Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN PELAKSANAAN

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PEMANTAUAN


LINGKUNGAN ( UKL UPL )

PERIODE Bulan Juli -Desember 2015

RSU MITRA SEHAT

RSU MITRA SEHAT


TAHUN 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan
Jenis Badan Hukum
Alamat Perusahaan
No. Telpon dan Fax
Alamat e-mail
Status Permodalan
Bidang Usaha
No. Ijin RS
SK UKL UPL
Penanggung Jawab
Nama
Jabatan
Ijin yang terkait dengan UKL UPL

B. Lokasi Usaha
Alamat lengkap
Jalan
Desa
Kecamatan
Kabupaten/Kota
Provinsi

C. Deskripsi Kegiatan
Luas lahan
Jenis Kegiatan
Kapasitas
Tahap Kegiatan
Dampak yang perlu dikelola

RSU MITRA SEHAT


PT
Jl. Wates Km. 9 Balecatur, GAMPING
0274 6498555, 0274 6498555
rsmitrasehat@yahoo.com
Swasta
Rumah Sakit Umum
660.2/940/2010 tanggal 7 Oktober 2010
dr. Sitti Aisyah S Salam, SU
Direktur
Perjanjian
Kerja
Sama
Jasa
Pengelolaan
Limbah B3 Medis
NO:0125-2/PKS-2/SLA/AEI-YGYTJS/V/15
tertanggal
02/05/2015
yang
berlaku
sampai
tanggal
30/04/2017

Jl. Wates Km. 9


Ngaran
Balecatur
Sleman
DIY

2.990 m2
Rumah Sakit Umum
50 bed
Operasional
- Kualitas udara
- Kebisingan
- Kuantitas air tanah

Dampak yang perlu dipantau

Kualitas air tanah


Transportasi
Rawan Kebakaran
Minyak Pelumas Genzet
Berkembangnya Vektor
Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
Peluang Kerja dan Usaha
Infeksi Nosokomial
Radiasi
Menurunnya
kesehatan
Masyarakat
Penurunan Sanitasi Lingkungan
akibat limbah paadaat dan cair
Kualitas udara
Kebisingan
Kuantitas air tanah
Kualitas air tanah
Transportasi
Rawan Kebakaran
Minyak Pelumas Genzet
Berkembangnya Vektor
Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
Peluang Kerja dan Usaha
Infeksi Nosokomial
Radiasi
Menurunnya
kesehatan
Masyarakat
Penurunan Sanitasi Lingkungan
akibat limbah paadaat dan cair

D. Perkembangan Lingkungan Sekitar


Batas
Utara
Selatan
Barat
Timur

Dulu
sawah
Jalan Wates
Pemukiman
Pemukiman

Sekarang
sawah
Jalan Wates
Pemukiman
Pemukiman

BAB II
PELAKSANAAN DAN EVALUASI
A. PELAKSANAAN
Pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilaksanakan
mengacu pada dokumen UKL UPL yang telah disahkan oleh Kepala kantor
Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dengan Nomor 660.2/940/2010 tanggal 7
Oktober 2010.
Adapun ringkasan pengelolaan dan pemantauan sebagai berikut :

PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Dampak Komponen Komponen Geofisik-Kimia
1.

Kegiatan pengelolaan terhadap Dampak Menurunnya Kualitas Udara adalah


dengan dengan penanaman pohon peneduh di sekitar lingkungan rumah sakit
dan peninggian cerobong genzet .

2.

Kegiatan Dampak Kebisingan yang bersumber dari genzet (kapasitas 2000


watt),kegiatan pelayanan dan lalu lintas depan rumah sakit antara lain dengan
menempatkan posisi genzet yang jauh dari kegiatan pelayanan,pemberian
dudukan genzet, serta

pemeliharaan genzet dengan pengecekan dan

pemanasan genzet secara rutin seminggu sekali oleh staf teknik RS,serta
pemakaian pintu self closing door pintu depan rumah sakit yg berfungsi untuk
mencegah kebisingan ke lingkungan dalam rumah sakit.
3.

Kegiatan Pengelolaan

terhadap Dampak menurunnya Kuantitas Air Tanah

adalah dengan membuat SPAH (Sumur Peresapan Air Hujan) sebanyak 10


buah yang telah selesai dibangun sejak semester I 2013.
4.

Kegiatan Pengelolaan

terhadap Dampak menurunnya Kualitas Air Tanah

membuat saluran air limbah kedap air dan tertutup serta pemeliharaan saluran
air limbah,untuk sebagian limbah cair domestik dari wastafel kemudian sejak
mulai bulan Maret 2013 diolah di Unit Pengolahan Limbah (Aplikasi
Biofil),sedangkan untuk Limbah cair medis ( dari kegiataan laboratorium,
poliklinik, ugd dan kamar operasi ) dengan melakukan kerjasama dengan

Perjanjian Kerja Sama Jasa Pengelolaan Limbah B3 Medis NO:0125-2/PKS2/SLA/AEI-YGY-TJS/V/15 tertanggal 02/05/2015 yang berlaku sampai tanggal
30/04/2017.
5.

Pengelolaan Dampak Transpotasi antara lain dengan memasang lampu kedip


di depan Rumah Sakit tepi jalan Wates, pemasangan rambu dan marka jalan ,
mengatur

dan

mentapkan

alur

keluar

masuk

rumah

sakit

dengan

menempatkan petugas satpam dan parkir.


6.

Pengelolaan Dampak Rawan Kebakaran dengan melakukkan pengecekan


secara berkala terhadap jaringan listrik serta menempatkan APAR di berbagai
titik di rumah sakit.

Dampak Komponen Biotis


Pengelolaan Dampak Berkembangnya vektor Penyakit antara lain dengan
melakukan pemilahan sampah sesuai jenis,menyediakan tempat sampah
yang memenuhi syarat,melakukan pengangkutan dan pembersihan sampah
di dalam dan lingkungan luar rumah sakit setiap hari dan menempatkannya
di TPS serta melakukan pengangkutan sampah domestik secara rutin ke
TPA.
Dampak Komponen Sosial, Ekonomi, Budaya dan Kesehatan Masyarakat
1.

Pengelolaan Dampak Keselamatan dan Kesehatan Kerja antara lain dengan


menyediakan kotak P3K dan Alat pelindung diri pada karyawan antara lain
masker, sarung tangan, baju pelindung, sepatu booth serta memasukan
karyawan

dalam

program

Jamsostek

dengan

Nomor

Pendaftaran

Perusahaan (NPP) LL 033926 tanggal 02 Mei 2012


2.

Pengelolaan Peluang Kerja dan Usaha antara lain dengan melakukkan


perekrutan tenaga kerja dari penduduk sekitar yaitu dari Dusun Ngaran dan
Pereng Dawe serta penduduk dusun sekitarnya sebagai karyawan rumah
sakit.

3.

Pengelolaan Dampak Infeksi Nosokomial antara lain dengan menerapkan


sistem pemakaian masker selektif, menerapkan prosedur cuci tangan,
pemakaian bahan disinfektan untuk desinfeksi permukaan alat, mebelair dan

pengepelan lantai, serta melakukan sterilisasi peralatan medis, melakukan


steriliisasi ruangan ruangan di kamar operasi dan unit pelayanan lain.
4.

Pengelolaan Dampak Resiko Kontaminasi dilakukan sama seperti poin 3.

5.

Pengelolaan Dampak Radiasi adalah dengan membuat konstruksi bangunan


yang mengacu pada Kep.

Dirjen P2M dan PLP NO.HK00.06.44 tentang

Persyaratan Konstruksi Ruang di Rumah Sakit.


6.

Pengelolaan

Dampak

menurunnya

Derajat

Kesehatan

Masyrakat

pengelolaan dan pemeliharaan saluran limbah serta pengelolaan sampah


medis dan sampah domestik. Dengan melakukan kerjasama dengan pihak
ke 3 seperti uraian di atas.
7.

Pengelolaan Dampak Penurunan Sanitasi Lingkungan antara lain melakukan


pembersihan lingkungan dalam dan luar rumah sakit secara rutin 2 kali
sehari, menyediakan tempat sampah sesuai dengan jenisnya, melakukan
pemilahan, pengangkutan sampah ke TPS setiap hari, menyediakan TPS
limbah medis dan domestik serta melakukan kerjasama pengolahan limbah
padat domestik dengan Mandiri Pasti (Jasa angkut sampah dan barang,
alamat : Mancasan RT 01/35 Ambarketawang, Gamping, Sleman) sambil
menunggu realisasi permohonan pengangkutan limbah padat domestik
dengan Dinas PUESDM Kabupaten Sleman, sedangkan limbah B3 Medis
sejak bulan 02 Mei 2015 dilakukan kerjasama

dengan PT. ARAH

ENVIRONMENTAL INDONESIA .

