Anda di halaman 1dari 16

PTM & Alat Berat

MOTOR GRADER (CATERPILLAR 140H)


Pengajar :
Kusumo, DS

Disusun Oleh:
NONI ELOKLADESELI
1113020012
3 Sipil 2 Pagi

PROGRAM STUDI TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL


JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Mata Kuliah PTM dan Alat Berat
ini dengan baik dan tepat waktu.
Pembuatan makalah ilmiah ini adalah sebagai hasil penelitian mahasiswa terhadap
penggunaan alat berat di pekerjaan konstruksi sipil yang ada di lapangan, khususnya
penggunaan alat berat Motor Grader. Selain itu, pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan
agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi penulis untuk mempelajari kegunaan dan
produktivitas alat berat dalam suatu pekerjaan.
Penulis berharap pemahaman terhadap materi alat berat semakin besar karena telah
membandingkan sebuah alat berat berdasarkan teori yang sudah dipelajari di dunia
perkuliahan dengan yang ada di dunia kerja. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ilmiah ini
terutama kepada Bapak Kusumo Drajat S, Ir. Msi. selaku dosen pengajar sekaligus
pembimbing penulis.
Penulis menyadari bahwa makalah ilmiah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan
serta ketidaksempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun
agar lebih baik di kemudian hari. Dan semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk semua
rekan mahasiswa umumnya, dan penulis khususnya.

Depok, Mei 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi konstruksi terus mengalami peningkatan sehingga
mendorong efisiensi kerja. Salah satunya adalah bidang pekerjaan jalan dan jembatan
yang terus melahirkan beragam inovasi alat dan metode kerja. Pengetahuan dasar tentang
manajemen alat berat pada pekerjaan tersebut telah diberikan di Semester VI pada
program studi Teknik Konstruksi Sipil Politeknik Negeri Jakarta.
Pada saat ini alat-alat berat semakin dibutuhkan untuk membantu mempercepat
penyelesaian pengerjaan pada bidang sipil, seperti pembuatan konstruksi gedung, jalan,
jembatan, pemindahan material dan lain-lain. Alat-alat mempunyai faktor efektivitas dan
efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara manual.
Melalui makalah ini penulis akan mencoba untuk menyampaikan teori yang sudah
didapat pada perkuliahan khususnya mata kuliah alat berat dengan menambahkan teori
dari sumber lain sehingga para pembaca dapat lebih mengetahui gambaran secara umum
tentang alat Motor Grader ini.
1.2 Batasan Masalah
Makalah ini dibatasi hanya pada spesifikasi alat Motor Grader sesuai dengan
definisi yang dipelajari dalam kuliah alat berat, metode kerja, K3, analisis produktivitas
dan biaya yang telah dipelajari selama kuliah Alat Berat.
Data tentang metode kerja, analisis produktivitas & biaya hanya diperoleh
melalui pencarian di internet dan materi kuliah yang sangat terbatas serta tidak
didukung oleh data resmi dari vendor alat tersebut.
1.3 Tujuan
Secara umum tujuan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Alat Berat yang diberikan oleh pengajar pada semester VI. Secara khusus tujuan makalah
ini sebagai berikut :
a. Untuk mempelajari spesifikasi alat dan K3 dalam operasional Motor Grader dalam
pekerjaannya.
b. Untuk mempelajari produktivitas dan biaya pengunaan Motor Grader dalam
pekerjaannya.

c. Untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang metode kerja dalam suatu


pekerjaan konstruksi.

