Anda di halaman 1dari 15

LABORATORIUM FARMAKOLOGI

JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
EFEK ANALGETIK

NAMA MAHASISWA : ANDRIANI

(PO.713251141102)

AULIA DWI PUTRI

(PO.713251141104)

AYUK INDAH SARI

(PO.713251141106)

EFRIYANI BARUNG

(PO.713251141109)

FAISAL

(PO.713251141112)

FITRA

(PO.713251141114)

GHINA RAMADHANI (PO.713251141116)


KELOMPOK

: I. C2

HARI PRAKTIKUM

: Rabu, 30 Maret 2016

PEMBIMBING

: Drs. Jumain. M,kes.Apt

JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Obat tradisional merupakan warisan budaya bangsa perlu terus
dilestariakan

dan

dikembangkan

untuk

menunjang

pembangunan

kesehatan sekaligus untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Produksi,


dan

penggunaan

kecendrungan

obat

terus

tradisional

meningkat,

di

baik

Indonesia
jenis

memperlihatkan

maupun

volumenya.

Perkembangan ini telah mendorong pertumbuhan usaha di bidang obat


tradisional, mulai dari usaha budidaya tanaman obat, usaha industry obat
tradisional, penjaja dan penyeduh obat tradisional atau jamu. Bersamaan
itu upaya pemanfaatan obat tradisional dalam pelayanan kesehatan formal
juga terus digalakkan melalui berbagai kegiatan uji klinik kearah
pengembangan fito farmaka (Ditjen POM, 1999).
Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional,
turun-temurun,

berdasarkan

resep

nenek

moyang,

adat-istiadat,

kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun


pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan
tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan
penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga
maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan

karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek


samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.
Rasa sakit pada tubuh sering kita rasakan dalam kehidupan seharihari. Hal tersebut dapat terjadi jika organ tubuh, otot, atau kulit terluka
oleh benturan, penyakit, kram, atau bengkak yang akan menimbulkan rasa
nyeri. Obat yang banyak digunakan untuk mengatasi nyeri disebut
analgetik. Seiring berjalannya waktu, peran obat semakin diperlukan
dalam masyarakat. Sehingga produsen obat-obatan sintetik semakin
merajalela di pasaran. Dampaknya berupa kenaikan harga obat yang
semakin tidak terkendali. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk
bergeser ke arah gaya hidup back to nature (pengobatan secara alami).
Salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia
sebagai obat adalah Bidara laut. Tanaman bidara laut dikenal juga dengan
banyak manfaat khasiat dan kandungan sebagai obat imflamasi,
diaforentik, dan sebagai obat anti inflamasi.
B. Maksud Percobaan
Melakukan pemberian obat secara parenteral pada hewan uji.
C. Tujuan percobaan
Adapun tujuan yang diharapkan dalam praktikum ini adalah :
a. Mengetahui efek analgetik suatu obat
b. Mengetahui Mekanisme terjadinya nyeri terhadap hewan uji (mencit

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori

Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional,


turun-temurun,

berdasarkan

resep

nenek

moyang,

adat-istiadat,

kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun


pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan
tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan
penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga
maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan
karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek
samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.
Analgetika adalah obat-obat yang dapat mengurangi atau
menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Analgetika
pada umumnya diartikan sebagai suatu obat yang efektif untuk
menghilangkan sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri lain
misalnya nyeri pasca bedah dan pasca bersalin, dismenore (nyeri haid)
dan lain-lain sampai pada nyeri hebat yang sulit dikendalikan. Hampir
semua analgetik ternyata memiliki efek antipiretik dan efek anti inflamasi.
(anonim,2010)
Salah satu tanaman yang biasa digunakan masyarakat sebagai obat
tradisional adalah bidara laut dimana bidara laut memiliki khasiat untuk
mengobati

berbagai

penyakit

diantaranya

yaitu,

reumatik,

radang

bernanah,membangkitkan nafsu makan, sakit perut, menyegarkan kulit muka,


radang kulit, kurap dan bisul.

