Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 2 METODE DETEKSI RADIASI

Disusun Oleh :
YULIANI 11306141009

Jurusan Pendidikan Fisika


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta
2013

TUGAS 2 METODE DETEKSI RADIASI


NAMA
: YULIANI
NIM
: 11306141009
I.

Menentukan nilai
Perkembangan ilmu pengetuan fisika terutama yang menyangkut fisika atom
mengalami perkembangan yang sangat pesat setelah J.J Thomson (1856-1940) menemukan
partikel elementer yang dinamakan elektron. Penemuan elektron ini diawali dengan
penelitian tentang sinar katoda oleh William Crookers (1892-1919) yang diperoleh
kesimpulan bahwa : (1) Sinar katoda merambat menurut garis lurus , (2) Terdiri atas partikelpartikel bermuatan negatif, (3) mampu menghitamkan plat foto, (4) Dapat menghasilkan
panas, (5) dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet ke arah tertent, (5) dapat
menghasilkan sinar-X. Berdasarkan sifat-sifat sinar katoda di atas J.J Thomson mengusulkan
bahwa sinar katoda merupakan aliran elektron-elektron yang keluar dari katoda menuju
anoda dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya, Thomson berhasil merancang dan melakukan
percobaan untuk menentukan perbandingan antara muatan per satuan massa (e/m) partikel
bermuatan negatif yang terdapat pada berkas sinar katoda.
Elektron yang dihasilkan oleh katoda akibat proses pemanasan dengan menggunakan filamen
pemanas (proses thermo elektron) dipercepat menuju anoda oleh suatu beda potensial antara
anoda dan katoda sebesar . Jika kecepatan elektron pada saat lepas dari katoda karena
proses pemanasan diabaikan, maka kelajuan elektron pada saat melewati anoda dapat
dihitung berdasarkan hukum kekekalan energi sebagai berikut :
1
2

2 =
2

atau, =

.................................................................................................................(1)

dengan e=muatan elektron


m= massa elektron
Elektron yang bergerak dengan kecepatan tegak lurus terhadap medan magnet
homogen B, akan melakukan gerak melingkar dengan jari-jari R karena pengaruh gaya
Lorentz = e yang berfungsi sebagai gaya sentripetal sehingga berlaku persamaan :
=

atau, =

..................................................................................................................(2)

Berdasarkan persamaan (1) dan (2), perbandingan muatan terhadap massa elektron dapat
ditentukan dengan persamaan :

2
2 2

.(3)
2

Medan magnet yang tertulis pada persamaan (3) dihasilkan oleh kumparan Helmholtz yang
tersusun atas dua kumparan sejajar dan terletak dalam satu sumbu (coaxial) dengan jari-jari
R. Jika di dalam kumparan Helmholtz tersebut dialiri arus listrik I dengan arah yang sama,
maka akan dihasilkan medan magnet homogeny yang sejajar dengan sumbu kumparan
tersebut. Menurut hokum Biot-Savart besarnya kuat medan magnet diantara dua kumparan
tersebut adalah :
B=5

8 0
5

(4)

0 = permeabilitas ruang hampa


N = jumlah lilitan
Dengan mengambil 0 = 4.107 H/m, dan khusus untuk alat yang digunakan dalam
eksperimen ini mempunyai jumlah lilitan N = 130 lilitan serta R = 0,150 m, sehingga
diperoleh besarnya kuat medan magnet diantara dua kumparan tersebut adalah
Dengan

B = 7,793 x 104 I (Wb/2 )..(5)


Selanjutnya, substitutusikan persamaan (5) ke dalam persamaan (3) maka diperoleh :

(, )

(6)

Dengan menggunakan persamaan (6) kita akan menetukan besarnya harga perbandingan
muatan (e) terhadap massa (m) elektron.
II.

Radiasi Benda Hitam


1. Benda mengkilap.
Berdasarkan dapat atau tidaknya di tembus cahaya, benda-benda digolongkan menjadi 3:
a. Opaque atau benda tidak tembus cahaya
Adalah benda gelap yang tidak dapat ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque
memantulkan semua cahaya yang mengenainya. Benda semacam ini juga Beberapanya
adalah buku, kayu, tembok, dan air keruh.
b. BendaBening
Yakni benda-benda yang dapat ditembus cahaya. Benda bening juga sering disebut benda
transparant. Benda transparant meneruskan semua cahaya yang mengenainya. Contohnya
kaca yang bening dan air jernih

