Anda di halaman 1dari 17

HOTEL TRAVELLO (hanya contoh)

Nomor
Lampiran
Perihal

Yogyakarta, 1 Juli 2012


:
:
: Laporan Pelaksanaan UKL- UPL periode Januari Juni 2012
Kepada Yth:
Walikota Yogyakarta c/q Kepala BLH Kota Yogyakarta
Bersama ini kami sampaikan Laporan Pelaksanaan UKL

UPL
Hotel Travello Periode Januari Juni 2010
Demikian untuk menjadikan periksa, atas perhatian dan
kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Manager
( Radeen Agus)
Tembusan :
1. Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi DIY
2. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY

LAPORAN PELAKSANAAN
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN UPAYA PEMANTAUAN
LINGKUNGAN ( UKL UPL )

PERIODE Bulan Januari Juni 2012

HOTEL TRAVELLO (hanya contoh)

HOTEL TRAVELLO
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A. Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan
Jenis Badan Hukum
Alamat Perusahaan
No. Telpon dan Fax
Alamat e-mail
Status Permodalan
Bidang Usaha

HOTEL TRAVELLO
PT
Jl. Mudah mudahan
0274 000000000 Fax 000000000

Swasta
PARIWISATA /PERHOTELAN
SK UKL UPL (nama dokumen 666/5482 tanggal 8 Juni 2001

disesuaikan dengan milik


perusahaan)
Penanggung Jawab
Nama
Radeen Bagus
Jabatan
Direktur
Ijin yang terkait dengan UKL UPL
- Ijin PLC Nomor :
tanggal 9 Mei 2008
(nama
dokumen

disesuaikan dengan milik


perusahaan)

B. Lokasi Usaha
Alamat lengkap
Jalan
Desa
Kecamatan
Kabupaten/Kota
Provinsi

660/762

- (ijin terkait lingkungan


hidup, diantaranya :
ijin Tempat
Peenyimpanan
Sementara Limbah B3,
Ijin Pembuangan
Limbah Cair, Ijin
Operasional
Incinerator, Ijin Limbah
B3 (pengumpul,
Pengangkut,
Pemanfaat, Penimbun)

Jl. Mudah Mudahan No.53


Jetis
Jetis
Yogyakarta
DIY

Koordinat Lokasi
Lintang Selatan
Bujur Timur
Peta Lokasi
C. Deskripsi Kegiatan
Luas lahan
Jenis Kegiatan
Kapasitas
Tahap Kegiatan
Dampak yang perlu dikelola

Terlampir

1700 m2
Hotel
60 kamar
Operasional
- Limbah cair
- Limbah padat
- Kebisingan,
getaran
genset,
- Lalulintas peparkiran
- Sosial

dari

- (bisa dilihat didalam


matrik pengelolaan
lingkungan, misalnya
untuk UKL-UPL tulis
yang ada pada tahap
operasional/pasca
konstruksi saja)

Dampak yang perlu dipantau

Limbah cair
Emisi
gas
dan
tingkat
kebisingan, getaran
Udara ambient
Sosial kemasyarakatan

- (bisa dilihat didalam


matrik pengelolaan
lingkungan, misalnya
untuk UKL-UPL tulis
yang ada pada tahap
operasional/pasca
konstruksi saja)

D. Perkembangan Lingkungan Sekitar

Batas
Utara
Selatan
Barat
Timur

Dulu (Keadaan sesuai


dokumen lingkungan)
Sawah
Sawah
Pemukiman
Pemukiman

Sekarang (Kondisi saat


ini)
Perumahan
Perumahan
Pemukiman
Pemukiman

BAB II
PELAKSANAAN DAN EVALUASI
A. Pelaksanaan
Pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang
dilaksanakan mengacu pada dokumen UKL UPL yang telah
disahkan oleh Kepala BLH Kota Yogyakarta dengan Nomor
666/5482 tanggal 8 Juni 2001.
(surat
pengesahan

dapat dilihat di dalam dokumen)

Adapun ringkasan pengelolaan dan pemantauan sebagai berikut :


