Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTEK KUNJUNGAN LAPANGAN

ANALISIS DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN DI PT JASA MEDIVEST

Disusun Oleh:
Mustikasari Kusumaningtyas

NIM P17433109026

Precylia Imantika Nur Utari

NIM P17433109028

Resti Dwi Minarni

NIM P17433109031

Restuti

NIM P17433109032

Rike Afri Oktany

NIM P17433109033

Rosita Oktaviani

NIM P17433109035

Tri Ayu Puji Wiraswati

NIM P17433109037

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KESEHATAN LINGKUNGAN
2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan ini dengan judul Analisis
Dampak Kesehatan Lingkungan di PT Jasa Medivest
Tujuan menyusun laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL) sekaligus sebagai bukti fisik
bahwa penyusun telah melaksanakan kunjungan di PT Jasa Medivest. .Penyusun
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu baik
materiil maupun moril, sehingga penyusunan laporan ini dapat diselesaikan. Ucapan
terimakasih penyusun tujukan kepada:
1. Bapak Sugeng Abdullah, S.ST, M.Si, selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan
Purwokerto.
2. Bapak Tri Cahyono, S.KM,M.Si, selaku Ketua Program Studi Diploma III Kesehatan
Lingkungan Purwokerto.
3. Teguh Widiyanto S.Sos, M.Kes, selaku dosen pengampu mata kuliah ADKL.
4. Suparmin, S.Si.T, M.Kes, selaku dosen pengampu mata kuliah ADKL.
5. Segenap pegawai PT Jasa Medivest yang telah memberikan materi dan penjelasan seputar
PT Jasa Medivest.
6. Semua pihak yang telah berpartisipasi membantu penyusun sehingga penyusunan
makalah ini dapat diselesaikan.
Harapan penyusun semoga makalah dapat membawa manfaat bagi pembaca. (Amin).
Purwokerto, Juni 2011
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap pembangunan usaha yang merubah bentuk dapat menimbulkan dampak

bagi lingkungan sekitar baik secara positive maupun negative. Dampak positive yang
dapat timbul yaitu membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar tempat usaha
tersebut. Sedangkan dampak negativenya dapat berupa pencemaran lingkungan dari
limbah yang dihasilkan, kecelakaan bagi warga yang berada disekitar tempat tersebut,
dan tindakan-tindakan kriminal yang terjadi setelah pembangunan tempat tersebut. Untuk
mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu upaya yang dapat meminimalisasi
dampak yang ditimbulkan ketika usaha atau bangunan tersebut telah berjalan.
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, pembangunan bidang
kesehatan khususnya kesehatan lingkungan dengan upaya kesehatan yang semula
dititikberatkan pada upaya penyembuhan penderita secara berangsur-angsur berkembang
kearah keterpaduan upaya kesehatan yang menyeluruh. Oleh karena itu, pembangunan
kesehatan yang menyangkut upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan
penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan
(rehabilitatif) harus dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, dan
dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat (UU RI, 1992).
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006
Tentang Jenis Rencana Usaha Dan / Atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang di dalamnya mencantumkan
beberapa jenis industri yang salah satunya adalah industry penanganan sampah medis.
PT. Jasa Medivest merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manajemen
pengelolaan limbah medis, khususnya limbah medis padat. Berdasarkan alasan tersebut
maka kami menyusun laporan kunjungan di PT Medivest Karawang Jawa Barat.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Mengetahui

penerapan

dokumen

lingkungan

kegiatan/usaha/proyek di PT Jasa Medivest


2. Tujuan khusus
a. Mengetahui gambaran umum PT Jasa Medivest

hidup

pada

berbagai

jenis

b. Mengetahui dokumen lingkungan hidup (AMDAL, UKL-UPL, DPPL atau dokumen


lainnya) di PT Jasa Medivest
c. Mengetahui upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan di PT Jasa Medivest
d. Mengetahui dampak besar dan penting di PT Jasa Medivest
e. Mengetahui menjelaskan kerjasama dengan instansi lainnya dalam upaya pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup.
C. Manfaat
1. Bagi masyarakat
Agar masyarakat mengerti dan mengetahui analisis dampak kesehatan lingkungan
pada PT Jasa Medivest
2. Bagi institusi
Sebagai tambahan informasi dan kepustakaan serta pengembangan ilmu
pengetahuan.
3. Bagi penyusun
Dapat memberi pengalaman kepada penyusun dan melihat disiplin ilmu antara
teori yang didapat dibangku kuliah dengan yang ada dilapangan khususnya di PT
Jasa Medivest