BAB II
STUDI PUSTAKA
2.1 Pengertian Motor Grader dan Kegunaannya
Motor grader adalah bagian atau jenis alat berat yang memiliki perlengkapan
yang sangat baik terutama dalam hal fleksibelitasnya dalam bekerja dibandingkan
dengan bulldozer. Alat ini memiliki banyak kelebihan, terutama posisi blade yang
berada dibagian bawah dari alat, yang dapat diubah posisinya baik secara horizontal
maupun secara vertikal.
Dalam pengoperasiannya, Motor Grader menggunakan blade yang disebut
moldboard yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan bentuk permukaan. Gerakan yang
dilakukan oleh blade pada Motor Grader sama dengan blade pada Dozer yakni tilt,
pitch, dan angle dengan fleksibilitas yang lebih besar. Panjang blade biasanya berkisar

antara 3 5 meter. Selain itu juga bagian depan Motor Grader dapat bergerak fleksibel
sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Gerakan-gerakan bagian depan ini diantaranya adalah:
1. Straight mode
Straight mode disebut juga gerak lurus, memungkinkan Motor Grader untuk
melakukan pekerjaan normal.
2. Articulated mode
Articulated mode memungkinkan bagian depan Grader untuk berputar pada
radius kecil.
3. Crab mode
Crab mode memudahkan bagian depan Grader untuk melakukan pemotongan
slope pada kanal atau saluran irigasi walaupun bagian belakang grader tetap
berada pada permukaan datar.
Alat ini dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan yang antara lain terdiri dari
pekerjaan:
1. Grading (perataan permukaan tanah)
2. Shaping (pemotongan untuk mendapatkan bentuk/profil tanah)
3. Bank shoping (pemotongan dalam pembuatan talud)
4. Scarifiying (penggarukan untuk pembuatan saluran)
5. Ditching (pemotongan untuk pembuatan saluran)
6. Mixing and Spreading (mencampur dan menghampar material di lapangan)
Dalam pembuatan jalan raya, Motor Grader selain dapat membentuk permukaan
jalan dapat pula membentuk bahu jalan dan sekaligus saluran drainase tepi sepanjang
jalan dalam bentuk V atau bentuk lainnya. Juga mencampur material dan menghampar
gundukan tanah yang baru diletakkan. Selain itu motor grader dapat berfungsi
meratakan tanah dalam skala luas seperti landasan lapangan terbang, perataan ini tidak
saja pada permukaan yang se-level melainkan juga pada permukaan yang tidak
sebidang.
Selain pekerjaan tersebut, motor grader dapat pula difungsikan untuk pekerjaan
bervariasi lainnya dengan cara memberi peralatan tambahan, seperti:
1. Special short blade (blade pendek), berfungsi untuk menggali saluran dangkal yang
berbentuk persegi empat dengan ukuran tertentu, selain itu alat tambahan ini dapat
berfungsi membuat tambahan lebar perkerasan pada jalan yang telah ada.
2. Elevating conveyor, perlengkapan ini berfungsi untuk menyalurkan material lepas
yang melewati blade, kemudian mengangkatnya dan dibuang ke samping.
2.2 Bagian-Bagian Motor Grader
Bagian-bagian utama motor grader terdiri dari dari beberapa komponen, yang
secara garis besar diuraikan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Blade lift cylinder


Drawbar lift cylinder
Cab
Ripper
Rear wheel

6.
7.
8.
9.

Articulate cylinder
Blade / moldboard
Front wheel
Head lamp

Dalam pengoperasiannya Motor Grader dilengkapi juga dengan peralatan


tambahan (additional part) agar dapat bekerja serbaguna, antara lain:
1. Scarifier teeth (ripper dalam bentuk kecil sebagai penggaruk) alat ini dipasang di
depan blade dan dapat dikendalikan secara tersendiri.
2. Pavement widener (alat untuk mengatur penghamparan)
3. Elevating grader unit (alat pengatur grading)

BAB III
SPESIFIKASI ALAT DAN METODE KERJA MOTOR GRADER
3.1 Spesifikasi Alat
(TERLAMPIR)
3.2 Metode Kerja
Sesuai dengan fungsinya, grader digunakan untuk meratakan permukaan, maka
grader dijalankan dengan kecepatan rendah yaitu sekitar 2800 rpm. Operator grader di
ruang kontrol mengontrol proses kerja grader dengan menyesuaikan kondisi lapangan.
Grader bekerja untuk meratakan jalan dan bahkan kerap kali maju dan mundur
berkali-kali, dengan daya yang rendah. Grader melakukan pendorongan untuk
meratakan bidang dengan menggunakan pisau yang tajam dan besar. Pada waktu grader
maju maka pisau itu akan diturunkan. Dan ketika grader mundur untuk mengulang
kembali pemerataan maka pisau itu akan terangkat, dan seterusnya.

