Anda di halaman 1dari 53

Laporan kasus

PNEUMONIA PADA ANAK

dr. Mutiara Putri


RSUD DR D SOEDJONO
SELONG

IDENTITAS
Nama
: An. MI
Usia
: 3 bulan
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Agama
: Islam
Suku
: sasak
Alamat
: Sakra Barat
Tanggal perawatan : 25/02/2016 pukul
13.00

ANAMNESIS
(autoanamnesis)
Keluhan utama
Sesak nafas
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang rujukan puskesmas dengan sesak nafas
sejak tadi malam, terus menerus, makin lama makin
memburuk, bibir biru (-), kaki tangan biru (-), menetek (+)
terhenti-henti, tidur (+) ketika batuk menjadi terbangun.
Sebelumnya demam sudah sejak 3 hari, awalnya hangat
lalu mulai naik, naik turun dengan pemberian obat(?),
disertai batuk (+) berdahak bersamaan dengan
munculnya demam, pilek (-), muntah (-). Menyusu sering
BAK tak ada keluhan, BAB tak ada keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu


riwayat sesak sebelumnya (-)
riwayat sakit jantung bawaan (-)
Riwayat Penyakit Keluarga
- riwayat batuk berdahak pada ibu pasien (+) sejak 7hari lalu hingga
sekarang
Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
ANC : Keluhan selama kehamilan (-) Ibu hanya mengkonsumsi vitamin
yang diberikan oleh bidan, kontrol rutin ke bidan sesuai jadwal.
NC : Pasien lahir aterm, di bidan dengan PB/BB 50cm/2800 gr .
Kesulitan selama persalinan (-), langsung menangis, cyanosis (-)
BBLC, CB. SMK, lahir spontan
PNC : gangguan pernafasan setelah lahir (-) sakit kuning (-)

Riwayat Imunisasi
Jenis
imunisasi

Jadwal
Pember Telah /
imunisasi ian
Belum
dilakuk
an

Hepatitis B

Bulan ke-0 0.5 cc IM

BCG

< 3 bulan

0.05 IC

DPT

2,3,4
bulan

0.5 IM

++

OPV

2,3,4
bulan

2 tetes

++

Tempat:
Di puskesmas
5
Campak
9 bulan

0.5 SC

+
++

Riwayat Asupan Gizi


0-3 bulan : ASI EKSKLUSIF. Makanan
pendamping (-)
Riwayat Tumbuh kembang
BB lahir
: 2800 gr
BB sekarang : 6300 gr
Z-score : w/a 0<x<+2

Anamnesis sistem

Demam (+)
CNS: riwayatkejang (-), penurunan kesadaran (-)
CVS: berdebar-debar (-)
Respiratori: batuk (+), pilek (+), sesak nafas (+)
GIT: BAB normal, mual (-), muntah (-)
Urinarius: BAK normal
Muskuloskeletal: kelemahananggota gerak atas
dan bawah (-)
Integumentum: ruam (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Kesan Umum
- compos mentis, anak tampak sesak,
menangis kuat, cyanosis (-)
Tanda Vital
- HR : 156x/menit, regular, kuat
- RR : 70x/menit, abdominothoracal
- T : 38.6 (aksila)
- TD : 90/60 mmhg
- SpO2 : 80% tanpa O2

Status gizi:
Klinis: edema(-), kurus(-)
Antropometris:
BB 6300 kg
Z-score

: w/a 0<x<+2

Kepala
CA -/-, SI -/-, NCH +/+, cyanosis (-)
Leher
Inn tak teraba
Thorax
Pulmo/

Kanan

Pemeriksaan

kiri

Inspeksi
Ketertinggalan gerak (-)
Retraksi (+)
suprasternal,
intracostal, substernal
Vesikuler (+), krepitasi
(+), ronki kasar (+),
wheezing (+)

