Anda di halaman 1dari 29

HIPERTENSI DALAM

KEHAMILAN
Oleh:
Ninik M Prawira
110 208 114

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015

PENDAHULUAN
Komplikasi kehamilan hipertensi
(10%)
70% kehamilan dengan preeklamsia,
dan sisanya 30% dikarenakan
hipertensi kronik.
Di Amerika Serikat, sekitar 15 %
mortalitas maternal disebabkan oleh
hipertensi.

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

KLASIFIKASI

INSIDEN
Usia > 35 tahun atau pada usia- usia
akhir reproduksi.
14,1 % pada primigravida, 5,7%
pada multipara.
pada kehamilan gamelli (25,9 %)
wanita yang primigravida yang
tekanan darahnya meningkat setelah
hamil (5-7 %)

FAKTOR RISIKO PREEKLAMPSIA


FREKUENSI
Riwayat preeklampsia
20-30%
Riwayat preeklampsia sebelum 28 minngu
50 %
Hipertensi kronik
15-25 %
Hipertensi berat
40%
Penyakit ginjal
25%
Diabetes mellitus Pregestasional
20%
Thrombophilia
10-40%

FAKTOR-FAKTOR RISIKO
Usia ibu keluarga
Nullipara
Sistemik
Obesitas
Gemelli
Diabetes
Riwayat
Kehamilan
Penyakit
>
Lupus
mellitus
35
molahidatidosa
tahun
Eritematosus
dengan preklamsia atau eklamsia

PATOFISIOLOGI

GEJALA KLINIS

HIPERTENSI KRONIK
Peningkatan tekanan darah > 140/90
mmHg sebelum usia kehamilan 20
minggu, atau selama kehamilan dan
masih hipertensi setelah 12 minggu
postpartum atau lebih

HIPERTENSI GESTASIONAL
Peningkatan tekanan darah > 140/90
mmHg pada usia kehamilan > 20
minggu diobservasi dalam 2 kali
pemeriksaan, dimana jarak
pemeriksaan >6 jam.

PREEKLAMSIA
Hipertensi pada kehamilan > 20 minggu yang
disertai proteinuria,yang sebelumnya normotensi.
Proteinuria > 5 gr dalam 24 jam
Oligouria > 500 ml dalam 24 jam
Serebral dan gangguan penglihatan, termasuk
kesadaran menurun, penglihatan kabur dan sakit
kepala
Edema paru
Epigastric dan nyeri perut kuadran kanan atas
dengan gangguan fungsi hepar.
Trombositopenia, > 100.000 / mm3

Tabel 3 : Klasifikasi preeklampsia


Preeklampsia ringan
Preeklampsia berat
Tekanan darah 140/90 mmHg, Tekanan darah sistolik 160 mg
namun

mmHg atau diastolis 110 mmHg

< 160/110 mmHg pada dua kali pada dua kali pemeriksaan dalam
pemeriksaan dalam rentang 6 rentang 6 jam saat istirahat total
jam saat istirahat total
Proteinuria 300 mg/24 jam Proteinuria 5 gr/ 24 jam atau
namun < 5g/ 24 jam

3+

pada dipstick pada dua kali

pemeriksaan urine dalam rentang 4


Asimptomatik

jam
Oligouria < 500 ml/ 24 jam
Gangguan

serebral

atau

penglihatan
Edema paru atau sianosis
Nyeri

epigastrium

atas
Gangguan fungsi hati
Trombositopenia

atau

kuadran

DIAGNOSIS

ANAMNESIS
Mual dan
Nyeri
Gangguan
Sesak
Penurunan
Menghilangnya
Persalinan
kepala
nafas
muntah
produksi
gerakan
urin,janin
hemturia

PEMERIKSAAN FISIS
Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg

PENATALAKSANAAN

HIPERTENSI PADA KEHAMILAN


TANPA PROTEINURIA
Jika kehamilan < 35 minggu, lakukan
pengelolaan rawat jalan :
Lakukan pemantauan tekanan darah,
proteinuria dan kondisi janin setiap minggu.
Jika terjadi peningkatan tekanan darah,
maka diterapi sebaga preeklamsia
Jika kondisi janin memburuk, dan terjadi
pertumbuhan janin terhambat, maka
indikasi untuk rawat inap dan lakukan
terminasi kehamilan

HIPERTENSI PADA KEHAMILAN


DENGAN PROTEINURIA
Jika kehamilan < 35 minggu dan tidak terdapat tandatanda perbaikan, lakukan penilaian 2 kali seminggu
secara rawat jalan :
Lakukan pemantauan tekanan darah, proteinuria,
reflex dan kondisi janin
Diet biasa
Istirahat yang cukup
Tidak perlu pemberian obat
Jika terdapat tanda pertumbuhan janin terhambat,
pertimbangkan terminasi kehamilan jika proteinuria
meningkat, maka dikelola sebagai preeklamsia berat.

