Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


BLEEDING, FIBRIN, CLOTTING TIME

KELOMPOK/GELOMBANG: I / 2
KELAS : I M

AHMAD FAUZAN (1504015012)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVEARSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah
mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga
menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan
mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan
tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan
melalui darah.
Setiap makhluk hidup membutuhkan zat-zat makanan yang diperoleh dari
lingkungannya. Untuk memasukkan dan membuang sisa zat makanan memerlukan
sistem transportasi.
Sistem sirkulasi atau transportasi pada tubuh manusia meliputi sistem
peredaran darah manusia meliputi sistem peredaran darah dan peredaran getah
bening. Komponen sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung, dan
pembuluh darah.
Komponen penyusun darah ada 2 yaitu bagian yaitu :
1. Plasma darah, mempunyai fungsi pengangkut gas dan sari
makanan disamping itu plasma darah juga mengandung fibrinogen
yang berfungsi dalam pembekuan darah.
2. Sel darah, adalah merupakan 45 % volume darah. Sel darah terdiri
atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan
keping darah (trombosit).
Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah. Trombosit
menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat
dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah.

B. Perumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Bleeding Time, Fibrin, Clotting Time ?
2. Bagaimana pembekuan darah ?
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk darah berhenti mengalir ?
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam darah membentuk benang fibrin
?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum tentang bleeding time, fibrin time, dan clotting time
ini yaitu :
1. Agar Mahasiswa mengetahui lebih dalam mengenai Bleeding Time,
Fibrin, Clotting Time
2. Agar Mahasiswa mengetahui faktor-faktor pembekuan darah
3. Agar Mahasiswa mengetahui proses pembekuan darah
4. Agar Mahasiswa mengetahui waktu dari proses Bleeding Time, Fibrin,
Clotting Time
5. Agar Mahasiswa mengetahui terbentuknya dari fibrin

D. Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum tentang bleeding time, fibrin time, dan clotting time
ini yaitu :
1. Mahasiswa dapat memahami pengertian Bleeding Time, Fibrin, Clotting
Time
2. Mahasiswa dapat mengetahui faktor dari pembekuan darah
3. Mahasiswa dapat mengetahui proses dari pembekuan darah
4. Mahasiswa dapat mengetahui waktu dari proses Bleeding Time, Fibrin,
Clotting Time
5. Mahasiswa dapat mengetahui terbentuknya fibrin
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini kami akan mengupas lebih dalam tentang "Bleeding Time, Clotting
Time
Dan Fibrin

I. Bleeding Time
Bleeding Time adalah waktu lamanya berdarah atau waktu yang di perlukan
untuk berhentinya darah mengalir.
Ada beberapa metode dalam Bleeding Time yaitu :
I . Metode ivy
Metode Ivy adalah format tradisional untuk tes ini. Dalam metode Ivy,
tekanan darah manset ditempatkan di lengan atas dan meningkat sampai 40
mmHg. Sebuah pisau bedah atau pisau bedah yang digunakan untuk melakukan
tusukan luka di bagian lengan bawah. Perangkat, pisau otomatis pegas paling umum
digunakan untuk membuat potongan berukuran standar. Kawasan ditikam dipilih
sehingga tidak ada vena superlisialis. Ini pembuluh darah, karena ukuran mereka,
mungkin kali pendarahan lagi, terutama pada orang dengan pendarahan cacat. Waktu
dari ketika luka menusuk dibuat sampai pendarahan semua telah berhenti diukur dan
disebut waktu perdarahan (Bleeding Time). Setiap 30 detik, handuk kertas digunakan
untuk membersihkan dari darah. Tes ini selesai ketika pendarahan telah berhenti
sepenuhnya.
2. Metode duke
Untuk metode Duke, dibuat di kuping telinga atau ujung jari yang ditusuk
untuk menyebabkan perdarahan. Seperti dalam metode Ivy, tes ini waktunya dari
awal pendarahan sampai pendarahan benar-benar berhenti. Kerugian dengan
metoda Duke adalah bahwa tekanan pada vena darah di daerah menusuk tidak
konstan dan hasil yang dicapai kurang dapat diandalkan. Keuntungan dengan
metode Duke adalah bahwa bekas luka tidak tetap setelah ujian. Metode lain dapat
menyebabkan bekas luka, garis rambut kecil di mana luka t e r s e b u t d i b u a t .
N a m u n , i n i a d a l a h s e b a g i a n b e s a r p e r h a t i a n k o s m e t i k . Tidak ada
persiapan khusus yang dibutuhkan pasien untuk tes ini. daerah yang akan ditusuk
harus dibersihkan dengan alkohol. alkohol harus ditinggalkan di kulit cukup lama

