Anda di halaman 1dari 13

-

LAMPIRAN : NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH


KOTA MADIUN DENGAN DEWAN PERWAKILAN
RAKYAT DAERAH KOTA MADIUN
1NOMOR
: 050/
/401.202/2010
050/ /401.030/2010
TANGGAL :
2010

KOTA MADIUN
RANCANGAN
KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN APBD
TAHUN ANGGARAN 2010

I.

PENDAHULUAN
Latar Belakang Penyusunan Kebijakan Umum Perubahan
APBD
Dalam rangka mengintegrasikan APBD dengan perkembangan
yang terjadi dalam satu tahun anggaran diperlukan adanya
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD)
Kota Madiun.
Berdasarkan

Peraturan

Menteri

Dalam

Negeri

Nomor

13

Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah


sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 59 tahun 2007, khususnya dalam Pasal 155 dijelaskan
bahwa perubahan APBD disebabkan perkembangan yang tidak
sesuai asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun 2010 dapat
berupa terjadinya pelampauan atau tidak tercapainya proyeksi
pendapatan

daerah,

alokasi

belanja

daerah,

sumber

dan

penggunaan pembiayaan yang semula ditetapkan dalam KUA.


RKPD tahun 2010 disusun bersamaan dengan penyusunan RPJMD
Kota Madiun tahun 2009 2014, maka substansi penetapan
prioritas pembangunan dan sasaran RKPD tahun 2010 berpedoman
pada Visi, Misi dan Tujuan Pembangunan dalam RPJMD,
sedangkan secara yuridis penyusunannya mengacu pada Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Madiun
tahun 2005 2025. Prioritas Pembangunan Daerah pada
Tahun 2010 yang dijabarkan dalam RKPD dengan kegiatannya
bersumber
perencanaan

dari

masyarakat

pembangunan

melalui

untuk

proses

selanjutnya

musyawarah
diformulasikan

melalui program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah


sesuai tugas pokok dan fungsi yang harus dilaksanakan. Sesuai

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

-2-

dengan RKPD 2010 Prioritas Pembangunan Kota Madiun adalah


sebagai berikut :
1. Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat;
2. Peningkatan kualitas Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan;
3. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan;
4. Peningkatan Infrastruktur Khususnya Pengendalian Banjir dan
Lingkungan Hidup.
Memperhatikan Prioritas Pembangunan Kota Madiun Tahun 2010
dan optimalisasi pencapaian program, saat ini secara umum sudah
dilaksanakan dengan baik namun masih diperlukan penyesuaianpenyesuaian

terhadap

kegiatan-kegiatan

yang

mendukung

pencapaian sasaran prioritas pembangunan daerah. Secara prinsip


prioritas pembangunan tersebut tetap menjadi pedoman Perubahan
Anggaran Kegiatan tahun 2010.

Tujuan Penyusunan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran


Pendapatan dan Belanja Daerah
Tujuan

penyusunan

Kebijakan

Umum

Perubahan

Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah antara lain :


1. Memberikan penjelasan tentang perubahan asumsi dasar
dengan KUA yang ditetapkan sebelumnya.
2. Sebagai pedoman penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran
Sementara (PPAS) Perubahan dan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
3. Evaluasi terhadap capaian target kinerja program dan kegiatan
baik yang dikurangi maupun yang ditingkatkan dari asumsi KUA
sebelumnya.

Dasar Hukum Penyusunan Kebijakan Umum Perubahan


Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dasar hukum yang menjadi landasan penyusunan Kebijakan Umum
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
Anggaran 2010 adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional ;
Kebijakan Umum Perubahan APBD
Tahun Anggaran 2010

-3-

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 ;
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah ;
4. Peraturan

Pemerintah

Nomor

58

Tahun

2005

tentang

Pengelolaan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah ;


5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah ;
6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 2025;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi
Perangkat Daerah;
8. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 ;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59
Tahun 2007 ;
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2007 tentang
Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Rancangan
Peraturan

Kepala

Daerah

tentang

Penjabaran

Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah ;


