Anda di halaman 1dari 50

SSP adalah organ yang memberikan

informasi siapa diri kita, apa yang


sedang kita kerjakan dan yang telah
kita lakukan.
SSP juga mengendalikan beberapa
fungsi penting pada organ tubuh yg
mengatur detak jantung, tekanan
darah, pernafasan
Fungsi ini terpengaruh jika seseorang
menggunakan narkoba dgn kata lain
organ lain ikut berubah fungsinya

Menanam, menyimpan, mengimpor,


memproduksi, mengedarkan dan menggunakan
narkotika tanpa pengendalian dan tanpa
mengindahkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku adalah suatu kejahatan karena
sangat merugikan dan menimbulkan bahaya
yang sangat besar, karena itu, UU No. 9 Tahun
1976 tentang Narkotika sudah tidak sesuai lagi,
maka perlu dibuat UU baru tentang Narkotika,
yaitu
UU no. 22 th 1997.
Terbaru UU No. 35 th. 2009.

Pengertian

Beberapa istilah penting dalam UU No. 35 Th. 2009

NARKOTIKA : (UU No. 35 Th. 2009 pasal


1)
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal
dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semisintetis, yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan, yang
dibedakan ke dalam golongan-golongan
sebagaimana terlampir dalam UndangUndang

Peredaran gelap
narkotika
setiap kegiatan atau
serangkaian kegiatan yang
dilakukan secara tanpa hak
dan melawan hukum yang
ditetapkan sebagai tindak
pidana narkotika

PeCandu
orang yang menggunakan
atau menyalahgunakan
narkotika dan dalam
keadaan ketergantungan
pada narkotika, baik secara
fisik maupun psikis

Ketergantungan
Narkotika

gejala dorongan untuk


menggunakan narkotika
secara terus menerus,
toleransi dan gejala
putus narkotika apabila
penggunaan dihentikan

Penyalahguna

orang yang
menggunakan
narkotika tanpa
sepengetahuan dan
pengawasan dokter

Rehabilitasi Medis
suatu proses kegiatan
pengobatan secara terpadu
untuk membebaskan
pecandu dari
ketergantungan narkotika

NARKOTIKA

KOKAIN
Daun :
Erythroxylum
coca

Koka

GANJA

Cannabis
sativa
MARIYUANA
Daun, bunga,
biji, ranting

OPIUM
Getah buah :
Papaver
sommiverum
(Candu, morfin,
putaw, heroin,
kodein)

OPIUM
Buah opium yang dilukai dengan pisau sadap
akan mengeluarkan getah kental berwarna
putih. Setelah kering dan berubah warna
menjadi cokelat, getah ini dipungut dan
dipasarkan sebagai opium mentah.

OPIUM
Opium mentah ini bisa diproses
secara sederhana hingga menjadi
candu siap konsumsi. Kalau getah ini
diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin.
Morfin yang diekstrak lebih lanjut
akan menghasilkan heroin.

A. Ganja
Ganja dikenal dapat memicu psikosis. Ganja juga bisa memicu
dan mencampuradukkan antara kecemasan dan depresi
Gejala yang ditimbulkan dari penggunaan ganja

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Rasa senang dan bahagia


Santai dan lemah
Acuh tak acuh
Mata merah
Nafsu makan meningkat
Mulut kering
Pengendalian diri dan konsentrasi kurang
Depresi dan sering menguap/mengantuk

B. Opium (Heroin,
Morfin)

Berasal dari kata opium, jus dari bunga opium. Opium disaripatikan
dari opium poppy (papaver somniferum) untuk membuat morfin,
kodein, dan heroin. Opium digunakan berabad-abad sebagai
penghilang rasa sakit (mencegah batuk, diare, dll).
Gejala gejala yang ditimbulkan dari penggunaan opiat
1. Perasaan tenang dan bahagia
2. Acuh tak acuh (apatis)
3. Malas bergerak
4. Mengantuk
5. Rasa mual
6. Bicara cadel
7. Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
8. Gangguan perhatian/daya ingat

