Anda di halaman 1dari 11

PENDAHULUAN

Dalam kegiatan dan perumusan strategi bisnis, perusahaan internasional biasanya


mempertimbangkan berbagai faktor eksternal, tidak hanya ekonomi tetapi juga sosial-budaya politik
dan kedaulatan hukum. Konsep kepentingan nasional dan pandangan hidup masyarakat setiap Negara
berbeda karena itu perusahaan multinasional tidak bias secara bebas mengendalkikan seluruh
kegiatannya di Negara tuan rumah. Perbedaan kepentingan nasional tidak menutup kemungkinan
terjadinya konflik perusahaan internasional dengan mitra usahanya, masyarakat, konsumen, tenaga
kerja lokal tuan rumah.
Kedaulatan nasional kehidupan nasional suatu negara jelas berbeda dengan kehidupoan
negara-negar lain di dunia. Kehidupan nasional yang meliputi kehidupan ekonomi, sosial budaya,
politik serta hukum secara unik berkembang atas dasar kedaulatan dalam batas wilayah nasional suatu
negara, meskipun tidak tertutup kemungkinan terjadinya lintas sosial budaya, politik, ekonomi antar
negara. Seperti apa yang dikemukakan oleh Farmer dan Richman.suatu negara bangsa secara khas
memiliki sistem moneternya sendiri dan dikelola dengan cara apapun yang dinilai sesuai.
Oleh karena itu, untuk memasuki wilayah pemasaran negara lain, kemampuan untuk
memahami serta beradaptasi dengan lingkungan kehisdupan setempat perlu dimiliki oleh perusahaan
asing. Sebab, analisis aspek kehidupan negara tersebut sangat diperlukan dalam perumusan strategi
perusahaan.
Disamping adanya dampak positif terhadap kehidupan ekonomi bagi pembangunan ekonomi
suatu negara, peranan perusahaan multinasional sering mendapat kritikan. Dengan kata lain masuknya
perusahaan
asing
dikhawatirkan
akan
melunturkan
kedaulatan
suatu
bangsa.
Kritik-kritik semacam ini, akan memperoleh kebenaran apabila perusahaan multinasional tidak
menyesuaikan diri dengan tata kehidupan negara tuan rumah dan terlebih lagi apabila condong
memaksakan atau berusaha mengendalikan sistem sosial budaya, politik dan ekonomi negara asal ke
negara tuan rumah.
Walaupun demikian, ini tidak berarti bahwa perusahaan asing harus meninggalkan tata nilai
kehidupan negara asalnya dan sasaran strategi perusahaannya. Pada tingkat tertentu, interaksi
perusahaan multinasional dengan negara operasinya sering memberikan kontribusi positif bagi proses
pertukaran budaya, alih teknologi, dan keterampilan manajemen yang bermanfaat bagi negara tuan
rumah.

POKOK PEMBAHASAN
1). LINGKUNGAN HUKUM BISNIS INTERNASIONAL
Sistem hukum yang digunakan Negara diseluruh dunia sangat berbeda-beda. Sistem hukum
nasional yang sangat berbeda-beda karena alasan-alasan sejarah, budaya, politik, dan agama. Hukum
Anglo-saxon. Hukum Anglo-Saxon (common law) adalah fondasi sistem hukum di Inggris dan bekas
koloni-koloninya, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, India, Selandia Baru, Barbados, Saint
Kitts, Nevis dan Malaysia. Hukum Anglo-Saxon didasarkan pada kebijakan kumulatif putusanputusan para hakim tentang masing-masing perkara sepanjang sejarah. Perkara-perkara ini
menciptakan preseden hukum, yang digunakan hakim-hakim lain untuk memutuskan perkara serupa.
Contohnya produsen produk-produk yang cacat akan lebih rentan terhadap gugatan di Amerika
Serikat daripada di Inggris sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan perkembangan dalam putusan
hakim kedua negara tersebut. Selain perbedaan perkembangan putusan-putusan hakim, undang-