11. Peraturan Manteri Keuangan Nomor 114/PMK.07/2010, tentang
Pedoman Umum dan Alokasi Dana Percepatan Pembangunan
Infrastruktur Pendidikan (DPPIP) Tahun Anggaran 2010;
12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.07/2010, tentang
Pedoman Umum dan Alokasi Dana Penguatan Desentralisasi
Fiskal (DPDF) dan Dana Percepatan Pembangunan (DPP)
Tahun Anggaran 2010;
13. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 16 Tahun 2009 tentang
Rencana Pempangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kota
Madiun Tahun 2009 - 2014 ;

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

-4-

14. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 17 Tahun 2009


tentang

Anggaran

Pendapatan

dan

Belanja

Daerah

Tahun Anggaran 2010 ;


15. Peraturan Walikota Madiun Nomor 18 Tahun 2009 tentang
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Madiun
Tahun 2010.
16. Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota Madiun dengan
Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kota Madiun Nomor :
050/07/401.202/2009 dan Nomor : 050/1145/401.040/2009
tentang Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Tahun Anggaran 2010.

II.

PERUBAHAN KEBIJAKAN UMUM APBD


Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah merupakan
kebijakan fiskal yang digunakan untuk mengatasi permasalahan dan
tantangan dalam pembangunan. Perkembangan dinamika pelaksanaan
pembangunan disertai dengan kebijakan fiskal yang diambil pemerintah
menuntut kita untuk lebih dapat mengimplementasikan program dan
kegiatan pembangunan Kota Madiun agar lebih efektif dan efisien.
Menyikapi hal tersebut diperlukan perubahan-perubahan dalam Kebijakan
Umum Anggaran dalam mencapai sasaran prioritas pembangunan.

Perubahan Asumsi Dasar Kebijakan Umum APBD


Beberapa hal yang menyebabkan Perubahan Asumsi dasar Kebijakan
Umum APBD Tahun 2010 antara lain sebagai berikut :
a. Yang menyebabkan perubahan pada sisi pendapatan yaitu
sebagai berikut :
Didapati adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)
Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp 85.456.187.000,- .
Prakiraan besaran pendapatan daerah yang tertuang pada
APBD tahun anggaran 2010 diasumsikan sama dengan
besaran pendapatan daerah tahun sebelumnya, sehingga perlu
dilakukan penyesuaian dengan potensi pendapatan daerah
yang ada berdasarkan realisasi yang telah berjalan beberapa

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

-5-

bulan dengan harapan dapat diperoleh besaran pendapatan


daerah yang lebih riil sesuai potensi yang ada.
Kebijakan Pemerintah Pusat tentang Dana Penyesuaian Tahun
Anggaran 2010 yang ditetapkan dalam Undang-undang nomor
47

tahun

2009

tentang

APBN

tahun

anggaran

2010

sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 2


tahun

2010

mengalokasikan

dana

kepada

Pemerintah

Kabupaten/Kota. Untuk Kota Madiun mendapatkan :


1) Dana

Penguatan

Desentralisasi

Fiskal

dan

Dana

Percepatan Pembangunan (DPDF dan PPD) sebesar Rp.


4.931.137.000,- berdasarkan surat Menteri Keuangan
tanggal 14 Mei 2010 nomor S-380/MK.7/2010 perihal
penegasan pengaturan DPDF dan PPD tahun 2010;
2) Dana Tunjangan Profesi Guru PNSD yang diberikan
kepada guru PNSD yang telah mendapat sertifikasi sebesar
Rp. 31.051.225.200,- , sedangka untuk Dana Tambahan
Penghasilan Guru PNSD yang diberikan kepada Guru
PNSD yang belum mendapat tunjangan profesi sebesar
Rp.5.848.650.000,- berdasarkan Surat Menteri Keuangan
tanggl 18 Mei 2010 Nomor S-376/MK.7/2010 perihal Dana
Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNSD dan Tunjangan
Profesi Guru PNSD kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota
Tahun Anggaran 2010;
3) Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pendidikan
(DPPIP). Berdasarkan surat Menteri Keuangan tanggal 21
Mei 2010 Nomor : S-380/MK.7/2010 perihal penyampaian
alokasi dan penggunaan DPPIP tahun 2010 Kota Madiun
mendapat Rp.1.000.000.000,> Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur yang semula
ditargetkan dalam APBD 2010 sejumlah Rp.17.400.300.000,terdapat perubahan sebagai berikut :
1) Berdasarkan surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur
tanggal 25 Januari 2010 Nomor 900/106/202.3/2010 perihal
BK Khusus Tahun anggaran 2010 untuk Kota Madiun
mendapat