PEMANTAUAN LINGKUNGAN
Pengolahan limbah padat medis dengan bukti manifest copy 7 terlampir.
Pengolahan limbah cair medis sumber tertentu dengan bukti manifest copy 7
terlampir.
Pengolahan limbah padat

dengan kerjasama dengan bukti (dokumen

pengambilan terlampir) dan surat

permohonan Kerjasama Pengangkutan

limbah padat domestik kepada Dinas PUESDM Kabupaten Sleman dengan


NO: 46/ MS / III / 2013 tanggal 04 Maret 2013 dengan surat terlampir.
Pemantauan kualitas limbah cair domestik hasil pengolahan unit Pengolahan
Limbah Biofil dilakukan setiap satu bulan sekali dengan dikirim ke BBTKL DIY
atau BLK DIY dengan hasil terlampir.
Pemantauan kualitas udara ambien setiap 6 bulan sekali di di halaman
belakang RSU Mitra Sehat pada semester

II dilaksanakan

tanggal 4

Desember 2015 oleh petugas Balai Hiperkes DIY dengan hasil terlampir.
Pemantauan kualitas air bersih parameter Kimia, Fisika dan Bakteriologi
Semester II tahun 2015 dilakukan pada tanggal 16 September dan 21
Desember 2015 oleh petugas sanitasi dari Puskesmas Gamping dan dikirim
ke Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dengan hasil
terlampir.
Pemantauan angka kuman Semester II pada tanggal 05 Oktober 2015
program swapantau
terlampir

di Kamar Operasi

serta Ruang VK dengan hasil

Pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan yang telah dilaksanakan tersebut kami tuangkan dalam matrik
sebagai berikut :
MATRIK UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
RUMAH SAKIT UMUM MITRA SEHAT
Tahap
Kegiatan
Komponen
Kegiatan

Dampak
Menurunnya
Kualitas
Udara

Dampak
Kebisingan

Instansi Pengelolaan Lingkungan


Sumber
Dampak

Aktivitas
kendaraan
karyawan,
pengunjung
yang
menghasilkan
polutan udara
(bangkitan
lalu
lintas,
pasien
berpenyakit
menular, dari
genset )

Kendaraan
baik
dari
karyawan
atau
pengunjung,
suara gaduh,
dari
ruang
genset

Tindakan
Pengelolaan

Jenis
Dampak

Debu,
asap
kendaraa
n
baik
pengunju
ng
maupun
kendaraa
n
yang
lewat di
jalan
Gas
Polutan
(SOx COx,
NOx, dll)
Angka
kuman
udara
dalam
ruang
Meningkatn
ya
kadar
kebisingan
yang di ukur
dalam
satuan
dB
(A)
-

Tolok Ukur
Dampak

Tahap Kegiatan

Lokasi
Pengelolaa
n
Lingkungan

Periode
Pengelolaa
n
Lingkungan

Pelaksana
Pengelola
an

Pengawas
Pengelolaan
Lingkungan

Penanaman
tanaman
yang bisa
menyerap
polutan
udara
Peninggian
cerobong
genzet
Pembuatan
dinding pada
ruang genset
dengan
spesifikasi
teknis 1 bata
(+ 30 cm)

Membandingkan
kualitas udara
dengan baku
mutu kualitas
udara ambien di
propinsi DIY
yaitu Kep. Gub.
DIY No. 153
tahun 2002 dan
No. 176 tahun
2003 tentang
Tingkat Getaran,
Kebisingan dan
Kebauan

Area
parkir
dan
ruang
genset

Setiap
satu
bulan sekali
selama
operasional

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Dinas
Kesehatan

Pemberian
Silencer
pada
cerobong
asap
Memberi
papan
peringatan
tidak boleh
membuat
gaduh
semisal
DILARANG
RAMAI
MENGGANGG
U PASIEN
Pemeliharaan

Membandingkan
derajat
kebisingan
dengan Kep.
Gub. DIY No. 176
tahun 2003
tentang Tingkat
Getaran,
Kebisingan dan
Kebauan

Ruang
genset
Dilingkunga
n
rumah
sakit

Dilaksanakan
selama tahap
operasional

Pengelola
rumah
sakit mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Dinas
Kesehatan

Dampak
Menurunnya
Kuantitas Air
Tanah

Pengambilan
tanah
untuk
kebutuhan
operasional
rumah
sakit
Mitra Sehat

Menurunnya
Kuantitas
Air Tanah

Dampak
Menurunnya
Kualitas Air
Tanah

Semua
operasional
klinik
rawat
inap
medik
dasar
yang
menghasilkan
limbah
cair
domestik dan
limbah
cair
medis

Limbah
cair
domestik
(limbah
dari
dapur,
toilet, air
bilasan
pencucia
n
alat
medis)
Limbah
Cair
medis
(sisa
sampel
darah, air
seni dan
ciaran
bekas
reagent)

genset
secara
periodik,
misalnya 6
bulan sekali
Membuat
secara
bertahap unit
SPAH (sumur
Peresapan Air
Hujan)
dengan
volume
masingmasing 4 m3
Pengambilan
air tanah
berdasarkan
saran teknis
dari instansi
terkait
Pembuatan
sumur
resapan di
lokasi
kegiatan
Limbah cair
domestik dari
wastafel
dialirkan ke
bak kontrol
kemudian
diolah di Unit
Pengolahan
Limbah cair
sebelum
dialirkan ke
sumur
resapan
Limbah cair
dari aktivitas
toilet
dialirkan
menuju
septic tank
kemudian
diolah di Unit
Pengolahan
Limbah Cair

Ukuran
lubang
peresapan air
hujan
diameter 80
cm dengan
kedalaman 8
meter
Tanaman
yang ditanam
mempunyai
fungsi secara
ekologis
sistem
perakarannya
dapat
menyimpan
dan
meloloskan
air (Pohon
tanjung,
pohon
Gayam)
Pembuatan
septic tank
harus sesuai
dengan
spesifikasi,
yaitu mampu
menampung
limbah cair
hingga
proyeksi
sepuluh tahun
ke depan dan
kedap air
Pembuatan
bak
penampung
limbah cair
medis harus
mengacu
pada
Permenkes
No.
1204/Per/Men

Tapak lokasi
(rumah sakit
Mitra
Sehat)

Selama
operasional
(dua
kali
setahun pada
musim
kemarau dan
musim
penghujan)

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Dinas
Pertambangan
Sleman

Bak kontrol
saluran
pembuanga
n
limbah
cair
domestik
Laboratoriu
m

Dilaksanakan
selama tahap
operasional

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Kab.
Sleman,
Dinas
Kesehatan

Dampak
Transportasi
pada Tahap
Operasional

Aktivitas
keluar masuk
kendaraan
dari
pengunjung
atau
karyawan
rumah
sakit
Mitra Sehat

Transportasi

Pemeliharaan
saluran
limbah cair
secara rutin
agar tidak
merembes ke
dalam tanah
Limbah cair
medis (sisa
sampel
darah, air
seni dan
ciaran bekas
reagent)
ditampung
dalam wadah
khusus
(jerigen)
yang berlabel
limbah cair
medis
kemudian
pada periode
tertentu di
kirim ke
tempat
pengolahan
air limbah
medis PT
Arah
Limbah cair
medis
ditampung
dalam jerigen
kemudian
dikirim ke PT
Arah
Pengaturan
kecepatan
kendaraan ,
seperti
memasang
lampu kedip
di depan
lokasi
kegiatan,
koordinasi
dengan polisi
sektor
Kecamatan
Gamping

kes tahun
2004 tentang
persyaratan
teknis
kesehatan
lingkungan
rumah sakit

Pengaturan
lalulintas oleh
petugas
khusus
lalulintas,
penetapan
pintu keluar
masuk dan
pemasangan
lampu ramburambu dan
lampu
peringatan
disesuaikan

Tapak

lokasi

kegiatan
(area parkir)
dan di sekitar
jalan
Km. 9

Wates

Setiap
hari
selama
operasional

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Dinas
Perhubungan
Sleman

Dampak
Rawan
Kebakaran

Aktifitas
rumah
sakit
Mitra Sehat
menggunakan
jaringan
listrik,
jaringan gas,

Rawan
Kebakaran

Melakukan
pengaturan
oleh petugas
lalu lintas
untuk keluarmasuknya
kendaraan
Penetapan
pintu masuk
dan pintu
keluar
kendaraan
yang mudah
pengaturanny
a
Menyediakan
areal parkir
389,2 m2
Untuk
meningkatka
n sirkulasi di
tempat
parkir, perlu
pengecatan
marka atau
pemasangan
rambu
pengarah
Untuk
menghindari
terjadi
kemacetan di
depan rumah
sakit Mitra
Sehat),
perlu
dipasang
rambu
larangan
parkir,
pemasangan
rambu
masuk dan
keluar
Melakukan
pengecekan
jaringan
listrik di
seluruh
ruang
bangunan,

dengan
dokumen
analisa
dampak
lalulintas
untuk
meningkatkan
keselamatan
siswa didik
dan karyawan
yang
menyeberang
jalan akan
disediakan
fasilitas
penyeberanga
n berupa
marka zebra
cross
Untuk
mengurangi
hambatan di
pintu keluar
masuk rumah
sakit Mitra
Sehat maka
radius
tikungannya
dibuat lebih
lebar
(menyesuaika
n dengan
standar dari
Ditjen
Perhubungan
Darat)

Penyediaan
APAR dengan
kapasitas 3,5
kg sebanyak
2 buah di tiap
lantai
Secara

Ditempat

Setiap bulan
sekali selama
operasional

rawan
terjadinya
kebakaran
(dapur,

stop

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat.