Retraksi (+)
suprasternal,
intracostal, substernal
Auskultasi

Vesikuler (+), krepitasi


(+), ronki kasar (+),
wheezing (+)

Cor/ S1 = S2 reguler, split tak konstan, murmur (-)

Abdomen
- Distensi (-)
- BU (+) N
- H/L dbn, turgor (+) normal
Ekstremitas
akral hangat, nadi kuat, CRT <2,
Cyanosis ekstremitas (-/-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
LEU: 17.980
DIFF COUNT lym
: 15%
neut : 78%
eos
: 1%
HB : 14.2 g/dl
HCT : 36
PLT : 439.000

Roentgen Thorax
Kesan: Pneumonia

DIAGNOSIS

PNEUMONIA BERAT

TATALAKSANA
-

Inf D51/4NS 20 tpm mikro


O2 NK 2 lpm
Inj. Ampicilin 100 mg/kg/hari q6h
Inj. Gentamisin loading H1 8mg/kg/hari H2
s/d selanjutnya 7 mg/kg/hari
Inj. Dexamethasone 3 x 1 mg
Nebu ventolin 0.1 cc/kg/kali (6x) + x cc NaCl
ASI EKSKLUSIF
KIE IBU : Gunakan masker dan cuci tangan
terutama jika hendak menyusui

26/02/2016

27/02/2016

S: anak sesak (+),

S: anak sesak (+),

batuk(+) berdahak,
demam (+), menetek (+)
kuat namun masih sering
terhenti, tidur (+)
kadang terbangun,

batuk(+) berdahak,
demam (+), menetek (+)
kuat namun masih sering
terhenti, tidur (+) kadang
terbangun,

S:

anak sesak (+)


berkurang, batuk(+)
berkurang, demam (+),
menetek (+) kuat ,tidur
(+)

S:

KU lemah, anak tampak


sesak
RR 77x/menit
N 156x/menit
SPO2 85%
T
38.6

KU lemah, anak tampak


sesak
RR 70x/menit
N 156 x/menit
SPO2 85%
T
37.8

KU sedang, anak tampak


sesak
RR 64x/menit
N 138x/menit
SPO2 89%
T
37.4

KU sedang, anak tampak


sesak
RR 60x/menit
N 134x/menit
SPO2 92%
T
37.0

Thorax
Retraksi (+/+)
p/ ves (+/+), krepitasi
(+/+), rk (+/+), whz (+/
+)

Thorax
Retraksi (+/+)
p/ ves (+/+), krepitasi (+/
+), rk (+/+), whz (+/+)

Thorax
Retraksi (+/+)
p/ ves (+/+), krepitasi (+/
+), rk (+/+), whz (+/+)

Thorax
Retraksi (+/+) minimal
p/ ves (+/+), krepitasi (+/
+), rk (+/+), whz (+/+)

Tx

Tx

Tx Lanjut

Tx lanjut

-Inf D51/4NS 20 tpm


mikro
-O2 NK 2 lpm
-Inj. Ampicilin 100
mg/kg/hari q6h
-Inj. Dexamethasone 3 x
1 mg
-Nebu ventolin 0.1
cc/kg/kali (6x) + x cc
NaCl

+ Gentamicin loading
H1 8mg/kg/hari H2
dan selanjutnya 6
mg/kg/hari
Tx lain lanjutkan

anak sesak (+)


berkurang, batuk(+)
berkurang, demam (-),
menetek (+) kuat, tidur
(+)

26/02/2016

27/02/2016

S: batuk (+) berkurang,

S: anak sesak (+),

sesak (-), demam (-),


menetek (+) kuat , tidur
(+)

S:

S:

batuk(+) berkurang,
demam (-), menetek (+)
kuat, tidur (+), BAK baik

anak sesak (-),


batuk(-) demam (-),
menetek (-) kuat ,tidur
(+), BAK baik

KU sedang, sesak
berkurang
RR 47x/menit
N 128x/menit
SPO2 95%
T
37.0

KU lemah, anak tampak


sesak
RR 46 x/menit
N 120 x/menit
SPO2 95%
T
36.8

KU sedang
RR 40x/menit
N 117x/menit
SPO2 98%
T
36.8

KU sedang, anak tampak


sesak
RR 38x/menit
N 113x/menit
SPO2 98%
T
36.8

Thorax
Retraksi (-/-)
p/ ves (+/+), krepitasi
(-/-), rk (+/+), whz (-/-)

Thorax
Retraksi (-/-)
p/ ves (+/+), krepitasi
(-/-), rk (+/+) , whz (-/-)

Thorax
Retraksi (-/-)
p/ ves (+/+), krepitasi
(-/-), rk (+/+) minimal,
whz (-/-)

Tx Lanjut
- Aff O2

Tx lanjut

Tx Lanjut

anak sesak (-),


batuk(-), demam (-),
menetek (+) kuat, tidur
(+), BAK baik

Thorax
Retraksi (-/-)
p/ ves (+/+), krepitasi
(-/-), rk (-/-), whz (-/-)

BPL

PNEUMONIA

Definisi: Infeksi akut pada parenkim paru yang meliputi alveolus


dan jaringan interstitial, bisa disebabkan oleh pathogen dari
komunitas maupun rumah sakit saat perawatan.
Pneumonia bertanggung jawab terhadap 1/5 penyebab kematian
pada anak-anak di seluruh dunia dan menjadi masalah yang
belum bisa teratasi terutama di negara-negara berkembang.

Pengaru
Pengaru
h usia
h usia

memegang
peran
penting
dalam
pneumonia, terutama terhadap etiologi,
presentasi klinis dan strategi pengobatan
Case Management: klasifikasi jenis
pneumonia dan mengupayakan terapi
yang tepat

etiologi
Usia

Faktor penyebab

Lahir 20 hari

E.Coli, Streptococcus grup B,


L.Monocytogenes
H.Influenza, S.Pneumonia, bakteri
anaerob, HSV

3 minggu 3 bulan

C.Trachomatis, S.Pneumoniae,
Adenovirus, Influenza virus,
Parainfluenza virus, RSV
S.aureus, H.Influenza,
M.Catharrais, B.Pertusis

3 bulan 5 tahun

C.Pneumonia, M.Pneumonia,
S.Pneumoniae, RSV, Adenovirus,
Influenza virus
H.Influenza, M.Catharralis,
N.Meningitidis, S.Aureus

> 5 tahun - remaja

C.Pneumonia, M.Pneumoniae,
S.Pneumonia
RSV, Adenovirus, Influenza virus,
H.influenza

Three main groups:


o Lobar pneumonia, are characterised by
confluent areas of focal airspace disease,
usually limited to one lobe or segment
o Bronchopneumonia, multifocal distribution
with nodules that tend to join producing airspace consolidations affecting one or more
lobes.
o Acute interstitial pneumonia, produced by
involvement of the bronchial and bronchiolar
wall, and of the pulmonary interstitium, and are
most commonly caused by viral organisms and
Mycoplasma pneumoniae.

DIAGNOSIS KLINIS

Diagnosis ditegakkan melalui


manifestasi klinis

Anamnesis
Gejala non spesifik: demam, malaise,
resah, cephalgia
Batuk yang awalnya kering kemudian
produktif dg dahak purulen (pada
neonatus bisa tanpa batuk)
Sesak napas
Kesulitan makan/minum
Tampak lemah
Kelainan anatomi bronkus atau alergi/asma

Pemeriksaan Fisik
KU : kesadaran dan kemampuan makan/minum
Vital Signs
RR : Takipnea
HR : Takikardia atau normal
TD : normal
T : //N
Kepala :
- tanda distress nafas nodding head, nafas cuping
hidung, cyanosis
- komplikasi lain: tanda dehidrasi mata cekung
Leher : pembesaran limfonodi (?)