alokasi

dana

sejumlah

15.485.300.000,00,

selanjutnya sesuai surat Gubernur Jawa Timur tanggal 9

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

-6-

Maret 2010 Nomor 900/1443/202.4/2010, Perihal Alokasi


Anggaran Belanja Bantuan Keuangan Khusus APBD
Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2010 untuk sektor
pendidikan terdapat perubahan,

sehingga dari dana BK

Khusus Provinsi Jawa Timur berkurang Rp 4.977.040.000,atau menjadi Rp.12.423.260.000,2) Berdasarkan surat Gubernur Jawa Timur tanggal 25 Mei
2010 Nomor 900/6805/206/2010 Perihal Penyampaian
Keputusan

Gubernur

Jawa

Timur

Nomor

188/193/KPTS/013/2010 dan Bantuan Keuangan Kepada


Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2010,
diinformasikan bahwa melalui Perubahan APBD Provinsi
Jawa Timur Tahun 2010 Kota Madiun mendapat alokasi
Dana Rp. 36.000.000,- alokasi dana dimaksud sebagai
operasional untuk menunjang program-program/kegiatan
pemberdayaan masyarakat yang berlokasi di Kota Madiun.
> Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
Berdasarkan surat Gubernur Jawa Timur tanggal 1 April 2010
Nomor 970/4848/042/2010 perihal perhitungan bagi hasil pajak
daerah

dan

Sumbangan

Pihak

(SP)

III

Perhutani

ke

Kabupaten/Kota yang didasarkan pada realisasi penerimaan


kas Tahun Anggaran 2009 dan target penerimaan pada APBD
Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2010.
Dari hasil perhitungan Bagi hasil Pajak Daerah dan SP III
berdasarkan realisasi penerimaan kas tahun 2009 dikurangi
Dana Bagi Hasil yang sudah ditransfer, untuk Kota Madiun
masih mendapat sisa kurang yang dapat dicairkan sejumlah
Rp.5.879.175.000,> Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT)
Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 1 Tahun
2010 tentang Pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil
Tembakau Kepada Provinsi Jawa Timur Dan Kabupaten/Kota
di Jawa Timur Tahun Anggaran 2010, Kota Madiun mendapat
pembagian Rp. 5.035.077.381,00. Penerimaan DBH-CHT
tersebut lebih besar Rp. 2.207.000,00 dari yang ditargetkan
APBD 2010 sebesar Rp. 5.032.870.000,00.

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

-7-

b. Yang menyebabkan perubahan pada sisi belanja yaitu sebagai


berikut :
Dengan adanya kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi
tersebut, maka harus diikuti dengan perubahan alokasi belanja
sesuai ketentuan peruntukan masing-masing alokasi dana baik
dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi;
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2010 tentang
Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2008
tentang organisasi dan tata kerja Sekretariat Daerah dan
Sekretariat DPRD, dan Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun
2010 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 04
Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah
yang

mengatur

tentang

Pembentukan

SKPD

Dinas

Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang


merupakan peleburan dari Dinas Pendapatan Daerah dan
Bagian Keuangan pada Sekretariat Daerah serta sebagian dari
tugas pokok dan fungsi dari Bagian Administrasi Pembangunan
dan Aset pada Sekretariat Daerah.
JAMKESMASDA,

secara

prinsip

kebijakan

peningkatan

kualitas kesehatan telah ditetapkan dalam RKPD tahun 2010,


namun sebagai upaya optimalisasi peningkatan kualitas
pelayanan dan aksessibilitas kesehatan khususnya bagi
masyarakat

kurang

mampu

maka

program

ini

harus

dilaksanakan secara berkelanjutan.