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Kantor
Perlindungan
Masyarakat dan
Penanggulanga

genset
atau
api yang tidak
dikelola
dengan baik
-

Dampak
Berkembangny
a Vektor
Penyakit

Berkembangn
ya
vector
penyakit dari
buangan
limbah padat
aktivitas
rumah
sakit
Mitra Sehat

Limbah
padat
domestik
dari
kamar
pasien,
kantor,
dapur,
kantor,
ruang
rawat
inap dan
jalan,
ruang
UGD,
laborat,
Apotek

untuk
mendeteksi
awal
terjadinya
konsleting
Melakukan
pengecekan
rutin tabung
gas dan
jaringan gas
Menempatka
n APAR tiap
lantai
bangunan
Menginventa
ris daftar
nomor
telepon
penting
seperti:
Dinas Linmas
dan
penanggulan
gan Bahaya
Kebakaran
Sleman,
Polsek
Gamping
atau Tripika
Kecamatan
Menyediakan
PPPK di
seluruh lantai
bangunan
Sampah
infeksius, cito
toksis, dan
farmasi
sesegera
mungkin
dikirim ke
tempat
pemusnahan
limbah medis
Dilakukan
pemilahan
dan
memasukkan
sampah ke
tempat
sampah

berkala ikut
mengadakan
simulasi,
bekerjasama
dengan
Pemerintah
Daerah dalam
hal
penyelamatan
dan
penanggulang
an bahaya
kebakaran

kontak,

Menyediakan
kantong
plastik
berlabel
khusus
berwarna
kuning untuk
limbah padat
medis
Menyediakan
tempat
sampah,
terpisah
antara
sampah
organik dan
an organik

n
Bahaya
Kebakaran
Sleman

sambungan
kabel)

Ruang
toilet, R.
kitchen, R.
Laundry,
kantor,
ruang
rawat inap
dan jalan,
ruang
UGD,
Laborat,
Apotek
Di lokasi
tempat/ba
k sampah
dan TPS

Setiap
sekali

hari

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Dinas
Kesehatan
Sleman

Limbah
Padat
medis
dari
laborat
(sisa
sampel
jaringan
tubuh),
bekas
suntikan,
wadah
sampel
untuk uji
laborat.

sesuai
dengan
jenisnya
(sampah
kertas,
plastic,
logam, kaca,
sampah
daun, sisa
makanan dan
sampah yang
mudah
membusuk
ke
komposter),
pengambilan
sampah,
pengumpula
n sampah
dan
penjualan
sampah atau
dengan kata
lain
melakukan
Reduse
(mengurangi)
, Reuse
(memanfaatk
an sampah)
dan Recycle
(mendaur
ulang)
Tempat
sampah
harus kuat,
tahan karat,
kedap air
dengan
penutup, dan
kantong
plastic
dengan
warna dan
lambang
sesuai
dengan
pedoman
minimal 1
buah tiap
kamar atau

Pengendalian
terhadap
vektor
penyakit
akibat dari
sampah padat
dari kegiatan
aktifitas
rumah sakit
Pengelolaan
sampah
dengan
menyediakan
tempat
sampah di
tempat
tertentu dan
kemudian
dikumpulkan
jadi satu
untuk
diangkut truk
sampah dan
juga menjaga
nilai-nilai
estetika
dengan cara
menjaga
kebersihan
Wadah/bak
sampah
terbuat dari
bahan yang
kuat, ringan,
tahan
karat/rusak,
kedap air dan
memiliki
permukaan
yang mudah
dibersihkan
pada bagian
dalamnya
misalnya
fiberglass

setiap radius
10 m dan 20
m pada
ruang tunggu
terbuka
Tempat
pengumpula
n dan
penampunga
n sampah
sementara
segera
didesinfeksi
setelah
dikosongkan
Secara rutin
melakukan
pembersihan
lingkungan
dan
pengepelan
lantai
Setiap hari
melakukan
pembersihan
sampah di
halaman luar
dan dalam
(toilet, R.
kitchen, R.
Laundry,
kantor, ruang
rawat inap
dan jalan,
ruang UGD,
laborat,
Apotek)
Tidak
menumpuk
sampah
hingga
berhari-hari
(pengangkut
an ke TPS
rutin pagi
dan sore)
Pengumpulan
sampah
dengan
menempatka
n bak/tempat

Dampak
Keselamatan
dan
Kesehatan
Kerja

Operasional
Rumah sakit
Mitra Sehat.

Keselamata
n
dan
Kesehatan
Kerja

Dampak
Peluang Kerja
dan Usaha

Operasional
rumah
sakit
Mitra Sehat

Peluang
Kerja
dan
Usaha

sampah di
lokasi-lokasi
yang
strategis dan
mudah
dijangkau di
setiap
ruangan
Sampah
umum
dibuang ke
TPA yang
dikelola
PEMDA
Disediakan
kotak P3K
dan
peralatan K3
lainnya
Adanya
tunjangan
kesehatan
terhadap
karyawan
Semua
karyawan
dimasukan
dalam
jaminan
Jamsostek
Uji kesehatan
terhadap
pekerja
sekurangkurangnya 1
X setahun
Pemanfaatan
peluang kerja
dan usaha bagi
warga sekitar
tapak kegiatan
rumah sakit
Mitra Sehat
untuk
menambah
penghasilan
keluarga.

Menjaga
kesehatan dan
kebersihan di
lingkungan
Rumah sakit
Mitra Sehat
dan sekitar serta
melaksanakan
ketentuan K3
yang berlaku
dengan
sungguhsungguh serta
pemakaian
Standard
Operational
Procedure (SOP)
untuk
menjalankan
operasional
Rumah sakit
Mitra Sehat
Memberikan
kesempatan
kepada warga
sekitar tapak
kegiatan
operasional
rumah sakit
untuk
membuka
usaha
Dalam
Perektrutan
tenaga kerja
akan
melibatkan

Tapak
kegiatan
(rumah sakit
Mitra
Sehat)

Setiap
sekali

hari

Pengelola
Rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Dinas
Sosial, Tenaga
Kerja
Transmigrasi
dan KB Sleman

Tapak lokasi
(Padukuhan
Ngaran, Desa
Balecatur)
dan
sekitarnya

Setiap bulan
sekali

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
Sleman, Dinas
Sosial, Tenaga
Kerja Trans dan
Sleman

Dampak Efek
Nosokomial

Rendahnya
hygiene
sanitasi
Rumah sakit
Mitra Sehat

Munculnya
infeksi
baru/penya
kit
pada
seseorang
(pasien,
pengunjung
, karyawan)
di
lingkungan
Rumah sakit
Mitra
Sehat.

Pemakaian
masker,
ventilasi,
sterilisasi
ruangan
Karyawan
mencuci
tangan
dengan
sabun
sebelum dan
sesudah
masuk ke
ruang pasien
Menjaga
kebersihan
Penggunaan
alat dan
perlengkapan
untuk
kebersihan
rumah sakit
Mitra Sehat
Penggunaan
teknik septik
dan anti
septik dalam
pengelolaan
kebersihan
lingkungan
rumah sakit
Mitra Sehat
Pemakaian
Standard
Operational
Procedure
(SOP) bagi
tenaga medis
dalam

Dinas
Nakersos
Trans dan KB
Kab. Sleman
Merealisaikan
penggunaan
tenaga kerja
lokal sebesar
30 % dari
julah tenaga
kerja yang
diperlukan
Mempertahan
kan peralatan
medis benarbenar steril
Perawat yang
melakukan
perawatan
terhadap
pasien secara
langsung
harus benarbenar
menjaga
kebersihanny
a sebelum
dan sesudah
kontak
dengan
pasien
Perawat
dituntut
terampil
dalam
melakukan
setiap
prosedur yang
menjadi
tanggung
jawabnya

Semua unit
kerja rumah
sakit mitra
Sehat

Dilaksanakan
selama tahap
operasional
atau tahap

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
dan
Dinas
Kesehatan

Dampak
Resiko
Kontaminasi

Aktivitas
Ruang
Operasi
rumah
sakit
Mitra Sehat

Terkontamin
asinya
tenaga
medik
di
ruang
operasi

Dampak
Radiasi Ruang
Rontgen

Aktivitas
Ruang
Rontgen
rumah
sakit
Mitra Sehat.

