Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam tubuh makhluk hidup terjadi suatu sistem sirkulasi. Sistem sirkulasi atau
nama lainnya adalah sistem peredaran darah yang sangat berfungsi dan memiliki
peran penting dalam kehidupan individunya. Sistem sirkulasi adalah penghubung
antara lingkungan eksternal dan lingkungan cairan internal tubuh. Sistem ini
membawa nutrient dan gas ke semua sel. Jaringan, organ, dan sistem organ, serta
membawa produk akhir metabolik keluar darinya (Ethel,Sloane. 2003).
Khususnya pada manusia, keadaan sistem sirkulasinya mempengaruhi keadaan
fisik dan mental seseorang. Karena dengan sistem peredaran darah, asupan gizi dan
energi yang di dapat oleh manusia bisa dialirkan keseluruh tubuh untuk
menggerakkan anggota tubuh. Terdapat sistem lain di dalam sistem saluran darah.
Nama sistem tersebut adalah sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan suatu sistem
sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam
tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma. Darah yang keluar dari sistem
kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh
sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam
sistem sirkulasi. Sistem limfatik manusia terdiri dari dua bagian penting yaitu
pembuluh limfa dan jaringan serta organ limfa.

Jaringan kapiler getah bening dalam ruang intertisial mengumpulkan cairan


berlebihan dan protein yang disaring (filtrasi) melalui kapiler sistemik. Filtrat kapiler
ini kemudian dikembalikan ke sirkulasi sistemik melalui pembuluh-pembuluh
pengumpul yang terletak dekat dengan vena yang bersangkutan. Getah bening
dialirkan ke atas melalui katup satu arah dari gabungan dari dua pengaruh dinamis:
(1) daya tekan eksternal oleh otot-otot dan denyut arteria, serta (2) peristaltik intrinsik.
Sirkulasi Limfatik

Page 1

Cairan getah bening terkumpul dalam duktus toraksikus dan duktis limfatikus kanan
dan kemudian mengosongkan sistem aliran vena melalui vena subklavia dan jugularis
interna ( A.Price Sylvia dan Lorraine M. Wilson. 2005).

Sirkulasi Limfatik

Page 2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Anatomi Jantung
Jantung terletak dalam rungan mediastinum rongga dada, yaitu di antara paru.
Perikardium yang meliputi jantung terdiri dari dua lapisan:lapisan dalam

(Perikardium

Viselaris) dan lapisan luar ( pericardium parietalis ).kedua lapisan perikardium ini di pisahkan
oleh

cairan

pelumas,yang

mengurangi

gesekan

akibat

gerakkan

pemompaan

jantung.Perikardium parietalis melekat kedepan pada sternum,ke belakang pada kolumna


verteblaris,dan kebawah pada diafragma. Perlekatan ini menyebabkan jantung terletak stabil
di tempatnya. Perikardium viselaris melekat secara langsung pada permukaan jantung.
Pericardium juga melindungi terhadap penyebaran infeksi atau neoplasma dari organ-organ
sekitarnya ke jantung. Jantung terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terluar (epikardium), lapisan
tengah merupakan lapisan otot yang di sebut miokardium, sedangkan lapisan terdalam adalah
lapisan endotel yang di sebut endokardium (gambar 2.1 )
Gambar 2.1 Hubungan anatomi jantung dan
struktur di sekitarnya. Inset menunjukkan lapisan
jantung dan pericardium.