undang tertulis juga berbeda diantara negara-negara Angglo Saxon. Contohnya banyak transaksi
bisnis antara perusahaan dan pemerintah inggris dilindungi dari penyidikan publik. Sebaliknya di AS
lebih banyak informasi antara perusahaan dan pemerintah.
Sedangkan kebanyakan negara-negara barat lainnya banyak menggunakan sistem hukum
kontinental yang diciptakan bangsa Romawi. Hukum Kontinental. Hukum Kontinental (civil law),
didasarkan pada suatu kodifikasi atau daftar yang lengkap tentang apa yang diperbolehkan dan tidak
diperbolehkan. Sistem hukum kontinental berasal dari zaman Alkitab dengan bangsa Romawi, yang
menyebarkannya diseluruh dunia barat.
Salah satu perbedaan penting antara hukum Anglo-Saxon dan hukum kontinental jelas dalam
peran hakim dan pengacara. Dalam sistem hukum Anglo-Saxon, hakim bertindak sebagai wasit yang
netral, yang mengatur berbagai pendapat pengacara pihak-pihak yang saling bersebrangan.
Sedangkan, dalam hukum kontinental, hakim banyak mengambil tugas pengacara, dengan
menentukan, contohnya, lingkup barang bukti yang harus dikumpulkan dan harus di hadirkan di
pengadilan.
Beberapa negara seperti Iran dan Arab Saudi menggunakan hukum agama. Hukum agama
didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang diciptakan secara resmi yang mengatur iman dan praktik
suatu agama tertentu. Negara-negara yang berpedoman pada hukum agama sering mempunyai ciri-ciri
seperti tidak adanya pembelaan dan prosedur banding, yang seharusnya membuat pihak luar berhatihati. Andaikata ada sengketa dagang antara pengusaha asing dan pesaing lokal, perwakilan lokal
tersebut dapat meminta polisi setempat untuk menahan pengusaha asing. Karena tidak ada pengadilan
yang independent di negara tersebut untuk melindungi hak-hak orang asing.
Sedangkan negara-negara dengan perekonomian yang direncanakan dengan terpusat
menggunakan hukum birokratis. Hukum birokratis adalah apa saja yang dikatakan para birokrat tanpa
memperdulikan hukum formal negara tersebut.kontrak dapat dibuat dan di akhiri oleh orang yang
berkuasa. Di negara-negara yang mengandalkan hukum birokratis, kemampuan suatu bisnis
Internasional untuk mengelola usaha-udsahanya sering terancam oleh birokrat.
Hukum yang Beroientasi Ke dalam Negeri
Hukum ini mempengaruhi segala segi usaha dalam negeri suatu perusahaan seperti :
pengelolaaan tenaga kerjanya (undang-undang recruitment, kompensasi dan hubungan tenaga kerja),
pembiayaan usaha-usahanya (undang-undang surat berharga, perbankan, krredit), pemasaran produkproduknya (undang-undang periklanan, distribusi, dan perlindungan konsumen) dan pengembangan
serta penggunaan teknologi (undang-undang hak paten, hak cipta, dan merek dagang). Meskipun
undang-undang seperti ini difokuskan untuk dalam negeri, peraturan tersebut tetap saja secara tidak
langsung dapat mempengaruhi perusahaan dalam negeri untuk bersaing secara internasional dengan
meningkatkan biayanya. Contohnya biaya tenaga kerja untuk pabrik-pabrik di Jerman, Prancis dan
Belgia termasuk diantara yang tertinggi di dunia. Karena itu, pabrik-pabrik ini menyaksikan bahwa
produk-produknya kurang mampu bersaing dari segi harga dalam pasar ekspor; banyak di antaranya
yang bersaing di dunia internasional menekankan kualitas produknya daripada harganya.
Hukum Langsung Mempengaruhi Transaksi Bisnis
Sanksi
Adalah larangan perdagangan dengan negara tersebut. Seperti : larangan akses ke barangbarang berteknologi tinggi, penarikan perlakuan tarif istimewa, pemboikotan barang-barang tersebut,
penolakan pinjaman baru.