BAB II
HASIL KUNJUNGAN
A. Gambaran Umum
PT. Jasa Medivest adalah perusahaan PMA terdaftar yang dimiliki oleh Pantai
Medivest Sdn Bhd, Malaysia dengan PT Jasa Sarana, Indonesia. PT Jasa Medivest
menggunakan teknologi insinerator untuk pemusnahan limbahnya. Insinerator skala
industri yang berkapasitas 500 kg limbah per jam .

PT. Jasa Medivest terletak di Jalan Pajajaran No. 72 Bandung 40173 Jawa Barat.
Dengan luas area 3 hektar. PT. Jasa Medivest mempunyai 8 orang karyawan dan 6
petugas operator yang dibagi dengan 2 shift yang bekerja selama 12 jam. PT. Jasa
Medivest merupakan perusahaan milik Malaysia yang dikelola oleh masyarakat local
dengan presentase saham 95% milik Malaysia dan 5% milik Pemerintah Daerah Jawa
Barat. PT tersebut berdiri pada tahun 2008 yang khusus menangani sampah medis.
1. Sumber Limbah
Limbah infeksius yang dikelola PT. Jasa Medivest berasal dari beberapa rumah sakit
yang berada di Jawa Barat khususnya dikota Bandung, Bogor, Bekasi, Sukabumi dan
Tasikmalaya. PT. Jasa Medivest melayani pelanggan sejumlah 358 Rumah Sakit di
daerah Jawa Barat dengan total limbah 45 ton/bulan.
2. Karakteristik
Jenis limbah yang dimusnahkan di PT. Jasa Medivest berupa limbah farmasi (obatobatan kadarluwarsa, narkotika dan racun), limbah rumah sakit, limbah kedokteran
hewan, limbah rahasia(uang yang tidak berlaku, surat-surat rahasia), barang-barang
selundupan, obat-obatan illegal, video dan bahan-bahan bacaan terlarang.
B. Tujuan Dibangunnya PT Jasa Medivest
Tujuan dibangunnya PT Jasa Medivest adalah sebagai berikut:
1. Bertindak sebagai pengelola limbah medis dan limbah berbahaya yang
profesional di seluruh wilayah Indonesia.
2. Secara konsisten menjamin pelaksanaannya sesuai dengan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku
3. Mencari peluang dan menjalin kerjasama dengan Pemerintah dan industri dalam
sarana kesehatan Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
penanganan dan pembuangan limbah medis & B3 secara mestinya, dan
pentingnya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan memperbaiki kondisi
kesehatan masyarakat.
C. Fasilitas yang ada di PT Jasa Medivest
1. Fasilitas Utama :
Unit incinerator dengan kapasitas 12ton/hari/unit

o Primary Chamber
o Secondary Chamber
o Air Pollution Control
Adiabatic Quench
Rotary Contactor dan Lime Carbon system
Fabric Filter
Stack Outlet
ID FAN
2. Fasilitas pendukung lainnya di area pemusnahan limbah :

Genset 300 KVA

Compresor Comp Air

Diesel Tank kapasitas 20.000 liter

Regulator Gas (Supply by PGN)

CEMs (Continue Emission Monitor)

D. Dasar Hukum
1. KEP. MENLH RI No. 333 Tahun 2009 Izin Pengoperasian Alat Pengolahan Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun PT.Jasa Medivest
2. KEP. MENKES RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004
Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
3. PP No. 85 Tahun 1999 Tentang : Perubahan Atas PP No. 18 Tahun 1999
Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun
4. PP RI Nomor 74 Tahun 2001
Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun
5. Pengelolaan Dan Pengendalian Limbah B3
6. KEP PRES RI Nomor 77 Tahun 1994
Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
7. UU No. 23 Tahun 1997
Tentang : Pengelolaan Lingkungan Hidup