Ruangan jantung bagian atas (atrium ) dan pembuluh darah besar (arteria pulmonaris
dan aorta ) Membentuk dasar jantung. Atrium secara anatomi terpisah dari rungan jantung
sebelah bawah ( ventrikel ) oleh suatu anulus fibrosus ( tempat terletaknya ke empat katup
jantung dan melekatnya katup maupun otot ). Secara fungsional jantung di bagi menjadi
pompa sisi kanan dan sisi kiri,yang memompa darah vena ke sirkulasi paru,dan darah bersih
ke peredaran darah sistemik. Pembagian fungsi ini mempermudah konseptualisasi urutan
aliran darah secara anatomi: vena kava, atrium kanan, ventrikel kanan, arteria pulmonali,
paru,

vena

Sirkulasi Limfatik

pulmonalis,

atrium

kiri,

Page 3

ventrikel

kiri,

aorta,

arteria,arteriola,kapiler,venula,vena,vena kava (gambar 2.2 )

Gambar 2.2 Gambaran


skematik aliran darah melalui
sistem kardiovaskular.
Jantung memutar ke kiri dengan apex terangkat ke depan. Rotasi ini menempatkan
bagian kanan jantung ke anterior, di bawah sternum, dan bagian kiri jantung ke posterior.
Apex jantung dapat di palpasi di garis midklavikula pada ruang interkostal keempat atau
kelima.
Atrium Kanan
Atrium kanan yang berdinding tipis ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah,
dan sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik yang mengalir ke ventrikel
kanan masuk ke dalam atrium kanan melalui vena kava superior, vena kava inferior, dan
sinus koronarius.
Ventrikel Kanan
Setiap ventrikel kanan harus menghasilkan kekuatan yang besar untuk dapat
memompa darah yang diterima dari atrium ke sirkulasi pulmonal maupun sirkulasi sistemik.
Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit yang unik, guna menghasilkan kontraksi bertekanan
rendah yang cukup untuk mengalirkan darah ke dalam arteria pulmonalis. Beban ventrikel
Gambar 2.3 Orientasi jantung
kanan jauh lebih ringan dari pada ventrikel kiri. Akibatnya tebaldalam
dinding
ventrikel
rongga
dada. kanan
Ao, aorta;
RA, atrium kanan; PA, arteria
hanya sepertiga tebal dinding ventrikel kiri.
pulmonalis; RV, ventrikel kanan;,
LV, ventrikel kiri. Titik-titik
hitam menandakan lokasi normal
denyut apeks di ruang interkostal
Sirkulasi Limfatik
Page 4
kelima kiri di dekat garis
midklavikula.

Atrium Kiri
Atrium kiri menerima darah teroksigenasi dari paru-paru melalui keempat vena
pulmonalis. Antara vena pulmonalis dan atrium kiri tidak terdapat katup sejati. Oleh karena
itu, perubahan tekanan atrium kiri mudah membalik secara retrograde ke dalam pembuluh
paru-paru. Atrium kiri memiliki dinding tipis yang bertekanan rendah. Darah mengalir dari
atrium kiri ke ventrikel kiri melalui katup mitralis.
Ventrikel Kiri
Ventrikel kiri harus menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan
sirkulasi sistemik, dan mempertahankan aliran darah ke jaringan perifer. Ventrikel kiri
mempunyai otot-otot yang tebal dengan bentuk yang menyerupai lingkaran sehingga
mempermudah pembentukan tekanan tinggi selama ventrikel kanan berkontraksi. Bahkan
sekat pembatas kedua ventrikel (septum interventrukularis) juga membantu dalam
memperkuat tekanan yang ditimbulkan oleh seluruh ruang ventrikel selama kontraksi.

2.2 Fisiologi
Sirkulasi limfatik adalah suatu sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau
getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yang keluar dari
sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh
sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem
sirkulasi. Hampir seluruh jaringan tubuh mempunyai saluran limfe khusus yang mengalirkan
kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial. Beberapa, pengecualian antara lain
Sirkulasi Limfatik

Page 5

bagian permukaan kulit, sistem saraf pusat, endomisium otot, dan tulang. Namun, bahkan
jaringan-jaringan tersebut mempunyai pembuluh interstisial kecil yang disebut saluran
pralimfatik yang dapat dialiri oleh cairan interstisial; pada akhirnya cairan ini mengalir ke
dalam pembuluh limfe atau pada otak, mengalir ke dalam cairan serebrospinal dan kemudian
langsung kembali ke dalam darah. Pada dasarnya seluruh pembuluh limfe dari bagian bawah
tubuh pada akhirnya akan bermuara ke duktus torasikus, yang selanjutnya bermuara ke dalam
sistem darah vena pada pertemuan antara vena jugularis interna kiri dan vena subklavia kiri,
seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