Salah satu obat yang bersifat anti inflamasi yang biasa digunakan
yaitu ibuprofen dimana khasiat dari ibuprofen adalah untuk meredakan
rasa sakit pada gigi dan setelah cabut gigi, meringankan sakit kepala

termasuk migraine, sakit pada telinga, nyeri otot dan sendi termasuk nyeri
akibat penyakit asam urat dan rematik, nyeri akibat batu ginjal, nyeri pasca
operasi, nyeri haid serta demam termasuk demam setelah imunisasi.
B. Uraian Bahan
1. Ibuprofen (Pharmaceutical codex : 934)
Pemerian
: serbuk Kristal berwarna putih dan tidak berbau
Kelarutan
: tidak larut dalam air, mudah larut dalam etanol
Stabilitas
: stabil jika tidak terkena cahaya atau tidak
terdekomposisi
pH
: 1 7,5
khasiat
: NSAID
efek farmakologi : menghambat prostaglandin yang menyebabkan
dosis

nyeri
: 5%

2. Asam asetat (FI edisi III hal 41)


Nama resmi

: ACIDUM ACETICUM

Nama lain

: asam asetat

Rm

: C2H2O2

Pemerian

: cairan jernih, tidak berwarna, bau menusuk, rasa


asam dan tajam

Kelarutan

: dapat campur dengan air, dengan etanol (95%) P


dan dengan gliserol P

Penyimpanan

: dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan

: zat tambahan

3. Aquadest (FI edisi III hal 96)


Nama resmi

: AQUA DESTILLATA

Nama lain

: air suling, air murni

Rm/Bm

: H2O / 18,02

Pemerian

: cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak

mempunyai rasa
Penyimpanan

: dalam wadah tertutup baik

4. Ekstrak Bidara laut

Kingdom

: plantae

Sub kingdom

: Tracheobionta

Sub divisi

: Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Sub class

: Asteridae

Ordo

: Gentianales

Family

: Loganiaceace

Genus

: Strychnos

BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan
a. Spuit oral (baca:spet)

b. Spuit (baca:spet) 1 ml
c. Gelas kimia
d. Timbangan berat badan hewan uji
e. Tissue
f. Erlenmeyer
2. Bahan yang digunakan
a. Aquadest
b. Alcohol (antiseptic)
c. Ekstrak bidara laut
d. Ibuprofen
e. Asam asetat

B. Prosedur kerja
1. Diambil 3 ekor mencit lalu diberi tanda dibagian ekornya
2. Kemudian mencit ditimbang satu per satu. Untuk mencit pertama
diberi ibuprofen, mencit kedua diberi bidara laut dan mencit ketiga
diberi control (air)

3. Masing-masing mencit disuntik intraperitorneal dibagian perut


dengan asam asetat
4. Lalu 10 menit kemudian atau saat mencit mulai merasakan sakit
seluruh mencit diberi suspensi air(control), ibuprofen dan bidara
laut
5. Pada saat diberi suspensi air (control) mulai dihitung setiap 5 menit
berapa mencit menggeliat (perut kejang dan kaki ditarik
kebelakang) atau mencit merasakan sakit.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Praktikum
Kelompok

perlakuan

hewan uji
1
2
3
Jumlah
Rata-rata
1
2
3

Bidara laut
Bidara laut
Bidara laut
Ibuprofen
Ibuprofen
Ibuprofen
Jumlah

Rata-rata
1
2
3

Air
Air
Air
Jumlah
Rata-rata

BB

Oral

IP

(g)

(ml)

(ml)

31

28
30
88

1,5
0,12
0,8
2,42
0,8
1,5
1,17
1,1
3,77

0,3
0,3
0,3
0,9
0,3
0,3
0,3
0,3
0,9

1
21
7
5
33
11
5
5

2
17
9
5
31
10,3
3
12
15

3
13
10
4
27
9
2
10
12

4
10
9
5
24
8
1
15
16

5
9
7
5
21
7
1
20
21

6
6
7
2
15
5
10
10

7
7
10
3
20
6,6
15
15

8
6
10
2
18
6
7
7

5
2,5
3
3

93
70
31
194
64,4
7
97
104

29,3

1,25

0,3

7,5

10,

10

15

52

30

1
1
1
3
1

0,3
0,3
0,3
0,9
0,3

6
5
11
5,5

9
19
28
14

16
13
29
14,

10
8
18
9

5
8
6
14
7

8
8
8

7
7
7

64
51
115
57,5

35
36
102
34

30

34
30
94
31,3

Jumlah geliat tiap 5 menit ke (kali/5 menit)