:
Pengelolaan Lingkungan

(agar
dituliskan
kegiatan
pengelolaan
lingkungan yang dilaksanakan selama 6 bulan
sesuai
periode
pelaporan.
Pengelolaan
lingkungan yang dilakukan terhadap semua
dampak yang terjadi sesuai yang dituliskan
pada bab I (dalam tabel)), contohnya sebagai
berikut :
-

Kegiatan pengelolaan limbah cair hotel dilaksanakan secara rutin


dengan mengefektifkan pengelolaan limbah cair melalui IPLC,
Limbah padat domestik dilakukan dengan bekerjasama
dengan Dinas PU Kota Yogyakarta dengan Surat Kerjasama
Nomor 345/657 tanggal 7 Juni 2002
Untuk kualitas udara ambien dilakukan pengelolaan dengan
penambahan pohon-pohon yang bisa menyerap emisi seperti
cemara dll
Pengelolaan dampak sosial dilakukan dengan bekerjasama dengan
masyarakat RT 11 dalam pemilahan sampah sebelum diambil oleh
BLH Kota Yogyakarta
Untuk saran masukan dari BLH Kota mengenai penambahan
rambu rambu di lokasi parkir dan jalan masuk hotel ,
sampai saat ini belum bisa direalisasikan, namun langkah
yang telah ditempuh antara lain membuat surat permohonan
pemasangan rambu
ke Dinas Perhubungan Kabupaten
Gunungkidul dengan Surat Nomor 876/HTL/IV/2012, yang
sampai saat pembuatan laporan belum ada rekomendasi.

Pemantauan Lingkungan

(agar
dituliskan
kegiatan
pemantauan
lingkungan yang dilaksanakan selama 6 bulan
sesuai
periode
pelaporan.
Pemantauan
lingkungan yang dilakukan terhadap semua
dampak yang terjadi sesuai yang dituliskan
pada bab I (dalam tabel)), contohnya sebagai
berikut :
- Pemantauan limbah cair yang dibuang ke lingkungan dilakukan
-

setiap 1 bulan sekali dengan bekerjasama dengan BBTKL-PPM


Yogyakarta dengan hasil sebagaimana terlampir
Pemantauan kualitas udara emisi gas buang genset serta kualitas
udara ambient dilakukan dengan bekerjasama dengan Hiperkes
DIY yang dilakukan pada bulan Mei 2012 dengan hasil sebagaimana
terlampir.
Pemantauan sumur penduduk di RT 11 dan RT 12 yaitu sumur bapak
Kasirun dan Ibu Warni yang merupakan sumur terdekat dengan hotel
yang dilakukan oleh Puskesmas Ponjong dengan hasil terlampir
Pemantauan dampak Sosial masyarakat dilaksanakan dengan
mengikuti pertemuan Rutin malam minggu kliwon di RT 11 dan
malam rabu pahing di RT 12

Pelaksanaan
pengelolaan
dan
pemantauan
yang
telah
dilaksanakan tersebut kami tuangkan dalam matrik sebagai
berikut :
Matrik Upaya Pengelolaan Lingkungan (Mengacu

pada dokumen yang


dimiliki dan aturan lingkungan hidup yang berlaku) :
Jenis
Dampak

Sumber
dampak

Penurunan
kualitas udara

Kegiatan
parkir dan
genset

Tolok Ukur

SK Gub DIY
No.
153/KPTS/20

Tindakan
pengelolaan
1. Melengkapi
sistem sirkulasi
udara yang

Lokasi
pengelol
aan

Periode
Pengelola
an

Areal
parkir
dan

selama
kegiatan
beroperasi

03 ttg BM
Udara
ambien

proporsional
pada are parkir
(exhouse fan dan
fresh air fan)
2. Untuk genset,
memasang
cerobong
asappada posisi
ke arah atas
(pembuangan
asap)
Memasang
peredam (genset
hanya sebagai
cadangan apabila
lintrik PLN padam)

power
plant

Kebisingan

Genset

SK Gub DIY
No.
157/KPTS/2
003 ttg
tingkat
getaran,
kebisingan
dan
kebauan

Di area
power
plant

selama
kegiatan
beroperasi.

Getaran

Genset

selama
kegiatan
beroperasi.