HIPERTENSI PADA KEHAMILAN


DENGAN PROTEINURIA
Jika kehamilan > 35 minggu ,
pertimbangkan terminasi kehamilan
Jika serviks matang, lakukan induksi
dengan oksitosin 5 IU dalam 500 ml
ringer laktat/ dextrose 5 % IV 10 tpm
Jika serviks belum matang, berikan
prostaglandin, misoprostol atau
kateter folley atau lakukan terminasi
kehamilan dengan seksio cesaria

PREEKLAMSIA DAN
EKLAMPSIA
Penanganan preeklamsia berat dan eklampsia sama.
Jika tekanan darah diastolic > 110 mmHg, berikan
antihipertensi sampai tekanan diastolik antara 90-100 mmHg
Kateterisasi urin untuk pengukuran volume dan pemeriksaan
proteinuria
Infus cairan dipertahankan 1,5 2 liter / 24 jam
Observasi tanda vital, reflex dan denyut jantung janin setiap
jam
Auskultasi paru untuk menari tanda udem paru, jika terdapat
tanda-tanda udem paru maka hentikan pemberian cairan dan
segera berikan diuretic (furosemide 40 mg IV)
Nilai pembekuan darah dengan uji pembekuan. Jika
pembekuan tidak terjadi setelah 7 menit, kemungkinan
terdapat koagulopati.

PREEKLAMSIA DAN
EKLAMPSIA
Pemberian MgSO4 : MgSO4 (40 %) 4 gr 10 ml IV selam 10
menit Bolus
MgSO4 (40 %) 6 gr 15 ml dalam RL selama 6 jam drips
Jika kejang berulang dalam 15 menit, berikan MgSO4 (40
%) 2 gr 5 ml IV selama 5 menit
Dosis pemeliharaan : MgSO4 1 gr / jam melalui infuse RL /
ringer asetat yang diberikan sampai 24 jam postpartum.
Sebelum pemberian MgSO4 ulangan lakukan pemeriksaan
Refleks patella (+), urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam
terakhir, dan frekuensi nafas > 16 kali/ menit.jika tidak
terdapat 3 syarat di atas maka diberikan kalsium glukonas
1 gr (20 ml dalam larutan 10 %) IV perlahan-lahan sampai
pernafasan mulai lagi.

ANTI-HIPERTENSI
Golongan calcium channel bloker,
golongan dihidropiridin, yakni nifedipin
yan diberikan 5-10 mg oral yang dapat
diulang sampai 8 kali / 24 jam
Jika respon tidak membaik setelah 10
menit, berikan tambahan 5 mg
nifedipin sublingual untuk
mempercepat penyerapan dan utilisasi
obat

KOMPLIKASI
Solusio placenta
Nekrosis
Edema
Perdarahan
Hemolisis
Hipofibrinogenemia
Prematuritas
Komplikasi
Kelainan
Sindroma
hati

PROGNOSIS
Kematian ibu berkisar 9,8% - 25,5 %, kematian bayi
yang lebih tinggi lagi, yakni 42,2% - 48,9%.
kematian ibu dan bayi : negara berkembang >
negara maju
Kematian ibu biasanya disebabkan oleh perdarahan
otak, dekompensatio cordis dengan edema paru,
payah ginjal, aspirasi pada saat kejang.
Sebab kematian pada bayi terutama oleh hipoksia
intrauterine dan prematuritas. Preeclampsia dan
eklampsia jarang menyebabkan hipertensi
menahun.

KESIMPULAN
Hipertensi pada kehamilan merupakan
salah satu penyebab terbanyak
komplikasi pada maternal dan perinatal.
Manajemen awal pada hipertensi kronik
yang baru terdiagnosis adalah dengan
mencari penyakit dasarnya.
Penggunaan obat-obat anthipertensi
diberikan pada wanita dengan
hipertensi kronik yang berat.

KESIMPULAN
Manajemen dari preeklamsia dipengaruhi
oleh banyak faktor termasuk diantaranya
beratnya penyakit, umur kehamilan dan
kondisi janin.
Manajemen yang optimal sangat
dibutuhkan karena kompleksnya proses
dari penyakit ini dan menifestasi multiple
organ system. Pemantauan kehamilan dan
rsio ada janin sangatlah penting dilakukan

TERIMA KASIH