8. KEP BAPEDAL 1995


Pengolahan Limbah Berbahaya dan Beracun
9. PP no.18 Tahun 2009
Tentang : Tata Cara Perizinan

BAB III
PEMBAHASAN
A. Dampak Besar dan Penting
Pembangunan PT Jasa Medivest dapat menimbulkan dampak besar dan penting.
Dampak tersebut terjadi pada tahan prakonstruksi, konstruksi dan tahap operasional yang
meliputi :
1. Tahap Pra Konstruksi
-

Timbulnya keresahan masyarakat

Sumber dampak : timbulnya keresahan masyarakat adalah adanya kegiatan survei,


pengukuran lahan, pematokan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi
kegiatan.

Jenis dampak yang terjadi adalah negatif, sedangkan besaran dampak kecil
meliputi lokasi kegiatan dan sekitarnya

Sifat dampak adalah sementara dengan tolak ukur dampak frekuensi timbulnya
keluhan dan protes masyarakat di sekitar lokasi kegiatan

2. Tahap Konstruksi
Komponen Fisik Kimia
a.
-

Penurunan kualitas udara dan kebisingan


Sumber dampak terhadap penurunan kualitas udara dan kebisingan adalah
mobilisasi peralatan dan material, pengoperasian alat, pembersihan alat, dan
pembangunan gedung serta fasilitasnya.

Jenis dampak yang ditimbulkan adalah negatif dan besaran dampak sedang.

Sifat dampak adalah sementara, dengan tolok ukur dampak berdasarkan


keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat
Kebisingan,

b.
-

Penurunan kualitas air permukaan


Sumber dampak terhadap penurunan kualitas air permukaan adalah pembersihan
peralatan dan pembangunan gedung berserta fasilitasnya.

Jenis dampak yang terjadi adalah negatif dengan besaran dampak kecil.

Sifat dampak sementara dengan tolok ukur dampak Peraturan Daerah Kabupaten
Cilacap Nomor 27 tahun 2003 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air di Kabupaten Cilacap.

c.
-

Kecelakaan kerja saat proses konstruksi


Sumber dampak yaitu penggunaan peralatan produksi yang tidak aman bagi
pekerja

Jenis dampak yang akan terjadi adalah negatif, dengan besaran dampak besar,
kecil dan sedang.

Sifat dampak permanen dengan tolak ukur dampak adalah UU RI No 1 Tahun


1997 tentang K3.

Komponen Biologi
-

Penurunan keanekaragaman biota air

Sumber dampak terhadap penurunan keanekaragaman biota air adalah


pembersihan peralatan dan pembangunan gedung beserta fasilitasnya.

Jenis dampak yang terjadi adalah negatif, dengan besaran dampak kecil.

Sifat dampak permanen dengan tolok ukur dampak adalah indeks keanekaragman
(Lee et all, 1976).

Komponen Kesehatan Masyarakat


-

Penurunan derajat kesehatan masyarakat

Sumber dampak yaitu Kegiatan operasional peralatan dan kendaraan pengangkut


yang mengakibatkan debu dan kebisingan

Jenis dampak yang terjadi adalah negatif, dengan besaran dampak sementara.

Sifat dampak diukur dengan tolak ukur berupa peningkatan jumlah penderita
penyakit saluran pernafasan dan gangguan pendengaran di sekitar lokasi kegiatan

3. Tahap Operasional
Komponen Fisik
a. Peningkatan kebisingan
-

Sumber dampak yaitu Kendaraan operasional PT Jasa Medivest, Penggunaan


mesin-mesin pada proses pengolahan limbah

Jenis dampak yang terjadi adalah negatif dengan besaran dampak sedang.

Tolak ukur dampak yaitu Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Kep48/MENLH/II/1996

b. Potensi Timbulnya Kebakaran


-

Sumber dampak terhadap potensi timbulnya kebakaran adalah penggunaan


jaringan listrik dari PLN, penggunaan LPG, Penggunaan oksigen (O 2), dan
operasional genset.