Embargo
Adalah sanksi menyeluruh terhadap perdagangan dengan negara tertentu, dapat dilakukan
serentak atau sendiri-sendiri
Fungsi ganda
Adalah pengendalian ekspor untuk barang-barang berteknologi tinggi yang banyak digunakan
untuk kepentingan militer atau sipil.
Ekstrateritorialisme
Adalah mengatur aktivitas-aktivitas bisnis yang di jalankan diluar perbatasannya.
Hukum yang Ditujukan ke Perusahaan-Perusahaan Asing
Nasionalisasi
Adalah perubahan atau memindahkan kepemilikan sumber daya dari sektor swasta ke sektor
pemerintah. Nasionalisasi yang paling rentan terhadap tindakan semacam ini adalah industri yang
tidak mudah dipindahkan : industri-industri sumber daya alam seperti produksi minyak mentah dan
pertambanganan industri-industri padat modal seperti baja, kimia, dan penyulingan minyak.
Privatisasi
Adalah perubahan kekayaan milik negara menjadi kekayaan milik swasta.
Sebagian besar BUMN yang dijual ke swasta karena kekurangan modal, kelebihan karyawan, atau
tidak
menguntungkan
serta
tekanan
persaingan
yang
di
hadapi
perusahaan.
Pembatasan Atas Kepemilikan Asing. Banyak pemerintah membatasi kepemilikan asing terhadap
perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk menghindari perekonomian dan industri-industri
utamanya dikendalikan pihak asing.
Dampak Perusahaan Multinasional Terhadap Negara Tujuan
Dampak Ekonomi dan Politik
Contohnya, ketika jaringan-jaringan supermarket Barat seperti Carefour dari Prancis
memasuki pasar Cina, perusahaan tersebut menawarkan kepada konsumen Cina pilihan yang lebih
banyak, merk-merk nasional dan standar kesehatan yang tinggi. Perusahaan multinasional yang
melakukan penanaman modal langsung akan menciptakan lapangan kerja. Namun apabila
perusahaan-perusahaan multinasional bersaing langsung dengan perusahaan lokal akan dapat
menyebabkan perusahaan lokal kehilangan laba dan pekerjaan. Misalnya masuknya Carefour ke Cina
menyebabkan usaha-usaha keluarga dalam pasar makanan jalan di Cina lebih sulit untuk menambah
mata pencaharian. Perusahaan multinasional juga memberi dampak politik hanya ukuran perusahaan
itu saja sering membawa dampak yang besar dalam masing-masing negara yang menjadi tempat
beroperasi.
Dampak Budaya
Ketika perusahaan menaikkan standar hidup lokal dan memperkenalkan produk baru yang
belum ada sebelumnya, masyarakat dalam negara tersebut akan mengembangkan norma, standar dan
perilaku yang baru.

