Anda di halaman 1dari 11

Anhidrida Asam dan Nitril

Kelompok 6
Amrin abdullah
Mellisa Fitri Rezkia
Pitri yenica
Kelas 2 Ka

Anhidrida Asam
Anhidrida asam asetat,
(NamaIUPAC:etanoil etanoat) dan
disingkat sebagai Ac2O, adalah salah
satuanhidrida asampaling sederhana.
Rumus kimianyaadalah (CH 3CO)2O.
Senyawa ini merupakanreagenpenting
dalamsintesis organik.
Senyawaini tidakberwarna, dan berbau
cukakarena reaksinya dengan kelembapan
di udara membentukasam asetatat.

Struktur anhidrida asam

Asam karboksilat seperti asam


etanoat memiliki struktur
sebagai berikut:
Jika kita mengambil dua
molekul asam etanoat dan
menghilangkan sebuah
molekul air diantara kedua
molekul tersebut maka akan
diperoleh anhidrida asam,
yakni anhidrida etanoat.

Penamaan anhidrida asam


Pemberian nama untuk anhidrida asam sangat mudah.
Kita cukup mengambil nama asam induk, dan
mengganti kata "asam" dengan "anhidrida". "Anhidrida"
berarti "tanpa air".
Dengan demikian, asam etanoat akan menjadi
anhidrida etanoat; asam propanoat menjadi anhidrida
propanoat, dan seterusnya.

Anhidrida asam propionat

SIFAT-SIFAT FISIK ANHIDRIDA ASAM


Untuk menjelaskan sifat-sifat anhidrida asam, dapat diambil contoh anhidrida
etanoat sebagai anhidrida asam sederhana.
a. Kelarutan dalam air
Anhidrida etanoat tidak bisa dikatakan larut dalam air karena dia bereaksi
dengan air menghasilkan asam etanoat. Tidak ada larutan cair dari anhidrida
etanoat yang terbentuk.
b. Titik Didih
Anhidrida etanoat mendidih pada suhu 140C. Titik didih cukup tinggi karena
memiliki molekul polar yang cukup besar sehingga memiliki gaya dispersi van
der Waals sekaligus gaya tarik dipol-dipol. Akan tetapi, anhidrida etanoat tidak
membentuk ikatan hidrogen. Ini berarti bahwa titik didihnya tidak sama
tingginya dengan titik didih asam karboksilat yang berukuran sama. Sebagai
contoh, asam pentanoat (asam yang paling mirip besarnya dengan anhidrida
etanoat) mendidih pada suhu 186C.
c. Kenampakan
Anhidrida etanoat merupakan cairan yang tidak berwarna dengan bau yang
sangat mirip dengan asam cuka (asam etanoat). Bau ini timbul karena
anhidrida etanoat bereaksi dengan uap air di udara (dan kelembaban dalam
hidung) menghasilkan asam etanoat kembali.

Reaksi anhidrida
Reaksi dengan air
Dengan memodifikasi persamaan umum yang
disebutkan di atas, yaitu X-OH diganti dengan H-OH
(air), maka akan diperoleh dua molekul asam etanoat.

Persamaan ini lebih sering (dan lebih mudah) dituliskan sebagai berikut:
Reaksi ini berlangsung lambat pada suhu kamar (lebih cepat jika
dipanaskan) tanpa ada hal-hal menarik yang bisa diamati (berbeda
dengan asil klorida dimana asap hidrogen klorida terbentuk). Pada reaksi
ini anda mencampur dua cairan tidak berwarna dan memperoleh cairan
tidak berwarna lainnya.
Adapun reaksi untuk asil klorida adalah:

Reaksi dengan alkohol


Kita akan memulai dengan mengambil contoh alkohol
secara umum yang bereaksi dengan anhidrida etanoat.
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:

atau, untuk lebih sederhananya:

Produk yang terbentuk kali ini (selain asam etanoat yang


selalu terbentuk) adalah sebuah ester. Sebagai contoh,
dengan etanol akan diperoleh ester etil etanoat:

Reaksi ini juga memerlukan sedikit


pemanasan agar bisa berlangsung
dengan laju reaksi yang cukup, dan
lagi-lagi tidak ada kejadian dramatis
yang bisa diamati.
Adapun reaksi untuk asil klorida
adalah:

Reaksi dengan fenol sendiri


Fenol memiliki sebuah gugus -OH yang terikat langsung pada
sebuah cincin benzen. Dalam zat yang biasanya disebut
"fenol", tidak ada lagi yang terikat pada cincin selain gugus
-OH tersebut. Kita akan membahas ini terlebih dahulu.
Reaksi antara fenol dengan anhidrida asam tidak begitu
penting, tetapi akan diperoleh ester persis seperti pada reaksi
dengan alkohol.

Atau, untuk lebih sederhananya:

Khususnya jika anda menuliskan persamaan dengan cara


kedua di atas, maka akan terlihat jelas bahwa dihasilkan
ester yang lain dalam hal ini, disebut fenil etanoat.
Adapun reaksi untuk asil klorida adalah:

Tetapi anda perlu hati-hati karena struktur ester biasa


dituliskan dengan berbagai cara sehingga strukturnya lebih
mirip seperti sebuah turunan fenol.
Sebagai contoh:

Perhatikan bahwa hidrogen dari gugus -OH fenol


telah digantikan oleh sebuah gugus asil (sebuah
gugus alkil yang terikat pada ikatan rangkap
C=O).Anda bisa mengatakan bahwa fenol
telahterasetilasiatau telah mengalamiasilasi.
Karena sifat dari gugus alkil yang khusus ini, maka
proses ini juga disebut sebagaietanoilasi. Hidrogen
digantikan oleh sebuah gugus etanoil, CH 3CO-.

Anda mungkin juga menyukai