Anda di halaman 1dari 11

PAKET PENYULUHAN

HIPERTENSI KRONIK SUPER IMPOSED


PRE EKLAMSIA
Di Ruang 8 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSUD Dr. SAIFUL ANWAR
MALANG
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN


HIPERTENSI KRONIK SUPERIMPOSED PREEKLAMSIA

Kelompok 8:
1.
2.
3.
4.

Anggi Yuwita S.
Nur Ida Fatmawati
Andini Dian Desita
Syina Nisa R.

105070203111003
105070204111001
105070207111010
105070207111017

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN


HIPERTENSI KRONIK SUPERIMPOSED PREEKLAMSIA
DI RUANG 8 RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Pokok Bahasan

: Hipertensi kronik super imposed pre eklamsia

Sasaran

: Pasien dan Keluarga di Ruang 8

Hari/Tanggal

: Kamis, 7 Agustus 2014

Alokasi Waktu

: 20 Menit

A. Latar Belakang
Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan AngkaKematian Ibu (AKI) telah
menjadi topik pembicaraan penting dalam konferensiinternasional sejak tahun 1980. Salah satu
dari delapan MillenniumDevelopment Goals (MDGs) adalah meningkatkan kesehatan ibu (MDG
5).Komunitas internasional telah berkomitmen untuk menurunkan AKI di negaramasing-masing
sebanyak 75% antara tahun 1999 sampai tahun 2015 (WHO,2007).
AKI adalah jumlah kematian ibu selama satu tahun dalam 100.000kelahiran hidup
(Setiyohadi, 2006). Kematian ibu diperkirakan sebesar 358.000terjadi di seluruh dunia pada tahun
2008. Negara berkembangmenyumbangkan 99% (355.000) dari kematian ibu tersebut di mana
AfrikaSub-Sahara dan Asia Tenggara berkontribusi sebesar 87% (313.000) darikematian ibu secara
global (WHO, 2010).
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun2007, AKI di Indonesia
sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Jikadibandingkan dengan target Indonesia Sehat 2010
sebesar 125 per 100.000kelahiran hidup, angka tersebut masih tinggi.
Salah satu penyebab tertinggi kematian ibu adalah penyakithipertensi dalam kehamilan
(preeklampsia/eklampsia) selain perdarahan daninfeksi. Menurut National High Blood Pressure
Education

Program(NHBPEP)

Working

Group

Report

on

High

Blood

Pressure

in

Pregnancy(2000), hipertensi dalam kehamilan dibagi menjadi empat, yaitu (1) hipertensikronik, (2)
preeklampsia-eklampsia, (3) hipertensi kronik dengansuperimposed preeklampsia, dan (4)
hipertensi gestasional.
Penyakit hipertensi adalah komplikasi paling umum dari kehamilanyang mempengaruhi 68% kehamilan di USA (Leeman, 2008). Penyakithipertensi dalam kehamilan juga merupakan
penyebab utama mortalitas sertamorbiditas maternal dan perinatal di Kanada (JOGC, 2008).
Prevalensihipertensi dalam kehamilan di Los Angeles meningkat dari 40,5 kasus per 1.000 pada
tahun 1991 menjadi 54,4 kasus per 1.000 pada tahun 2003(Baraban, 2008)
Superimposed preeklampsia merupakan masalah kehamilan yang mempunyai gejala dan
tanda-tanda hipertensi dan proteinuria yang muncul setelah kehamilan 20 minggu pada wanita
yang sebelumnya menderita hipertensi kronis. Wanita dengan hipertensi dalam kehamilan berisiko

untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Oleh sebab itu, pengenalan awal faktor
risiko hipertensi dalam kehamilan sangat penting untuk menghindari dampak buruk pada ibu dan
janin.

B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah pemberian penyuluhan ini diharapkan pasien dan keluarga mengetahui
hipertensi kronik super imposed pre eklamsia.
b. Tujuan Khusus
Setelah pemberian penyuluhan ini diharapkan ibu mengetahui dan mengerti tentang :
1) Pengertian hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
2) Klasifikasi hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
3) Penyebab hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
4) Faktor resiko hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
5) Manifestasi klinik hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
6) Penatalaksanaan hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
C. Sasaran
Ibu ibu yang sedang di rawat dan keluarga pasien di Ruang 8 RSUD Dr.Saiful Anwar.
D. Pokok Bahasan
Pendidikan kesehatan tentang hipertensi kronik super imposed pre eklamsia di Ruang 8
RSUD Dr.Saiful Anwar.
1) Pengertian hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
2) Klasifikasi hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
3) Penyebab hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
4) Faktor resiko hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
5) Manifestasi klinik hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
6) Penatalaksanaan hipertensi kronik super imposed pre eklamsia
E. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
F. Media
a. LCD
b. Leaflet