Jenis dampak yang akan terjadi adalah negatif, sedangkan

besaran dampak

sedang.
-

Tolak ukur dampak yaitu Peraturan Daerah No.2 Tahun 1992 Tentang
Penanggulangan kebakaran dalam wilayah dan Peraturan Mentri No 16 Tahun 2009
Tentang Standar kualifikasi aparatur pemadam kebakaran.

c. Kecelakaan kerja pada saat produksi


-

Sumber dampak berupa Kelalaian pekerja yang tidak menggunakan alat


pelindung diri (APD) berupa pakaian kerja, masker, penutup kepala, sarung tangan
dan sepatu kerja

Jenis dampak yaitu negatif dengan besaran dampak berat, ringan dan sedang.

Tolak ukur dampak yaitu UU RI No 1 Tahun 1997 tentang K3

B. Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan


Pembangunan PT Jasa Medivest dapat menimbulkan dampak sehingga diperlukan
adanya upaya pengelolaan dan pemantauan yang dicantumkan dalam dokumn AMDAL.
Upaya pengelolaan dan pemantauan tersebut dapat diketahui pada matrik (terlampir)

Matriks Upaya Pengelolaan Lingkungan Di Jasa Medivest


Upaya Pengelolaan Lingkungan
No
1.

Kegiatan

Jenis Dampak

Sumber Dampak

Cara Pengelolaan

Tolok ukur dampak

Lokasi

Pra
Konstruksi
Timbulnya keresahan Adanya kegiatan survei,
masyarakat
pengukuran lahan,
pematokan lahan dan
sosialisasi kepada
masyarakat sekitar lokasi
kegiatan.

2.Konstruksi
a. Komponen
Fisika

1)

Penur
unan kualitas
udara dan
kebisingan

2)

Penur
unan kualitas air
permukaan

3)

Kecela

- Sosialisasi secara
intensif melibatkan
masyarakat desa dan
kecamatan serta tokoh
masyarakat.
- Sosialisasi perekrutan
tenaga kerja dan
program community
development.

Mobilisasi peralatan dan


- Sekeliling lokasi
material, pengoperasian
pembangunan diberi
alat, pembersihan alat,
pagar penutup.
dan pembangunan
- Pengaturan dan
gedung serta fasilitasnya.
pembuatan jam kerja
Pembersihan peralatan
dan pembangunan
gedung berserta
fasilitasnya

- Sisa-sisa material
pembersihan
ditampung dan
dibuang ke TPS.
- Timbunan material
ditutup

Penggunaan peralatan
konstruksi yang tidak
aman bagi pekerja

- Penyediaan alat-alat
konstruksi yang sesuai
dengan standar

frekuensi keluhan dan


protes masyarakat
sekitar.

Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup
Nomor
48/MenLH/11/1996
tentang Baku Tingkat
Kebisingan,

PT Jasa
Medivest

PT Jasa
Medivest

PT Jasa
Medivest

KEPMENAKER No 1
Tahun 1970 Tentang
Keselamatan dan

b. Komponen
Biologi

kaan kerja saat


proses konstruksi
Penurunan
keanekaragaman biota
air

pembersihan peralatan
dan pembangunan
gedung beserta
fasilitasnya

c. Komponen
Kesehatan
Masyarakat

1) Penurunan derajat
kesehatan
masyarakat

Kegiatan operasional
peralatan dan truk yang
mengakibatkan debu dan
kebisingan

operasional prosedur
yang telah ditetapkan.
Pembersihan sisa-sisa
material selesai jam
dan
waktu-waktu
tertentu.
Pembuatan bak
pengendap air dari
pembersihan peralatan
dan limpasan air hujan
Penampungan
air
limbah.
Pengelolaan
operasional peralatan
dan truk.
Perawatan
peralatan
secara berkala.

kesehatan Kerja
Tolok ukur dampak
adalah indeks
keanekaragman (Lee
et all, 1976)

PT Jasa
Medivest

peningkatan jumlah
penderita penyakit
saluran pernafasan dan
gangguan pendengaran
di sekitar lokasi
kegiatan

PT Jasa
Medivest

Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup
Nomor Kep48/MENLH/II/1996
KEPMENAKER No 1
Tahun 1970 Tentang
Keselamatan dan
kesehatan Kerja

PT Jasa

3. Tahap Operasional
a. Komponen
Fisik

1)

2)

Pening
katan kebisingan

Timbu
lnya kebakaran

Kendaraan operasional
PT Jasa Medivest
Penggunaan mesin-mesin
pada proses produksi

- Penanaman pohon di
sekitar PT Jasa

Penggunaan energi listrik


dari PLN, LPG, gas
Oksigen, dan genset.