Gambar 3.2 Metode Kerja Motor Grader


3.3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah merupakan segala sarana dan
upaya untuk mencegah terjadinya suatu kecelakaan kerja (Silalahi, 1995). Dalam hal ini
keselamatan yang dimaksud berkaitan erat dengan mesin, alat kerja dalam proses
landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan yang
aman bagi kelangsungan kerja.
Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah melindungi keselamatan
dan kesehatan tenaga kerja didalam melaksanakan tugasnya, melindungi keselamatan
setiap orang yang berada di lokasi tempat kerja dan melindungi peralatan serta sumber
produksi agar selalu dapat digunakan secara efisien.
Pengoperasian motor grader harus disertai dengan pemeriksaan rutin khususnya
sebelum alat ingin digunakan untuk suatu pekerjaan agar terhindar dari kecelakaan
kerja baik ringan ataupun berat. Beberapa upaya pemeriksaan yang harus dilihat pada
motor grader antara lain :

1. Periksa peralatan kerja (work equipment), silinder, sambungan (linkage) dan pipapipa karet (hoses) untuk kemungkinan terjadi retak, longgar/aus.
2. Bersihkan kotoran dan debu di sekitar engine, baterai, dan radio. Periksa dan
bersihkan juga bahan (material) yang mudah terbakar (daun kering, rerumputan,
ranting, dan sebagainya).
3. Periksa kebocoran air dan minyak disekitar engine, kebocoran air dari sistem
pendingin.
4. Periksa kebocoran minyak dari kotak transmisi (transmission case), kotak
penggerak akhir (final drive case), circle reserve gear, tangki hidrolik, pipa-pipa
(hose) dan sambungan-sambungan (joints).
5. Periksa kebocoran udara atau minyak dari sistem rem (brake line).
6. Periksa keausan atau kerusakan ban, baut-baut kendor.
7. Periksa tempat pegangan (hand rails) untuk kemungkinan ada kerusakan atau baut
yang kendor.
8. Periksa kemungkinan ada kerusakan pada meter-meter (gauges), lampu-lampu
pada instrumen panel, baut-baut yang kendor.
9. Periksa kerusakan kaca spion, reflektor, baut-baut pengikat yang kendor.
10. Periksa bahwa tidak ada kerusakan pada kunci pintu kabin
11. Bersihkan jendela kabin.
12. Periksa sabuk keselamatan dan klem pemasangnya.
Penyebab utama kecelakaan kerja pada motor grader adalah :
1. Kurangnya pengetahuan operator atau operator tidak pernah mengikuti training

tentang motor grader.


2. Kurangnya pengalaman atau operator tidak perhatian pada pekerjaan yang
ditanganinya.
3. Salah penggunaan bagian alat motor grader.
4. Kesalahan fungsi mekanikal karena kurangnya perawatan dan kerusakan kontruksi.

Beberapa peraturan keselamatan kerja pada alat berat motor grader sebagai berikut :
1. Motor grader hanya dikendarai oleh operator yang sudah kompeten dan sudah di2.
3.
4.
5.

training.
Operator harus mempunyai fisik dan mental yang sehat.
Operator harus mempunyai penglihatan yang baik dan tidak buta warna.
Operator harus mempunyai perhitungan yang baik.
Hanya orang yang ditunjuk dan diberi tanggungjawab saja serta telah mendapatkan

training dan sertifikasi yang boleh mengendarai motor grader.