kumu
latif

9
4
1
-

B. Pembahasan
Dalam praktikum kali ini hal yang pertama kali dilakukan yaitu
pengujian Efek Analgetik terhadap mencit, dengan cara 3 ekor mencit
diberi tanda pada bagian ekornya. Kemudian mencit ditimbang satu per
satu, untuk mencit pertama diberi ibuprofen, mencit kedua diberi bidara
laut, dan mencit ketiga diberi kontrol (air). Kemudian masing-masing
mencit disuntik intraperitoneal dibagian perut dengan asam asetat. Pada
saat penyuntikan asam asetat di kerjakan dengan hati-hati dan tidak
menembus paru-paru mencit, karena jika jarum spoit yang digunakan
menembus paru-paru mencit maka dapat menganggu pernapasan mencit
dan mencit akan mati, kemudian sambil menunggu perubahan reaksi yang
terjadi pada mencit, terlebih dahulu dilakukan perhitungan dosis analgetik
tradisional dan analgetik modern yang akan diberikan, setelah tampak
perubahan reaksi yang terjadi segera berikan analgetik tradisional (bidara
laut) dan analgetik modern (ibuprofen), serta air sebagai kontrol secara
oral sesuai dosis yang telah dihitung. kemudian amati perubahan sikap
yang terjadi mencit setelah diberikan obat.
Mencit akan menggeliat dengan ditandai dengan kejang perut dan
kaki ditarik ke belakang. Jumlah geliat mencit dihitung setiap selang
waktu 5 menit selama 60 menit. Pengamatan yang dilakukan agak
rumit

karena

praktikan sulit

membedakan

antara

geliatan

yang

diakibatkan oleh rasa nyeri dari obat atau karena mencit merasa
kesakitan akibat penyuntikan intraperitoneal pada perut mencit.

Pada praktikum ini digunakan air seagai control negative sedangkan


ibuprofen sebagai obat kimia yang dapat menghasilkan efek analgetik dan
bidara laut sebagai obat tradisional yang dipercaya dapat menghasilkan
efek analgetik. Dilihat dari data pengamatan, dapat disimpulkan bahwa
efek analgetik tertinggi diberikan oleh ibuprofen, ini membuktikan bahwa
ibuprofen memang benar memiliki indikasi untuk analgetik yang dapat
dilihat dari geliat yang terjadi pada mencit hanya 97 kali dalam 9 kali 5
menit, sementara pada tanaman tradisional diambil sampel bidara lau ini
juga membuktikan bahwa bidara laut memiliki indikasi untuk analgetik
yang dapat dilihat dari geliat mencit hanya 93 kali dalam 9 kali 5 menit,
sementara pada air yang sebagai control negative (tidak diberikan obat)
tingkat menggeliat mencit semakin besar yaitu 64 kali dalam 10 kali 5
menit, maka dapat disimpulkan bahwa air tidak dapat menyembuhkan
mencit, karena air tidak menimbulkan efek analgetik.

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum, maka dapat disimpulkan bahwa
ibuprofen dapat memberikan efek analgetik yang lebih kuat dibandingkan
bidara laut. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah geliatan yang
dihasilkan oleh mencit yang telah diberi oral (ibuprofen) sebanyak 104
geliat dan bidara laut sebanyak 194 geliat serta, air sebagai control
sebanyak 115 geliat.
B. Saran
Untuk praktikan sebaiknya lebih berhati-hati dan harus menguasai
teknik

dalam pemberian

analgetik

secara

parenteral

agar

tidak

membahayakan hewan uji dan praktikan, sehingga praktikum dapat


berjalan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Mencit. http://www.wikipedia/ensiklopedia/mencit/html. Diakses


pada tanggal 20 November 2011
Ansel, Howard C. 1989 Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: Universitas
Indonesia Press.
Katzung, Bertram G. 2001. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Salemba
Medika.
Sihombing,ferdinan.2010.MemberikanObat Oral.http:Nersferdimanskeprawatans
Weblog.htm.
Tim pengajar. 2011. Praktikum perkembangan Hewan pemberian Obat pada
hewan Uji. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM.

LAMPIRAN

A. Perhitungan
Kelompok I
1. Ibuprofen

31 g
20 g

2. Bidara laut

30 g
20 g

x 0,52 = 0,78 ml

30 g
25

x 1 ml = 1,2 ml

3. Air

x 0,65 = 1 ml

Kelompok II
1. Ibuprofen

35 g
: 20 g

x 0,65 = 1,11 ml

2. Bidara laut

28 g
20 g

x 0,52 = 0,78 ml

3. Air

34 g
25

x 1 ml = 1,3 ml

Kelompok III
1. Ibuprofen

36 g
20 g

2. Bidara laut

30 g
20 g

3. Air

30 g
25

x 0,65 = 1,17 ml
x 0,52 = 0,78 ml
x 1 ml = 1,2 ml