Penurunan
kualitas air

Kegiatan
Pengelolaan
limbah cair

Pondasi
genset
Di area
SK Gub DIY
dibuat
dengan
cara
power
No.
157/KPTS/20 redam kejut dan
plant
03 ttg tingkat genset dilengkapi
getaran,
denganspring
kebisingan
monting
dan kebauan
Pergub DIY 1. Membangun IPAL
Di lokasi
(STP)
untuk
No. 7 Tahun
IPAL
mengolah limbah
2010 ttg
cair
BMLC bagi
2.
Menempatkan
kegiatan
petugas khusus
Industri,
dalam pengolahan
Pelayanan
limbah cair.
Kesehastan
dan jasa
priwisata

Banjir

Tertutupnya
lahan oleh
bangunan

Genangan air
setinggi 30
cm selama 2
jam (SPM
Kimpraswil)

Gangguan
kelancaran

Kegiatan
perparkirani

Kelancaran
lalu lintas di

Pembuatan sumur
resapan air hujan
disekitar
bangunan
Pertokoan
1. Menempatkan
khusus tenaga

selama
kegiatan
beroperasi

Area
bangunan
hotel

Selama
kegiatan
beroperasi

Sekitar
lokasi

selama
kegiatan

lalu lintas

jl. Mudah
Mudahan

2.

Berkembangn
ya
Vektor
penyakit

Kegiatan
Lalat, kecoa,
pengelolaan tikus
limbah padat
dan cair

1.

2.

3.

Rawan
kebakaran

Pertokoan
dan cinema

1.
Tersedianya
APAR dan
pintu dan
tangga darurat

keamanan untuk
melakukan
pengaturan
pengaturan lalu
,intas dan
penyeberangan
pengunjung dan
karyawan
Memasang
larangan parkir di
badan jalan dan
trotoar didepan
toko.
Melakukan
kerjasama
dengan
perusahaan yang
bergerak di
bidang pest
control untuk
penyemprotan
tikus rutin
Melakukan
kerjasama
dengan
pengelola
sampah
Bekerjasama
dengan
perusahaan
cleaning
service.
Bangunan
dilengkapi
dengan alat
pemadam
kebakaran,
seperti hydrant
APAR dan tabung
pemadam
kebakaran pada
area mesin

2. Bangunan
dilengkapi dengan
tanga darurat dari
atas sampai
basement

hotel

beroperasi

Di lokasi
hotel

Rutin
selama
kegiatan
beroperasi

Di lokasi
hotel

Selama
kegiatan
beroperasi

Matrik Upaya Pemantauan Lingkungan (Mengacu

pada dokumen yang


dimiliki dan aturan lingkungan hidup yang berlaku):
Jenis
Dampak

Sumber
dampak

Lokasi
pemantaua
n

Parameter yang
dipantau

Penurunan
kualitas
udara

Kegiatan
parkir dan
genset

Di sekitar
lokasi dan
dekat
pemukima
n

SK Gub DIY No.


153/KPTS/2003
ttg BM Udara
ambien : NO2,
SO2, CO,O3, Pb,
Debu (TSP) dll.

Uji sampel
udara
ambien dan
emisi

6 bulan
sekali

Kebisingan

Genset

dekat
pemukima
n

SK Gub DIY No.


157/KPTS/2003
ttg tingkat
getaran,
kebisingan dan
kebauan

Pengukuran
tingkat
kebisingan)

6 bulan
sekali

Getaran

Genset

dekat
pemukiman

SK Gub DIY No.


157/KPTS/2003
ttg tingkat
getaran,
kebisingan dan
kebauan

Pengukuran
tingkat
kebisingan)

6 bulan
sekali

Penurunan
kualitas air

Kegiatan
Pengelolaan
limbah cair

Pada inlet
dan outleh
IPAL (STP)

Pergub DIY No. 7


Tahun 2010 ttg
BMLC bagi
kegiatan Industri,
Pelayanan
Kesehastan dan
jasa priwisata :
pH, Suhu,
kondktivitas,
BOD, COD,
TSS,TDS,
Detergen, M-L