Thorax

Inspeksi

Tipe pernafasan, ketinggalan gerak,


retraksi ( subcosta, intracosta,
suprasternal) reguler/irreguler

Auskultasi

SDV ? Bronkial ?
Suara nafas tambahan ronki kasar,
krepitasi, wheezing, ronki basah basal

Perkusi

Klasifikasi Takipnea
Usia

Frekuensi

< 2 bulan

60 x/mnt

2 12 bulan

50 x/mnt

1 5 tahun

40 x/mnt

5-12 tahun

30 x/mnt

Pada neonatus ataupun infant, terkadang gejala


menunjukkan hipopnea

Chest retraction

Intercostal < substernal dan subcostal <


suprasternal

Abdomen
: non conclusive
Ekstremitas : akral hangat/dingin; nadi
kuat/lemah, cepat, reguler; CRT;
Tonus otot; Cyanosis ekstremitas

DIAGNOSIS

MTBS

Pneumonia berat

Pneumonia sangat berat

Pneumonia ringan

Pneumonia

Infeksi respiratorik akut

Batuk bukan pneumonia

< 2 bulan

> 2 bulan

Berat: RR meningkat
atau retraksi (+)

Ringan: peningkatan RR

Sangat Berat: disertai


dnegan demam, tak
mau menetek,
bradipnea, nafas
irregular, letargi

Berat: +
retraksi/nch/kepala
teranguk/grunting/px:
rk, bronkial, ves
menurun/ Rontgen
Sangat berat: kejang,
letargi, malnutrisi, tak
dapat makan/minum

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Radiologi
Outpatient

Recommendati
on

NOT
Recommended

Recommended

Inpatient
Recommended

Comments

Strength
Evidence
Quality

All patients
Patients with
For confirmation
hospitalized with
hypoxemia,
of suspected CAP
CAP;
significant
in patient well
to document
respiratory
enough to be
presence, size, and
distress, and
treated in
character of
failed antibiotic
outpatient setting
infiltrates and
therapy; to verify
(after evaluation
identify
presence or
in office, clinic, or
complications that
absence of
ED).
may require
complications.
Follow up foto dada bila didapatkan adanya kolaps
lobus,
interventions.
kecurigaan Strong
terjadinya komplikasi,
pneumonia berat, gejala
yg
Strong
Strong
menetap/memburuk, tdk respon thdp AB

High

Moderate

Moderate

Gambaran umum radiologi


pneumonia
Diffuse peribronchial thickening
Focal lobar consolidation
Patchy interstitial pattern

Pemeriksaan Rontgen
Toraks

Blood culture

Recommendati
on

Outpatient
Inpatient
NOT
Recommende Recommend
Recommended
d
ed

Comments

Non-toxic, fully
Failure to
Requiring
immunized children demonstrate clinical hospitalization for
treated as outpatients
improvement,
moderate-severe
progressive
bacterial CAP
symptoms, or

deterioration after
initiation of
antibiotic therapy
Strength
Evidence
Quality

Strong
Moderate

Strong
Moderate

Strong
Low

Complete blood count

Recommendati
on
Comments

Strength
Evidence
Quality

Outpatient

Inpatient

NOT Recommended

NOT Recommended

However, may provide


useful
information in those with
more serious disease for
clinical management in the
context of clinical exam
and other laboratory and
imaging studies.

However, may provide


useful information for
those with severe
pneumonia; to be
interpreted in the context
of clinical exam and other
laboratory and imaging
studies.