D. Kokain
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar
Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana
daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh
penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan, seperti
untuk meningkatkan daya tahan, stamina, mengurangi kelelahan,
rasa lapar dan untuk memberikan efek euforia.
Gejala yang ditimbulkan dari penggunaan kokain
1. Gelisah dan denyut nadi meningkat
2. Euforia/rasa gembira berlebihan
3. Banyak bicara dan kewaspadaan meningkat
4. Kejang dan tekanan darah meningkat
5. Berkeringat dan mudah berkelahi
6. Penyumbatan pembuluh darah
7. Distonia (kekakuan otot leher)

PENGGOLONGAN NARKOTIKA

Narkotika Golongan I
Dilarang digunakan untuk kepentingan
pelayanan kesehatan
Dalam jumlah terbatas, dapat digunakan untuk
kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi dan untuk reagensia diagnostik,
serta reagensia laboratorium setelah
mendapatkan persetujuan Menteri atas
rekomendasi Kepala Badan Pengawas Obat dan
Makanan

PENGGOLONGAN NARKOTIKA

Narkotika Golongan I
tidak ditujukan untuk terapi
potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan,

Contoh Narkotika Golongan I


Tanaman Papaver Somniferum L dan semua bagianbagiannya termasuk buah dan jeraminya, kecuali bijinya
Opium mentah, yaitu getah yang membeku sendiri,
diperoleh dari buah tanaman Papaver somniferum L.
Opium
Tanaman koka, daun koka, kokain
mentah, kokain
Tanaman ganja
Desmorfina, etorfina, heroin
Tiofentanil, meskalin
Amfetamina, deksamfetamina, metamfetamina,
metakualon

Narkotika Golongan II
adalah Narkotika yg. berkhasiat untuk
pengobatan
digunakan sbg. pilihan terakhir dan
dapat digunakan dalam terapi dan/atau
untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan
berpotensi tinggi mengakibatkan
ketergantungan

Contoh Narkotika Golongan II

Alfentanil
Benzilmorfina, Dihidromorfina
Fentanil
Metadona
Morfin
Petidin
Sufentanil
Tebain
Tebakon
Tilidin

Narkotika Golongan III


adalah N yg.berkhasiat pengobatan
banyak digunakan dalam terapi dan
atau tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan
mempunyai potensi ringan
mengakibatkan ketergantungan

Contoh Narkotika Golongan III

Asetildihidrokodein, dihidrokodeina, kodein


Etilmorfin, polkodina
Nikodikodin, nikokodin, norkodein
Propiram
Buprenorfin

Tujuan Pengaturan Narkotika


menjamin ketersediaan Narkotika untuk
kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau
pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi;
mencegah, melindungi, dan menyelamatkan
bangsa Indonesia dari penyalahgunaan
Narkotika;
memberantas peredaran gelap Narkotika
dan Prekursor Narkotika;
menjamin pengaturan upaya rehabilitasi
medis dan sosial bagi Penyalah Guna dan
pecandu Narkotika

PENYALAH GUNA
NARKOTIKA
Adalah orang yang
menggunakan narkotika
tanpa hak atau melawan
hukum

Pecandu Narkotika
adalah orang yang
menggunakan atau
menyalahgunakan
Narkotika dan dalam
keadaan ketergantungan
pada Narkotika, baik secara
fisik maupun psikis

PEREDARAN NARKOTIKA
Meliputi setiap kegiatan atau serangkaian
kegiatan penyaluran atau penyerahan
narkotika, baik dalam rangka
perdagangan, bukan perdagangan
maupun pemindahtanganan untuk
kepentingan pelayanan kesehatan dan
pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
(Pasal 35 UU 35/2009)

PENYERAHAN NARKOTIKA
Pasal 43 UU 35/2009
Ayat 1 : penyerahan narkotika
hanya dapat dilakukan oleh :
a.Apotek
b.Rumah sakit
c.Pusat kesehatan masyarakat
d.Balai pengobatan
e.dokter

Ayat 2:
apotek hanya dapat
menyerahkan narkotika kepada:
a. rumah sakit
b. pusat kesehatan masyarakat
c. apotek lainnya
d. balai pengobatan
e. dokter
f. pasien

PREKURSOR NARKOTIK
UU 35/2009 PASAL 1 AYAT 2:
Adalah zat atau bahan pemula
atau bahan kimia yang dapat
digunakan dalam pembuatan
narkotika.