Uji sampel
limbah cair

1 bulan
sekali

air sumur

3 bulan
sekali

Genangan air
setinggi 30 cm
selama 2 jam

Observasi
lapangan
di sekitar

Musim
penghujan
Selama

Banjir

Tertutupnya
lahan oleh
bangunan

Di lokasi
pertokoan

Metode
Pemantauan

Periode /
waktu
Pengelolaa
n

(SPM
Kimpraswil)
Kelancaran lalu
lintas di jl.
Mudahmudahan

lokasi hotel
Managemen
t traffic dan
kejadian
kecelakaan
lalin.

kegiatan
beroperasi
selama
kegiatan
beroperasi

Gangguan
kelancaran
lalu lintas

Kegiatan
perparkirani

Sekitar
pertokoan

Berkemban
gnya
Vektor
penyakit

Kegiatan
pengelolaan
limbah
padat dan
cair
Pertokoan
dan cinema

Sekitar
pertokoan

Kepadatan vektor
penyakit (Lalat,
kecoa, tikus)

Observasi
lapangan di
sekitar lokasi
hotel

Rutin
selama
kegiatan
beroperasi

Sekitar
pertokoan

Tersedianya
APAR dan pintu
dan tangga
darurat

Observasi
lapangan dan
uji fungsi alat
pemadam
kebakaran

Selama
kegiatan
beroperasi

Rawan
kebakaran

B. Evaluasi
Secara umum pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
yang telah dilaksanakan selama 6 bulan yaitu Januari Juni 2010
sudah dilaksanakan sesuai perencanaan, masih terdapat beberapa
kendala, terutama dalam efektifitas IPLC sehingga hasilnya masih
fluktuatif.

Evaluasi Kecenderungan

(dalam contoh evaluasi ini hanya diambil


satu contoh dampak yaitu limbah cair,
laporan
seharusnya
mencakup
semua
dampak)
a. Limbah cair

Hasil pemantauan yang dilakukan oleh BBTKL-PPM Yogyakarta


menunjukan efektifitas IPLC belum sempurna hal ini terlihat dari

hasilnya dimana ada beberapa bulan yang hasilnya masih


diatas baku mutu
Adapun grafik kualitas limbah cair sebagai berikut :
Parameter COD

Parameter COD pada bulan Maret mengalami


peningkatan, hal ini disebabkan terjadi kerusakan
pada proses IPLC
Parameter BOD

Adapun grafik kualitas limbah cair sebagai berikut :


Parameter TSS

Parameter COD pada bulan Maret mengalami


peningkatan, hal ini disebabkan terjadi kerusakan
pada proses IPLC
Parameter COD pada bulan Maret mengalami peningkatan, hal ini
disebabkan terjadi kerusakan pada proses IPLC

b. Penyediaan air bersih


Pemantauan dilakukan pada sumur yang ada di sekitar lokasi
kegiatan. Dilakukan 3 bulan sekali yaitu bulan Maret dan Juni.
Hasil pemeriksaan kualitas air sumur adalah sbb :
No
.

Paramete
r

Satu
an

Maret

Juni

BML (Permenkes No.


416/Menkes/Per/IX/1
990)

Rasa

Tidak
berasa

Tidak
berasa

Tidak berasa

Bau

Tidak
Berbau

Tidak
Berbau

Tidak Berbau

pH

6,85

6,64

6,5 8,5

Warna

Unit

15

10

25

Kekeruha
n

Unit

11,35

11,17

25

Besi

Mg/l

........

........

........

........

0,5

Mangan

Nitrat

........

........

10

Nitrit

........

........

Flourida

........

........

1,5

Chlorida

........

........

600

Sulfat

........

........

400

Kesadaha
n

........

........

500

Zat
Organik

........

........

10

Uraikan hasil pengujian parameter, berapa % yang dibawah BML.

Evaluasi hasil pemantauan air sumur penduduk yang


dilakukan oleh Puskesmas Ponjong terhadap Sumur Bpk
Kasirun dan Ibu Warni menunjukan kualitas air sumur
masih baik dan memenuhi baku mutu air (terlampir)

c. Kualitas Udara
Pemantauan dilakukan di halaman Lokasi kegiatan. Dilakukan 6 bulan
sekali yaitu pada bulan Februari. Hasil pemeriksaan kualitas air sumur
adalah sbb :
No.