6. Sebelum mengendarai, periksa kondisi motor grader.
7. Segera laporkan jika ada kerusakan pada motor grader kepada penanggungjawab
alat berat yang terdapat pada proyek.
8. Perhatikan barang yang bisa merugikan.

9. Lakukan pengamatan pada daerah sekitar yang akan dilalui sebelum menjalankan
motor grader.
10. Selalu tetap kontrol pada motor grader anda setiap saat pada saat menjalankan
motor grader.
11. Pastikan rem motor grader berfungsi dengan baik.
12. Matikan mesin pada saat mengisi bahan bakar dan dilarang merokok.

BAB IV
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN BIAYA MOTOR GRADER
4.1 Produktivitas Motor Grader
Produktivitas motor grader dihitung berdasarkan jarak tempuh alat per jam pada
proyek jalan, sedangkan pada proyek-proyek lainnya perhitungan produktivitas motor
grader adalah luas area per jam.
Ketentuan ini dikarenakan dalam bekerjanya motor grader, volume tanah yang
dipindahkan sangat bervariasi, dengan demikian yang dipentingkan adalah jumlah pass
(lintasan) grader dalam melakukan perataan tanah. Ketelitian dan kerapihan pekerjaan
merupakan tolak ukur dari hasil kerja motor grader, sehingga dalam penggunaannya
dituntut operator yang bekerja dengan cermat, jadi pengalaman operator grader sangat
menentukan keberhasilan pekerjaan.
Tabel 4.2-1 Panjang Efektif Blade
Panjang Blade (m)
2,20
2,50
2,80
3,05
3,10
3,40
3,70

Panjang Efektif Blade


Sudut Blade 60o Sudut Blade 45o
1,90
1,60
2,20
1,80
2,40
2,00
2,60
2,20
2,70
2,20
2,90
2,40
3,20
2,60

4,00
4,30
4,90

3,50
3,70
4,20

2,80
3,00
3,50

Tabel 4.2-2 Efisiensi Kerja Motor Grader


Kondisi Operasi
Baik
Rata-rata
Agak Jelek
Jelek

Efisiensi Kerja
0,80
0,70
0,60
0,50

Tabel 4.2-3 Kecepatan Kerja Motor Grader


Jenis Pekerjaan
Road Repair
Trenching
Bank Finishing
Snow Removal
Field Grading
Levelling

Kecepatan Kerja (km/jam)


26
1,6 4
1,6 2,6
7 25
1,6 4
2 8

4.2 Produksi Motor Grader


Q=Q ' . E
Q' =

60. V (Lo)
N

E=e 1 .e 2. e 3. e 4
Dimana :
Q

= Produksi Nyata (m2/jam)

= Produksi Maksimum (m2/jam)

= Efisiensi Kerja

= Kecepatan Maju (m/menit)

Le

= Panjang Blade Efektif (m)

Lo

= Panjang Overlap (25 30 cm)

= Berapa kali motor grader harus melakukan gerakan bolak balik pada suatu
tempat sebelum hasil yang diinginkan tercapai

4.3 Contoh Permasalahan


Diketahui suatu proyek jalan arteri dengan panjang 4 km dan lebar 17 m. Diperlukan
alat untuk pekerjaan pembentukan penampang dan perataan jalan setelah lapis
subgrade dipadatkan. Metode kerja menggunakan MOTOR GRADER dengan metode
seperti gambar:

Untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, dibutuhkan kecepatan rata-rata (V rata-rata) = 3


km/jam, banyak lintasan = 4, panjang blade alat = 3,2 m dengan sudut 60o.
Pertanyaannya adalah:
1.
2.
3.
4.

Hitung produksi alat (Q) dalam 1 jam !