TUJUAN PENGATURAN
PREKURSOR NARKOTIK
PASAL 48
a. melindungi masyarakat dari bahaya
penyalahgunaan prekursor narkotika
b. mencegah dan memberantas
peredaran gelap prekursor narkotika
c. mencegah terjadinya kebocoran
dan penyimpangan prekursor
narkotika

GOLONGAN DAN JENIS


PREKURSOR NARKOTIKA
TABEL I

TABEL II

Acetic anhydride
N-Acetylanthranilic Acid
Ephedrine
Ergometrine
Ergotamine
Isosafrole
Lysergic acid
3,4-Methylenedioxyphenyl-2propanone
Norephedrine
1-Phenyl-2-Propanone
Piperonal
Potassium permananat
Pseudoephedrine
safrole

Acetone
Anthranilic acid
Ethyl ether
Hydrochloric acid
Methyl ethyl ketone
Phenylacetic acid
Piperidine
Sulphuric acid
Toluene

Farmakokinetik
Absorbsi di.G.I.tract, selaput lendir
hidung, paru, tempat suntikan, kulit
yg luka, selaput lendir tubuh yg lain.
Metabolisme dlm hati, otak, paru-2,
ginjal, darah
Ekskresi lewat ginjal, urine, sal.
empedu, feces, kulit : berupa
keringat.
Gejala akut & kronis

Farmakodinamik
Narkotik menyebabkan depresi CNS
analgetik, perasaan mengantuk,
tdk dpt konsentrasi, sukar berpikir,
apathy, penglihatan kurang tajam,
badan terasa panas, muka terasa
gatal, mulut kering, mual, muntah,
depresi pernapasan, tekanan darah
menurun, pupil miosis.

Pengobatan
a) Keracunan akut narkotik, antidote
nalorfin HCl 0,1 mg/kg/I.V. atau
Naloxone HCl 0,005 mg/kg/I.V.
b) Kumbah lambung
c) Pencahar : larutan Na Sulfat (30
mg NaSO4 dlm 200 ml air)
d) Symptomatis : depresi
pernapasan - Oksigen

Keracunan Narkotika
Hasil Otopsi :
Pemeriksaan Luar :

K.U. jelek/sedang, bekas suntikan, limfadenitis.


Tanda umum asfiksia.
Busa halus pada mulut & hidung.
Perdarahan ptekhien pada kulit.

Pemeriksaan Dalam :

Darah gelap & cair.


Gumpalan masa coklat kehitaman pada lambung.
Trakhea & bronchus kongested & berbusa.
Paru-paru kongesti & edema. Organ lain kongested

Pemeriksaan Toksikologis:
Marquis test tes (+) timbul warna ungu
Microkristal test bentuk jarum, piring, roset

Sebab Kematian :
Kematian yang langsung :
Depresi pusat pernafasan,
Edema pulmonum,
Anafilaktik syok.

Kematian yang tidak langsung :


Emboli, pneumonia.
Endokarditis,
Hepatitis,
Infeksi lain, Tetanus, Sepsis, dll.

Cara kematian :
Kecelakaan, o.k. overdosis, kecelakaan lalu
lintas pada pengemudi yang menggunakan.
Pembunuhan, hot-shot.
Bunuh diri, jarang terjadi. Kalau ada berupa
akibat dari sindroma abstinentia/Syndrome putus
obat : withdrawal syndrome.
Penganiayaan , perkelahian antar kelompok
yang diakibatkan hal-2 lain.