c. BendaTransluent
Benda transluent adalah benda-benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang
datang dan menyebarkan sebagian cahaya yang lainnya.Contohnya kain gorden tipis, dan
beberapa jenis plastik.
Sebenarnya setiap benda memancarkan dan menyerap energi radiasi.Benda panas ada yang
berpijar dan ada juga yang tidak berpijar. Kedua benda tersebut memencarkan atau
meradiasikan energi kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan berbagai
panjang gelombang. Yosef Stefan menemukan bahwa laju rambat kalor secara radiasi tiap
satu satuan luas permukaan benda begantung pada sifat dan suhu permukaan benda. Benda
yang mengkilap lebih sukar memencarkan kalor daripada benda yang hitan dan kusam.
Keadaan tersebut juga berlaku untuk benda yang menyerap kalor. Benda yang
permukaannnya mengkilap lebih sukar menyerap kalor daripada benda yang permukaannnya
hitam dan kusam. Jadi dapat dikatakan bahwa benda hitam dan kusam merupakan pemancar
dan penyerap kalor yang baik.
http://widiyaka.blogspot.com/2013/02/perpindahan-kalor.html
Teori kuantum diawali oleh fenomena radiasi benda hitam. Istilah benda hitam
pertama kali diperkenalkan oleh Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) pada tahun 1862.
Dalam Fisika, benda hitam (blackbody) adalah sebutan untuk benda yang mampu menyerap
kalor radiasi (radiasi termal) dengan baik. Radiasi termal yang diserap akan dipancarkan
kembali oleh benda hitam dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetik, sama seperti
gelombang radio ataupun gelombang cahaya. Untuk zat padat dan cair, radiasi gelombangnya
berupa spektrum kontinu, dan untuk gas berupa spektrum garis. Meskipun demikian,
sebenarnya secara teori dalam Fisika klasik, benda hitam memancarkan setiap panjang
gelombang energi yang mungkin agar energi dari benda tersebut dapat diukur. Temperatur
benda hitam itu sendiri berpengaruh terhadap jumlah dan jenis radiasi elektromagnetik yang
dipancarkannya.
Benda hitam bersuhu di bawah 700 Kelvin dapat memancarkan hampir semua energi termal
dalam bentuk gelombang inframerah, sehingga sangat sedikit panjang gelombang cahaya
tampak. Jadi, semakin tinggi suhu benda hitam, semakin banyak energi yang dapat
dipancarkan dengan pancaran radiasi dimulai dari panjang gelombang merah, jingga, kuning,
hingga putih. Meskipun namanya benda hitam, objek tersebut tidak harus selalu berwarna
hitam. Sebuah benda hitam dapat mempunyai cahayanya sendiri sehingga warnanya bisa
4

lebih terang, walaupun benda itu menyerap semua cahaya yang datang padanya. Sedangkan
temperatur dari benda hitam itu sendiri berpengaruh terhadap jumlah dan jenis radiasi
elektromagnetik yang dipancarkannya.
Spektrum radiasi benda hitam berupa spektrum kontinu dengan tingkat kebersinaran
(intensitas radiasi) dari masing-masing spektral tidak sama kuat. Pada suhu tertentu,
intensitas cahaya yang diradiasikan akan terus bertambah hingga mencapai maksimum pada
panjang gelombang tertentu. Pancaran radiasi benda hitam itu akan mengikuti suatu kurva
seperti di bawah ini :

Pada siang hari, kita akan merasa lebih nyaman memakai baju berwarna putih
daripada baju berwarna hitam. Namun, pada malam hari yang dingin kita akan merasa lebih
hangat apabila mengenakan baju berwarna hitam daripada baju berwarna putih. Hal itu
menunjukkan bahwa permukaan yang gelap merupakan penyerap dan pemancar kalor yang
baik dan permukaan yang berwarna putih atau mengkilap merupakan penyerap dan pemancar
kalor yang buruk.
http://ramliyana-fisika.blogspot.com/2013/04/radiasi-benda-hitam-dan-penerapannya.html

III.

Manfaat dan Cara Kerja Alat-Alat Kesehatan yang Menggunakan Gelombang


Elektomagnetik
a. Ultrasonography (USG)
USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang
ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz 2000 kHz)
yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG
5

diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu,


tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam
bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali
diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.
Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang
ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih
jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi ini.
Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan
diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam
komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser
yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi.
Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
Ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi medical imaging yang dikenal
sampai saat ini Medical imaging (MI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan
bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa membuat sayatan atau
luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik
pendetektian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra
(image), menjadi dasar bekerjanya peralatan MI.
Gelombang ultrasonik adalah gelombang accustic memiliki daerah frekuensi diatas
daerah frekuensi pendengaran manusia. Gelombang ultrasonik berupa accustical yaitu
vibrasi mekanik yang terjadi pada gas, cairan dan medium padat. Suara yang dapat didengar
oleh manusia (audiosonik) adalah gelombang suara dengan frekuensi antara 2020.000 Hz.
Berdasarkan frekuensi gelombang suara dapat dibedakan dalam beberapa bagian seperti
ditunjukkan pada tabel berikut ini :
Tabel 1.1 Daerah Frekuensi Gelombang Suara
Nama

