Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 1

Menghitung kuantitas Bor Pile


Bandingkan antara perhitungan volume beton bor plie yang berada di lapangan dengan yang
ada di gambar perencanan?dan evaluasi apakah beton yang telah dipesan cukup atau tidak?

Kondisi Lapangan

Perencanaan

h = 16,5 m + BOF 1 m = 17,5 m


D = 80 cm = 0,8 m

h = 19 m + BOF 1 m = 20 m
D = 80 cm = 0,8 m

Volume beton
= x x D2 x h
= x 3,14 x 0,8 x 17,5
= 8,796 m3

Volume beton
= x x D2 x h
= x 3,14 x 0,8 x 20
= 10,053 m3

Dipesan Beton Mixer kapasitas 10m3

Dari Penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan volume beton pada bor pile
antara di lapangan dengan perencanaan sekitar 1,3 m3
Dari data di atas juga dapat disimpulkan bahwa pemesanan beton untuk pengecoran bor pile
cukup karena hasil perhitungan 8,796 m3 dan yang dipesan 10 m3

TUGAS 2
Menghitung keberhasilan Tremi di Lapangan
Diketahui :
h=8m
d = 0,8 m
Pipa tremi dipotong sepanjang 6 m

Ditanyakan :
Bagaimana menghitung keberhasilan Tremi di Lapangan?

Jawaban :
Volume beton yang sudah terisi
V

= x x d2 x h
= x x 0,82 x 8
= 4,0213 m3

Untuk mengetahui keberhasilan tremi adalah ketika tremi sudah dipotong, ujung tremi masuk
kedalam beton (tenggelam/tidak menggantung). Pemotongan tremi dilapangan dilakukan
pada saat waktu pergantian mixer, dimana satu mobil mixer memiliki kapasitas 5 m 3. Jadi,
dapat kita simpulkan bahwa tremi yang dilaksanakan pada pengecoran bore pile berhasil
karena tremi tenggelam sedalam +/- 1 m3.

TUGAS 3
Kenapa pelaksanaan pengeboran kedalaman borpile yang dilaksanakan dilapangan tidak
sesuai dengan gambar pelaksanaan?
KORELASI NILAI SPT HASIL PENGEBORAN BH04
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

DEPT
H (M)
2.00 2.45
4.00 4.45
6.00 6.45
8.00 8.45
10.00 10.45
12.00 12.45
14.00 14.45
16.00 16.45
18.00 18.45
20.00 20.50

N
SP
T

CONSISTENCY

KEPADATAN
RELATIF

Es
(lempung)

Es(pasir)

v(lempung
)

v(pasir)

y(lempung
)

y(pasir
)

UCS,Qu

SOFT

170 - 340

0.50

14 - 18

<25

0.45

16 - 18

40 - 200

0.35

>20

>100

0.35

>20

>100

0.20

18 - 23

>35

0.20

18 - 23

>35

0.20

18 - 23

>35

0.20

18 - 23

>35

0.20

18 - 23

>35

16

HARD

47

VERY HARD

49

VERY HARD

51

KERAS

VERY DENSE

20804160
3470 6940
3470 6940
-

63

VERY DENSE

>60

VERY DENSE

>60

VERY DENSE

>60

VERY DENSE

5500 11000
5500 11000
5500 11000
5500 11000

KORELASI NILAI SPT HASIL PENGEBORAN BH-05

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

DEPT
H (M)
2.00 2.50
4.00 4.50
6.00 6.50
8.00 8.50
10.00 10.50
12.00 12.50
14.00 14.50
16.00 16.50
18.00 18.50
20.00 20.50

N
SP
T

CONSISTENCY

KEPADATAN
RELATIF

Es
(lempung)

Es(pasir)

v(lempung
)

v(pasir)

y(lempung
)

y(pasir
)

UCS,Qu

VERY SOFT

KAKU

0.50

16 - 18

20 - 50

48

VERY HARD

0.35

>20

>100

49

VERY HARD

0.35

>20

>100

49

VERY HARD

0.35

>20

>100

52

VERY HARD

0.35

>20

>100

0.20

18 - 23

>35

0.20

18 - 23

>35

0.20

18 - 23

>35

0.20

18 - 23

>35

520 1040
3470 6490
3470 6490
3470 6490
3470 6490

>60

VERY DENSE

>60

VERY DENSE

>60

VERY DENSE

>60

VERY DENSE

5500 11000
5500 11000
5500 11000
5500 11000

Dari data tanah yang kita dapatkan dari proyek, dapat kita simpulkan bahwa pada kedalaman
diatas 12 m sudah merupakan tanah keras sehingga pengeboran borpile di kedalaman 16.5 m
sudah dapat dikatakan aman.