Weak

Weak

Low

Low

TATALAKSANA

Ringan = Rawat
Jalan
1. Tatalaksana
Suportif
2. Tatalaksana
Antibiotik

Berat = Rawat Inap


Bayi: rr > 60x/menit
Sao2 <92%,
sianosis
Distress nafas,
apnea intermiten
atau grunting
Tak mau menetek
Keluarga tak bisa
merawat diruma

Anak :
RR > 50x/menit
SaO2 < 92%
Distress nafas,
grunting
Dehidrasi
Keluarga tak bisa
merawat di rumah

1. Tatalaksana Suportif
2. Tatalaksana Antibiotik

RAWAT JALAN

Kontrol 2 hari kemudian

Antibiotik rawat jalan


< 5 tahun
1ST. AMOXICILIN 90MG/KG/HARI
Q12H
AMOXICILIN 3 x 45 mg/kg
2ND.
- CO AMOXICLAV ( AMOX
90MG/KG/HARI Q12H)
- MACROLIDE
ERYTHRO 40-50MG/KG/HARI Q6H
CLARITHRO 15MG/KG/HARI Q12H

> 5tahun
1ST. AMOXICILIN 90MG/KG/HARI
Q12H
AMOXICILIN 3 x 45 mg/kg
CLINDAMICIN 15MG/KG/HARI
Q12H
ERYTHROMICIN 40MG/KG/HARI
Q6H
2nd. 2nd/3rd Cephalosporin
Clindamycin ; Levofloxacin

AAP merekomendasikan pemberian antibiotik selama 10 hari,


namun pada pneumonia yang tidak berat, short course antibiotik
selama 5 hari sama efektifnya.
Keefektifan terapi antibiotik dinilai secara
klinis dan laboratoris pada 48-72 jam
pemberian

Rawat Inap

Pengobatan antibiotik diteruskan selama 10 hari.


Jika stabil dgn iv bisa ganti oral

Empiric Cephalosporin
Empiric cephalosporin generasi 3
atau 4 jika: resistensi penicilin
terhadap kuman pneumonia di suatu
daerah tinggi, semua pasien anak
rawat inap yg tidak imunisasi
lengkap, pasien dengan komplikasi
sperti empiema dan efusi pleura.

Adjunct corticosteroid Pneumonia


Direkomendasikan sebagai adjunct
terapi dari B-agonist pada pasien
dengan CAP yg di rawat di RS

Chest Physiotherapy and Pediatric


Pneumonia
Bbrapa penelitian: outcome membaik
dilihat dr penurunan rr, rhonchi dgn
auskultasi dan peripheral oxygen
saturation
Tidak ditemukan adanya side effects
Efektifitas dan benefit fisioterapi
terhadap outcome pneumonia
tidaklah signifikan secara
metaanalysis sehingga tidak lagi
direkomendasikan

Pneumonia Atipik
Etiologi

Peran Makrolid Pada


Pneumonia Atipik
Makrolid merupakan antibiotik pilihan utama pada
pneumonia atipik
Eritromisin mempunyai efektivitas klinis yang baik
pada infeksi Mycoplasma pneumoniae, tetapi tidak
efektif dalam mengeradikasikan mikroorganisme dari
jaringan.
Eritromisin 30-50 mg/kgBB/hari,
diberikan setiap 6 jam selama 10-14
hari.
Clarithromycin 15mg/kg/hari
menjadi pilihan terapi lain.

Komplikasi
Empiema torasis
Perikarditis purulenta
Pneumotoraks, atau infeksi
Meningitis purulenta
Miokarditis

Pencegahan
- Vaksinasi PCV, HiB, Pertusis dan
Campak
- Clean home environment and good
sanitation, termasuk mengurangi
eksposure polusi dalam rumah
- Nutrisi yang baik termasuk ASI
Eksklusif

Daftar Pustaka
Panduan Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak
Indonesia, 2011
The Management of Community-Acquired
Pneumonia in Infants and Children Older Than 3
Months of Age: Clinical Practice Guidelines by
the Pediatric Infectious Diseases Society and
the Infectious Diseases Society of America,
2011. (IDSA and AAP recommendation)
Pneumonia Atipik pada Anak, 2011. Sari
Pediatri