Frekuensi

Infrasonik

<20 Hz

Audiosonik

20 Hz 20000 Hz

Ultrasonik

>20000 Hz

Diagnostik

10 MHz

SKEMA CARA KERJA USG


1. Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa,
seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam transduser
terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh
transduser. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan)
sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang
elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar.
2.Monitor Monitor yang digunakan dalam USG
3. Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima
dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat
komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC CARA USG MERUBAH
GELOMBANG MENJADI GAMBAR.
b. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf,


yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas
sejumlah bagian yang berbeda: elektro, karena berkaitan dengan elektronika, kardio, kata
Yunani untuk jantung, gram, sebuah akar Yunani yang berarti "menulis". Analisis sejumlah
gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi
diagnostik yang penting. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram)
Pemeriksaan ektrokardiogram (EKG) adalah pemeriksaan kesehatan terhadap
aktivitas elektrik (listrik) jantung. Elektrokardiogram adalah rekaman aktivitas elektrik
jantung sebagai grafik jejak garis pada kertas grafik. Bentuk jejak garis yang naik dan turun
tersebut dinamakan gelombang (wave). Proses perekaman aktivitas listrik jantung dalam
bentuk grafik disebut elektrokardiografi.
Jantung adalah pompa otot yang terdiri dari empat ruang. Dua ruang sebelah atas
disebut serambi (atrium), dan dua ruang sebelah bawah disebut Bilik (ventrikel). Sistem
7

elektrik alami menyebabkan otot jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh.
Pemeriksaan EKG bertujuan untuk menilai kerja jantung, apakah normal atau tidak normal.
Beberapa hal yang dapat ditunjukkan oleh pemeriksaan EKG adalah:
Laju (kecepatan) denyut jantung
Ritme denyut jantung
Kekuatan dan timing sinyal listrik saat melewati masing-masing bagian jantung.

Bagian-bagian dari alat EKG dan cara kerjanya adalah sebagai berikut:
A. Lead bipolar : merekam perbedaan potensial dari 2 elektrode:

Lead I : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan tangan kiri (LA) yang
mana tangan kanan bermuatan (-) dan tangan kiri bermuatan (+)

Lead II : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan kaki kiri (LF) yang mana
tangan kanan bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+)

Lead III : merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) dengan kaki kiri (LF) yang mana
tangan kiri bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+)
B. Lead unipolar : merekam beda potensial lebih dari 2 elektode
Dibagi 2 : lead unipolar ekstremitas dan lead unipolar prekordial
Lead unipolar ekstremitas

Lead aVR : merekam beda potensial pada tangan kanan (RA) dengan tangan kiri dan kaki kiri
yang mana tangan kanan bermuatan (+)

Lead aVL : merekam beda potensial pada tangan kiri (LA) dengan tangan kanan dan kaki kiri
yang mana tangan kiri bermuatan (+)

Lead aVF : merekam beda potensial pada kaki kiri (LF) dengan tangan kanan dan tangan kiri
yang mana kaki kiri bermuatan (+)
Lead unipolar prekordial : merekam beda potensial lead di dada dengan ketiga lead
ekstremitas. Yaitu V1 s/d V6

Kertas EKG
Kertas EKG merupakan kertas grafik yang terdiri dari garis horisontal dan vertikal berbentuk
bujur sangkar dengan jarak 1 mm. Garis yang lebih tebal (kotak besar) terdapat pada setiap 5
mm. Garis horizontal menggambarkan waktu (detik) yang mana 1 mm (1 kotak kecil) = 0,04
detik, 5 mm (1 kotak besar) = 0,20 detik. Garis vertical menggambarkan voltase yang mana 1
mm (1 kotak kecil) = 0,1 mV.
Kurva EKG
Kurva EKG menggambarkan proses listrik yang terjadi di atrium dan ventrikel. Proses listrik
terdiri dari :

Depolarisasi atrium (tampak dari gelombang P)

Repolarisasi atrium (tidak tampak di EKG karena bersamaan dengan depolarisasi ventrikel)

Depolarisasi ventrikel (tampak dari kompleks QRS)

