Anda di halaman 1dari 9

Nama

NIM

: AGUS REZA PAHLEVI


: F1314126

PANDANGAN PENGUKURAN DALAM KEBERMANFAATAN KEPUTUSAN


Perspektif pengukuran dalam pelaporan keuangan (financial reporting) adalah sebuah
pendekatan dimana akuntan mengambil sebuah tanggung jawab untuk menggabungkan nilai
wajar (fair values) dalam laporan keuangan (financial statement) yang tepat, dengan tetap
memperhatikan reliabilitas. Hal ini memberikan sebuah kewajiban tambahan untuk
memberikan informasi kepada investor sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kinerja
perusahaan di masa depan. Ketika tidak mungkin bahwa perspektif pengukuran akan
mengganti basis biaya historis dari akuntansi, maka kemungkinan menjadi suatu masalah
dimana keseimbangan relatif dari informasi berbasis biaya dibandingkan dengan informasi
berbasis fair-value dalam laporan keuangan bergerak dalam arah fair value. Mungkin hal ini
aneh, dari masalah teknik seperti RRA dan akuntansi biaya langsung sudah terjadi.
Premis dasar pertanyaan ini adalah rata- rata perilaku investor tidak terkait dengan teori
keputusan rasional dan model investasi sebagaimana menjadi garis besar Bab 3.
Investor biased dengan reaksi mereka terhadap informasi, dimana terdapat beberapa
atribut dalam merespon informasi, misalnya self- attribution bias dan momentum bias.
Kedua atribut ini tidak konsisten dengan sekuritas efisiensi pasar dan teori keputusan yang
mendasarinya. Studi yang mempelajari perilaku investor terkait sekuritas pasar efisien
adalah behavioural finance.
Prospect Theory
Teori prospek memberikan alternatif berdasar perilaku pada teori keputusan rasional.
Berdasarkan teori ini, investor yang mempertimbangkan investasi berisiko akan secara
terpisah mengevaluasi keuntungan dan kerugian prospektif. Teori ini berlawanan dengan teori
keputusan dimana investor mengevaluasi keputusan yang dibuat dalam konteks menilai
akibatnya terhadap total kekayaan yang mereka miliki. Berdasarkan penelitian Burgtahler dan
Dichevs menemukan bahwa teori ini kurang jelas.
Dari sudut pandang akuntansi, luas beta bukan ukuran risiko spesifik perusahaan yang
relevan, dimana beta hanya meningkatkan peran laporan keuangan dalam melaporkan
informasi berisiko, yang artinya bahwa beta is not dead. Bagaimanapun juga, beta berubah

sepanjang waktu dan secara berangsur- angsur memiliki status sebagai ukuran risiko
dengan variable berdasar akuntansi
Excess Stock Market Volatility
Ketidakstabilan pasar saham berdasarkan studi Shiller tidak terpecahkan, sedangkan
berdasarkan Ackert dan Smith menyatakan bahwa hal ini tidak muncul jika dividen dijelaskan
secara luas. Walapun demikian, volatilitas/ ketidakstabilan ini dapat dijelaskan dengan model
rasional berdasar pada non- stationary. Sebagai alternatif, volatilitas dipicu oleh faktor
perilaku yang tidak konsisten dengan efisiensi pasar.
Stock Markets Bubbles
Stock market bubbles adalah harga saham meningkat jauh dari nilai rasional yang
menggambarkan

kasus

ekstrim

dari

volatilitas.

Shiller

membuktikan

bahwa

perilakububble dapat terjadi suatu waktu, dan sulit diprediksi kapan berakhirnya. Secepatnya,
hal ini akan meletus karena peningkatan kepercayaan, seperti gangguan resesi dan
peningkatan inflasi.
Efficient Securities Market Anomalies
Berikut 3 kasus keganjilan pasar sekuritas efisen:
1.

Post- announcement drift

Pertama kali laba perusahaan diketahui, isi informasi harus segera diterjemahkan investor dan
terkait dengan harga pasar efisien. Bagaimanapun, sudah diketahui yang terjadi adalah tidak
demikian. Unutk perusahaan yang melaporkan GN dalam laba per kuarter, return sekuritas
abnormal cenderung menyimpang naik sedikitnya 60 hari berikutnya dari pengumuman laba.
Dengan cara yang sama perusahaan yang melaporkan BN memiliki returnabnormal
menyimpang mundur dengan periode yang sama. Fenomena inilah yang dinamakan postannouncement drift
2.

