Anda di halaman 1dari 7

10/5/2014

Pertemuan III :

BATANG TARIK
(Tension Member)

Mata Kuliah : Struktur Baja


Kode MK
: TKS 4019
Pengampu : Achfas Zacoeb

Pendahuluan
Batang tarik adalah elemen batang pada struktur yang
menerima gaya tarik aksial murni, dan umumnya terdapat
pada struktur rangka batang. Gaya tarik tersebut dikatakan
sentris, jika garis gaya berimpit dengan garis berat
penampang. Batang tarik ini sangat efektif dalam memikul
beban, dan dapat terdiri dari profil tunggal ataupun
profil-profil tersusun. Contoh penampang batang tarik
adalah profil bulat, pelat, siku, siku ganda, siku bintang,
kanal, WF, dan lain-lain seperti pada Gambar 3.1.

10/5/2014

Pendahuluan (lanjutan)

Gambar 3.1. Contoh penampang batang tarik

Tahanan Nominal
Tahanan nominal suatu batang tarik harus diperiksa
terhadap 3 (tiga) macam kondisi keruntuhan yang
menentukan, yaitu :
1. Leleh dari luas penampang kotor, di daerah yang jauh dari
sambungan.
2. Fraktur dari luas penampang efektif pada daerah sambungan.
3. Geser blok pada sambungan (Pertemuan V).

10/5/2014

Tahanan Nominal (lanjutan)


SNI 03-1729-2002 Ps. 10.1 menyatakan bahwa semua komponen
struktur yang memikul gaya tarik aksial terfaktor sebesar Tu, harus
memenuhi Pers. 3.1 :

(3.1)
Tn adalah tahanan nominal dari penampang yang ditentukan
berdasarkan tiga macam kondisi keruntuhan batang tarik. Kuat tarik
rencana adalah besarnya tahanan nominal Tn dikalikan dengan
faktor reduksi , yang tergantung pada jenis keruntuhan :
= 0.90, untuk keruntuhan leleh
= 0.75, untuk keruntuhan fraktur

Tahanan Nominal (lanjutan)


Kuat tarik rencana diambil dari nilai terkecil yang didapat
dari analisa keruntuhan, yaitu :
Keruntuhan leleh, = , . .
(3.2)
Keruntuhan fraktur, = , . .
dengan :
Ag : luas penampang bruto (mm2)
Ae : luas penampang efektif (mm2)
fy : tegangan leleh (MPa)
fu : tegangan tarik putus (MPa)

(3.3)

10/5/2014

Luas Penampang
Luas penampang efektif, Ae adalah luas penampang total
yang telah direduksi akibat adanya gaya yang tidak sentris
atau akibat adanya lubang pada batang. Luas lubang tidak
boleh lebih dari 15% dari luas bruto, Ag. Luas penampang
efektif dihitung sebagai berikut :
1. Penampang berlubang dan gaya sentris
Ae = Ant
(3.4)
Ant adalah luas netto terkecil dari berbagai garis keruntuhan
yang ditinjau.

Luas Penampang (lanjutan)


2. Gaya tidak sentris
Luas penampang efektif komponen struktur yang
menerima gaya tarik tidak sentris adalah sebagai berikut:
Ae = U.Ant
(3.5)
dengan :

U : faktor reduksi, =
.
(3.6)

x : eksentrisitas, yaitu jarak antara garis gaya


komponen yang disambung dengan bidang
sambungan.
L : panjang sambungan dalam arah gaya, yaitu jarak
baut terjauh atau panjang las dalam arah gaya

10/5/2014

Luas Penampang (lanjutan)


3. Efek tata letak lubang
Lubang baut dapat diletakkan berselang-seling, dalam SNI
03-1729-2002 Ps. 10.2.1 diatur mengenai cara perhitungan
luas netto penampang dengan lubang yang diletakkan
selang-seling dinyatakan bahwa luas netto harus dihitung
berdasarkan luas minimum antara potongan 1 dan 2 seperti
pada Gambar 3.2.

Luas Penampang (lanjutan)

Gambar 3.2. Keruntuhan potongan

10/5/2014

Luas Penampang (lanjutan)


Dari Gambar 3.2, untuk potongan 1 1 diperoleh :
= . .
(3.7)
sedangkan untuk potongan 1 2 diperoleh :
= . . +

(3.8)

dengan :
Ag : luas penampang bruto (mm2)
An : luas penampang netto (mm2)
t : tebal penampang (mm)
d : diameter lubang (mm)
n : jumlah lubang dalam satu potongan
s, u : jarak antar sumbu lubang (mm)

Latihan
Kerjakan Soal No. :
3.1.
3.2.
3.4.
Hal. 47 (Buku Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD)

10/5/2014

TERIMA KASIH
DAN
SEMOGA LANCAR STUDINYA!