Tenaga
medik yang
terkena
radiasi
di
ruang
rontgen.

penanganan
pasien
Pemakaian
masker,
ventilasi,
sterilisasi
ruangan
Karyawan
mencuci
tangan
dengan
sabun
sebelum dan
sesudah
masuk ke
ruang
operasi
Menjaga
kebersihan
Penggunaan
alat dan
perlengkapan
untuk
kebersihan
ruang
operasi
Penggunaan
teknik septic
dan anti
septic dalam
pengelolaan
kebersihan
lingkungan
rumag sakit

Untuk
konstruksi
bangunan
mengacu
pada Kep.
Dirjen
Pemberantas
an Penyakit
Menular dan
Penyehatan
Lingkungan
Pemukiman

Mempertahan
kan peralatan
medis di
ruang operasi
benar-benar
steril
Perawat yang
melakukan
tindakan
terhadap
pasien secara
langsung
harus benarbenar
menjaga
kebersihanny
a sebelum
dan sesudah
kontak
dengan
pasien
Perawat
dituntut
terampil
dalam
melakukan
setiap
prosedur yang
menjadi
tanggung
jawabnya
Pemakaian
Standard
Operational
Procedure
(SOP) bagi
tenaga medis
Pemakaian
Standard
Operational
Procedure (SOP)
bagi tenaga
medis yang
bekerja di ruang
rontgen
-

Ruang
operasi
rumah sakit
mitra
Sehat.

Dilaksanakan
selama tahap
operasional
atau tahap

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
dan
Dinas
Kesehatan

Ruang

Dilaksanakan
selama tahap
operasional

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
dan
Dinas
Kesehatan

rontgen

Dampak
Menurunnya
Kesehatan
Masyarakat

Semua
operasional/a
ktivitas rumah
sakit
Mitra
Sehat yang
menimbulkan
dampak
terhadap
kesehatan
masyarakat
sekitar tapak
kegiatan

Terganggun
ya
kesehatan
masyarakat.

Dampak
Penurunan
Sanitasi
Lingkungan

Operasional
rumah
sakit
Mitra Sehat

Penurunan
Sanitasi
Lingkungan

No.
HK.00.06.44
tentang
Persyaratan
Kesehatan
Konstruksi
Ruang di
Rumah Sakit.
Pemeriksaan
tenaga medis
yang bekerja
di ruang
rontgen
minimal 1x
dalam
setahun
Pemeliharaan
instalasi/salu
ran limbah
sehingga
tidak
merembes ke
tanah yang
bisa
menimbulkan
sumber
penyakit bagi
masyarakat
Menyediakan
tuntutan
ganti rugi
kepada
masyarakat
apabila ada
yang merasa
dirugikan
dengan
adanya
kegiatan
rumah sakit
Mitra Sehat
Secara rutin
(1 hari sekali)
melakukan
pembersihan
lingkungan
rumah sakit
Mitra Sehat
Limbah Cair
medis dan
limbah padat

Pemakaian
Standard
Operasional
Procedure
(SOP) bagi
kegiatan jasa
pelayanan
kesehatan
Mengolah
data sekunder
jumlah
penyakit yang
terjadi di
masyarakat
sebagai
akibat
kegiatan
rumah sakit
Mitra Sehat

Lingkungan

Melaksanakan
sistem pola
individual
tidak
langsung
(door to door
gerobak). Pola
ini dilakukan
dengan cara
petugas

Lingkungan

rumah

sakit

Dilaksanakan
selama tahap
operasional

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
dan
Dinas
Kesehatan

Setiap
sekali

Pengelola
rumah
sakit Mitra
Sehat

Kantor
Lingkungan
Hidup
(KLH)
dan
Dinas
Kesehatan

Mitra Sehat
dan
sekitarnya
(Padukuhan
Ngaran, Desa
Balecatur)

rumah sakit

hari

medis di
tampung
atau
ditempat
pada wadah
yang khusus
Pengumpulan
sampah
dengan
menempatka
n bak/tempat
sampah di
lokasi-lokasi
yang
strategis dan
mudah
dijangkau di
setiap
ruangan
Pengangkutan
sampah keluar
areal keluar
rumah sakit
dengan
melibatkan
petugas
kebersihan
rumah sakit
menuju ke
tempat TPA.
Limbah cair
dari kamar
mandi dan
toilet
dialirkan
dalam
pengolahan
limbah
sederhana
berupa septic
tank dan
peresapan
sebelum
dibuang ke
lingkungan

kebersihan
rumah sakit
membawa
menuju TPS
yang nantinya
secara
kontinyu akan
diangkut
kembali ke
TPA dengan
dump truk
(milik
Pemerintah
Kab. Sleman)
Sistem
pengumpulan
dengan
memisahkan
antara
sampah
dengan
metode 3 R
(Reuse,
Reduce,
Recycle)
Pembuatan
septic tank
harus sesuai
dengan
spesifikasi,
yaitu mampu
menampung
limbah cair
hingga
proyeksi
sepuluh tahun
ke depan
Pemberian
label khusus
pada wadah
limbah cair
medis atau
limbah padat
medis

MATRIK UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN


RUMAH SAKIT MITRA SEHAT

Tahap
Kegiatan
Komponen
Kegiatan

Upaya Pemantauan Lingkungan


Sumber
Dampak

Jenis
Dampak

Parameter
yang pantau
udara

Lokasi
Pemantaua
n
Lingkungan
Ruang
genset,
Lingkungan
rumah sakit,
dan
area
parkir

Waktu &
Frekuensi
Pemantaua
n
Selama
operasional
berlangsung
(tiap 6 bulan
sekali)

Dampak
Menurunnya
Kualitas
Udara

Aktivitas
kendaraan
karyawan,
pengunjung
yang
menghasilkan
polutan udara
(bangkitan
lalu
lintas,
pasien
berpenyakit
menular, dari
genset )

- Debu,asap Kualitas
kendaraan ambien
baik
pengunjung
maupun
kendaraan
yang lewat
di jalan
- Gas
Polutan
(SOx COx,
NOx, dll)
- Angka
kuman
udara
dalam
ruang.

Dampak
Kebisingan

Kendaraan
baik
dari
karyawan
atau
pengunjung,
suara gaduh,
dari
ruang
genset

Meningkatn
ya
kadar
kebisingan
yang di ukur
dalam
satuan
dB
(A)

Tingkat
kebisingan
dalam
satuan
dB (A)

Ruang
genset,
Lingkungan
rumah sakit,
dan
area
parkir

Selama
operasional
berlangsung
(tiap 6 bulan
sekali)

Dampak

Pengambilan

Menurunnya

Penurunan

Sumur gali

Selama

Cara
Pemantauan
Melakukan
pengukuran,
kemudian
dianalisa
di
laboratorium
dan
dibandingkan
dengan
BML
menurut
Keputusan Gub.
DIY No.
153
Tahun
2002
tentang
Baku
Mutu
Udara
Ambien di Prop.
DIY dan Gub.
DIY No.
176
Tahun
2003
Tentang
Baku
Mutu
Tingkat
Getaran,
Kebisingan, dan
Kebauan
di
Prop. DIY
Melakukan
pengukuran,
kemudian
dianalisa
di
laboratorium
dan
dibandingkan
dengan
BML
menurut
Keputusan Gub.
DIY No.
176
Tahun
2003
Tentang
Baku
Mutu
Tingkat
Getaran,
Kebisingan, dan
Kebauan
di
Prop. DIY
Membandingka

Instansi Pemantau
Lingkungan
Pengawas

Pelaporan

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Dinas
Kesehatan
Sleman

Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Dinas
Kesehatan
Sleman

Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

Kantor

Bupati

Tahap
Kegiatan
Komponen
Kegiatan

Upaya Pemantauan Lingkungan


Sumber
Dampak

Jenis
Dampak

Parameter
yang pantau

Menurunnya
Kuantitas Air
Tanah

air
tanah
untukkebutuh
an
operasional
Rumah sakit
Mitra Sehat

Kuantitas
Air Tanah.

muka air tanah

Dampak
Menurunnya
Kualitas Air
Tanah

Semua
operasional
klinik
rawat
inap
medik
dasar
yang
menghasilkan
limbah
cair
domestik dan
limbah
cair
medis

- Limbah
cair
domestik
(limbah
dari
dapur,
toilet, air
bilasan
pencucia
n
alat
medis)
- Limbah
Cair
medis
(sisa
sampel
darah, air
seni dan
ciaran
bekas
reagent)

- Kualitas
air
bersih (kimia
dan
biologi/bakteri
o
logis)
- Jumlah limbah
cair
medis
yang
dihasilkan

Lokasi
Pemantaua
n
Lingkungan

Bak kontrol
saluran
pembuanga
n
limbah
cair
domestik
Tempat
penampun
gan limbah
cair medis

Waktu &
Frekuensi
Pemantaua
n
operasional
berlangsung
(tiap 6 bulan
sekali) pada
musin
kemarau dan
penghujan
Selama
operasional
berlangsung
(tiap 3 bulan
sekali)

Cara
Pemantauan

Instansi Pemantau
Lingkungan
Pengawas

Pelaporan

n
kedalaman
sumur
pada
musim kemarau
dan penghujan

Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Dinas
Pertambanga
n
Kab,
Sleman

- Melakukan
pengukuran
terhadap
kualitas
air
bersih dengan
mengambil
sampel air di
dalam
areal
Rumah
sakit
Mitra Sehat,
kemudian
dianalisa
di
laboratorium
dan
dibandingkan
dengan Baku
Mutu
Lingkungan
berdasarkan
PERMENKES
RI
No.
416/MENKES/P
ER/IX/1990
tentang Daftar
Persyaratan
Kualitas
Air
Bersih
- Memastikan
limbah
cair
cair
medis
sudah
ditanggani
sesuai dengan
dengan
prosedur yang
berlaku

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Dinas
Kesehatan

Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY
Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

Tahap
Kegiatan

Upaya Pemantauan Lingkungan


Sumber
Dampak

Jenis
Dampak

Dampak
Transportasi

Aktivitas
keluar masuk
kendaraan
dari
pengunjung
atau
karyawan
rumah
sakit
Mitra Sehat

Dampak
Rawan
Kebakaran

Aktifitas
Rumah sakit
Mitra Sehat
menggunaka
n
jaringan
listrik,
jaringan gas,
genset
atau
api yang tidak
dikelola
dengan baik

Komponen
Kegiatan

Parameter
yang pantau

Lokasi
Pemantaua
n
Lingkungan

Tansportasi.