- Penyediaan alat
pemadam api ringan
(APAR) sesuai dengan
peruntukannya.
- Pemasangan sistem
alarm tanda bahaya
kebakaran
- Penyuluhan dan

Medivest

Medivest

PT Jasa
Medivest

simulasi secara
periodik tentang
pencegahan dan
penanggulangan
kebakaran pada semua
karyawan
3)
kaan
pekerja

Kecela
kerja pada

b. Komponen
Biologi

Penurunan
keanekaragaman biota
air

c. Komponen
Sosial,
Ekonomi,
dan Budaya

1) Peningkatan
kesempatan kerja

Kelalaian pekerja yang


- Penyediaan alat
tidak menggunakan alat
pelindung diri untu
pelindung diri (APD)
setiap divisi yang ada
berupa masker, kacamata
di PT Jasa Medivest
pelindung, sarung tangan
dan sepatu boot
Limbah cair dari
- Pembuatan water plan
domestik maupun limbah
treatment berupa
buangan proses produksi
Instalasi pengolahan
yang tidak tertangani
air limbah yang ramah
dengan baik
lingkungan
Memberikan peluang
Operasional PT Jasa
kerja bagi tenaga kerja
Medivest akan
terampil.
memberikan kesempatan
kerja

KEP51/MENLH/10/1995
Tentang Baku Mutu
Limbah Cair bagi
Kegiatan Industri.
Jumlah penduduk
sekitar yang bekerja
pada

PT Jasa
Medivest

PT Jasa
Medivest

MATRIK UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

JENIS DAMPAK

PARAMETER
YANG
DIPANTAU

SUMBER
DAMPAK

1
2
TAHAP PRA-KONSTRUKSI
KOMPONEN SOSEKBUD
1. Timbulnya
Sur
Keresahan
vey lokasi
1
2
masyarakat
Pen
2. Penurunan
Pe
gukuran lahan
kualitas air
mbersihan
Pe
permukaan
peralatan
matokan
Pe
Sos
mbangunan
ialisasi
gedung
TAHAP KONSTRUKSI
beserta
A. KOMPONEN FISIK-KIMIA
fasilitasnya
1. Kecelakaan
Penurunan kerja -Mo
3.
Kel
kualitas udara dan bilisasi
peralatan
alaian pekerja
kebisingan
dan
yangmaterial
tidak
menggunakan Pen
alat
goperasian
alat
pelindung diri
(APD) berupa Pe
mbangunan
masker, kacamata
gedung
serta
pelindung,
sarung
fasilitasnya
tangan dan sepatu
boot
B. KOMPONEN BIOLOGI
1. Penurunan
keanekaragaman
mbersihan,
biota air
peralatan

UPAYA PEMANTAUAN LlNGKUNGAN


METODE

LOKASI

WAKTU DAN
PERIODE
7

Frekuensi keluhan,
dan protes dari
4
masyarakat sekitar
Kualitas air
permukaan

Wawancara, kuesioner dan pengamatan langsung


kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
5
6
7
PT JASA MEDIVEST
PT JASA
Selama tahap
Selama tahap pra konstruksi dengan preriode satu
Pemeriksaan
MEDIVEST Konstruksi satu
bulan sekali
kualitas air
dan
bulan sekali
permukaan
sekitarnya

Parameter
kualitas
Kualitas mesin
udara ambien dan
kebisingan di
lingkungan PT JASA
MEDIVEST

Pengukuran
kualitas
udara
Pemeriksaan
ambien
dan dan
pengukuran
pengecekan
tingkat
alat sebelum
kebisingan
dan selama