Penyelesaian Sengketa dalam Bisnis Internasional


Biasanya empat pertanyaan yang harus dijawab agar sengketa internasional dapat diselesaikan
:
a. Hukum negara mana yang berlaku?
b. Di negara mana seharusnya persoalan tersebut diselesaikan?
c. Teknik mana yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut : pengadilan, arbitrase,
mediasi dan negosiasi ?
d. Bagaimana penyelesaian tersebut akan dilaksanakan ?
Jika suatu kontrak bisnis tidak berisikan jawaban atas dua pertanyaan diatas, masing-masing
pihak mungkin akan berupaya agar perkara itu diperiksa dalam sistem pengadilan yang paling
menguntungkan bagi kepentingan-kepentingannya sendiri, suatu proses yang dikenal sebagai forum
shopping (penjajakan pengadilan).
Suatu putusan pengadilan asing dilaksanakan atau tidak ditentukan oleh prinsip sikap hormat.
Prinsip sikap hormat ini mengatakan bahwa suatu negara akan menaati dan melaksanakan dalam
wilayahnya sendiri penilaian dan putusan pengadilan asing, dengan batasan-batasan tertentu. Agar
prinsip tersebut berlaku, negara-negara umumnya menuntut tiga syarat untuk dipenuhi :
a. Timbal balik antar negara-negara
b. Tergugat diberi pemberitahuan dengan jelas
c. Putusan pengadilan asing tidak menyimpang dari undang-undang dan traktat
2). LINGKUNGAN TEKNOLOGI BISNIS INTERNASIONAL
Lingkungan teknologi adalah suatu segi penting lingkungan suatu negara. SDA suatu negara
dan juga modalnya dalam bentuk fisik dan manusia, mempengaruhi negara tersebut sebagai tempat
aktivitas bisnis internasional. Kesediaan atau ketidaksediaan suatu negara menerapkan hak kekayaan
intelektual perusahaan-perusahaan asing sering memegang peranan penting dalam menetapkan lokasi
bisnis.
Dimensi penting lainnya suatu negara adalah lingkungan teknologinya. Fondasi lingkungan
teknologi suatu negara adalah basis sumber dayanya. Beberapa Negara, seperti Australia, Argentina,
dan Thailand diberkati dengan banyak tanah pertanian yang subur. Negara-negara lainnya, seperti
Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Rusia diberkati dengan sumber daya alam yang kaya seperti minyak,
emas, dan berlian. Negara negara seperti Cina dan Indonesia mempunyai pasokan tenaga kerja yang
melinmpah, sedangkan negara-negara lainnya seperti Islandia dan Selandia Baru, tidak memilikinya.
Ketersediaan atau tidak ketersediaan sumber daya mempengaruhi produk-produk mana dibuat di
negara tertentu. Karena melimpahnya tanah yang subur , Australia , Argentian dan Thailand menjadi
eksportir utama barang-barang pertanian. Sama hal nya, mudahnya persediaan tenaga kerja yang
berbiaya murah memungkinkan perusahaan-perusahaan di Cina dan Indonesia menghasilkan produkproduk padat karya untuk pasar dunia. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan di Islandia dan Selandia
Baru merupakan importer murni produk-produk seperti ini karena perusahaan-perusahaan ini tidak
mempunyai tenaga kerja yang berbiaya murah, yang menghambat kemampuan mereka menghasilkan
barang-barang yang padat karya secara menguntungkan., Negara dapat mengubah atau membentuk
lingkungan teknologinya melalui investasi. Banyak negara, seperti Kanada, Jerman dan Jepang telah
berinvestasi besar-besaran dalam infrastrukturnya jalan bebas hambatan, sistem komunikasi,
pengairan dan seterusnya untuk lebih memudahkan produksi dan pendistribusian produk-produk.
Sama halnya, banyak negara telah berinvestasi besar-besaran dalam modal manusia. Dengan
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga negaranya, negara-negara meningkatkan