Volume
kendaraan

Di
masuk
keluar

Rawan
Kebakaran

Tejadinya
kebakaran

Waktu &
Frekuensi
Pemantaua
n

pintu
dan

Selama
operasional
berlangsung
(tiap 6 bulan
sekali)

Di seluruh
stop
contact/me
teran PLN
Di
ruang
dapur

Selama
operasional
berlangsung
(tiap 1 bulan
sekali)

Cara
Pemantauan

Melakukan
pengamatan
untuk
memperoleh
data kapasitas
jalan
dan
volume
kendaraan yang
keluar
masuk
melalui
Jalan
Wates Km. 9
Analisis
data
menggunakan
Manual
Kapasitas Jalan
Indonesia (MKJI)
- Melakukan
pengecekan
secara
rutin
terhadap
jaringan
instalasi listrik
di
seluruh
lantai
bangunan,
sehingga
dapat
dideteksi
sedini
mungkin jika
terjadi bahaya
konsleting
listrik
- Melakukan
pengamatan
secara
rutin
kelayakan
alat-alat
elektronik dan
memasak
yang
menggunakan

Instansi Pemantau
Lingkungan
Pengawas

Pelaporan

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Dinas
Perhubungan
Kab. Sleman

Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Kantor
Perlindungan
Masyarakat
dan
Penanggulan
gan Bahaya
Kebakaran
Kab. Sleman

Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

Tahap
Kegiatan
Komponen
Kegiatan

Dampak
Berkembangn
ya Vektor
Penyakit

Dampak
Keselamatan
dan
Kesehatan
Kerja

Dampak

Upaya Pemantauan Lingkungan


Sumber
Dampak

Jenis
Dampak

Berkembangny - Limbah
a
vector
padat
penyakit dari
domestik
buangan
dari
limbah padat
kamar
aktivitas
pasien,
Rumah
sakit
kantor,
Mitra Sehat
dapur,
kantor,
ruang
rawat
inap dan
jalan,
ruang
UGD,
laborat,
Apotek
- Limbah
Padat
medis
dari
laborat
(sisa
sampel
jaringan
tubuh),
bekas
suntikan,
wadah
sampel
untuk uji
laborat
Operasional
Keselamata
Rumah sakit n
dan
Mitra Sehat
Kesehatan
Kerja
karyawan
dan
staf
rumah sakit
Mitra
Sehat
Operasional
Peluang

Parameter
yang pantau

Lokasi
Pemantaua
n
Lingkungan

Jumlah
dan jenis
vektor
penyakit
-

Waktu &
Frekuensi
Pemantaua
n

Cara
Pemantauan
bahan bakar
minyak/gas di
ruang kitchen
Pengamatan di
seluruh
areal
Rumah
sakit
Mitra
Sehat
khususnya pada
tempat-tempat
yang potensial
bersarangnya
vektor penyakit.
Pengamatan
menggunakan
metode Landing
trap
yaitu
dengan
menempatkan
perangkap
(kecoa,
lalat,
dan tikus) di
beberapa
lokasi,
kemudian
dilakukan
inventarisasi
jumlah
dan
jenis
vektor
penyakit
tersebut

Instansi Pemantau
Lingkungan
Pengawas

Pelaporan

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Dinas
Kesehatan
Kab. Sleman

Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY
Bupati

Di
lokasi
tempat/bak
sampah
Di
tempat
penampung
an
limbah
padat medis
Di
lokasi
TPS

Selama
operasional
berlangsung
(tiap 1 bulan
sekali)

Angka
kecelakaan
kerja
dan
kesehatan kerja

Lingkungan
rumah sakit
Mitra
Sehat.

Minimal
sebulan
sekali selama
operasional

Melakukan
pemantauan
langsung
dan
Pengolahan
data sekunder
rumah sakit

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
dinas
Kesehatan

Kesempatan

Lingkungan

Minimal

Melakukan

Kantor

Tahap
Kegiatan
Komponen
Kegiatan

Upaya Pemantauan Lingkungan


Sumber
Dampak

Jenis
Dampak

Parameter
yang pantau

Lokasi
Pemantaua
n
Lingkungan
rumah sakit
mitra Sehat
dan
sekitarnya
(Padukuhan
Ngaran, Desa
Balecatur)

Waktu &
Frekuensi
Pemantaua
n
sebulan
sekali

Peluang Kerja
dan Usaha

rumah
sakit
Mitra Sehat

Kerja
Usaha

dan

memperoleh
peluang usaha
yang
dapat
dimanfaatkan
oleh
warga
sekitar
rumah
sakit
Mitra
Sehat.

Dampak Efek
Nosokomial

Rendahnya
hygiene
sanitasi
rumah
sakit
Mitra Sehat

Munculnya
infeksi
baru/penyak
it
pada
seseorang
(pasien,
pengunjung,
karyawan)
di
lingkungan
rumah sakit
Mitra
Sehat

Munculnya
infeksi
baru/penyakit
pada seseorang
(pasien,
pengunjung,
karyawan)
di
lingkungan
rumah
skit
Mitra Sehat

Lingkungan
rumah sakit
Mitra Sehat

Selama
operasional

Dampak
Resiko
Kontaminasi

Aktivitas
Ruang
Operasi

Terkontamin
asinya
tenaga

Jumlah tenaga
medis
yang
terkontaminasi

Ruang
operasi

Minimal
sebulan
sekali selama

Cara
Pemantauan

Instansi Pemantau
Lingkungan
Pengawas

Pelaporan

pemantauan
langsung

Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
Dinas Sosial,
Tenaga Kerja
Trans dan KB
Sleman

Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

- Pengamatan
langsung
terhadap
munculnya
penyakit
baru/infeksi
baru
- Penggunaan
teknik septik
dan
anti
septik dalam
pengelolaan
kebersihan
lingkungan
rumah sakit
- Pemakaian
Standard
Operational
Procedure
(SOP)
bagi
tenaga medis
dalam
penanganan
pasien
- Pengumpulan
data sekunder
tentang
jumlah
penyakit yang
disebabkan
Nosokomial
Pengamatan
langsung
dan
pencatatan

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
dinas
Kesehatan

Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)

Bupati
Sleman
Cq.Kepala

Tahap
Kegiatan
Komponen
Kegiatan

Upaya Pemantauan Lingkungan


Sumber
Dampak

Jenis
Dampak

Parameter
yang pantau

rumah
sakit
Mitra Sehat

medis
ruang
operasi

di

di ruang operasi

Dampak
Radiasi Ruang
Rontgen

Aktivitas
Ruang
Rontgen
rumah
sakit
Mitra Sehat

Terkontamin
asinya
tenaga
medis
di
ruang
rontgen

Jumlah tenaga
medis
yang
terkena radiasi
ruang rontgen

Dampak
Menurunnya
Kesehatan
Masyarakat

Semua
operasional/a
ktifitas klinik
rawat
inap
medik dasar
Bakti
Husada yang
menimbulkan
dampak
terhadap
kesehatan
masyarakat
sekitar tapak
kegiatan

Terganggunya Terganggunya
kesehatan
kesehatan
masyarakat
masyarakat

Lokasi
Pemantaua
n
Lingkungan

Waktu &
Frekuensi
Pemantaua
n
operasional

Cara
Pemantauan

Instansi Pemantau
Lingkungan
Pengawas
Sleman,
dinas
Kesehatan

Ruang
rontgen

Minimal
sebulan
sekali selama
operasional

Pengamatan
langsung
dan
pencatatan

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
dinas
Kesehatan

Lingkungan
rumah sakit
dan
sekitarnya
(Padukuhan
Ngaran, Desa
Balecatur)

Selama
beroperasion
al

- Pemeliharaan
instalasi/salur
an
limbah
sehingga tidak
merembes ke
tanah
yang
bisa
menimbulkan
sumber
penyakit bagi
masyarakat
- Menyediakan
tuntutan ganti
rugi
kepada
masyarakat
apabila
ada
yang merasa
dirugikan
dengan
adanya
kegiatan
rumah sakit
- Pemakaian
Standard
Operational
Procedure
(SOP)
bagi
kegiatan jasa
pelayanan
medis

Kantor
Lingkungan
Hidup (KLH)
Sleman,
dinas
Kesehatan

Pelaporan
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY
Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY
Bupati
Sleman
Cq.Kepala
Kantor
Lingkungan
(KLH)
Sleman dan
BLH Propinsi
DIY

B. EVALUASI
Secara umum pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah
dilaksanakan selama 6 bulan yaitu Juli Desember 2015 sudah dilaksanakan sesuai
perencanaan, masih terdapat beberapa kendala yaitu belum semua limbah cair terolah di
Unit Pengolahan Limbah Cair (APLIKASI BIOFIL) karena masih ada jaringan yang belum
tersambung, belum terpasangnya alat pengukur debit limbah cair (meter air/flow meter), dan
kualitas limbah cair yang masih fluktuatif. Sedangkan pelaksanaan pemantauan lingkungan
khususnya pemeriksaan kualitas limbah cair dan pemeriksaan kualitas air bersih,
pemantauan kualitas angka kuman udara ruangan serta pemantauan kualitas udara
ambient telah dilakukan secara rutin.