PT
PT JASA
JASA
MEDIVEST
MEDIVEST
dan
dan
sekitarnya
sekitarnya

Selama
Selama tahap
tahap
Kontruksi
Konstruksisatu
satubulan
sekali
bulan sekali

PT
PINDAD
dan

Selama tahap
konstruksi enam
bulan sekali

proses
kegiatan

Pe Indeks keanekaragam (Lee et all, 1976),


Pengamatan
langsung di

Pe
mbangunan
gedung beserta
fasilitasnya

lapangan

sekitarnya

. KOMPONEN KESEHATAN MASYARAKAT


1. Penurunan
Beroperasinya PT Jumlah penduduk yang Pengamatan
derajat kesehatan JASA MEDIVEST bekerja di PT JASA dan
masyarakat
Bandung yang
MEDIVEST
pemantauan
akan memberikan Jumlah langsung di
peluang kerja dan perusahaan
yang lapangan
peluang usaha
bekerjasama dengan
bagi masyarakat
PT
JASA
sekitar lokasi
MEDIVEST
kegiatan
Jumlah
penduduk
yang
membuka usaha di
sekitar PT JASA
MEDIVEST

Daerah
sekitar lokasi
PT JASA
MEDIVEST
-

Terus-menerus dan
teratur selama
opersional dengan
frekuensi 1 (satu)
tahun sekali

Bandung

TAHAP OPERASIONAL
d. Komponen Fisik
1.Peningkatan
kebisingan
e.

Ke

ndaraan
operasional

2.Potensi timbulnya Energi listrik dari


kebakaran
PLN, LPG, gas
f.
Oksigen, dan
genset

Tingkat kebisingan di Pengukuran


PT JASA MEDIVEST langsung di
baik yang diakibatkan lapangan
kegiatan PT JASA
dengan alat
MEDIVEST
sound level
maupun aktifitas di
meter atau
sekitar PT JASA
noise logging
MEDIVEST
dosimeter
-

PT JASA
Selama kegiatan
MEDIVEST operasional dengan
frekuensi 6 (enam)
bulan sekali

Kondis Pemeriksaan
PT JASA
i dan bahan yang
langsung secara MEDIVEST
digunakan pada
in situ
sistem jaringan listrik

Terus-menerus dan
teratur selama
operasional dengan
frekuensi

3. Kecelakaan
kerja pada
pekerja
g.

Kelalaian pekerja
yang tidak
menggunakan alat
pelindung diri
(APD) berupa
masker, kacamata
pelindung, sarung
tangan dan sepatu
boot

Kondis
i APAR dan Sistem
alarm kebakaran
Frekue
nsi penyuluhan dan
simulasi
penanggulangan
bahaya kebakaran.
Penyak
it akibat kerja
Peralat
an produksi
Bahan
Produksi
Cara
produksi

pemeriksaan APAR
dan jaringan listrik
satu tahun sekali

Pemeriksaan secara langsung


pada pekerja
dan melakukan
observasi di
tempat kerja

Selama kegiatan
operasional dengan
frekwensi 8 jam
sekali.

Komponen Biologi
Penurunan
keanekaragaman
biota air
h.

Limbah cair dari


limbah domestik
dan limbah
industri yang
dibuang
(terbuang) ke
saluran umum

Indeks keanekaragaman
Sampling dan
(Lee, et. all. 1976)
pemeriksaan
di
laboratorium

Pada badan
air
permukaan
(sebelum
dan setelah
outlet)
tempat
efluent
limbah PT
JASA
MEDIVEST
-

Terus-menerus dan
teratur selama
operasional dengan
frekuensi
6
(enam) bulan sekal

i.

Peningkatan
Beroperasinya PT Jumlah penduduk yang Pengamatan
kesempatan kerja JASA MEDIVEST bekerja di PT JASA dan
Bandung yang
MEDIVEST
pemantauan
akan memberikan Bandu langsung di
peluang kerja dan ng.
lapangan
peluang usaha
Jumlah perusahaan
bagi masyarakat yang bekerjasama
sekitar lokasi
dengan PT JASA
kegiatan
MEDIVEST
Bandu
ng.
Jumlah penduduk yang
membuka usaha di
sekitar PT JASA
MEDIVEST
Bandung.