Market efficiency with respect to financial ratio

Pasar seringkali tidak melakukan respon terhadap informai neraca samapai informasi
menunjukkan laba atau arus kas, sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan lagi mengenai
efisiensi pasar sekuritas dan harus ditemukan cara strategi investasi yang menggunakan
informasi neraca untuk memukul pasar. Ou dan Penman melakukan studi akan bahan bukti
yang membuat pasar tidak menunggu, serta detail mengenai strategi investasi untuk

melakukan beat the market. Berdasarkan model OP, pertama kali saham dibeli, saham
dipegang selama 24 bulan dan kemudian dijual pada harga pasar pada saatnya. Saham yang
dijual secara cepat akan dibeli pada harga pasar 24 bulan kemudian unutk
memenuhi kewajian penjualan jangka pendek. Bagaimana strategi inibeat the market ? OP
menghitung laba/ rugi dengan mengkonversi kedalam ROR yang diagregatkan untuk
memberi total return atas semua transaksi. Walaupun kesempatannya nol, strategi ini sukses
memukul pasar.
3.

Markets response to accruals

Sloan memisahkan pelaporan laba beraih dalam arus kas dari aktivitas operasional dan
komponen akrual, baik pengurangan ataupun penjumlahan keduanya. Sloan menunjukkan,
bahwa pada kondisi semua sama, pasar efisien seharusnya bereaksi lebih kuat terhadap satu
dollar dari GN dalam laba bersih jika dollar berasal dari arus kas operasional daripada dari
akrual.
Discussion of efficient securities market anomalies
Permasalahan dengan transaksi cost- based defense dari efisiensi adalah terdapat
keanehan yang nyata yang bisa menghilangkan cost ground, yatu biaya yang tidak
menjelaskan apapun. Karena itu, kecuali kita mengetahui biaya investasi yang seharusnya,
kita tidak akan mengetahui apakah profit yang dihasilkan investasi adalah ganjil/ aneh.
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa keanehan pasar sekuritas efisien semakin menimbulkan
peningkatan pertanyaan mengenai luas efisiensi pasar sekuritas.
Implications of Securities Market Inefficiency for Financial Reporting
Konsekuensi yang paling tampak adalah pelaku (trader) cukup noise, tetapi
ekspektasinya nol. Karena itu, bahkan dalam konteks ekspektasi, harga saham tergantung
pada nilai yang mendasar dari saham tersebut. Pada waktu yang lain, bagaimanapun juga,
investor rasional termasuk analysts akan menemukan mispricingdan mengambil keuntungan
dari hal tersebut, yang memicu harga pada nilai fundamental. Laporan keuangan yang
diperbaiki semakin membantu memprediksi nilai fundamental perusahaan dan mempercepat
proses arbitrasi. Kemudian, dengan mengurangi biaya analisis rasional pelaporan yang lebih
baik akan mengurangi bias dari perilaku investor. Akibatnya, inefisiensi pasar sekuritas
mendukung perpektif pengukuran.

Conclusions About Securities market Efficiency


Secara bersama- sama, teori dan bahan bukti menimbulkan pertanyaan yang lebih besar
mengenai luas efisiensi pasar efisien. Terdapat bahan bukti yang membingungkan perilaku
investor dan mengakibatkan mispricing yang besar kemungkinan terjadi pada perusahaan
dimana evaluasi keuangan sulit dilakukan, misalnya untuk perusahaan dengan sejumlah besar
aset tidak berwujud, perusahaan yang sedang berkembang, dan pada perusahaan dimana
asimetri informasi antara insider dan outsider cukup tinggi. Pada intinya adalah bahwa model
pasar efisien masih bermanfaat sebagai pedoman laporan keuangan, tetapi teori dan bahan
bukti tidak efisien terakumulasi pada saat mendukung perspektif pengukuran, meskipun
harus melalui pengorbanan reliabilitas untuk peningkatan relevansi.
The Value Relevance of Financial Statement Information
Telah dibuktikkan bahwa adanya respon terhadap harga sekuritas terhadap kandungan
informasi mengenai laba bersih. Penelitian ERC menunjukkan bahwa pasar cukup bergairah
dalam menggunakan kemampuannya untuk mengekstrak implikasi nilai laporan keuangan
yang disiapkan dengan dasar historical cost.
Lev (1989) telah menunjukkan bahwa respon pasar terhadap good news atau bad
news terhadap laba ialah cukup kecil. Kenyataannya, hanya 2 5% dari variabilitasabnormal
return dalam narrow-window di seputar tanggal pengumuman laba dapat diatribusikan
terhadap laba itu sendiri. Kebanyakan dari variabilitas atas return saham terlihat sebagai
akibat dari faktor-faktor di luar laba.
Lev (1989) menghubungkan rendahnya saham dengan rendahnya kualitas laba.
Collins et al. (1994) memberikan bukti bahwa kualitas laba dapat ditingkatkan dengan
memasukkan perpektif pengukuran dalam laporan keuangan, dengan dasar bahwa
penambahan ketepatan waktu atas laba yang dinilai dengan nilai wajar tidak melebihi dari
penurunan dalam reliabilitas. Menurut Lev, masih banyak ruang bagi para akuntan untuk
meningkatkan kegunaan informasi laba.