produktivitas dan efisiensi tenaga kerjanya. Investasi dalam infrastruktur dan modal manusia
memungkinkan negara-negara maju terus menikmati kemakmuran dalam pasar dunia meskipun
mereka membayar upah yang mahal kepada pekerja di negara-negara tersebut.
Sarana lain untuk mengubah lingkungan teknologi suatu negara adalah alih teknologi, yaitu
pembinaan teknologi dari suatu negara ke negara lain. Beberapa negara telah mendukung alih
teknologi dengan mendorong penanaman modal asing (PMA). Contohnya, Hungaria dan Rolandia
memulai transisinya dari komunisme ke kapitalisme dengan menggunakan pajak dan insentif-insentif
lainnya untuk membujuk perusahaan-perusahaan seperti General Electric dan General Motors
pembangun pabrik-pabrik baru disana.
3). LINGKUNGAN POLITIK BISNIS INTERNASIONAL
Bagian penting dari setiap keputusan bisnis adalah menilai lingkungan politik dimana
perusahaan menjalankan usaha. Peraturan perundang-undangan yang disahkan setiap tingkat
pemerintah dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan di negara tujuan tersebut.
Risiko Politik
Adalah perubahan-perubahan dalam lingkungan yang mungkin akan membawa pengaruh
yang merugikan terhadap nilai kegiatan-kegiatan bisnis suatu perusahaan. Risiko politik dapat dibagi
menjadi tiga kategori :
a. Resiko kepemilikan, dimana harta-harta kekayaan perusahaan terancam oleh penyitaan atau
pengambilalihan.
b. Resiko pengoperasian, dimana operasi suatu perusahaan yang sedang berjalan terancam oleh
perubahan-perubahan hukum, standar lingkungan, undang-undang perpajakan, terorisme, dan
lain-lain.
c. Resiko transfer, dimana pemerintah melakukan campur tangan dalam kemampuan suatu
perusahaan memindahkan dana ke dan dari negara tersebut. Untuk melindungi diri dari
perubahan-perubahan tersebut. Perusahaan harus secara terus menerus memantau situasi politik di
negara-negara yang menjadi tempatnya melakukan bisnis dengan melakukan konsultasi kepada
staf, pejabat kedutaan dan apabila tepat kepada perusahaan-perusahaan yang mengkhususkan diri
dalam penilaian resiko politik.
Aspek Politik dalam Bisnis Internasional
Aspek politik tergolong kritis dalam perlusan operasi perusahaan internasional. Perusahaan
multinasional biasanya melakukan analisis resiko politik terhadap negara yang menjadi wilayah
operasinya tidak mengherankan bagi suatu perusahaan untuk tidak melakukan investasi di negara
yang mengalami peperangan atau instabilitas politik dalam negeri sikap ini didasari akan
kekhawatiran akan perubahan situasi politik yang bisa merugikan operasi perusahan multinasional.
Sebagai contoh, suatu studi untuk PBB, menunjukkan 1.705 perusahaan transnasional yang
dibebaskan secara paksa (divestment) di 79 negara berkembang selama 20 tahun dari tahun 1960tahun 1979. Masalah perusahaan multinasional yang sering menjadi topik perdebatan politik, karena
kehadirannya yang mempengaruhi politik dalam negeri suatu negara. Meluasnya operasi perusahaan
multinasional di negara-negara berkembang dikhawatirkan akan mengurangi bobot kedaulatan negara,
dan tidak jarang dicurigai sebagai bentuk perluasan kapitalisme yang bertentangan dengan prinsip/
ideologi nasional mereka. Kehadiran investasi negara-negara Barat dan Jepang sempat menjadi
masalah politik dalam negeri Indonesia. Di mata orang Indonesia aspek dari modal asing ini dianggap

sebagai pengaruh negatif dari kebijaksanaan-kebijaksanaan sekarang yang diberlakukan. Karena


mereka berpendapat penanaman modal asing telah memperbesar ketergantungan Indonesia kepada
negara-negara Barat dan Jepang.
Masing-masing negara berbeda keadaan politik dan dasar hukum yang dianutnya.
Politik suatu negara dicerminkan oleh struktur pemerintahan dan sistem partai
politiknya. Pemerintahan suatu negara dibedakan antara sistem parlementer (republik
dan monarki konstitusional) dan absolut (monarki absolut dan diktatoriat). Sistem
kepartaian dibedakan antara sistem dua-partai, multi partai, satu partai, atau satu partai
yang dominan. Resiko politik dapat digolongkan menjadi:
a. Resiko kepemilikan (ownership risk) menyangkut kehidupan dan kekayaan perusahaan
(konsfiskasi, ekspropriasi, dan domestikasi),
b. Resiko operasional (operating risk) berkaitan dengan kelancaran usaha, dan
c. Resiko pengalihan (transfer risk) berkaitan dengan resiko pelarian modal.
Politik internasional diwarnai oleh berbagai relasi yang bersifat global dan kekuatan
politik dunia. Dengan kata lain, pengaruh politik dunia dapat dibedakan oleh:
a. Relasi global,
b. Politik transnasional, dan
c. Kekuatan politik tinggi.
Meskipun demikian, pengaruh politik internasional pada bisnis internasional secara
khusus ditentukan oleh politik bilateral antara negara asal dengan negara tujuan juga oleh perjanjian
multilateral antar beberapa negara. Tidak selalu pengaruh politik internasional bersifat negatif. Jika
hubungan bilateral antar negara berkembang positif, maka bisnis pun dapat merasakan manfaatnya.
Sistem Hukum Negara: Secara filosofis, sumber dari hukum negara-negara di dunia dapat dibedakan
menjadi dua sistem hukum: common law dan civil atau code law. Kedua sistem hukum ini sangat
berbeda terutama pada pelaksanaan pada praktek di dunia bisnis.
Common law, adalah hukum masyarakat berasal dari hukum Inggris dan dipergunakan di
Inggris serta negara Negara persemakmurannya, Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Australia, dan
India. Basis dari common law adalah tradisi, fakta, peristiwa-peristiwa maupun preseden legal di
masyarakat. Code law, bersumber dari sistem aturan tertulis (code) hukum-hukum Romawi dan
dipergunakan di sebagian besar negara negara di dunia, misalnya Itali, Belanda, Perancis, Jerman,
Meksiko, Swiss, dan Indonesia. Berdasarkan sistem code, hukum yang sah dibedakan menjadi:
hukum dagang {commercial law), hukum perdata atau sipil {civil law), dan hukum pidana atau
kriminal {criminal law).
4). LINGKUNGAN BUDAYA BISNIS INTERNASIONAL
Perbedaan struktur sosial budaya, yang mirip hasil produk budaya masyarakat maju,
merupakan kendala bagi perusahaan internasional. Suatu perusahaan asing secara sadar/ tidak,
membawa tata nilai budaya negara asalnya, yang berlainan dengan tata nilai masyarakat setempat,
sehingga memungkinkan terjadinya bentrokan sosial budaya antar kedua belah pihak.
Aspek sosial budaya ini dapat mempengaruhi fungsi-fugsi manajemen, pemasaran, sumber
daya manusia, produksi, dan strategi perusahaan. Banyak contoh bisa dikemukakan, tetapi yang jelas
perusahaan multinasional sebaiknya menyesuaikan strateginya dengan sistem sosial budaya
masyarakat lokal. Adaptasi sosial budaya dimaksudkan untuk mengurangi resiko konflik atau
pertentangan sosial budaya dengan masyarakat lokal. Contoh: Masuknya produk-produknya impor,