1. EVALUASI KECENDERUNGAN
a. Pengolahan Limbah Padat Medis
Tabel 1. Data Pengolahan Limbah Padat Semester II 2015
Bulan
Jumlah
Keterangan
Juli

92,75 kg

Agustus

71,5 kg

September

72,95 kg

Oktober

74,2 kg

November

29,3 kg

Desember

22,30 kg

JUMLAH
RATA-RATA

363 kg
60,5 kg/bulan

No. Manifest WW0118982 dan WW0118029 (salinan 7


terlampir)
No. Manifest WW0117645, dan WW0123294,
(salinan 7 terlampir)
No. Manifest WW0123881 dan WW0127441
( salinan 7 terlampir)
No. Manifest WW00128010, WW0129890 dan
WW0130877
( salinan 7 terlampir)
No. Manifest WW0131297, dan WW0132207
( salinan 7 terlampir)
PKS dengan PT. ARAH dengan No. Manifest
WW0134696 dan WW0135204 (salinan 7 terlampir)

Adapun grafik produk limbah padat medis yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan
selama semester semester II tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Dari tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa produk limbah padat medis yang dihasilkan
mengalami kenaikan. Rata-rata limbah padat medis yang dihasilkan pada semester II 2015
turun dari 79,9 kg/bulan menjadi 60,5 kg/bulan atau mengalami penurunan 19,4 kg/bulan
dibanding semester I 2015, hal ini dapat dipengaruhi oleh jumlah kunjungan baik rawat inap
maupun rawat jalan dimana pengaruh terbesar diprediksi dari kegiatan operasi (partus) .
Pengolahan limbah padat dan cair medis sudah dilaksanakan

dengan

Perjanjian

Kerjasama dengan PT Arah Environmental Indonesia. Adapun manifest copy 7 dan data
kunjungan pasien dapat dilihat pada lampiran (terlampir)

b. Pengolahan Limbah Cair Medis


Tabel 2. Data Pengolahan Limbah Cair Medis semester II 2015
Bulan
Juli
Agustus

Jumlah
0 ltr
89,05 ltr

September

24,80 ltr

Oktober

72,25 itr

November

5 ltr

Desember

0 ltr

Keterangan
PKS dengan PT. ARAH dengan No. Manifest
WW0117650 dan WW0123299 (salinan 7
terlampir)
PKS dengan PT. ARAH dengan No. Manifest
WW0127444 (salinan 7 terlampir)
PKS dengan PT. ARAH dengan No. Manifest
WW0128006 dan WW0129891, dan ww0130890
(salinan 7 terlampir)
PKS dengan PT. ARAH dengan No. Manifest
WW0131551 (salinan 7 terlampir)

JUMLAH
RATA-RATA

191,1 ltr
31,85 ltr/bulan

Adapun grafik produk limbah cair medis yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan selama
semester II tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata limbah yang dihasilkan pada semester II
tahun 2015 sebanyak 31,85 ltr/bulan, mengalami penurunan 14,25 ltr/bln dibanding semester
I Tahun 2015 (45,1 ltr/bulan). Volume limbah cair medis dari lab mempunyai kontribusi paling
besar,selain itu limbah cair medis juga dihasilkan dari Kamar Operasi dan Poli gigi. Limbah
tersebut olah dengan kerjasama PT. Arah Environmental. Volume limbah sangat fluktuatif
tergantung dari banyaknya kegiatan di layanan.

c. Pengolahan Limbah Padat Domestik


Tabel 3. Data Produk Limbah Domestik Semester II 2015
Bulan

Jumlah

Juli

Keterangan

348 kg

Kerjasama dengan MANDIRI PASTI Jasa Angkut


Sampah & barang yang beralamat di Mancasan RT 01
/ 35 Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta.
Kerjasama dengan Dinas PUESDM menunggu
balasan surat yang diajukan.

Agustus

401 kg

SDA

September

467 kg

SDA

Oktober

230 kg

SDA

November

337 kg

SDA

Desember

316 kg

SDA

JUMLAH

2099 kg

RATARATA

349,8 kg/bln

Adapun grafik produk limbah padat domestik yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan
selama semester II tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Dari tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa terjadi fluktuasi limbah padat domestik yang
dihasilkan hal ini tergantung dari banyak sedikitnya kegiatan pelayanan. Rata-rata limbah
domestik yang dihasilkan pada Semester II 2015 sebesar 349,8 kg/bulan mengalami
penurunan 48,4 kg/bulan dibanding pada Semester I 2015 yaitu sebesar 398,2 kg/bulan.
Pengolahan limbah padat domestik dilaksanakan dengan bekerjasama dengan UD Mandiri
Pasti, adapun bukti dokumen pengambilan dilihat pada lampiran (terlampir ), sedangkan
sejak

tahun 2013 telah mengajukan permohonan pengangkutan limbah padat domestik

kepada Dinas PUESDM Kabupaten Sleman, akan tetapi sampai saat ini belum ada jawaban
resmi dari Dinas PUESDM Kabupaten Sleman.
d. Kualitas Limbah Cair Domestik
Pemantauan dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan parameter kimia-fisika dan bakteriologi.
Hasil pemantauan yang dilakukan oleh BBTKL-PPM Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan
menunjukan IPLC BIOFIL pada SM II 2015 mengalami penurunan kinerja

hampir untuk

keseluruhan parameter dibanding SM I 2015. Parameter yang tidak memenuhi bakumutu


adalah BOD, COD,TSS, NH3, PO4, Konduktifitas dan TDS sedangkan parameter
bakteriologis semuanya memenuhi baku mutu.
1) Semester II Tahun 2015
No

Parameter

Baku
Mutu

Juli

Agustus

Septem
ber

Oktober

Novem
ber

Desem
ber

1
2
3.
4
5
6
7
8
9

Suhu
BOD
COD
TSS
NH3
PO4
Deterjen
Phenol
Minyak
Lemak
PH
Konduktivit
as

30
75 mg/l
100 mg/l
100 mg/l
1 mg/l
3mg/l
10 mg/l
1 mg/l
5 mg/l

25
25,2
55,2
26
0,4357
3,9400
0,5520
<0,0215
-

23,2
20,2
54,6
37
<0,0003
5,4465
0,2530
0,1419
-

26,1
20,2
59,8
63
<0,0003
4,8690
0,4760
0,1243
-

25,2
130,2
285
127
1,4610
15,334
0,3786
<0,0215
-

27,1
52,7
150,0
113
7,5423
13,939
0,5676

26,1
45
105,0
271
0,0675
8,4800
0,4408

<0,0215

<0,0215

6-9

6,7
1579

5,8
3260

5,9
2150

7,1
2140

7,5
2030

8,8
3030

66,6
0

100
33,3

790

1676

1091

1069

1019

1514

16,6

83,3

10
11

12

TDS

1562,5

Mmnh syrt(%)
SM II
SM I
15
15
100
100
83,3
100
50
83,3
50
83,3
66,6
66,6
0
33,3
100
100
100
100
-

mhos/cm
1000mg/l

Catatan : Persyaratan Baku Mutu menurut SK Gub. DIY No. 7 Tahun 2010
Adapun Grafik Hasil Pemeriksaan Kualitas Limbah Cair RSU Mitra Sehat Parameter
Fisika Kimia Semester II Tahun 2015 adalah sebagai berikut.
a) Parameter Suhu

Dari table di atas diketahui untuk parameter suhu selama semester II tahun 2015, hasilnya
baik dan 100 % memenuhi baku mutu sebesar sebesar 30 0C, sama seperti hasil semester I
2015.
b) Parameter BOD

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter BOD mengalami penurunan dari 100%
pada semester I 2015 menjadi 83,3% pada semester II 2015. Pada bulan oktober parameter
BOD mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 130,2 mg/l. Baku mutu BOD
sebesar 75 mg/l.