untuk membunuh bakteri pada tempat luka. Alkohol harus dikeluarkan sebelum
menusuk lengan karena alkohol akan berdampak buruk hasil tes oleh pembekuan
menghambat.
3. Clotting Time
Clotting Time adalah waktu yang di perlukan darah untuk membeku atau waktu yang
di perlukan saat pengambilan darah sampai saat terjadinya pembekuan. Hal ini
menunjukkan seberapa baik platelet berinteraksi dengan dindingpembuluh untuk
membentuk pembekuan darah. Trombin waktu membandingkan tingkat pasien
pembentukan gumpalan dengan sampel dari normal plasma dikumpulkan.
Trombin yang ditambahkan pada sampel plasma. Jika plasma tidak segera membeku,
itu berarti kekurangan (fibrinogen kuantitatil) atau cacat kualitatif (fibrinogen
disfungsional). Jika seorangpasien yang menerima heparin( substansi yang berasal
dari bisa ular reptilase )disebut digunakan bukan trombin. Reptilase memiliki
tindakan yang mirip dengan trombin tctapi tidak seperti thrombin tidak dihambat
oleh heparin. Trombin waktu dapat diperpanjang oleh: heparin, produk degradasi
fibrin, antikoagulan lupus. Dalam bidang tes koagulasi. Clotting time adalah salah
satu yang paling prosedural sederhana. Setelah membebaskan plasma dari seluruh
darah dengan sentrifugasi, Trombin yang ditambahkan pada sampel plasma. bekuan
ani terhentuk dan terdeteksi optikal atau mekanis dengan alat koagulasi. Waktu antara
penambahan trombin dan pembentukan gumpalan dicatat sebagai Clotting time.

3. FIBRIN
Fibrin (juga disebut Faktor Ia) adalah serat protein yang terlibat dalam
penggumpalan darah. Fibrin ini adalah protein yang berhubung dengan urat saraf
polymerised untuk mernbentuk sebuah luka. Fibrin terbuat dari fibrinogen, yang larut
plasma glikoprotein yang disintesis oleh hati. Proses dalam koagulasi mengaktifkan
kaskade zymogen prothrombin ke protease serin trombin, yang bertanggung jawab
untuk mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin kemudian dihubungkan oleh

faktor XIII untuk membentuk gumpalan. Fibrin menstabilkan FXIIIa lebih


lanjut dengan penggabungan fibrinolisis inhibitor alfa-2- antiplasmin dan TAFI
(activatable trombin inhibitor fibrinolisis, procarboxypeptidase B), dan mengikat untuk
beberapa protein perekat dari berbagai sel. Baik aktivasi Faktor XIII oleh
thrombin dan plasminogen penggerak (t-PA) yang dikatalisis oleh fibrin. fibrin
mengikat secara khusus faktor-faktor koagulasi diaktitkan faktor Xa dan trombin dan
entraps mereka dalam jaringan serat, sehingga berfungsi sebagai inhibitor
sementara enzim ini yang tetap aktif dan dapat dilepaskan selama fibrinolisis.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fibrin memainkan peran kunci dalam respon
inflamasi dan perkembangan rheumatoid arthritis.

BAB III
METODELOGI

1. WAKTU DAN TEMPAT

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Mei 2015 pukul 13.0115.30
WIB, dan bertempat di Laboratorium Anatomi Fisiologi Manusia, Fakultas
Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

2. ALAT DAN BAHAN


a. Stopwatch
b. Lancet
c. Kapas
d. Alkohol 70%
3. CARA KERJA
a. Menyiapkan bahan praktikum.
b. Mengamati proses terjadinya Bleeding time, Clotting time, dan
c.
d.
e.
f.

terbentuknya benang Fibrin.


Menjelaskan mekanisme terjadinya pembekuan darah.
Menjelaskan faktor-faktor pembekuan darah.
Menjelaskan penyakit apa saja yang terjadi pada darah manusia.
Penutup.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Bleeding, Cloting, dan Fibrin Time
Bleeding Time

Bleeding Time adalah waktu lamanya berdarah atau waktu yang di perlukan
untuk berhentinya darah mengalir.
Alat & Bahan :
1. Stopwatch
2. Lancet
3. Tisu
4. Alkohol swab
CARA KERJA :
a. Siapkan lanset dalam keadaan steril
b. Pasang tensimeter pada bagian lengan atas naikkan tensi 40mmHg
pertahankan tekanan Selama pemeriksaan berlangsung.
c. Bersihkan dengan alkohol ujung jari tengah, tusuk dengan lanset
secara aseptis, usap darah Yang keluar dengan kertas saring, catat
keadaan darah setiap 30 detik sekali, kulit jangan ditekan.
d. Hentikan stopwatch jika darah sudah tidak keluar.

No
1
2
3

Nama Mahasiswa
Panji artha P
Lisa
Laisa

Bleeding Time (1-6 menit)


0109
0115
0110

4
5

Noor yashinta
Febrinda RM

0130
0152

Tes bleeding Time di lakukan untuk mengetahui aktivitas pembekuan darah


dan mendiagnosa masalah pendarahan. Nilai normal untuk bleeding time adalah 1-6
menit.
Apa artinya bila hasil abnormal ?
Pendarahan waktu lebih lama dari normal mungkin karena :
Volume darah

Teknik pengambilan darah

Darah ada kelainan

Agregasi trombosit

Trombositopenia

Tambahan kondisi yang menguji dapat dilakukan :

Platelet Acquired fungsi cacat

Kongenital cacat fungsi platelet

Primer thrombocythemia

Von Willebrand Penyakit

Clotting Time
Clotting time adalah waktu yang di perlukan darah untuk membeku atau
waktu yang di perlukan saat pengambilan darah sampai saat terjadinya pembekuan
darah.
Alat dan Bahan :

1.

Stopwatch

2.

Lancet

3.

Tisu

4.

Alkohol swab

5.

Objek glas
CARA KERJA :

1.

Siapkan lancet dalam keadaan steril

2.

Teteskan darah sebanyak 0,5 ml di atas objek glass

3.

Nyalakan stopwatch selama 30 detik, darah dimiringkan sampai terbentuk benangbenang Fibrin, matikan stopwatch jika darah telah membeku.

4.

Bersihkan dengan alkohol ujung jari yang ditusuk dengan lanset, setelah semua
pekerjaan Selesai.

No
1
2
3
4
5

Nama Mahasiswa
Panji artha P
Lisa
Laisa
Noor yashinta
Febrinda RM

Cloting Time(6-12/9-15 menit)


0602
0722
0515
0743
0814

Tes Clotting time dilakukan untuk mengetahui faktor pembekuan darah


terutama yang membentuk tromboplastin dan faktor pembentuk trombosit.waktu
normal 9-15 menit.
Faktor yang membuat clotting time abnormal adalah :
a.

Volume darah

b.

Teknik pengambilan

c.

Darah yang diambil terlalu sedikit/terlalu banyak.

Fibrin Time
ALAT DAN BAHAN :

1.

Stopwatch

2.

Jarum pentul

3.

Objek glass

4.

Lancet

5.

Kapas

6.

Alkohol
CARA KERJA :

1.

Siapkan lancet dalam keadaan steril

2.

Teteskan darah di atas objek glass.

3.

Nyalakan stopwatch, angkat darah menggunakkan jarum pentul hingga terbentuk


fibrin.
No
1
2
3
4
5

Nama Mahasiswa
Panji artha P
Lisa
Laisa
Noor yashinta
Febrinda RM

Fibrin Time (3-6 menit)


0302
0405
0305
0640
0253

BAB IV
KESIMPULAN
1. Bleeding Time

Bleeding time adalah adalah waktu lamanya berdarah atau waktu yang di perlukan
untuk berhentinya darah mengalir.
Ada beberapa metode dalam Bleeding time yaitu :
Metode ivy
Yaitu metode format tradisional untuk tes ini. Tekanan darah manset
ditempatkan di lengan atas dan meningkat sampai 40 mmHg. Waktu
dari ketika luka menusuk dibuat sampai pendarahan semua telah
berhenti diukur dan disebut waktu perdarahan (Bleeding time )
Metode duke
Untuk metode duke, dibuat di kuping telinga atau ujung jari yang
ditusuk untuk menyebabkan perdarahan seperti dalam metode ivy, test
ini waktunya dari awal pendarahan sampai pendarahan benar benar
berhenti. Kerugian dengan metode duke adalah bahwa tekanan pada
vena darah di daerah menusuk tidak konstan dan hasil yang dicapai
kurang dapat diandalkan. Keuntungannya adalah bahwa bekas luka
tidak tetap setelah ujian
2. Fibrin time
Fibrin time adalah serat protein yang terlibat dalam penggumpalan
darah. Fibrin ini adalah protein yang terhubung dengan urat saraf
polymerised untuk membentuk sebuah luka. Fibrin terbuat dari
fibrinogen, yang larut plasma glikoprotein yang disintesis oleh hati.
Proses dalam koagulasi mengaktifkan kaskade zymogen prothrombin
ke protease serin trombin, yang bertanggung jawab untuk mengubah
fibrinogen menjadi fibrin
3. Cloting Time
Clotting time adalah waktu yang di perlukan darah untuk membeku
atau waktu yang di perlukan saat pengambilan darah sampai saat
terjadinya pembekuan. Dalam bidang tes koagulasi, clotting time
adalah salah satu yang paling prosedural sederhana. Setelah
membebaskan plasma, bekuan ini terbentuk dan terdeteksi optikal atau

mekanis dengan alat koagulasi, Waktu antara penambahan trombin dan


pembentukan gumpalan dicatat sebagai clotting time

DAFTAR PUSTAKA