Desa
Tinggarjaya
dan sekitar
lokasi PT
JASA
MEDIVEST

Terus-menerus dan
teratur selama
opersional dengan
frekuensi 1 (satu)
tahun sekali

Bandung

MATRIKS DAMPAK LlNGKUNGAN YANG AKAN TERJADI


Komponen
Jenis Dampak
Lingkungan
1
2
TAHAP PRA-KONSTRUKSI
1. Komponen
Timbulnya
Sosekbud
Keresahan
masyarakat
TAHAP

Sumber Dampak
3
Survey,
pengukuran
lahan,
pematokan, dan
sosialisasi.

Jenis Dan
Besaran Dampak
4
Negatif, kecil

Sifat
Dampak
5
Sementara

Tolok Ukur Dampak


6
Frekuensi keluhan dan protes
masyarakat di
sekitar lokasi kegiatan

KONSTRUKSI
1. Komponen Fisik Kimia

2. Komponen Biologi

3. Komponen
Sosekbud

Penurunan kualitas Mobilitas


udara dan
peralatan dan
kebisingan
material,
pengoperasian
peralatan,
pembuatan
pondasi, dan
pembangunan
gedung serta
fasilitasnya
Perubahan aliran
Pembersihan
permukaan (run
peralatan dan
off)
pembangunan
gedung beserta
fasilitasnya.

Negatif, sedang

Sementara

Negatif, kecil

Permanen

Besarnya laju air permukaan di


musim hujan

Penurunan kualitas Pembersihan


air
peralatan dan
permukaan
pembangunan
gedung beserta
fasilitasnya.
Penurunan
Pembersihan
keanekragaman
peralatan dan
biota air
pembangunan
gedung beserta
fasilitasnya.

Negatif. kecil

Sementara

Negatif, kecil

Permanen

Indeks keanekaragaman (Lee et


all, 1976)

Sementara

frekuensi keluhan dan protes


dari masyarakat sekitar di PT
JASA MEDIVEST.

Sementara

Jumlah penduduk yg bekerja


dalam pembangunan PT JASA
MEDIVEST.
Jumlah penduduk

Timbulnya
keresahan
masyarakat

Perekrutan tenaga Negatif, kecil


kerja

Peluang bekerja dan Pembangunan PT Positif, kecil


berusaha
JASA
MEDIVEST.
Bandung

Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup Nomor
48/MenLH/11/1996 tentang
Baku Tingkat Kebisingan,

membuka usaha baik


langsung atau tidak langsung
Gangguan lalulintas Mobilitas
peralatan,
material dan
tenaga
kerja

1
4.Komponen
Kesehatan
Masyarakat

2
Penuruan derajat
kesehatan
masyarakat

Negatif, kecil

3
Operasional
peralatan dan
kendaraaan yang

Sementara

4
Negatif, kecil

Intesitas gangguan dan


frekuensi kecelakaan lalulintas
di depan PT JASA MEDIVEST.

5
Sementara

6
Peningkatan jumlah penderita
penyakit saluran pernafasan dan
gangguan pendengaran

Mengakibatkan
debu dan
kebisingan
TAHAP OPERASIONAL
1. Komponen Peningkatan
Fisik-Kimia
kebisingan

Operasional PT
Jasa Medivest:

Negatif, sedang

Permanen

Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup Nomor

Kendaran para
karyawan dan
pengunjung serta
lalulintas di depan
PT Jasa Medivest
dan jika genset
dioperasionalkan.
Timbulnya bau

Sampah/limbah
domestik

48/MenLH/11/1996 tentang
Baku Tingkat Kebisingan,

Negatif, sedang

Permanen

Penurunan kualitas Limbah cair


air permukaan
domestik PT
JASA
MEDIVEST
Bandung

Negatif, sedang

Permanen

Penurunan kualitas Limbah cair


air tanah
domestik

Negatif, sedang

Permanen

Potensi timbulnya Listrik PLN, LPG, Negatif, sedang


kebakaran
O2 dan, genset
Timbulan sampah Sampah/limbah
Negatif, sedang
domestik
operasional PT
JASA
MEDIVESTBand
ung
2. Komponen Penurunan
Limbah cair dari
Negatif, kecil
Biologi
keanekaragaman
limbah domestik
biota air
PT JASA
MEDIVESTBand
ung

Permanen

Kepmen LH Nomor Kep-50/


MenLH/11/1996
-

Perda Prop. Jateng No.