hamburger, dan lain-lain telah merubah gaya


mengidentifikasikan diri sebagai masyarakat modern.

hidup

masyarakat

terutama

yang

ingin

Norma budaya barat melakukan sikap obyektif atas dasar analisis fakta, sedangkan budaya
timur mendasarkan pada hal yang pribadi, emosional, mistikal dan lain-lain.
Dalam budaya timur jauh, sikap sopansantun dianggap lebih bernilai daripada kebenaran. Eksekutif
jepang, misalnya, merasa tidak wajar untuk mengatakan tidak dalam situasi-situasi tertentu.
Penghargaan terhadap waktu dan lain-lain.
Kebudayaan adalah Keseluruhan kepercayaan, aturan, teknik, kelembagaan, dan barangbarang perkakas buatan manusia yang mencirikan penduduk manusia. Apabila orang-orang bekerja di
dalam masyarakat dan budaya yang berbeda dari budaya mereka sendiri, masalah-masalah yang
mereka hadapi berhubungan dengan seperangkat budaya akan lebih diperumit oleh sejumlah
perangkat budaya yang mereka temukan dalam tiap-tiap pasar luar negerinya.
Sayangnya terlalu sering terjadi orang yang akrab hanya dengan satu pola budaya mungkin percaya
bahwa mereka mempunyai kesadaran terhadap perbedaan budaya di tempat lain, padahal sebenarnya
tidak demikian. Kecuali mereka memiliki kesempatan untuk melakukan perbandingan-perbandingan
dengan budaya-budaya lain, mereka barangkali bahkan tidak sadar pentingnya ciri-ciri budayanya
sendiri. Mereka juga mungkin tidak mengetahui kenyataan bahwa banyak masyarakat menganggap
budayanya sendiri lebih unggul daripada semua budaya lainnya (etnosentrisitas).
E.T. Hall, seorang ahli antropologi terkenal, menyatakan bahwa untuk mempelajari karakteristik
budaya-budaya sehingga dapat beradaptasi dengannya dapat dicapai hanya dengan dua cara: (1)
menghabiskan seumur hidup di sebuah negara atau (2) menjalani suatu program pelatihan yang sangat
canggih dan ekstensif yang mencakup karakteristik-karakteristik utama dari sebuah budaya, termasuk
bahasa. Program dimaksud harus lebih dari sekedar penjelasan singkat mengenai kebiasaan/adat
istiadat sebuah negeri, tetapi hendaknya merupakan studi mengenai apakah budaya itu dan apa yang
dilakukannya, membedakan beberapa pengetahuan dari berbagai cara di mana perilaku manusia telah
dilembagakan dalam sebuah negeri.
Budaya Mempengaruhi Semua Fungsi Bisnis Pemasaran. Dalam pemasaran misalnya,
beraneka ragam sikap dan nilai menghambat banyak perusahaan untuk menggunakan bauran
pemasaran yang sama di semua pasar.
Budaya nasional juga merupakan kunci yang menentukan untuk mengevaluasi para manajer.
Di Amerika Serikat, umumnya keberhasilan merupakan kriteria bagi pemilihan dan promosi para
eksekutif, tetapi di Inggris, seorang manajer umum (general manager) Amerika mengeluh karena
orang-orang dipromosikan dengan mempertimbangkan sekolah yang telah diselesaikannya dan latar
belakang keluarga mereka tetapi bukan karena keberhasilannya.
Unsur-unsur Sosiokultural terdiri dari:
Estetika
Estetika berkaitan dengan rasa keindahan, budaya dan selera yang baik dan diungkapkan dalam seni,
drama, musik, cerita rakyat dan tari-tariannya.