Syndrome Putus Obat (Withdrawal


Syndrome/Sakauw)

Menggigil, mual, muntah, nafsu makan


menurun, kelelahan, imsomnia, hiperhidrosis, lakrimasi, diare, otot
berdenyut, dilatasi pupil

Penyalahgunaan Narkoba
bahaya sangat besar, bukan hanya merusak tubuh,
tetapi juga masa depan. Penyalahgunaan narkoba
mengakibatkan rusaknya organ tubuh selain itu
juga menimbulkan penyakit yang berbahaya sulit
untuk di sembuhkan, seperti kangker, paru,
HIV/AIDS, hepatitis, bahkan penyakit jiwa

DAMPAK PSIKOLOGIS & SOSIAL


LAIN SECARA UMUM
Emosi yang tidak terkendali
Kecenderungan berbohong
Tidak memiliki tanggung jawab
Hubungan dengan keluarga, guru dan teman
serta lingkungannya terganggu
Cenderung menghindari kontak komunikasi
dengan orang lain
Merasa dikucilkan atau menarik diri dari
lingkungan
Tidak peduli dengan nilai atau norma yang ada
Cenderung melakukan tindak pidana kekerasan

Faktor yang mendorong


penyalah gunaan narkotika
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pengendalian diri yang lemah


Kondisi kehidupan keluarga
Temperamen sulit
Mengalami gangguan perilaku
Suka menyendiri dan berontak
Prestasi sekolah yang rendah
Tidak di terima di kelompok
Berteman dengan pemakai
Mengenal narkoba di usia dini

Upaya Pencegahan
Penyalahgunaan Narkoba

1. Diawali dari rumah sejak


dini

Memberikan landasan keimanan yang kuat dengan


menjalankan syariat agama masing-masing, serta
memberi teladan hidup yang baik terhadap diri
sendiri maupun sesamanya.
Memberikan rasa aman kepada anak dengan
menunjukkan rasa cinta dan sayang keluarga
dengan perbuatan nyata, seperti memberikan
pelukan atau ciuman sewajarnya.

Menciptakan suasana rumah tangga yang hangat,


terbuka, dan harmonis sehingga ada perasaan
kesulitan bagi anak untuk menyampaikan buah
pikiran, keluhan, usulan, atau meminta penjelasan
akan hal-hal yang ingin dia ketahui tetapi kesulitan
mencari tempat bertanya.
Meluangkan waktu untuk anak wajib dilakukan,
karena mereka butuh pendampingan dalam
kehidupan sehari-harinya dan dapat menjadi teman
untuk diajak bermain sekalipun.

Melatih dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada


anak adalah hal penting, misalkan dalam mengerjakan
pekerjaan tugas rumah tangga dia dilibatkan pada
pekerjaan yang sederhana dan menyenangkan buat dia.
Memberikan pujian atas prestasi yang diraih anak sangat
perlu untuk memberikan dukungan semangat sekaligus
ungkapan penghargaan yang dapat bermanfaat
membangun sikap percaya diri.
Menjadi sumber informasi yang benar bagi anak untuk
menjelaskan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba
serta akibat yang ditimbulkan serta bagaimana cara
menolak tawaran penyalahgunaan narkoba

2. Peran Remaja
Pelatihan keterampilan

Kegiatan alternatif untuk mengisi waktu luang, seperti:


kegiatan olah raga, kesenian, dll
Melakukan pergaulan yang sehat
Meningkatkan iman dan takwa
Memilih tempat/ lingkungan kos/ tempat tinggal.
Memperdalam pengetahuan tentang bahaya narkoba
Berhubungan dengan narkoba itu perbuatan kriminal

3. Peran Tokoh Masyarakat dan


Pemerintah
Mengikutsertakan dalam pengawasan narkoba
dan pelaksanaan Undang-Undang.
Mengadakan penyuluhan, kampanye
pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Merujuk korban narkoba ke tempat pengobatan.
Merencanakan, melaksanakan dan
mengkoordinir program-program pencegahan
penyalahgunaan narkoba.