G. Kegiatan
Tahap/waktu
Kegiatan Pengajar
Pembukaan - Mengucapkan salam
2 menit
- Memperkenalkan diri
- Menyampaikan topik dan tujuan
- Menyampaikan kontrak dan
mekanisme penyuluhan
Pelaksanaan - Menggali pengetahuan dan
15 menit
pengalaman ibu tentang hipertensi
kronik super imposed pre eklamsia
- Menjelaskan pengertian hipertensi
kronik super imposed pre eklamsia
- Menjelaskan klasifikasi hipertensi
kronik super imposed pre eklamsia
- Menjelaskan penyebab hipertensi
kronik super imposed pre eklamsia
- Menjelaskan faktor resiko hipertensi
kronik super imposed pre eklamsia
- Menjelaskan manifestasi klinik
Hipertensi kronik super imposed
Pre eklamsia
- Menjelaskan penatalaksanaan
Hipertensi kronik super imposed
Pre eklamsia
- Memberikan kesempatan pada pasien
untuk bertanya
- Menjawab pertanyaan yang diajukan
-

Penutup
3 menit

Mengevaluasi pengetahuan peserta


tentang materi yang telah
disampaikan
Penyerahan/ pembagian leaflet

- Menyimpulkan materi bersama


peserta
- Mengakhiri pertemuan dan
memberikan salam
- Memberikan apresiasi/ reinforcement
atas perhatian pasien

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur

Kegiatan Peserta
- Menjawab salam
- Mendengarkan

- Menyampaikan pengetahuan
dan pengalaman tentang
Hipertensi kronik super
Imposed pre eklamsia
- Memperhatikan
- Bertanya

- Mendengarkan,
memperhatikan serta
memberikan feedback
- Menjawab pertanyaan
- Menerima leaflet
- Menjawab
- Menjawab salam
- Bersama-sama tepuk tangan
dan menutup materi

a.

Peserta hadir di tempat pelaksanaan pada waktu yang telah ditentukan

b.

Persiapan dilaksanakan satu hari sebelum acara

2. Evaluasi proses
a.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan mahasiswa tercapai dengan baik

b.

Peserta antusias mendengarkan materi penyuluhan dari awal sampai akhir

c.

Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat selama proses penyuluhan


berlangsung

d.

Peserta antusias bertanya sesuai dengan permasalahan yang mereka hadapi

e.

Pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan baik

3. Evaluasi hasil
a. Evaluasi sebelum penyuluhan
1) Pemateri penyuluhan menguasai materi
2) Pemateri penyuluhan dapat menguasai audiens
3) Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugas
b. Evaluasi setelah penyuluhan
1) Peserta dapat menyebutkan kembali tentang pengertian hipertensi kronik
superimposed preeklamsia
2) Peserta dapat menyebutkan kembali tentang klasifikasi hipertensi kronik super
imposed pre eklamsia
3) Peserta dapat menyebutkan kembali tentang penyebab hipertensi kronik super
imposed pre eklamsia
4) Peserta dapat menyebutkan kembali tentang faktor resiko hipertensi kronik super
imposed pre eklamsia
5) Peserta dapat menyebutkan kembali tentang manifestasi klinik hipertensi kronik
super imposed pre eklamsia
6) Peserta dapat menyebutkan kembali tentang penatalaksanaan hipertensi kronik
4.

super imposed pre eklamsia


Kesimpulan
Penyuluhan diikuti oleh minimal 75% dari jumlah pasien dan keluarga pasien yang
dirawat di Ruang 8 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

H. DAFTAR PUSTAKA
Ridwan,M 2009. Mengenal,Mencegah,Mengatasi Silent Killer Hipertensi, Semarang, Pustaka
Widyamara.
Soeparman, 1990. Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 2. Jakarta : Balai penerbit FKUI.
Winkjosastro, Hanifa. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka sarwono
Prawirohardjo.
Bare & Smeltzer, 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, Vol 2, Jakarta, EGC.
Yulaikhah, Lily. 2009. Kehamilan. Cetakan I. Jakarta : EGC.