Sikap dan Kepercayaan

Setiap budaya memiliki seperangkat sikap-sikap dan kepercayaan yang mempengaruhi hampir seluruh
perilaku manusia dan membantu membawa ketertiban kepada masyarakat dan individu-individunya.
Semakin banyak yang dapat dipelajari para manajer tentang sikap-sikap kunci tertentu, semakin siap
mereka untuk memahami mengapa orang-orang berperilaku seperti yang mereka perbuat, utamanya
ketika reaksi-reaksi mereka berbeda dari harapan seperti yang telah dipelajari para manajer itu dalam
berurusan dengan masyarakatnya sendiri.
Agama
Agama, sebuah unsur kebudayaan yang penting, bertanggung jawab atas berbagai sikap kepercayaan
yang mempengaruhi perilaku manusia. Suatu pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dasar beberapa
agama besar akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengapa sikap orang-orang begitu jauh
berbeda dari satu negara ke negara lain. Etika kerja Protestan dan Konfusius adalah untuk
memuliakan Tuhan dengan bekerja keras dan mempraktikkan prinsip-prinsip.
Kebudayaan material
Kebudayaan material merujuk kepada semua obyek buatan manusia dan berhubungan dengan
bagaimana orang membuat benda-benda (teknologi) dan siapa membuat apa dan mengapa (ilmu
ekonomi).

Teknologi.
Teknologi suatu masyarakat adalah bauran pengetahuan yang dapat digunakan yang diterapkan
masyarakat dan diarahkan kepada pencapaian tujuan-tujuan ekonomi dan budaya; Ia ada dalam
beberapa bentuk di setiap organisasi budaya.
Dualisme teknologi.
Adanya teknologi maju dan teknologi primitif dalam sistem produksi yang digunakan secara
berdampingan.
Teknologi tepat guna.
Teknologi (maju, menengah atau primitif) yang paling cocok dengan masyarakat yang
menggunakannya.
Efek bumerang.
Apabila teknologi yang dijual kepada perusahaan-perusahaan di negara lain digunakan untuk
memproduksi barang-barang yang menyaingi barang-barang dari penjual teknologi itu.

Pendidikan
Meskipun pendidikan dalam artian yang paling luas dapat dianggap sebagai bagian dari proses belajar
yang memperlengkapi seorang individu untuk mengambil tempatnya di dalam masyarakat dewasa,
hampir setiap orang di budaya Euramerican (orang Eropa dan Amerika) menyamakan pendidikan
dengan sekolah formal.

Brain drain adalah perpindahan tenaga-tenaga profesional berpendidikan tinggi ke negara lain.
Reverse brain drain. Kembalinya tenaga-tenaga profesional berpendidikan tinggi ke negara
asalnya.

Bahasa

Barangkali perbedaan budaya yang paling kentara dipahami oleh pendatang baru dalam bisnis
internasional adalah dalam cara berkomunikasi.