Cairan limfe dari sisi kepala, lengan kiri, dan sebagai daerah toraks juga memasuki duktus
torasikus sebelum bermuara ke dalam vena. Cairan limfe dari sisi kanan leher dan kepala,
engan kanan, dan bagian kanan toraks memasuki duktus limfatikus kanan, (jauh lebih kecil
daripada duktus torasikus), yang akan bermuara ke dalam sistem darah vena pada pertemuan
antara vena subklavia kanan dan vena jugularis interna.

Fungsi sistem limfa yaitu:

mengembalikan cairan & protein dari jaringan ke sirkulasi darah, mengangkut limfosit,
membawa lemak emulsi dari usus, menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk
menghindarkan penyebaran, dan menghasilkan zat antibodi. Sistem limfatik juga merupakan
suatu jalur tambahan tempat cairan dapat mengalir dari riang interstisial ke dalam darah.
Sistem limfatik dapat mengangkut protein dan zat-zat berpartikel besar keluar dari ruang
jaringan, yang tidak dapat dipindahkan dengan proses absorpsi langsung ke dalam kapiler
Sirkulasi Limfatik

Page 6

darah. Pengembalian protein ke dalam darah dari ruang interstisial ini merupakan fungsi yang
penting dan tanpa adaanya fungsi tersebut, kita akan meninggal dalam waktu 24 jam.
Cairan limfe berasal dari cairan berasal dari cairan interstisial yang mengalirkan
dalam sistem limfatik. Oleh karena itu, cairan limfe yang memasuki pembuluh limfe terminal
mempunyai komposisi yang hampir sama dengan komposisi cairan interstisial.
Sistem limfatik juga merupakan salah satu jalur utama untuk absorpsi zat nutrisi dari
saluran cerna, terutama untuk absorpsi zat nutrisi dari saluran cerna, terutama untuk absorpsi
hampir semua lemak tubuh. Malahan, setelah menyantap makanan berlemak, cairan limfe di
dalam duktus torasikus kadang-kadang mengandung 1-2% lemak. Akhirnya, bahkan partikelpartikel besar, seperti bakteri, dapat memasuki saluran limfe dan dengan cara tersebut,
masuk ke cairan limfe. Ketika cairan limfe melewati cairan kelenjar limfe, partikel-partikel
ini hampir keseluruhannya akan dikeluarkan dan dihancurkan.
Mulai dari hanya beberapa hari setelah pembuahan hingga meninggal, jantung terus
berdenyut. Selama rentang hidup rerata manusia, jantung berkontraksi sekitar 3 miliar kali,
tidak pernah berhenti kecuali selama sepersekian detik untuk mengisi di antara denyutdenyut. Dalam sekitar tiga minggu aasetelah konsepsi, jantung pada mudigah yang sedang
tumbuh mulai berfungsi. Jantung adalah organ pertama yang fungsional. Pada tahap ini,
mudigah manusia memiliki panjang hanya beberapa milimeter, seukuran huruf besar di
halaman ini.
Mengapa jantung berkembang sedemikian dini, dan mengapa sangat krusial sepanjang
hidup? Organ ini penting karena sistem sirkulasi adalah sistem transpor tubuh. Mudigah
manusia, karena memiliki sedikit kuning telur yang tersedia sebagai makanan, bergantung
pada pembentukan segera sistem sirkulasi yang dapat berinteraksi dengan sirkulasi ibu untuk
menyerap dan menyebarkan pasokan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan
pertumbuhan ke jaringan yang sedang berkembang. Dengan demikian, dimulailah kisah
sistem sirkulasi, yang berlanjut sepanjang hayat sebagai saluran vital untuk mengangkut
berbagai bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.
Sistem sirkulasi memiliki tiga komponen dasar: Jantung berfungsi sebagai pompa
yang memberi tekanan pada darah untuk menghasilkan gradien tekanan yang dibutuhkan
untuk mengalirkan darah ke jaringan. Seperti semua cairan, darah mengalir menuruni gradien
tekanan dari daerah dengan tekanan tinggi ke daerah dengan tekanan rendah. Bab ini
berfokus pada fisiologi jantung. Pembuluh darah merupakan saluran untuk mengarahkan
dan menyebarkan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan kemudian dikembalikan ke
Sirkulasi Limfatik

