan dengan CEO yang mempunyai delta portofolio tinggi
menunjukkan perilaku oportunistik CEO yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan
perusahaan serupa dengan CEO yang memiliki delta portofolio lebih rendah? Dalam
penelittiannya, AJL tidak menemukan bukti akan hal tersebut. Oleh karena itu, kepemilikan
saham perusahaan oleh manager sepertinya tidak menyebabkan perilaku oportunistik.
Meskipun penelitian AJL menyatakan demikian, adanya restatement, lawsuit, dan investigasi
SEC menunjukkan bahwa perilaku seperti itu memang ada. Dengan demikian, hal tersebut
mungkin saja terjadi dengan didorong oleh motivasi yang lain.
Hope dan Thomas (2008) meneliti sampel perusahaan-perusahaan multinasional di
bawah SFAS. Berlakunya SFAS 31 menghapuskan kewajiban untuk melaporkan laba
berdasarkan wilayah geografis, sehingga pengungkapan tersebut bersifat sukarela saja setelah
adanya SFAS 131. Hope dan Thomas melaporkan bahwa di antara perusahaan-perusahaan
sampel tersebut yang tidak mengungkapkan laba berdasarkan wilayah geografis setelah
berlakunya SFAS 131, total penjualan asingnya meningkat tetapi total laba asingnya secara
rata-rata menurun jika dibandingkan dengan periode sebelum berlakunya SFAS 131 atau jika
dibandingkan dengan laba domestic perusahaan yang sama setelah SFAS 131. Hal tersebut
menunjukkan bahwa sepertinya manajer telah mengeksploitasi kemampuan investor yang
menurun untuk mengawasi kinerja mereka dengan cara meningkatkan penjualan asing
dengan mengorbankan keuntungan. Hal tersebut oleh penulis disebut sebagai empire
bulding, yaitu suatu bentuk moral hazard yang mana manajer secara oportunistis menaikkan
ukuran perusahaan (dengan menaikkan penjualan asing). Kesimpulannya, baik efficient
contracting maupun sikap oportunisme dua-duanya ada/terjadi di dalam dunia akuntansi pada
kenyataanya.
Summary Of Efficient Contracting For Debt And Stewardship
Teori efficient contracting mempelajari tentang peran informasi akuntansi keuangan
dalam menjembatani asimetri informasi antara pihak-pihak dalam kontrak. Untuk mencapai
kontrak yang efisien (efficient contracting), informasi keuangan harus reliable dan
konservatif (secara kondisional). Suatu implikasi signifikan atas teori efficient contracting
adalah bahwa kebijakan akuntansi mempunyai konsekuensi-konsekuensi ekonomi. Oleh
karena itu, hal tersebut menjadi penting bagi para manajer. Selama manager memiliki

fleksibilitas untuk memilih kebijakan akuntansi, mereka dapat mengubah kebijakan ini untuk
mengimbangi dampak dari standar akuntansi baru pada kontrak utang dan kompensasi.
Implicit Contracts
Definition and Empirical Evidence
Perusahaan dapat mendapatkan keuntungan dari effiecient contracting tanpa harus
benar-benar masuk ke dalam sebuah kontrak formal. Sebagai contoh yaitu kepercayaan yang
diperoleh perusahaan atas konsistensinya melaporkan laba yang terus berkembang secara
transparan. Hubungan yang berdasarkan kepercayaan semacam itu disebut sebagai kontrak
implisit (implicit contracts).
Single Period Non-Cooperative Game
Dalam teori Single-Person Decision Theory, alami (nature) adalah kekuatan yang
tidak memihak dan strategi yang dipilih oleh investor tidak dipengaruhi dari nature ini. Teori
ini diturunkan ketika hasil yang diperoleh oleh lawan (manajer) dan bukan oleh nature, yang
membawa kita ke teori permainan. Sejak kebutuhan akan keputusan dari pihak yang berbeda
mungkin tidak selalu sama, konflik antar pihak dapat dimodelkan sebagai sebuah permainan.
Salah satu contoh konflik ini mungkin terjadi di antara investor dan manajer. Investor
menginginkan informasi keuangan yang relevan dan dapat diandalkan untuk membantu
mereka dalam menilai risiko dan imbalan yang diharapkan dari investasi. Namun, manajer
mungkin tidak ingin mengungkapkan semua informasi yang dimilikinya.
Summary Of Implicit Contracting
Teori permainan non-kooperatif menjelaskan model situasi tentang adanya konflik
yang biasa terjadi antar pengguna laporan keuangan. Bahkan model teori permainan
sederhana menujukkan bahwa badan penyusun standar akuntansi yang gagal untuk
mempertimbangkan kepentingan semua konstituen yang dipengaruhi oleh pilihan kebijakan
akuntansi sedang dalam bahaya membuat rekomendasi kebijakan yang sulit untuk diterapkan.

Summary Of Efficient Contracting


Penelitian empiris telah melaporkan bukti kontrak efisien dan perilaku oportunistik
manajer. Sementara itu penting bagi akuntan untuk menyadari kemungkinan oportunisme

manajer, bukti efisien menunjukkan bahwa mungkin untuk menyelaraskan manajer


kepentingan dengan orang-orang investor.