Bahasa percakapan. Bahasa adalah kunci bagi kebudayaan, dan tanpa bahasa orang menemukan
dirinya terisolasi dari semua hal, kecuali lingkaran budaya.
Bahasa menggambarkan budaya. Bahasa-bahasa yang diucapkan memisahkan budaya persis
seperti hambatan-hambatan fisik.
Bahasa asing. Ketika banyak bahasa yang diucapkan terdapat dalam sebuah negara ( India dan
banyak bangsa-bangsa Afrika), bahasa asing biasanya berlaku sebagai kendaraan utama untuk
komunikasi lintas budaya.

Organisasi Kemasyarakatan
Setiap masyarakat memiliki suatu struktur atau organisasi yang pengaturan hubungan-hubungannya
yang terpola mendefinisikan dan mengatur cara anggota-anggotanya berhubungan satu sama lain.

Pertalian keluarga. Keluarga adalah satuan dasar kelembagaan yang berdasarnya pertalian
keluarga. Tidak seperti keluarga Amerika, yang pada umumnya terdiri atas orang tua dan anakanak mereka, keluarga-keluarga di banyak negara - terutama di negara berkembang - diperluas
dengan memasukkan seluruh famili berdasarkan darah dan berdasarkan perkawinan.
Keluarga besar. Termasuk keluarga sedarah dan keluarga karena hubungan perkawinan. Untuk
perusahaan di luar negeri, keluarga besar (extended family) adalah sumber karyawan-karyawan
dan koneksi bisnis. Kepercayaan bahwa orang menempatkan famili-famili mereka, walaupun
jauh, bisa memotivasinya untuk membeli dari sebuah pemasok yang dimiliki oleh keponakan dari
keponakannya, meskipun harganya lebih tinggi.
Tanggung jawab anggota. Meskipun keluarga besar adalah luas, rasa tanggung jawab setiap
anggota terhadapnya adalah kuat. Inisiatif pribadi untuk bekerja berkurang ketika ia mungkin
diminta untuk membagi penerimaan pribadinya dengan anggota keluarga besar yang tidak
bekerja, tidak peduli apa pertalian keluarganya.
Asosiasi. Unit-unit sosial yang tidak berdasarkan hubungan keluarga, dikenal sebagai asosiasi
oleh para ahli antropologi, bisa dibentuk berdasarkan umur, jenis kelamin atau minat yang sama.
Umur/usia. Para pabrikan barang-barang konsumen cukup sadar mengenai pentingnya membuat
segmentasi pasar berdasarkan kelompok umur, yang sering kali mengabaikan budaya. Kenyataan
ini telah memungkinkan para pemasar berhasil menjual produk-produk seperti pakaian dan
rekaman pasar muda-mudi baik di negara maju maupun berkembang.
Gender. Pada umumnya, negara-negara yang kurang maju kurang memiliki persamaan gender
dalam hal kesempatan kerja dan pendidikan. Meskipun dewasa ini, Cina menawarkan ucapan
selamat hanya atas kelahiran seorang anak; kelahiran anak perempuan mengakibatkan perasaan
duka.

REFERENSI
Griffin, Ricky W, Michael W Pustay, 2005. Bisnis Internasional. Jakarta : PT Indeks Kelompok
Gramedia
____________, 2011. Lingkungan Bisnis Internasional. http://developmentcountry.blogspot.com /
2011/10/lingkungan-bisnis-internasional.html

____________, 2011. Kekuatan Hukum Teknologi dan Politik. http://sitirahmawatii.blogspot.com /


2011/10/kekuatan-hukum-teknologi-dan-politik.html

RINGKASAN MATA KULIAH

BISNIS INTERNASIONAL

- LINGKUNGAN BISNIS INTERNASIONAL -

OLEH :

KELOMPOK 9
I Komang Arta Wibawa Pande

1006205020

Ayu Suri Tri Cahyaning Dewi

1006205040

Gusti Ayu Ketut Chandni Dewi

1006205067

A. A Mirah Permata Sari

1006205057

I. A. Nithya Medhiantari

1006205046

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS UDAYANA
2012