Anda di halaman 1dari 9

Penerapan Hukum Pascal- Bagaimana jika sebuah bejana U diisi dengan fluida

homogen dan salah satu pipanya ditekan dengan gaya sebesar F? Proses Fisika yang
terjadi pada bejana U seperti itu diselidiki oleh Blaise Pascal. Melalui penelitiannya,
Pascal berkesimpulan bahwa apabila tekanan diberikan pada fluida yang memenuhi
sebuah ruangan tertutup, tekanan tersebut akan diteruskan oleh fluida tersebut ke segala
arah dengan besar yang sama tanpa mengalami pengurangan. Pernyataan ini dikenal
sebagai Hukum Pascal yang dikemukakan oleh Pascal pada 1653.

Gambar 7.9 Tekanan F1 di pipa satu sama besar dengan gaya angkat di pipa dua.

Hukum Pascal berbunyi tekanan yang diberikan pada suatu cairan pada bejana yang
tertutup diteruskan ke setiap titik dalam fluida dan ke dinding bejana.
Secara analisis sederhana, Hukum Pascal dapat digambarkan seperti pada Gambar 7.9.
Tekanan oleh gaya sebesar F1 terhadap pipa 1 yang memiliki luas penampang pipa A1,
akan diteruskan oleh fluida menjadi gaya angkat sebesar F2 pada pipa 2 yang memiliki
luas penampang pipa A2 dengan besar tekanan yang sama. Oleh karena itu, secara
matematis Hukum Pascal ditulis sebagai berikut.

dengan: F1 = gaya pada pengisap pipa 1,


A1 = luas penampang pengisap pipa 1,
F2 = gaya pada pengisap pipa 2, dan
A2 = luas penampang pengisap pipa 2.
Contoh soal hukum pascal

1. Alat pengangkat mobil yang memiliki luas pengisap masing-masing sebesar 0,10 m 2
dan 4 104 m2 digunakan untuk mengangkat mobil seberat 2 104 N. Berapakah besar
gaya yang harus diberikan pada pengisap yang kecil?
Jawab
Diketahui: A1 = 4 104 m2, A2 = 0,1 m2, dan F2 = 2 104 N.

Dengan demikian, gaya yang harus diberikan pada pengisap yang kecil adalah 80 N.
2. Sebuah pompa hidrolik berbentuk silinder memiliki jari-jari 4 cm dan 20 cm. Jika
pengisap kecil ditekan dengan gaya 200 N, berapakah gaya yang dihasilkan pada
pengisap besar?
Jawab
Diketahui: r2 = 20 cm, r1 = 4 cm, dan F1 = 200 N

3. Sebuah mobil hendak diangkat dengan menggunakan dongkrak hidrolik. Bila pipa
besar memiliki jari-jari 25 cm dan pipa kecil memilki jari-jari 2 cm. Berapa gaya yang
harus diberikan pada pipa kecil bila berat mobil adalah 15.000 N?
Penyelesaian :
Diketahui :
R1 = 2 cm, R2= 25 cm, F2 = 15.000 N
Jawab :

Hukum Pascal dimanfaatkan dalam peralatan teknik yang banyak membantu pekerjaan
manusia, antara lain dongkrak hidrolik, pompa hidrolik, mesin hidrolik pengangkat
mobil, mesin pres hidrolik, dan rem hidrolik. Berikut pembahasan mengenai cara kerja
beberapa alat yang menggunakan prinsip Hukum Pascal.

a. Hukum Pascal pada Dongkrak Hidrolik


Dongkrak hidrolik merupakan salah satu aplikasi sederhana dari Hukum Pascal. Berikut
ini prinsip kerja dongkrak hidrolik. Saat pengisap kecil diberi gaya tekan, gaya tersebut
akan diteruskan oleh fluida (minyak) yang terdapat di dalam pompa. Akibatnya, minyak
dalam dongkrak akan menghasilkan gaya angkat pada pengisap besar dan dapat
mengangkat beban di atasnya.

Gambar 7.10 Skema dongkrak hidrolik

b. Hukum Pascal pada Mesin Hidrolik Pengangkat Mobil


Mesin hidrolik pengangkat mobil ini memiliki prinsip yang sama dengan dongkrak
hidrolik. Perbedaannya terletak pada perbandingan luas penampang pengisap yang
digunakan. Pada mesin pengangkat mobil, perbandingan antara luas penampang kedua
pengisap sangat besar sehingga gaya angkat yang dihasilkan pada pipa berpenampang
besar dan dapat digunakan untuk mengangkat mobil.