Hitung durasi kerja alat dengan menggunakan 1 unit motor grader !
Hitung biaya aktual (real cost) dengan biaya sewa alat 1,2 juta per jam !
Tentukan Harga Satuan Pekerjaan (HSP) dan harga penawaran, apabila profit =

15% dan pajak = 15% !


5. Tentukan jadwal pelaksanaan pekerjaan !

Penyelesaian:
Diketahui:
Vrata-rata = 3 km/jam = 50 m/jam

Settingan sudut

= 60o

Panjang jalan

Total lebar jalan

= 17 m

= 4 km = 4000 m

= 3,2 m

Le

= sin 60o . L

LL

Le

= sin 60 . 3,2 m

= 2,77 m
Lo

= 0,25 m

Jumlah lajur yang dilintasi

= 1/2 total lebar jalan / (Le Lo)


= 8,5 / (2,77 0,25)
= 3,37 lajur
= 4 lajur

= Jumlah lajur . Jumlah lintasan


=4.2
= 8 kali

Lo baru = Le (1/2 total lebar jalan / Jumlah lajur yang dilintasi)


= 2,77 (8,5 / 4)
= 0,65 m

Lo yang digunakan dalam perhitungan

1. Produksi alat (Q) dalam 1 jam


Produksi Nyata
'
Q=Q . E
Produksi Maksimum
60. V (Lo)
Q' =
N
Q' =

60. 50(2,770,65)
32

Q' =199,22 m / jam


Efisiensi
E=e 1 .e 2. e 3 . e 4

N = 8 . 4 bentang

E=0,84 .1 . 1. 0,75
E=0,63

Maka, Produksi alat (Q) dalam 1 jam adalah:


'
Q=Q . E
Q=199,22 . 0,63
Q=125,51 m / jam

2. Durasi kerja alat dengan menggunakan 1 unit motor grader


Luas pekerjaan

= Panjang jalan . Total lebar jalan


= 4000 . 17
= 68.000 m2

Durasi pekerjaan = Luas pekerjaan / Produktivitas


= 68.000 / 125,51
= 541,80 jam
= 77,4 hari
= 78 hari
3. Harga Satuan Pekerjaan (HSP)
BP & O
= Rp. 1.200.00,- /jam
Biaya pekerjaan
= BP & O . Durasi pekerjaan
= Rp. 1.200.000,- . 78 hari
= Rp. 655.200.000,Profit perusahaan = 15% . Biaya pekerjaan
= 15% . Rp. 655.200.000,= Rp. 98.280.000,Real cost
= Biaya pekerjaan + Profit perusahaan
= Rp. 655.200.000,- + Rp. 98.280.000,= Rp. 753.480.000,Maka Harga Satuan Pekerjaan (HSP)
= Total biaya / Luas pekerjaan
= Rp. 753.480.000,- / 68.000 m2
= Rp. 11.081,- /m2
4. Harga Penawaran
Total biaya pekerjaan
Pajak 15%
Harga Penawaran

= Rp. 753.480.000,= Rp. 113.022.000,= Total biaya pekerjaan + Pajak 15%


= Rp. 753.480.000,- + Rp. 113.022.000,= Rp. 866.502.000,-

5. Jadwal Pelaksanaan
No
1
2
3
4
5

Kegiatan

Jadwal (Minggu)
7 8 9 1 11 12
0

1
3

14

15

Persiapan
Galian
Timbunan
Pemadatan
Pembentuka
n Penampang

Keterangan:
1 minggu = 6 hari
Pekerjaan galian dengan timbunan terdapat slack start to start 1 hari
Pekerjaan pemadatan dengan timbunan terdapat slack start to start 4 minggu
Pekerjaan pemadatan dengan pembentukan penampang terdapat slack start to start 4 minggu

DAFTAR PUSTAKA

Kholil, Ahmad (2012), Alat Berat, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Fatena Rostiyanti, Susi (2008), Jakarta, Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi, Bineka
Cipta.
Specification Motor Grader Caterpillar 140H, http://cat.com