Program ini dimulai tahun 2008 dan pada tahun anggaran 2009
dialokasikan lewat Premi Assuransi Kesehatan Masyarakat
Miskin sebesar Rp. 4.800.000.000,- berakhir sampai dengan
31 Agustus 2010, sehingga sebagai upaya keberlanjutan pada
tahun

2010-2011

diperlukan

alokasi

belanja

untuk

JAMKESMASDA dimaksud.
> Adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik sesuai Peraturan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 07 Tahun 2010
tanggal 30 Juni 2010, sehingga belanja listrik pada masingmasing SKPD memerlukan adanya penambahan alokasi dana.

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

-8-

Perubahan Kebijakan Pendapatan Daerah


Didalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59
Tahun 2007 dijelaskan bahwa Pendapatan Daerah adalah semua
penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah yang
menambah ekuitas dana dan merupakan hak daerah dalam satu
tahun anggaran serta tidak perlu dibayar kembali.
Perubahan Kebijakan Pendapatan Daerah terletak pada potensi
pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai kebutuhan
rumah tangga daerah pada tahun 2010. Potensi pendapatan daerah
tersebut antara lain :
1. Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD)

terdiri dari Pajak Daerah,

Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang


Dipisahkan serta Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.
Melalui

intensifikasi

dan

ekstensifikasi

dengan

tetap

memperhitungkan faktor kondusifitas iklim investasi, pendapatan


sektor pajak, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang
dipisahkan, serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
mengalami peningkatan.
Perubahan

PAD

sampai

akhir

Tahun

Anggaran

2010

diproyeksikan mampu mencapai Rp. 34.037.138.000,-

yang

artinya mengalami kenaikan sebesar Rp. 5.890.828.000,- atau


meningkat sebesar 20,93 % dari target pendapatan pada APBD
Tahun Anggaran 2010 sebesar Rp. 28.146.310.000,2. Dana Perimbangan
Dana

perimbangan

adalah

dana

yang

bersumber

dari

pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk


mendanai

kebutuhan

daerah

dalam

rangka

pelaksanaan

Desentralisasi.
Dana Perimbangan ditujukan untuk menciptakan keseimbangan
keuangan antara pemerintah pusat dan daerah dan antara
pemerintah daerah; yang dialokasikan berupa Dana Bagi Hasil
Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), dan
Dana Alokasi Khusus (DAK). Jumlah dana perimbangan yang
dialokasikan untuk Kota Madiun dan telah ditetapkan dalam
Kebijakan Umum Perubahan APBD
Tahun Anggaran 2010

-9-

APBD 2010 sampai dengan penyusunan KUA-P ini tidak


mengalami perubahan yaitu tetap Rp. 311.187.662.000,00
3. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah terdiri dari Hibah, Dana
Darurat, Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah
Daerah lainnya, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus, serta
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah
lainnya.
Perubahan lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah yaitu adanya
kenaikan sebesar Rp. 73.322.176.000,- atau 129,54 % dari
APBD tahun 2010 sebesar Rp. 56.603.548.000,- menjadi
Rp.129.925.724.000,Kenaikan pendapatan pada Pos Lain-lain Pendapatan Daerah
Yang Sah tersebut diatas disebabkan adanya kebijakan sebagai
berikut :
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi bertambah sebesar
Rp.5.879.175.000,- atau 37,81% dari APBD 2010 sebesar
Rp15.550.000.000,- menjadi Rp 21.429.175.000, Dana

Penyesuaian

Otonomi

Daerah

bertambah

Rp.72.420.041.000,- atau 306,17% dari APBD 2010 sebesar


Rp 23.653.248,000,- menjadi Rp 96.073.239.000, Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah
lainnya berkurang Rp. 4.977.040.000,- atau 28,60% dari
APBD

2010

sebesar

Rp

17.400.300.000,-

menjadi

Rp.12.423.260.000,-

Perubahan Kebijakan Belanja Daerah


Prinsip belanja sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13
Tahun 2006 adalah semua pengeluaran dari rekening kas umum
daerah yang mengurangi ekuitas dana dan merupakan kewajiban
daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh daerah.
Perubahan kebijakan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010 terjadi
pada Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Belanja Tidak
Kebijakan Umum Perubahan APBD
Tahun Anggaran 2010

- 10 -

Langsung bertambah sebesar Rp. 56.873.690.000,- atau 21,46 %


dari anggaran sebelumnya sebesar Rp. 265.028.863.000,- menjadi
Rp.