Page 7

jantung. Pembuluh darah terkecil dirancang untuk pertukaran cepat bahan-bahan antara sel
sekitar dengan darah di dalam pembuluh. Darah adalah medium pengangkut tempat larutnya
atau tersuspensinya bahan-bahan (misalnya: O2, CO2, nutrien, zat sisa, elektrolit, dan hormon)
yang akan diangkut jarak jauh di dalam tubuh (Sherwood, 2014).

2.3 Sirkulasi Limfatik


Sirkulasi limfatik memegang peranan penting dalam transport antarsel. Fungsi
sirkulasi limfatik mengumpulkan cairan dari ruangruang jaringan (antarsel, interseluler) dan
mengembalikan ke aliran darah dan akhirnya ke jantung. Cairan tersebut berwarna bening
yang disebut cairan limfe (getah bening). Aliran limfe terjadi karena gerakan otot dan
pengaruh gerakan thorak saat bernafas. Protein yang terlepas dari pembuluh darah kembali ke
jantung lewat pembuluh limfe. Sistem limfatik berperan penting dalam memelihara volume
darah

dengan

menjaga

tekanan

hidrostatik

darah,

transport

lemak.

Saluran limfe merupakan saluran berdinding tipis yang tersusun atas endotelium, berkatup,
dan hanya terdiri atas satu aliran saja yang bergabung membentuk duktus thoracicus dan
duktus limfatikus dekster, kemudian saluran limfe bermuara ke vena jugularis interna dan
vena subklavia sinistra dan vena jugularis interna dekstra. Saluran limfe terdapat hampir pada
semua organ kecuali pada saraf dan sumsum tulang. Nodus limfatikus merupakan jendolan
pada saluran limfe yang berfungsi untuk memproduksi limfosit, filter penyakit infeksi. Limpa
bagian dari sistem limfatik dan sirkulasi, memproduksi limfosit dan menghancurkan
eritrosit. Manusia dan hewan Vertebrata lainnya memiliki sistem pertahanan tubuh yang
berperan untuk melindungi dirinya dari serangan agenagen penyebab penyakit.
Sistem

pertahanan

tersebut

dapat

dibedakan

menjadi

macam

yaitu:

Pertahanan nonspesifik yang memiliki sifat alami (innate) artinya sudah ada sejak organisme
itu lahir dan berlaku bagi semua agen infeksi. Pertahanan spesifik atau disebut juga
pertahanan perolehan (acquired) karena pertahanan ini diperoleh setelah adanya rangsangan
oleh benda asing (agen infeksi). Pertahanan spesifik merupakan tanggung jawab dari kloneklone sel limfosit B yang masing-masing spesifik terhadap antigen. Adanya interaksi antara
antigen dengan klone limfosit B akan merangsang sel tersebut untuk berdiferensiasi dan
berproliferasi sehingga didapatkan sel yang mempunyai ekspresi klonal untuk menghasilkan
antibodi. Ilmu yang mempelajari sistem kekebalan tubuh adalah Imunologi.