Repolarisasi ventrikel (tampak dari segmen ST)


Kurva EKG normal terdiri dari gelombang P,Q,R,S dan T kadang-kadang tampak gelombang
U.
Aksis jantung

Sumbu listrik jantung atau aksis jantung dapat diketahui dari bidang frontal dan horisontal.
Bidang frontal diketahui dengan melihat lead I dan aVF sedangkan bidang horisontal dengan
melihat lead-lead prekordial terutama V3 dan V4. Normal aksis jantung frontal berkisar -30
s/d +110 derajat.Deviasi aksis ke kiri antara -30 s/d -90 derajat, deviasi ke kanan antara +110
s/d -180 derajat.
Sekilas mengenai EKG Normal :

Gambar dari alat EKG:

c. Foto rontgen (Sinar X-Ray)


Foto rontgen di gunakan oleh para dokter untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh
pasien. Lewat hasil ronsen inilah dokter bisa mengetahui bagaimana kondisi kesehatan paruparu, jantung, bagian dalam perut, dan bagian-bagian dalam tubuh pasien yang lain. Dari foto
ronsen jugalah kita dapat mengetahui keadaan tulang-tulang. Apakah ada yang patah,
bengkok, atau ada ketidak normalan sambungan antar tulang.
Tidak seperti foto pada umumnya, foto rontgen menggunakan sinar X sebagai
pemantul cahayanya. Namun, tidak seperti cahaya lampu yang dapat bersinar terang, sinar ini
tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.Untuk memotret bagian dalam tubuh, seseorang
harus berada di antara tempat penyimpanan film dan tabung yang memancarkan sinar X
tersebut.Sinar X ini akan menembus kulit dan bagian tubuh lain kecuali tulang. Bayangan
sinar ini kemudian direkam pada film. Setelah film tersebut dicuci, bagian yang tidak dapat
ditembus sinar X akan berwarna hitam, sedang bagian yang dapat ditembus oleh sinar X akan
berwarna putih.
Dari hasil ronsen itulah, seorang dokter ahli penyakit dalam atau dokter tulang dapat
menentukan pengobatan yang tepat bagi pasiennya.
Unit ukuran dan eksposur, Ukuran X-sinar pengion kemampuan disebut eksposur:

The coulomb per kilogram (C / kg) adalah SI unit radiasi pengion paparan, dan itu
adalah jumlah radiasi yang dibutuhkan untuk membuat satu coulomb biaya polaritas
masing-masing satu kilogram materi.

The rontgen (R) adalah unit tradisional usang paparan, yang mewakili jumlah radiasi
yang diperlukan untuk membuat satu unit yang elektrostatik biaya polaritas masingmasing dalam satu sentimeter kubik udara kering. 1 rontgen = 2.58 10 -4 C / kg.
Namun, efek radiasi pengion pada masalah (terutama jaringan hidup) lebih erat terkait
dengan jumlah energi yang disimpan ke dalam mereka daripada biaya yang di
hasilkan . Ini mengukur energi yang diserap disebut dosis serap :

The abu-abu (Gy), yang memiliki satuan (joule / kilogram), adalah unit SI dari dosis
serap , dan itu adalah jumlah radiasi yang diperlukan untuk deposit satu joule energi
dalam satu kilogram apapun materi.

The rad adalah unit (usang) tradisional yang sesuai, sama dengan 10 millijoules energi
disimpan per kilogram. 100 rad = 1 abu-abu. Dosis ekivalen adalah ukuran dari efek

10

biologis dari radiasi pada jaringan manusia. Untuk sinar-X itu sama dengan dosis
serap .

The sievert (Sv) adalah satuan SI untuk dosis ekivalen , dan dosis efektif , yang untuk
dosis setara dengan sinar-X secara numerik sama dengan abu-abu (Gy), dan untuk
dosis efektif sinar-X biasanya tidak sama dengan abu-abu (Gy). The setara rontgen
man (rem) adalah unit tradisional dosis ekivalen. Untuk sinar-X itu sama dengan rad
millijoules atau 10 energi disimpan per kilogram. 1 Sv = 100 rem.