Ohlsons Clean Surplus Theory


Teori surplus bersih dari Ohlson memberikan kerangka yang konsisten dengan
perspektif pengukuran, dengan menunjukkan bagaimana nilai pasar dari suatu perusahaan,
dapat ditunjukkan dari segi komponen laporan neraca dan laporan laba-rugi. Teori ini
mengasumsikan kondisi ideal, termasuk deviden yang tidak relevan. Namun demikian, teori

ini sudah memberikan banyak keberhasilan dalam menjelaskan dan memprediksi nilai aktual
perusahaan. Garis besar atas teori ini didasarkan kepada versi sederhana yang dikemukakan
oleh Feltham dan Ohlson (1995) atau dapat disingkat F&O.
F&O mulai dengan menunjukkan determinan fundamental nilai perusahaan yaitu arus
deviden perusahaan tersebut. Goodwill yang bernlai 0 mewakili kasus khusus dari model
F&O yang disebut akuntansi tidak bias dimana laba abnormal tidak ada. Model F&O dapat
digunakan untuk mengestismasi nilai saham persusahaan.
Auditors Legal Liability
Mungkin sumber tekanan utama dalam perspektif pengukuran muncul sebagai reaksi
terhadap kegagalan yang begitu luar biasa dari perusahaan-perusahaan besar, khususnya
institusi keuangan.Dengan menggunakan akuntansi biaya historis, dapat saja terjadi bahwa
perusahaan yang ada saat ini bisa menghilang di waktu kemudian. Sementara itu para akuntan
dan para auditor dapat mengklaim bahwa informasi tentang kegagalan yang akan datang
secara harfiah implisit didalam catatan atau sumber-sumber lain, atau tidak merupakan
tanggung jawab mereka, terdapat logika dasar tertentu terhadap masalah yang dimunculkan
oleh mereka-mereka yang mempertanyakan mengapa laporan keuangan primer tidak secara
lebih jelas meramalkan kemalangan yang terjadi. Lebih lanjut, tekanan-tekanan tanggung
jawab hukum ini cenderung terus meningkat.

RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI


Konsep relevansi nilai informasi akuntansi dan konsep decision usefulness of
accounting information saling terkait. Bagaimana investor bereaksi terhadap pengumuman
informasi akuntansi. Reaksi ini akan membuktikan bahwa kandungan informasi akuntansi
merupakan isu yang sangat penting dan menjadi pertimbangan penting dalam membuat
keputusan investasi, sehingga dapat dikatakan bahwa informasi akuntansi bermanfaat (useful)
bagi investor.
Informasi akuntansi merupakan kandungan
laporan keuangan perusahaan melalui tek- nik

informasi yang dapat diperoleh dari


analisis fundamental. Analisis funda-

mental atau analisis laporan keuangan (financial statements analysis) bertujuan untuk
menyediakan data yang berhubungan de- ngan perusahaan yang diperlukan dalam proses
pengambilan keputusan investasi. Keputusan investasi yang dimaksud ialah keputusan untuk
membeli,

menjual,

atau- pun

mempertahankan kepemilikan saham. Konsep

mendasari ialah bahwa nilai saham suatu perusahaan dipengaruhi oleh prestasi

yang

keuangan

perusahaan yang ber- sangkutan. Prestasi keuangan perusahaan tertuang dalam laporan
keuangan