Parameter

Satuan

Hasil

BML

dB (A)

54,8

45

Fisika:
1

Kebisingan
Kimia:

SO2

Ug/m3

26,63

900

CO

Ug/m3

2.300

30.000

NO2

Ug/m3

12,82

400

O3

Ug/m3

7,82

235

Debu (TSP)

Ug/m3

127,26

Kebisingan diatas BML dst.

Sedangkan hasil pemantauan terhadap kualitas udara


terdapat penurunan kualitas udara ambient disekitar
parkir, hal ini dikarenakan pada bulan tersebut terjadi
lonjakan parkir (terlampir)
d. Limbah padat domestik
Volume : ......m3/bulan (setiap diangkut) .
Lampirkan surat kerjasama dengan Dinas Kimpraswil.
e. Limbah Padat medis
Volume :......m3/bulan (setiap diangkut)
Lampirkan surat kerjasama dengan pengelola Incenerator.

Evaluasi tingkat kritis

(dalam contoh evaluasi ini hanya diambil


satu contoh dampak yaitu limbah cair,
laporan
seharusnya
mencakup
semua
dampak)
Hasil pemantauan limbah cair menunjukan bahwa pada bulan
Maret terjadi lonjakan nilai parameter yang cukup tinggi, namun
hal tersebut hanya berlangsung 1 bulan saja pada bulan Maret,
karena hasil pemantauan pada bulan April telah kembali pada
posisi normal dan sesuai baku mutu.
Langkah yang dilakukan adalah :
1. Selalu mengadakan kontrak kerjasama dengan konsultan
pengelolaan limbah sehingga kualitas limbah dapat
terkendali secara terus menerus.
2. Selalu dilakukan pengawasan dan pemantauan secara rutin.
3. Untuk pengelolaan dan pemantauan umum dilakukan
dengan menempatkan petugas khusus.
4. Pemantauan teknis bekerjasama dengan laboratorium yang
akreditasi, yaitu laboratorium......................

Evaluasi penaatan

(dalam contoh evaluasi ini hanya diambil


satu contoh dampak yaitu limbah cair,
laporan
seharusnya
mencakup
semua
dampak)
Hasil pemantauan kualitas limbah cair, secara umum sudah
memenuhi baku mutu, namun masih ada parameter yang diatas
yaitu parameter Phospat.
Parameter Phospat tersebut secara keseluruhan masih diatas baku
mutu untuk tiap bulannya.

BAB III
KESIMPULAN
Dari hasil pengelolaan dan pemantauan yang telah dilaksanakan,
didapatkan bahwa kualitas air dan limbah hasil pengolahan secara
umum sudah baik dan memenuhi persyaratan, walaupun masih terdapat
parameter yang tinggi yaitu phospat.
Kegiatan pengelolaan lingkungan yang sudah berjalan ini akan tetap
dipertahankan kualitas dan kontinyuitasnya untuk memastikan bahwa
dampak dari kegiatan hotel seminimal mungkin menimbulkan gangguan
pada lingkungan.
Kendala yang dihadapi adalah sulitnya mefektifkan IPLC dalam
penurunan kualiitas limbah parameter phospat.
Upaya dan langkah yang telah dilakukan adalah pembenahan IPLC,
namun masih terkendala anggaran.
Harapannya pada tahun mendatang terdapat teknologi yang tepat untuk
menurunkan kualitas parameter phospat.
Atau
Dari hasil upaya kelola dan pemantauan lingkungan semester I tahun
2012 yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Kualitas limbah cair : 100 % parameter beada di bawah BML.
2. Kulaitas Air bersih (sumur) : parameter Fe Masih Berada diatas
BML walaupun semua
parameter yang lain sudah memenuhi
BML.
3. Kualitas udara ambien : sudah 100 memenuhi BML hanya
kebisingan diatas BML.
4. Efektifitas pengelolaan, walaupun hasil sudah baik, pemantauan
secara periodik akan tetap selalu dilakukan sehingga dapat
terpantau kualitas limbah yang dibuang ke lingkungan.
Kendala dihadapi tidak adanya saluran drainase limbah secara khusus,
sehingga bercapur dengan limbah rumah tangga
dll, seolah olah
menjadi penyebab dampak utama padahal hasil uji kualitas baik.
Usulan untuk masalah parkir liar di pinggir jalan, agar instansi terkait
dapat menertibkan demi keamanan bersama.