10 Th. 2004
Perda Kab. Cilacap
Nomor 27 Tahun 2003
-

Permenkes RI Nomor
416/MENKES/ PER/IX/1990
Perda Prop. Jateng No.
10 Th. 2004
Perda Kab. Cilacap
Nomor 27 Tahun 2003

Permanen

Kepmenkes RI No.
1204/Menkes/SK/X/2004

Permanen

Indeks Keanekaragaman (Lee,


at all, 1976)

1
2
3. Komponen Sosekbud Peningkatan
kesempatan kerja
dan berusaha

4.Komponen
Kesehatan
Masyarakat

3
Terbukanya peluang kerja dan
peluang usaha

4
Positif, kecil

5
Permanen

Peningkatan
pendapatan

Bekerja di PT JASA MEDIVEST


Bandung dan membuka usaha

Positif,
sedang

Permanen

Peningkatan persepsi
positip masyarakat
Peningkatan derajat
kesehatan
masyarakat

Operasional PT JASA MEDIVEST


Bandung
Beroperasinya PT JASA
MEDIVEST Bandung

Positif,
sedang
Positif,
sedang

Permanen
Permanen

6
Jumlah penduduk yang
bekerja
Jumlah penduduk yang
membuka usaha baik
langsung atau tidak langsung
Perbandingan pendapatan
masyarakat sekitar pada waktu
sebelum dan sesudah
beroperasinya perusahaan
Sikap masyarakat terhadap
keberadaan perusahaan
Angka kesakitan
Angka kematian kasar
(crude death rate)
Angka kematian
persalinan (maternal
mortality rate)
Angka kematian bayi
(infant mortality rate)
-

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. PT. Jasa Medivest adalah perusahaan PMA terdaftar yang dimiliki oleh Pantai
Medivest Sdn Bhd, Malaysia dengan PT Jasa Sarana, Indonesia. PT Jasa Medivest
menggunakan teknologi insinerator untuk pemusnahan limbahnya. Insinerator
skala industri yang berkapasitas 500 kg limbah per jam .
2. Pembangunan PT Jasa Medivest dapat menimbulkan dampak negatif dan positif
yang meliputi tahap prakonstruksi, konstruksi dan operasional.
3. Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan oleh pihak
pengelola merupakan rangkaian kegiatan dalam dokumen AMDAL yang dimiliki
oleh PT Jasa Medivest. Upaya pengelolaan tersebut meliputi cara pengelolaan
yang sesuai dengan dampak yang ditimbulkan, tolak ukur dampak dan lokasi
pengelolaan. Sedangkan upaya pemantauan meliputi metode lokasi dan periode
pemantauan

B. Saran
1. Sebaiknya dilakukan pemusnahan limbah yang memperhatikan aspek lingkungan
sehingga tidak mencemari lingkungan
2. Penggunaan APD secara teliti kepada pegawai yang menangani masalah limbah
agar tidak terjadi PAK (penyakit akibat kerja)

DAFTAR PUSTAKA
1. Arikunto, Suharsini, 1997, Prosedur Penelitaian, Jakarta: Rineka Cipta
2. Budiman, Chandra. 2007. Pengantar Kesehatan LingkunganI. Jakarta: Penerbit Buku
buku Kesehatan EGC.
3. H.J. Mukono. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Air Langga
University Press.
4. Indradewi, Nur Oktavitri. (2008). Analisis Manajemen Resiko Lingkungan Limbah
Berbahan Berbahaya dan Beracun (B3) Berdasarkan Penilaian Risiko Dengan Fuzzy
Analytical Hierarchy Process (FAHP). Surabaya : Jurusan Teknik Industri Institut
Teknologi Sepuluh Nopember
5. www.google.com
6. www.bandungkab.go.id
7. www.jasamedivest.com