peru- sahaan, melalui analisis historis atas laporan keuangan perusahaan akan

dapat dipahami kekuatan dan kelemahan perusahaan, meng identifikasi arah dan
perkembangan, meng- evaluasi efisiensi operasional, dan memahami sifat serta operasi
perusahaan (Wignjohartojo, 1995; Puspitaningtyas, 2006, 2011; Weston dan Copeland, 2010).
Analisis fundamental dapat bermanfaat
dan

untuk mengetahui hubungan informasi akuntansi

nilai-nilai pasar, dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi investor untuk

mengestimasi tingkat return yang diharapkan dan risiko dari investasi saham
Konsep relevansi nilai informasi akuntansi dan konsep decision usefulness of
accounting information saling terkait. Rele- vansi nilai informasi akuntansi menekankan
pada how accounting information has a value relevant for market participants (investors)?,
sedangkan konsep decision usefulness of accounting information menekankan pada how
financial statements can be more useful?. Konsekuensi dari konsep ini adalah bahwa
informasi akuntansi yang terkandung dalam laporan keuangan harus memberikan nilai
manfaat (useful) kepada para penggunanya (users) dalam hal pengambilan keputusan.
Konsep relevansi nilai informasi akuntansi menjelaskan

tentang

bagaimana

investor

bereaksi terhadap pengumuman informasi akuntansi. Reaksi ini akan membuktikan bahwa
kandungan informasi akuntansi me- rupakan isu yang sangat penting dan men- jadi
pertimbangan penting dalam proses pengambilan keputusan investasi, sehingga dapat

dikatakan bahwa informasi akuntansi bermanfaat

(useful)

bagi

investor

(Scott, 2009;

Puspitaningtyas, 2012).
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi
Telah disebutkan bahwa salah satu tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk
menaksir nilai perusahaan. Banyak penelitian empiris akuntansi telah berusaha untuk
menemukan relevansi nilai informasi akuntansi dalam rangka mempertinggi ana- lisis laporan
keuangan. Relevansi nilai informasi
tentang

berbagai

makna

akuntansi

merupakan

konsep

yang membahas

dan ukuran yang berkenaan dengan akuntansi. Informasi

akuntansi diprediksi memiliki nilai relevansi, karena informasi akuntansi secara statistik
berhubungan dengan nilai pasar saham. Hasil penelitian Salmela (2008) tentang analisis
kerugian bisnis yang disebabkan oleh sistem informasi risiko juga membuktikan adanya
relevansi nilai informasi akuntansi. Beaver

(dalam

Puspitaningtyas,

2010; 2012)

memberikan definisi relevansi nilai informasi akuntansi sebagai kemampuan menjelaskan


(explanatory power) nilai suatu perusahaan berdasarkan informasi akun- tansi. Relevansi
nilai diarahkan untuk meng investigasi hubungan empiris antara nilai- nilai pasar saham
(stock market values) dengan

berbagai

angka

akuntansi

yang dimaksudkan untuk

menilai manfaat angka- angka akuntansi itu dalam penilaian funda- mental perusahaan.
Beaver menelaah mengenai reaksi volume perdagangan, yaitu menjelaskan secara
empiris tentang bagai- mana reaksi investor (sebagai pemegang saham)

terhadap

pengumuman earnings. Beaver menemukan adanya peningkatan volume secara dramatis


selama minggu di sekitar tanggal pengumuman earnings. Re- aksi tersebut juga terjadi pada
harga saham. Hasil penelitian tersebut membuktikan bah- wa kandungan informasi akuntansi
merupa- kan isu yang sangat penting dan menjadi pertimbangan penting dalam proses
peng- ambilan keputusan investasi. Ball dan Brown (dalam Puspitaningtyas, 2010, 2012)
membuktikan bahwa informasi akuntansi bermanfaat bagi investor untuk mengestimasi nilai
yang diharapkan (expec- ted value) dari tingkat return dan tingkat risiko
Apabila

dari sekuritas.