MATERI PENYULUHAN
HIPERTENSI KRONIK SUPER IMPOSED PRE EKLAMSIA

1.

PENGERTIAN
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana pada umumnya mempunyai tekana
darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah lebih dari atau
sama dengan 90 mmHg. Batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah
140/90 mmHg. Hipertensi kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan
20 minggu atau hipertensi yang pertama kali didiagnosis setelah umur kehamilan 20
minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pascapersalinan. Hipertensi kronis
adalah penyakit hipertensi yang menetap dengan penyebab apa pun dan sudah diderita
sebelum kehamilan atau timbul sebelum minggu ke-20 tanpa adanya mola hidatidosa
atau perubahan molar yang luas atau hipertensi yang menetap selama 6 minggu
postpartum.
Pre eklampsia merupakan sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya
perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel, yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah dan proteinuria (Cunningham et al, 2003, Matthew warden,
MD, 2005). Pre eklampsia terjadi pada umur kehamilan diatas 20 minggu, paling banyak
terlihat pada umur kehamilan 37 minggu, tetapi dapat juga timbul kapan saja pada
pertengahan kehamilan. Pre eklampsia dapat berkembang dari preeklampsia yang
ringan sampai preeklampsia yang berat (George, 2007).
Superimposed preeklampsia adalah gejala dan tanda-tanda hipertensi dan
proteinuria yang muncul setelah kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya
menderita hipertensi kronis.

2.

KLASIFIKASI
Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a. Hipertensi esensial
Wanita hamil yang mengalami hipertensi tidak menunjukkan gejala-gejala lain
kecuali hipertensi. Hipertensi esensial jinak paling banyak dijumpai dengan tekanan
darah sekitar 140/90 sampai 160/100. Hipertensi jarang berubah menjadi ganas
secara mendadak hingga mencapai sistolik 200 mmHg atau lebih. Gejala-gejala
seperti kelainan jantung, arteriosklerosis, perdarahan otak, dan penyakit ginjal baru
timbul dalam waktu lama dan penyakit terus berlanjut.
b. Hipertensi sekunder/renal
Berbagai faktor dihubungkan dengan hipertensi esensial, akan tetapi belum
terdapat keterangan pasti yang dapat menjelaskan penyebabnya.
c. Hipertensi Gestasional

Hipertensi gestasional adalah hipertensi yang timbul pada kehamilan tanpa


disertai proteinuria dan hipertensi menghilang setelah 3 bulan pascapersalinan atau
kehamilan dengan tanda-tanda preeklampsia tetapi tanpa proteinuria. Hipertensi
dalam kehamilan (hipertensi gestasional) didefinisikan sebagai kenaikan tekanan
darah yang timbul pada paruh kedua masa kehamilan atau dalam waktu 24 jam
setelah persalinan. Kenaikan tekanan darah ini tidak disertai dengan tanda-tanda lain
preeklamsi atau hipertensi kronis yang mendasarinya dan bisa sembuh dalam waktu
10 hari setelah persalinan
d. hipertensi (kronis) yang timbul bersamaan
Semua hipertensi kronis dengan penyebab apa pun, akan memudahkan
timbulnya superimposed preeclampsia atau superimposed eclampsia. Kelainan ini
sering menimbulkan permasalahan yang sulit dalam menegakan diagnosis dan
menentukan penatalaksanaan pada wanita yang tidak mengikuti perawatan antenatal
hingga paruh-kedua masa kehamilan. Diagnosis hipertensi kronis/hipertensi yang
timbul bersamaan, ditunjukkan oleh keadaan berikut ini: (1) hipertensi (140/90 mmHg
atau lebih) sebelum masa kehamilan, (2) hipertensi yang diketahui sebelum minggu
ke-20 kehamilan (kecuali terdapat penyakit trofoblas), atau (3) tambahan yang
mendukung dignosis adalah riwayat multiparitas dan hipertensi yang mempersulit
kehamilan sebelumnya yang bukan kehamilan pertama.
3.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
4.