c) Parameter COD

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter COD mengalami penurunan dari
83,3 % pada semester I 2015 menjadi 50% pada semester II 2015. Kenaikan yang cukup
signifikan terjadi pada bulan oktober yaitu sebesar 285 mg/l. Baku mutu parameter COD
sebesar 100 mg/l.
d) Parameter TSS

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter TSS selama semester I tahun 2015
mengalami penurunan dari 83,3% menjadi 50% pada semester II 2015. Kenaikan yang

cukup signifikan terjadi pada bulan Desember sebesar 271 mg/l. Baku mutu TSS sebesar
100 mg/l.

e) Parameter NH3

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter NH3 pada semester II hasilnya sama
seperti pada semester I sebesar 66,6%. Lonjakan tertinggi parameter NH3 adalah pada
bulan November yaitu sebesar 7,54 mg/l. Baku mutu NH3 sebesar 1 mg/l.

f) ParameterPO4

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter PO4 mengalami penurunan dari
33,3% pada Semester I tahun 2015 menjadi 0% pada semester II tahun 2015. Kenaikan
yang cukup signifikan terjadi pada bulan oktober yaitu sebesar 15,334 mg/l. Baku mutu PO4
sebesar 3 mg/l.

g) Parameter Detergent

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter Deterjent selama semester I tahun
2015 hasilnya 100% memenuhi baku mutu sama seperti hasil semester II 2015. Baku mutu
detergent sebesar 10 mg/l.
h) Phenol

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter Phenol pada semester II tahun 2015
hasilnya 100% memenuhi baku mutu sebesar 1 mg/l, hal ini sama seperti yang terjadi pada
semester I th 2015.

i) Parameter pH

Dari tabel di atas diketahui untuk parameter pH mengalami penurunan dari 100% pada
Semester I tahun 2015 menjadi 66,6 % pada semester II tahun 2015. Penurunan pH yang
cukup signifikan terjadi pada bulan agustus sebesar 5,9. Baku mutu pH sebesar 6-9.
j) Parameter Konduktivitas

Dari tabel di atas diketahui untuk parameter Konduktivitas mengalami penurunan dari
33,3% pada Semester I tahun 2015 menjadi 0% pada semester II 2015. Kenaikan yang
cukup signifikan terjadi pada bulan september yaitu sebesar 3260
sebesar 1562,5

. Baku Mutu

k) Parameter TDS

Dari tabel di atas diketahui untuk parameter TDS mengalami penurunan dari 83,3% pada
Semester I tahun 2015 menjadi 16,6% pada semester II 2015. Kenaikan yang cukup
signifikan terjadi pada bulan agustus sebesar 1676 mg/l. Baku mutu TDS sebesar 1000
mg/L.
2) Hasil Pemeriksaaan Kualitas Limbah Cair

RS. Mitra Sehat Parameter Bakteriologi

Semester II Tahun 2015

No

Parameter

1
2
3
4
5

Coliform
Salmonella sp.
Shigella
Vibrio Cholerae
Streptococcus sp

Baku
Mutu
5000
negatif
negatif
negatif
negatif

Juli

Agst

Sept

Okt

Nop

Des

Prosen
tase (%)

<1,8.10

<1,8.10

<1,8.10

<1,8.10

240.10

<1,8.10

negatif
negatif
negatif
negatif

negatif
negatif
negatif
negatif

Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

negatif
negatif
negatif
negatif

negatif
negatif
negatif
negatif

negatif
negatif
negatif
negatif

100 %
100 %
100 %
100 %
100 %

Adapun Grafik Hasil Pemeriksaan Kualitas Limbah Cair RSU Mitra Sehat Parameter
Bakteriologi Semester II Tahun 2015 adalah sebagai berikut :

Dari tabel dan grafik di atas diketahui untuk parameter Bakteriologi (Coliform) selama
semester I tahun 2015 sebesar 100% memenuhi baku mutu, sama seperti hasil semester II
2015. Hanya saja pada bulan November sedikit mengalami kenaikan yang signifikan yaitu
sebesar 2400 akan tetapi hal ini masih dibawah baku mutu. Baku mutu coliform sebesar
5000.
Sedangkan parameter Bakteri Patogen pada semester II tahun 2015 ini semuanya negatif
atau 100% memenuhi baku mutu, sama seperti hasil pada semester I tahun 2015.
e. Kualitas Air Bersih
a) Parameter Kimia Fisika
NO PARAMETER

BAKU
MUTU

HASIL UJI
16 Sep (KIM
03830)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Rasa
Bau
pH
Warna (skala TCU)
Kekeruhan (skala TCU)
Besi (Fe)
Mangan (Mn)
Nitrat
Nitrit
Florida (F)
Chlorida (Cl-)
Sulfat (SO4)
Kesadahan (CaCO3)
Zat Organik (KMnO4)

Tdk berasa
Tdk berbau
6,5-9,0
50 Unit
25 Unit
1,0 Mg/ltr
0,5 Mg/ltr
10 Mg/ltr
1,0 Mg/ltr
1,5 Mg/ltr
600 Mg/ltr
400 Mg/ltr
500 Mg/ltr
10 Mg/ltr

Tdk berasa
Tdk berbau
7,59
0
0,16
<0,001
0,001
0,002
<0,001
1,125
27,85
29,87
260
0,866

%Memenuhi
Syarat

21 Des
(KIM05866)

Tdk berasa
Tdk berbau
7,69
0
0,00
<0,001
0,064
0,671
0,009
0,246
16,04
33,76
2,041
0

100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%

b) Parameter Bakteriologis
NO PARAMETER

BAKU MUTU

HASIL UJI
21 Desember
(MIK03829)
(MIK05865)
50/100 ml (bukan 0
0
perpipaan)
10/100
ml
(perpipaan)
16 September

Total Bakteri
Coliform

Memenuhi
Syarat
%

100%

Evaluasi hasil pemantauan kualitas Air Bersih dilakukan oleh Petugas Puskesmas Gamping,
dari hasil pemeriksaan kualitas Air Bersih dapat dilihat bahwa baik parameter Fisika, Kimia
maupun bakteriologis 100% semuanya memenuhi persyaratan sesuai PERMENKES RI No.
416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasaan Kualitas Air Bersih
(terlampir).
f. Kualitas Mikrobiologi Ruangan
Hasil Swapantau Mikrobiologi Ruangan
NO
1
2
3
4

Jenis Sampel
Udara Ruang
Usap Lantai
Udara Ruang
Usap Lantai

Lokasi
Ruang Operasi
Ruang Operasi
Ruang Bersalin/VK
Ruang Bersalin/VK

Hasil
5 cfu/m
0 1 cfu/m
11 cfu/m
0 1 cfu/m

Baku Mutu
10 cfu/m
0 5 cfu/m
200 cfu/m
5 10 cfu/m

Evaluasi hasil swapantau angka kuman ruangan dilakukan di kamar operasi dan ruang
bersalin pada tanggal 05 Oktober 2015 oleh petugas dari Balai Laboratorium Kesehatan
Prop DIY setiap 6 bulan sekali, dari hasil pemeriksaan dapat dilihat bahwa angka kuman
udara dan lantai semuanya memenuhi syarat (100%) sesuai Kepmenkes 1204 th 2004.
(terlampir)

g. Kualitas Udara Ambien


Hasil Pemantauan Kualitas Udara ambein RSU Mitra Sehat Semester II 2015
dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2015 adalah sebagai berikut:
No

Parameter

Baku Mutu

Area Parkir RS Mitra Sehat

I.Fisika
1
2

Suhu
Kelembaban

C
% RH

29,5
63,0

yang

3
4

Arah Angin
Kecepatan angin

Cuaca
Kebisingan( Leq)

4
5
6
7
7

SO2
CO
NO2
Ozon
Partikel

m/detik

180 dari utara


1,0 m/detik

45
dB
II. Kimia
900
g/m3
30000 g/m3
400
g/m3
235
g/m3
230
g/m3

Cerah
56,4
33,04
935,59
18,47
13,94
117,16

Evaluasi hasil pemantauan terhadap kualitas udara dilaksanakan di Area parkir depan
rumah sakit (pinggir jalan utama Yogyakarta Wates) oleh BBTKL-PPM Yogyakarta, dari hasil
pemantauan diketahui bahwa hampir seluruh parameter yang diperiksa memenuhi syarat
menurut Kep.Gub.DIY No.153 th. 2002 kecuali parameter kebisingan, hal ini disebabkan
karena area parkir depan rumah sakit merupakan jalur utama lalu lintas yang
menghubungkan

Yogya-Jateng (Purworejo) dan pengambilan dilakukan pada siang hari

saat lalu lintas padat.


h. Kegiatan Sosial
Kegiatan sosial kemasyarakatan dilakukan sebagai salah satu upaya pelaksanaan
dokumen UKL-UPL yaitu dengan kegiatan kegiatan Bakti Sosial di Masjid Kebondalem
dalam rangka memperingati I abad Masjid Kebondalem.