321.902.553.000,-.

Tambahan

Belanja

Tidak

Langsung

digunakan untuk mencukupi kebutuhan belanja gaji pegawai, hibah


kepada Badan/Lembaga/Organisasi, dan Belanja Tidak Terduga.
Belanja Langsung dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2010
diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar Rp 72.506.817.000,yang berarti kenaikannya mencapai 43,89 % dari APBD Tahun
Anggaran

2010

Rp.237.704.158.000,-

sebesar

Rp.165.197.341.000,-

menjadi

Kenaikan anggaran tersebut digunakan

untuk :
Tambahan Belanja Program dan Kegiatan pada Setiap SKPD
sebagai upaya mengoptimalkan hasil prioritas pembangunan
dan merealisasi adanya kebijakan pemerintah dan pemerintah
provinsi pada urusan pendidikan, urusan kesehatan, urusan
Pekerjaan Umum khususnya bidang infrastruktur, dan urusan
pemberdayaan masyarakat.
Adanya penataan struktur organisasi baru yaitu penggabungan
Dinas Pendapatan Daerah dengan Bagian Keuangan menjadi
Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
yang diikuti dengan penataan personel, perlengkapan maupun
biaya pindah kantor, serta adanya upaya untuk meningkatkan
pelayanan publik menyebabkan terjadinya kenaikan maupun
pergeseran belanja pada SKPD terkait.

Perubahan Kebijakan Pembiayaan Daerah


Dengan adanya defisit pada APBD tahun 2010, maka berdasarkan
regulasi dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang pengelolaan Keuangan
Daerah, bahwa Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan anggaran
yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu
(SiLPA) dan melakukan rasionalisasi belanja daerah. Penerimaan
Pembiayaan tahun anggaran 2010 yang diperoleh dari SiLPA tahun
anggaran 2009 sebesar Rp 34.288.684.000,- setelah dilakukan
perhitungan
Kebijakan Umum Perubahan APBD
Tahun Anggaran 2010

maka

terdapat

SiLPA

85.456.187.000,-

akan

- 11 -

didayagunakan

menutup

defisit

Rp

34.288.684.000,-

untuk

penyertaan modal (investasi) Pemerintah Daerah ke Bank Jatim


sebesar Rp 1.000.000.000,- dan untuk memenuhi kebutuhan
belanja daerah.

III.

PENUTUP
Demikianlah Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun
Anggaran 2010 yang selanjutnya akan dibahas bersama antara Tim
Anggaran Pemerintah Kota Madiun dan Badan Anggaran DPRD Kota
Madiun guna memperoleh kesepakatan menjadi Kebijakan Umum
Perubahan APBD tahun 2010.

Madiun,

Juli 2010.

WALIKOTA MADIUN

H. BAMBANG IRIANTO, SH, MM.

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

- 12 -

III.

PENUTUP
Demikianlah Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2010
telah dibahas dan disepakati bersama, yang selanjutnya akan digunakan
sebagai pedoman dalam penyusunan dan penetapan Prioritas dan
Plafon Anggaran Sementara Perubahan serta Rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Madiun
Tahun Anggaran 2010.

Madiun,

WALIKOTA MADIUN
selaku,
PIHAK PERTAMA

H. BAMBANG IRIANTO, SH, MM.

PIMPINAN
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
KOTA MADIUN
selaku,
PIHAK KEDUA

M. TOHIR ROCHANI, B.Sc


Ketua

HERI SUPRIYANTO
Wakil Ketua

DIDIK MARDIJANTO
Wakil Ketua

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

- 13 -

Madiun,

Juli 2009.

WALIKOTA MADIUN

H. BAMBANG IRIANTO, SH, MM.

Kebijakan Umum Perubahan APBD


Tahun Anggaran 2010

Anda mungkin juga menyukai