Sirkulasi Limfatik

Page 8

1.Antigen
Antigen adalah semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh (menginfeksi) suatu
organism. Sebagai contoh antigen adalah: protein asing, virus, Protozoa, bakteri, jamur,
cacing, dsb. Perlu dibedakan antara antigen dengan imunogen karena tidak semua antigen
dapat bersifat imunogen. Imunogen adalah semua benda asing apabila berada dalam tubuh
organisme akan merangsang timbulnya respon imun (reaksi kekebalan). Setiap imunogen
memiliki bagian yang karakteristik yang merupakan penentu antigen atau yang disebut
antigen determinant (epitope). Antigen determinan merupakan molekul glikoprotein yang
menempel pada membran sel dan berperan sebagai penentu terbentuknya molekul
imunoglobulin (antibodi).
2.Antibodi
Antibodi adalah protein yang dapat ditemukan pada plasma darah dan digunakan oleh
sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisir benda asing seperti
bakteri dan virus. Mereka terbuat dari sedikit struktur dasar yang disebut rantai. Tiap antibodi
memiliki dua rantai berat besar dan dua rantai ringan. Antibodi diproduksi oleh tipe sel darah
yang disebut sel limfosit B. Terdapat beberapa tipe antibody yang berbeda dari rantai berat
antibodi, dan beberapa tipe antibodi yang berbeda, yang dimasukan kedalam isotype yang
berbeda berdasarkan pada tiap rantai berat mereka masuki. Lima isotype antibodi yang
berbeda diketahui berada pada tubuh mamalia, yang memainkan peran yang berbeda dan
menolong mengarahkan respon imun yang tepat untuk tiap tipe benda asing yang berbeda
yang ditemui.
Antibodi (immunoglobulin) adalah molekul glikoprotein yang tersusun atas asam
amino dan karbohidrat. Secara sederhana molekul Immunoglobulin dapat digambarkan
menyerupai huruf Y dengan engsel (hinge). Molekul immunoglobulin dapat dipecah oleh
enzim papain atau pepsin (proteasez) menjadi 2 bagian yakni Fab (fragment antigen binding)
yaitu bagian yang menentukan spesifitas antibodi karena berfungsi untuk mengikat antigen,
dan Fc (fragment crystalizable) yang menentukan aktivitas biologisnya dan yang akan
berikatan dengan komplemen, sebagai contoh immunoglobulin G mempunyai kemampuan
menembus membran plasenta.
Molekul immunoglobulin berdasarkan ukuran molekulnya dapat dibedakan menjadi 5
kelas yakni kelas immunoglobulin G, A, M, D, dan E, dan masing-masing kelas masih dapat
Sirkulasi Limfatik

Page 9

dibedakan menjadi subkelas-subkelas. Tiap kelas Ig memiliki karakteristik tersendiri


misalnya berat molekul, komposisi asam amino, dan strukturnya.

BAB III
PENUTUP
2.3 KESIMPULAN
Sistem limfatik adalah jaringan pembuluh dan jaringan yang membawa cairan bening
yang disebut getah bening. Sistem limfatik menyebar di seluruh tubuh dan menyaring dan
membersihkan getah bening dari puing-puing, sel-sel abnormal (patogen). Pembuluh getah
bening adalah berbentuk tabung, seperti pembuluh darah. Secara garis besar sirkulasi limfatik
memiliki peran yang sangat pentng, yaitu; aliran cairan interestial, mencegah Infeksi, dan
pengangkutan lipid. Sistem limfatik bekerja dengan sistem kardiovaskular untuk
mengembalikan cairan tubuh ke darah. Getah bening, cairan bening yang ditemukan dalam
sistem limfatik, yang bergerak sepanjang dalam pembuluh getah bening oleh aksi meremas
otot polos dan otot rangka.

Sirkulasi Limfatik

Page 10

Daftar pustaka
A. Price, Sylvia dan Lorraine M. Wilson. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses - Proses
Penyakit. Edisi 6. Jakarta : EGC. Hlm
Green, J.H. Fisiologi Kedokteran. Jakarta :Binarupa Aksara Publisher.
Sherwood, Lauralee. 2-014. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Edisi 8. Jakarta : EGC.
Hlm 326
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta : EGC. Hlm 218.
Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC. Hlm 199-200.

Sirkulasi Limfatik

Page 11