Kesulitan: pada sinar X-ray dapat melintasi obyek yang relatif tebal tanpa banyak diserap
atau tersebar . Untuk alasan ini sinar-X secara luas digunakan untuk gambar bagian dalam
obyek visual buram.
Kemudahan: dengan rontgen kita dapat mendeteksi penyakit-penyakit dalam secara mudah.
Solusi: jangan berlebihan dalam penggunaan sinar X pada pemeriksaan rontgen.
(http://mariaulfakebidanan.blogspot.com/2013/01/alat-rontgen-secara-lengkap.html)

d. Kemoterapi
Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan
modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan
untuk merawat kanker. Sitostatika adalah suatu pengobatan untuk mematikan sel sel secara
fraksional (fraksi tertentu mati), sehingga 90 % berhasil daan 10 % tidak berhasil.
Kemoterapi adalah suatu cara pengobatan kanker yang sudah teruji, meski pun tidak
dapat dihindari adanya efek samping. Penelitian-penelitian yang professional tentang
kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping
yang terjadi. Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik, sebagian besar diberikan dengan
cara injeksi kedalam pembuluh vena, sebagian kecil dapat berupa tablet atau capsul dan
kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit, serta intratekal
(diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot.
(http://vytabaretha10.blogspot.com/2013/03/tindakan-kemoterapi.html)

11

IV.

Efek Fotolistrik
Ketika seberkas cahaya dikenakan pada logam, ada elektron yang keluar dari permukaan

logam. Gejala ini disebut efek fotolistrik. Efek fotolistrik diamati melalui prosedur sebagai
berikut:
Dua buah pelat logam (lempengan logam tipis) yang terpisah ditempatkan di dalam tabung
hampa udara. Di luar tabung kedua pelat ini dihubungkan satu sama lain dengan kawat.
Mula-mula tidak ada arus yang mengalir karena kedua plat terpisah. Ketika cahaya yang
sesuai dikenakan kepada salah satu pelat, arus listrik terdeteksi pada kawat. Ini terjadi akibat
adanya elektron-elektron yang lepas dari satu pelat dan menuju ke pelat lain secara bersamasama membentuk arus listrik.

Karakteristik efek fotolistrik :


1. hanya cahaya yang sesuai (yang memiliki frekuensi yang lebih besar dari frekuensi
tertentu saja) yang memungkinkan lepasnya elektron dari pelat logam atau
menyebabkan terjadi efek fotolistrik (yang ditandai dengan terdeteksinya arus listrik
pada kawat). Frekuensi tertentu dari cahaya dimana elektron terlepas dari permukaan
logam disebut frekuensi ambang logam. Frekuensi ini berbeda-beda untuk setiap
logam dan merupakan karakteristik dari logam itu.
2. ketika cahaya yang digunakan dapat menghasilkan efek fotolistrik, penambahan
intensitas cahaya dibarengi pula dengan pertambahan jumlah elektron yang terlepas
dari pelat logam (yang ditandai dengan arus listrik yang bertambah besar). Tetapi,
Efek fotolistrik tidak terjadi untuk cahaya dengan frekuensi yang lebih kecil dari
frekuensi ambang meskipun intensitas cahaya diperbesar.
12

3. ketika terjadi efek fotolistrik, arus listrik terdeteksi pada rangkaian kawat segera
setelah cahaya yang sesuai disinari pada pelat logam. Ini berarti hampir tidak ada
selang waktu elektron terbebas dari permukaan logam setelah logam disinari cahaya.
Karakteristik dari efek fotolistrik di atas tidak dapat dijelaskan menggunakan teori
gelombang cahaya. Diperlukan cara pandang baru dalam mendeskripsikan cahaya dimana
cahaya tidak dipandang sebagai gelombang yang dapat memiliki energi yang kontinu
melainkan cahaya sebagai partikel.
Penerapan Efek Fotolistrik dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu penerapan efek fotolistrik dalam kehidupan adalah dalam dunia hiburan. Dengan
bantuan peralatan elektronika saat itu, suara dubbing film direkam dalam bentuk sinyal optik
di sepanjang pinggiran keping film. Pada saat film diputar, sinyal ini dibaca kembali melalui
proses efek fotolistrik dan sinyal listriknya diperkuat dengan menggunakan amplifier tabung
sehingga menghasilkan film bersuara.

Gambar: Dubbing-Film

Aplikasi lain adalah pada tabung foto-pengganda (photomultiplier tube). Dengan


menggunakan tabung ini, hampir semua spektrum radiasi elektromagnetik dapat diamati.
Tabung ini memiliki efisiensi yang sangat tinggi, bahkan ia sanggup mendeteksi foton
tunggal sekalipun. Dengan menggunakan tabung ini, kelompok peneliti Superkamiokande di
Jepang berhasil menyelidiki massa neutrino yang akhirnya dianugrahi hadiah Nobel pada
tahun 2002. Di samping itu, efek fotolistrik eksternal juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan
spektroskopi melalui peralatan yang bernama photoelectron spectroscopy (PES).

Gambar Photomultiplier Tube


13