ETIOLOGI
Keluarga dengan riwayat hipertensi
Pemsukan sodium berlebih
Konsumsi kalori berlebih
Kurangnya aktifitas fisik
Pemsukan alkohol berlebih
Rendahnya pemasukan potassium
Lingkungan
Penggunaan estrogen
Penyakit ginjal
Hipertensi vaskuler renal
Hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan, dll.
TANDA DAN GEJALA
Kadang-kadang hipertensi esensial berjalan tanpa gejala, dan baru timbul gejala

setelah terjadi komplikasi pada organ target sepertu pada ginjal, mata, otak dan jantung.
Gejalanya adalah sakit kepala, epistaksis, pusing atau migren, marah, telinga
berdengung, mimisan, sukar tidur dan sesak nafas, rasa berat dit tengkuk, mata
berkunag-kunang.
Gangguan serebral akibat hipertensi dapat berupa kejang, atau gejala- gejala
akibat perdarahan pembuluh darah otak yang berupa kelumpuhan, gangguan kesadaran

bahkan sampai koma. Apabila gejala tersebut timbul, merupakanpertanda tekanan darah
perlu segera diturunkan.
Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi :
a.

Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih; diastol 15 mmHg atau
lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau
sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg; diastol 90 mmHg sampai kurang 110
mmHg.

b.

Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 jam atau secara

c.

kualitatif positif 2 (+2).


Edema pada pretibia, dinding abdomen, lumbosakral, wajah atau tangan.

5.

FAKTOR RESIKO
Yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah :

Faktor genetik :adanya bukti bahwa kejadian hipertensi lebih banyak dijumpai pada

penderita kembar monozoit daripada heterozigot


Umur dan jenis kelamin :wanita lebih banyak menderita hipertensi dari pada pria
Peranan ginjal :penyebab hipertensi sekunder
Penumpukan garam
Ketidakseimbangan kimiawi : disebabkan oleh pembesaran dan kegiatan yang

berlebihan pada salah satu kelenjar adrenalin


Diet
Kegemukan/ obesitas
Sembelit terkait masalah diet
Rokok : non significant
Alkohol : meninggi bila minum lebih dari 3X per hari
Emosional
Obat-obatan yangmenyebabkan hipertensi :
Kapsul utuk menghilangkan gejala pilek
Pil kontrasepsi kombinasi
Hormon

6.

PENATALAKSANAAN
Pengobatan yang tepat dimulai dengan hal-hal yang bersifat non-obat (non
farmakologik), antara lain dengan mengurangi berat badan jika gemuk, menghentikan
merokok, mengatur pola konsumsi, olahraga teratur, pengendalian stres, dan tentu saja
menghentikan konsumsi obat-obatan yang menaikkan tensi. Untuk diet, kurangi garam
dapur menjadi 5-6 gr/hari dan perbanyak unsur kalium (buah-buahan).
Obat-obatan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi pasien. Obat anti
hipertensi yang diberikan harus memenuhi persyaratan, yaitu :

Efek menurunkan tekanan darah efektif

Efek sanping sedikit


Pemberian sederhan
Harga relatif murah dan mudah didapatkan
Obat antihjipertensi yang diberikan antara lain:

a) Diuretik
Fungsi :

menurunkan volume plasma


mencegah ekspansi sekunder dari plasma
menurunkan retensi perifer dan tekanan darah

Efek samping :

meningkatkan kadar urine acid dalam darah


hiperuricemia
hiperkalemia
hiperglikemia

Contoh obat : furosemid ( lasix ), clonidin


b) Vasodilator
Fungsi :

Mengembangkan pembuluh darah arteri


Mengurangi tahanan perifer
Menurunkan tekanan darah

Efek samping

Meningkatkan curah jantung


Meningkatkan hr

Contoh obat : diazoxide, minoxidil, prozasin


c) Ace inhibitor
Fungsi :

Menghambat renin, angiotensin


Vasodilatasi
Menurunkan volume darah

Efek samping :

Ginjal : proteinuri, kegagalan faal ginjal, sidroma nefrotik


Darah : agianulusitosis, neutroponia mengakibatkan infeksi, sepsis
Kulit : ptechie, angiodema
Cardio : hipertensi, angina pectoris, kegagalan jantung kongesti
Dysngeusia : hilangnya sensasi lidah, mual, muntah, nyeri perut

Contoh obat : captopril, e. Nalafril

DAFTAR HADIR PESERTA KEGIATAN PKRS RUANG 8 RSSA MALANG 2014


Topik
: Hipertensi kronik superimposed pre eklamsia
Tempat
: Ruang 8 RSSA Malang
Hari/Tanggal : Kamis, 7 Agustus 2014
Waktu
NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

: 11.00 11.20 WIB


NAMA

TTD