Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA

ACARA III
GERAK REFLEKS DAN WAKTU REAKSI

Disusun Oleh
BAIQ DEVI AGUSTINA ARISKA
E1A013007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2016

ACARA III
GERAK REFLEKS DAN WAKTU REAKSI
A. Pelaksanaan Praktikum
1. Tujuan praktikum

dan untuk
seseorang.
2. Hari, tanggal praktikum
3. Tempat praktikum

: Untuk mengetahui refleks regangan otot


dan selaput lender pada manusia
mengetahui waktu reaksi
: Senin, 25 April 2016
: Laboraturium Biologi FKIP, Universitas
Mataram.

B. Landasan Teori

Refleks adalah suatu respon organ efektor (otot atau kelenjar) yang
bersifat otomatis atau tanpa sadar, terhadap situasi stimulus rtertentu.
Respon tersebut melibatkan suatu rantai yang terdiri atas sekurangkurangnya dua neuron, membentuk suatu busur reeflkeksa (reflex are). Dua
neuron penting dalm suatu busur reflex adalah neuron aferen, sensori atau
reseptor dan neuron eferen motoris atau efektor. Umumnya diantara neuron
reseptor dan neuron efektor. Meskipun reflex dapat melibatkan berbagai
bagian otak dan system saraf otonom, refleks yang paling sederhana adalah
refleks spinal. Suatu refleks spinal yang khas adalah refleks rentang ( strets
refleks) yang digambarkan dengan pemukulan ligamentum patella (suatu
tendon) sehingga melibatkan otot lutut terentang. Refleks rentang
memainkan sesuatu peranba penting namun agak sederhana dalam pereilaku.
Suatu otot rentang dan bereaksi dengan berkontraksi. Mesin refleks rentang
memberikan mekanisme pengendalian yang teratur dengan baik yang
mengarahkan kontraksi otot-otot antagonis dan secara terus-menerus
memonitor keberhasilan dengan perintah-perintah dari otak yang diteruskan
dan dengan cepat mampu melakukan penyesuaian (Campbell, 2002).
Refleks pada dasarnya merupakan suatu respon dalam rangka mengelak dari
suatu rangsangan yang dapat membahayakan atau mencelakakan. Ciri refleks
adalah respon yang berlangsung cepat atau tidak disadari oleh yang bersangkutan.
Reflex semacam ini dinamakan reflex bawaan yang pusatnya pada sumsum tulang
belakang. Impuls saraf berasal dari reseptor dibawa oleh sareaf eferen yang bersifat
sensorik, menuju ke system sarf pusat, yaitu sumsum tulang belakang. Di sum-sum

tulang belakang, impuls di transfer oleh neuron asesori dari neuron sensori ke
neuron motorik. Dari neuron motorik impuls di alirkan melalui sarf motorik ke
efektor.
( isnaeni, 2006)

Waktu reaksi adalah waktu yang diperlukan untuk memberikan


respon terhadap stimulus, yaitu jarak antara mulai diberikannya stimulus
sampai terjadinya permulaan respon. Menurut Bompa, waktu reaksi adalah
jarak waktu antara pemberian stimulus kepada seseorang sampai terjadinya
reaksi otot pertama kali atau terjadinya gerakan yang pertama kali. Waktu
reaksi mempunyai 5 komponen yaitu : 1). Munculnya stimulus pada tingat
reseptor yaitu suatu struktur khusus yang sangat peka terhadap jenis-jenis
rangsang tertentu. 2). Perambatan (propagation) stimulus ke susunan saraf
pusat. 3). Pengiriman stimulus melalui jalur saraf dan produksi sinyal
efektor yang bergerak memberi reaksi terhadap impuls yang tiba melewati
neuron efferent yakni yang membawa impuls dari susunan saraf pusat. 4).
Pengiriman sinyal oleh susunan saraf pusat ke otot. 5).
Perangsangan/stimulus otot untuk melakukan kerja mekanis. Waktu reaksi
harus dibedakan dengan waktu refleks. Waktu reaksi dapat dilatih hingga
terjadi otomasi, sedangkan waktu refleks tidak. Waktu reaksi adalah respon
terhadap tanda yang disadari sedangkan waktu refleks adalah reaksi terhadap
respon yang tidak disadari terhadap stimulus. (Guyton, 2008: 278).
C. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Martil refleks
b. Penggaris
c. Alat tulis
2. Bahan
a. Praktikan
b. Kapas
c. Aquadest
D. Langkah kerja
1. