Anda di halaman 1dari 3

KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT AGAMA HINDU

BADAN MANUSIA TERDIRI DARI DUA UNSUR JAITU JASMANI DAN


ROHANI
BADAN JASMANI BILA SAKIT MAKA PENYEMBUHANNYA MELALUI
OBAT-OBATAN, TETAPI BILA JASMANI YANG SAKIT MAKA BISA
DISEMBUHKAN DENGAN JALAN
AGAMA MAUPUN SUPRA
NATURAL ATAU MELALUI PSIKOLOG
TETAPI MENURUT AGAMA HINDU, MANUSIA SEHAT MAUPUN
SAKIT TERGANTUNG JUGA PADA JIWANYA, JIWA INI DIPENGARUHI
OLEH PIKIRAN MANUSIA ITU SENDIRI, OLEH KARENA ITU
PIKIRAN PENYEBAB DARI SENGSARA DAN BAHAGIA, PENYEBAB
SAKIT ATAU SEHAT.
PIKIRAN DAN PERKATAAN BAGAI MINYAK DAN API
- PIKIRAN POSITIF , PERKATAAN POSITIF
- PIKIRAN NEGATIF , PERKATAAN NEGATIF
PENYAKIT DARI DALAM:
DIAKIBATKAN OLEH DASENDRIA ( 10 INDRIA ) YANG MEMBENTUK
KEINGINAN, KEMUDIAN MEMPENGARUHI PIKIRAN, YANG
KEMUDIAN BERWUJUD DALAM BENTUK PERKATAAN DAN
PERBUATAN.
BILA KEINGINAN TIDAK TERKENDALI AKAN TIMBUL BERBAGAI
PENYAKIT :PUTUS ASA, STRESS DAN KEGILAAN ATAU MARAH
YANG MENGAKIBATKAN STROKE DAN PENYAKIT LAINNYA.
ORANG YANG TERLALU BANYAK PIKIRAN HIDUPNYA TIDAK
PERNAH TENANG, KEINGINAN DALAM PIKIRAN TIDAK AKAN
PERNAH TERPUASKAN,INILAH YANG MENIMBULKAN
PENDERITAAN DAN PENYAKIT.
OLEH KARENA ITU YANG PERLU DIKENDALIKAN ADALAH
KEINGINAN DAN PIKIRAN ITU SENDIRI. DALAM KONSEP AGAMA
HINDU ADA BEBERAPA CARA ANTARA LAIN :

1. DENGAN MEMUSATKAN PIKIRAN MELALUI NAMA TUHAN


ATAU JAPAM ATAU ZIKIR
2. DENGAN MELAKUKAN AKTIVITAS KEAGAMAAN
3. DENGAN MEMBACA BUKU-BUKU YANG BERMANFAAT DLAIN
SEBAGAINYA
Pandangan agama tentang Kloning
Dalam agama Hindu kloning tidak dibenarkan apabila hal itu diperuntukkan
manusia, apa jadinya bila tubuh manusia dikloning dari hewan ? kalau sekedar
untuk ilmu pengetahuan tidak masalah, tetapi manusia terkadang serakah dan
ingin mendapat pengakuuan sehingga melakukanpercobaan-percobaan inilah
yang berbahaya, hasil kloning terhadap tumbuhan dan hewan sudah banyak
dilakukan terbukti banyak spesies-spesies baru bermunculan, tapi pada
prinsipnya agama Hindu tidak setuju, sama seperti bom atom pada akhirnya
akan menimbulkan kehancuran atau kekacauan.

Pandangan agama terhadap bayi tabung.


Menurut agama Hindu tidak masalah asalkan tujuannya memang untuk
meneruskan keturunan, Panca Pandawa adalah hasil bayi Tabung, karena ia
tidak melalui proses pembuahan yang alami, tetapi proses bayi tabungnya
melalui kekuatan mantra.

Pandangan agama tentang bunuh diri.


Dalam agama Hindu disebut dengan ulah pati,dan tidak dibenarkan, karena
Tuhan sudah memberikan kesempatan bagi setiap mahkluk untuk lahir kedunia
untuk menjalani proses karma dan memperbaiki kesalahannya, selain itu orang
yang mati bunuh diri selama jangka waktu hidupnya belum selesai maka rohnya
akan gentayangan di bumi ini. Kita lahir sudah dibekali tiket pulang pergi,
kapan lahir, kapan mati sudah ditentukan, oleh karena itu jangan mendahului
kehendak Tuhan, dosanya sangat besar, selain itu penderitaan yang dialami
bukannya berkurang malah akan berttambah dan lebih menyakitkan.

Etika beragama dan toleransi beragama.


Pada intinya harus selalu ingat bahwa negara Indonesia berlandaskan
Ketuhanan Yang maha Esa dan kita terdiri dari berbagai macam suku, ras
maupun agama, oleh karena itu untuk bisa hidup damai maka ingat dengan Tri
Hita Karana, Tatwam asi, Karmapala dan Ahimsa, dan yang tak kalah
pentingnya adalah Tri Kaya Parisuda.

Proses kejadian asal mula kehidupan.


Pada mulanya dunia ini tidak ada, kemudian Tuhan yang tidak berwujud
melakukan Tapa, lalu muncullah Purusa dan Prakirti/Pradana,
Purusa adalah unsur Jiwa, yang member kehidupan,atau Brahma, atau benih
kehidupan.
sedangan Prakirti / pradana adalah untur kebendaan atau jasmani atau wisnu
atau unsure material.
Dari Prakirti/pradana inilah muncul telornya Brahman, setelah bersatu dengan
purusa akan muncullah berbagai kehidupan dalaam telor Brahma yang kita
kenal dengan Bumi dan alam smesta ini
Prakirti / pradana ini sama halnya seperti seorang ibu yang memiliki sel telor,
sedangkan purusa sama dengan seorang ayah yang memiliki sperma yang akan
menghidupkan telor ini, apabila sperma dan telor bersatu akan muncul
kehidupan berupa calon bayi, demikian juga di alam semesta ini seperti
binatang dan tumbuhan semuanya memerlukan lawan jenis untuk bisa
menciptakan suatu kehidupan, seperti halnya positip dan negatip, untuk
menyalakan lampu.