Gambar 7.11 Mesin hidrolik pengangkat Mobil


c. Hukum Pascal pada Rem Hidrolik
Rem hidrolik digunakan pada mobil. Ketika Anda menekan pedal rem, gaya yang Anda
berikan pada pedal akan diteruskan ke silinder utama yang berisi minyak rem.
Selanjutnya, minyak rem tersebut akan menekan bantalan rem yang dihubungkan pada
sebuah piringan logam sehingga timbul gesekan antara bantalan rem dengan piringan
logam. Gaya gesek ini akhirnya akan menghentikan putaran roda.

Gambar 7.12 Prinsip kerja rem hidrolik


Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM 212 SM) Ia belajar di kota Alexandria,
Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat
Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang matematikawan, astronom, filsuf,
fisikawan ,dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada
penjarahan kota Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa
ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai
salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.
Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota
emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini dengan
sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak
mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai
dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri, dan berlari sepanjang
jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya,
Eureka! Eureka! yang artinya sudah kutemukan! sudah kutemukan! Lalu ia membuat
hukum Archimedes.
Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Tukang yang
membuatnya dihukum mati.
Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang
didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal. Ulir penak, yaitu rancangan model
planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan
kemungkinan rasi bintang di langit.
Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannyadengan eksperimen sehingga
ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.

B. HUKUM ARCHIMEDES
Hukum Archimedes mengatakan bahwa Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu
zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan
beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut.
a. Rumus Hukum Archimedes (Gaya Apung )
Ketika suatu benda dimasukkan ke dalam air, ternyata beratnya seolah-olah berkurang.
Peristiwa ini tentu bukan berarti ada massa benda yang hilang, namun disebabkan oleh
suatu gaya yang mendorong benda yang arahnya berlawanan dengan arah berat benda.
Seorang ahli Fisika yang bernama Archimedes mempelajari hal ini dengan cara
memasukkan dirinya pada bak mandi. Ternyata, ia memperoleh hasil, yakni beratnya
menjadi lebih ringan ketika di dalam air. Gaya ini disebut gaya apung atau gaya ke atas
(Fa). gaya apung sama dengan berat benda di udara dikurangi dengan berat benda di
dalam air. Persamaan Hukum Archimedes :
Fa = WuWa
Fa = gaya apung atau gaya ke atas (N),
Wu = gaya berat benda di udara (N),
Wa= gaya berat benda di dalam air (N)
Besarnya gaya apung ini bergantung pada banyaknya air yang didesak oleh benda
tersebut. Semakin besar air yang didesak maka semakin besar pula gaya apungnya. Hasil
penemuannya dikenal dengan Hukum Archimedes yang menyatakan bahwa apabila suatu
benda dicelupkan ke dalam zat cair, baik sebagian atau seluruhnya, benda akan mendapat
gaya apung (gaya ke atas) yang besarnya sama dengan berat zat cair yang didesaknya
(dipindahkan) oleh benda tersebut. Secara matematis ditulis :
FA = .g.V
Keterangan :
FA = Tekanan Archimedes = N/M2
= Massa Jenis Zat Cair = Kg/M3
g = Gravitasi = N/Kg
V = Volume Benda Tercelup = M3
C. KEADAAN BENDA
Tiga keadaan benda di dalam zat cair :
a. Melayang
pb, rata-rata = pf
w = Fa
KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung
b. Tenggelam
pb, rata-rata > pf
w > Fa
KETERANGAN

pb = massa jenis benda


pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung
c. Terapung
pb, rata-rata < pf
w = Fa
KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung

RANGKUMAN
Penerapan Hukum Archimedes
Setelahnya memahami ilmu tentang pentingnya konsep gaya archimedes kini kita akan
lebih mengetahui seberapa besar ilmu yang ditemukan secara tidak sengaja ini.Penerapan
hukum Archimedes dapat Anda jumpai dalam berbagai peralatan dari yang sederhana
sampai yang canggih.
Hidrometer
Hidrometer merupakan alat untuk mengukur berat jenis atau massa jeniszat cair. Jika
hidrometer dicelupkan ke dalam zat cair, sebagian alat tersebut akan tenggelam. Makin
besar massa jenis zat cair, Makin sedikit bagian hidrometer yang tenggelam. Hidrometer
banyak digunakan untuk mengetahui besar kandungan air pada bir atau susu.
Hidrometer terbuat dari tabung kaca. Supaya tabung kaca terapung
tegak dalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani dengan butiran timbal.
Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat
cair yang dipindahkan hidrometer lebih besar. Dengan demikian, dihasilkan
gaya ke atas yang lebih besar dan hidrometer dapat mengapung di dalam
zat cair.
Tangkai tabung kaca hidrometer didesain supaya perubahan kecil dalam
berat benda yang dipindahkan (sama artinya dengan perubahan kecil dalam
massa jenis zat cair) menghasilkan perubahan besar pada kedalaman tangki
yang tercelup di dalam zat cair. Artinya perbedaan bacaan pada skala untuk
berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.

Jembatan Ponton
Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong yang berjajar sehingga
menyerupai jembatan. Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibuat berdasarkan
prinsip benda terapung. Drumdrum tersebut harus tertutup rapat sehingga tidak ada air
yang masuk ke dalamnya. Jembatan ponton digunakan untuk keperluan darurat. Apabila
air pasang, jembatan naik. Jika air surut, maka jembatan turun. Jadi, tinggi rendahnya
jembatan ponton mengikuti pasang surutnya air.

Kapal Laut
Pada saat kalian meletakkan sepotong besi pada bejana berisi air, besi
akan tenggelam. Namun, mengapa kapal laut yang massanya sangat besar
tidak tenggelam? Bagaimana konsep fisika dapat menjelaskannya? Agar
kapal laut tidak tenggelam badan kapal harus dibuat berongga. hal ini
bertujuan agar volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal menjadi lebih besar.
Berdasarkan persamaan besarnya gaya apung sebanding dengan volume zat cair yang
dipindahkan, sehingg gaya apungnya menjadi sangat besar. Gaya apung inilah yang
mampu melawan berat kapal, sehingga kapal tetap dapat mengapung di permukaan laut.
Kapal Selam dan Galangan Kapal
Pada dasarnya prinsip kerja kapal selam dan galangan kapal sama. Jika kapal akan
menyelam, maka air laut dimasukkan ke dalam ruang cadangan sehingga berat kapal
bertambah. Pengaturan banyak sedikitnya air laut yang dimasukkan, menyebabkan kapal
selam dapat menyelam pada kedalaman yang dikehendaki.
Jika akan mengapung, maka air laut dikeluarkan dari ruang cadangan. Berdasarkan
konsep tekanan hidrostastis, kapal selam mempunyai batasan tertentu dalam menyelam.
Jika kapal menyelam terlalu dalam, maka kapal bisa hancur karena tekanan hidrostatisnya
terlalu besar. Untuk memperbaiki kerusakan kapal bagian bawah, digunakan galangan
kapal. Jika kapal akan diperbaiki, galangan kapal ditenggelamkan dan kapal dimasukkan.
Setelah itu galangan diapungkan. Galangan ditenggelamkan dan diapungkan dengan cara
memasukkan dan mengeluarkan air laut pada ruang cadangan.
Balon udara
Balon udara adalah penerapan prinsip Archimedes di udara. Balon udara harus diisi
dengan gas yang massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis udara atmosfer sehingga
balon udara dapat terbang karena mendapat gaya ke atas, misalnya diisi udara yang
dipanaskan.

Hukum Archimedes
Hukum Archimedes mengatakan bahwa "Jika suatu benda dicelupkan ke dalam
sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan
beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut".

Rumus Prinsip Hukum Archimedes

FA=.g.V

Keterangan :
FA = Tekanan Archimedes = N/
M2

= Massa Jenis Zat Cair = Kg/M3


g = Gravitasi
= N/Kg
V = Volume Benda Tercelup = M3
Contoh Soal :
Sebuah Benda dicelupkan ke air yang massa jenisnya 100 Kg/m3.
Volume benda yang tercelup 1.5 M3
. Jika berat benda adalah 500N, berapakah gaya ke atas yang dialami
benda?

Jawab:
Diketahui :
= 1000 Kg/
M3
g = 9.8 N/Kg
V = 1.5
M3

Ditanyakan:
FA?
Jawab :
FA =

.g.V

FA = 1000 Kg/m3.9,8 N/kg.1,5


M3
FA = 14.700 N/
M2

Jadi,
gaya ke atas yang dialami benda adalah 14.700 N/
M2

Anda mungkin juga menyukai