informasi akuntansi tidak memiliki kandungan informasi maka tidak akan ada

revisi kepercayaan setelah diterimanya informasi tersebut, akibatnya tidak memicu


keputusan beli dan (atau) jual. Tanpa adanya kepu- tusan beli dan (atau) jual, tidak akan
ada volume perdagangan atauperubahan- perubahan dalam harga saham. Pada inti- nya,
informasi akan bermanfaat jika me- nyebabkan investor mengubah kepercayaan dan
tindakan-tindakan mereka. Lebih jauh lagi, tingkat manfaat bagi inves- tor tersebut dapat
diukur dengan besarnya perubahan harga dan (atau) volume setelah dirilisnya (diumumkan)

informasi yang bersangkutan. Shuang dan Yihong (2009) membuktikan adanya manfaat
informasi perdagangan dengan mengukur extra abnormal trading volume. Oleh
karenanya, Shuang dan Yihong menyarankan bahwa kebijakan disclosure seharusnya tidak
hanya mempertimbangkan ketepatan waktu dan keakuratan laporan keuangan, tetapi juga
proses pengungkapan informasi secara keseluruhan untuk menyajikan informasi perdangan
yang potesial.
Francis dan Schippe (dalam Puspitaningtyas, 2012) mengungkapkan bahwa terdapat
empat

pendekatan

dalam

memahami

relevansi

nilai

informasi

akuntansi,

yaitu:

(1) pendekatan analisis funda- mental, bahwa informasi akuntansi menyebabkan perubahan
harga

pasar

dan

mendeteksi terjadinya penyimpangan harga saham; (2) pendekatan

prediksi, bahwa informasi akuntansi dikatakan relevan apabila bermanfaat untuk


memprediksi prospek kinerja perusahaan di masa akan datang; (3) pendekatan perwujudan
informasi nilai relevansi, bahwa informasi akuntansi dikatakan relevan apabila digunakan
investor untuk menetapkan harga saham. Pendekatan ini menyiratkan bahwa relevansi nilai
diukur berdasarkan reaksi pasar terhadap informasi baru; dan (4) pendekatan pengukuran
relevansi nilai, bahwa relevansi nilai informasi akuntansi yang terkandung dalam laporan
keuangan diukur oleh kemampuannya untuk menangkap atau meringkas informasi bisnis
dan aktivitas lainnya.
Nilai investasi suatu saham dipengaruhi oleh persepsi investor tentang kinerja
perusahaan di masa akan datang. Nilai saham suatu perusahaan akan meningkat jika investor
memprediksikan kinerja
Sebaliknya,

yang akan dicapai perusahaan ter- sebut

akan

meningkat.

nilai saham akan turun jika investor mempredik- sikan kinerja perusahaan

menurun di masa akan datang. Penilaian investor terhadap prospek perusahaan di masa
akan datang dapat diperoleh apabila investor memiliki informasi yang berhubungan
dengan perusahaan (Sumarni dan Rahmawati, 2007). Informasi akuntansi yang terkandung
dalam laporan

keuangan merupakan salah satu faktor

yang

dapat

mempengaruhi

pem- bentukan persepsi investor terhadap kuali- tas manajemen perusahaan dan juga sebagai
salah satu informasi untuk merevisi dan mendeteksi nilai saham.
Informasi akuntansi yang terkandung dalam
kualitas kinerja

manajemen

laporan

keuangan

mencerminkan

perusahaan. Kualitas kinerja ini salah satunya tercermin

dalam harga saham perusahaan. Harga saham individu (perusahaan) dapat ber- pengaruh
pada harga pasar, sebab harga pasar terbentuk dari gabungan harga saham individu yang
terdapat di pasar modal. Selanjutnya, harga saham individu dan harga pasar digunakan
untuk memprediksi tingkat return saham individu dan tingkat return pasar, dimana tingkat

return saham individu dan tingkat return pasar menjadi informasi penting untuk memprediksi
risiko investasi saham. Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa analisis informasi akuntansi dapat bermanfaat bagi investor untuk memprediksi risiko investasi saham suatu
perusahaan, seperti

diungkapkan oleh Koonce et al. (2005), Brimble dan Hodgson

(2007), Chiou dan Su (2007), dan Hartono (2008). Mekanisme manfaat informasi akuntansi
bagi investor secara empirik diinvestigasikan melalui hubungan antara informasi akuntansi
yang di-release kepada publik dengan perubahan harga dan (atau) volume perdagangan
saham suatu perusahaan. Jika hubungannya adalah signifikan, maka bukti menunjukkan
bahwa informasi akuntansi adalah bermanfaat dengan reaksi terhadap penilaian perusahaan.