2. EVALUASI TINGKAT KRITIS


a. Pengolahan Limbah Padat Medis
Hasil pengolahan limbah padat medis yang dikirim ke PT Arah Environmental
Indonesia menunjukkan bahwa pada bulan Agustus dan oktober terjadi kenaikan
jumlah limbah padat medis yang diolah (71,5 kg dan 74,2 kg) hal ini dapat disebabkan
jumlah kunjungan pasien rawat jalan maupun rawat inap

serta kegiatan operasi

cukup tinggi.
b. Pengolahan Limbah Cair Medis
Hasil

pengolahan limbah cair medis yang dikirim ke PT Arah

Environmental

Indonesia menunjukkan peningkatan yang tajam (72,25) pada bulan Oktober

2015.Pengangkutan sudah rutin dilakukan setiap oleh pihak ke 3. Peningkatan


volume limbah disebabkan meningkatnya kegiatan pelayanan terutama dari kamar
operasi, poli gigi maupun laboratorium.
c. Pengolahan Limbah Padat Domestik
Limbah padat domestik yang dihasilkan terjadi fluktuasi. Pada bulan Juli 2015
merupakan volume terbesar (92,75 kg) dari rata-rata 60,5 kg/bulan, hal ini
disebabkan karena jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap maupun
pengunjung. Pengolahan dilaksanakan dengan bekerjasama dengan UD Mandiri
Pasti, sambil menunggu persetujuan kerjasama yang

telah diajukan permohonan

pengangkutan limbah padat domestik kepada Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM
Kabupaten Sleman yang telah diajukan sejak tahun 2013.
d. Pemantauan Limbah Cair Domestik
Hasil pemantauan yang dilakukan oleh BBTKL-PPM Yogyakarta semester II 2015
seluruh parameter mengalami penurunan kualitas dibanding semester I 2015, hal ini
menunjukkan penurunan kinerja Pengolahan Air Limbah Biofill. Penurunan kualitas
hampir semua parameter yaitu (BOD, COD,TSS, NH3, PO4, Konduktifitas dan TDS).
Untuk mengatasi hal ini, saat ini RSU Mitra Sehat sedang membuat IPAL yang bisa
mencakup seluruh pelayanan.
Untuk parameter Bakteriologi pada bulan selama semester II 2015 semua parameter
memenuhi persyaratan atau terjadi peningkatan 50 % menjadi 100% untuk parameter
Coliform setelah dilakukan chlorinasi secara secara adequat dan kontinyu.
e. Pemantauan Kualitas Air Bersih
Pemantauan kualitas air telah dilakukan tiap Triwulan dengan hasil 100% memenuhi
baku mutu untuk

parameter Fisika, Kimia maupun bakteriologis

sesuai

PERMENKES RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Persyaratan Kualitas Air


Bersih. Upaya yang dilakukan adalah desinfeksi air bersih secara kontinyu.
f. Pemantauan Mikrobia Ruang

Pemantauan angka kuman ruangan dilakukan di kamar operasi dan ruang bersalin
oleh petugas dari Balai Laboratorium Kesehatan Prop DIY setiap 6 bulan sekali.Hasil
pemantauan lI angka kuman udara dan lantai 100% memenuhi persyaratan sesuai
Kepmenkes 1204 th 2004. Upaya yang dilakukan adalah pengelolaan ruangan baik
pengelolaan limbah padat dan cair baik medis maupun non medis, desinfeksi lantai dan
permukaan, sterilisasi ruangan.
g. Pemantauan Kualitas Udara ambien
Pemantauan terhadap kualitas udara dilaksanakan secara rutin di Area parkir depan
rumah sakit

sesuai dokumen UKL-UPL serta saran dari Tim Pembinaan Teknis

Pelaksanaan UKL-UPL Badan Lingkungan Hidup Prop. DI Yogyakarta, dari hasil


pemantauan diketahui bahwa hampir seluruh parameter yang diperiksa memenuhi
syarat menurut Kep.Gub.DIY No.153 th. 2002

kecuali parameter kebisingan, hal

tersebut disebabkan karena di area depan rumah sakit merupakan jalan raya antar
propinsi yang menghubungkan Propinsi DIY dan Jawa Tengah ( Purworejo ) sehingga
lalu lintas sangat padat selama 24 jam, apalagi pengambilan sampel dilakukan pada
saat siang hari saat lalu lintas sangat padat.Untuk mengantisipasi agar kebisingan
tidak mengganggu sampai ke ruang pelayanan antara lain dengan membuat pintu self
closing door sebagai barrier.

3. EVALUASI PENAATAN
Dalam pelaksanakan penaatan dokumen UKL-UPL telah dilakukan upaya-upaya sebagai
berikut :
a. Untuk Pengelolaan Lingkungan
1) Pengelolaan Limbah padat dan cair medis
2) Pengelolaan Limbah padat domestik
3) Pengolahan Limbah cair domestik
4) Pengolahan Air bersih (desinfeksi)
5) Pengendalian mikrobia ruangan
6) Pengendalian pencemaran udara
7) Pembuatan sumur resapan

8) Kegiatan Sosial
b. Untuk Pemantauan Lingkungan
1) Pemeriksaan kualitas limbah cair
2) Pemeriksaan kualitas air bersih
3) Pemeriksaan kualitas mikrobiologi ruangan
4) Pemeriksaan kualitas udara ambien

BAB III
KESIMPULAN
Dari hasil pengelolaan dan pemantauan pada semester II th 2015 secara garis besar
kondisi kualitas lingkungan di RSU Mitra Sehat adalah sebagai berikut :
1. Telah dilakukan upaya pengelolaan limbah padat medis dengan bekerjasama dengan PT.
Arah Environmental Indonesia.
2. Telah dilakukan upaya pengelolaaan limbah cair medis dengan bekerjasama dengan PT.
Arah Environmental Indonesia.

3. Pengelolaan limbah padat domestik bekerjasama dengan CV. Mandiri Pasti, saat ini
sedang diproses pengajuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahann Kabupaten
Sleman.
4. Telah dilakukan Pengolahan limbah Cair Domestik dengan Aplikasi Biofill
5. Kualitas Limbah Cair Domestik
RSU Mitra Sehat memiliki 1 unit pengolahan air limbah dengan Aplikasi Biofil. Berdasarkan
hasil uji laboratorium limbah cair RSU mitra Sehat diambil dari outlet biofil setiap bulannya,
limbah cair rumah sakit memenuhi baku mutu sesuai Per.Gub. DIY No. 7 tahun 2010 untuk
parameter seperti Deterjen, Phenol, Ph dan suhu. Sedangkan untuk parameter BOD, COD,
TSS, NH3, TDS, Konduktivitas, serta Phospat melebihi nilai baku mutu. Hal ini disebabkan
karena kapasitas Biofil yang tidak sesuai dengan jumlah kamar yang ada. Sedangkan
untuk Parameter Coliform dan Bakteri Patogen 100 % memenuhi syarat.
Beberapa upaya untuk menurukan BOD, COD, TSS, NH3, TDS, Konduktivitas, dan
Phospat dalam limbah cair rumah sakit sudah dilakukan, seperti pengaturan debit dan
waktu tinggal limbah cair di dalam aplikasi Biofil serta penambahan kaporit. Untuk
mengatasi hal ini, saat ini RSU Mitra Sehat sedang membuat IPAL yang bisa mencakup
seluruh pelayanan.
6. Kualitas Air Bersih
Parameter Kimia, Fisika 100 % memenuhi syarat
Parameter Bakteriologi 100% memenuhi syarat
7. Kualitas Mikrobiologi Ruang
Parameter Angka kuman lantai dan Angka kuman udara 100% memenuhi syarat
8. Kualitas Udara Ambien
Parameter : suhu, kelembaban memenuhi syarat
Parameter : kebisingan tidak memenuhi syarat
Kegiatan pengelolaan lingkungan yang sudah berjalan ini akan ditingkatkan agar kualitas
terpenuhi dan kontinyuitasnya terjaga untuk memastikan bahwa dampak dari kegiatan rumah
sakit seminimal mungkin menimbulkan gangguan pada lingkungan.

Kendala yang dihadapi adalah belum mempunyai TPS B3 beserta perijinannya, belum
adanya ijin pengolahan limbah cair, belum tersentralnya jaringan perpipaan ke Unit
Pengolahan Limbah Cair serta Pengolahan Limbah cair dengan BIOFIL dengan kapasitas dan
dalam lingkup terbatas sebagai bentuk kewajiban pemenuhan semua dokumen UKL-UPL
dikarenakan biaya yang terbatas.
Upaya dan langkah yang telah dilakukan adalah secara bertahap rumah sakit akan
semaksimal mungkin melaksanakan dokumen tersebut secara bertahap.
Harapannya dengan melaksanakan dokumen UKL-UPL secara bertahap, kegiatan yang
dilaksanakan oleh rumah sakit seminimal mungkin menimbulkan dampak terhadap lingkungan.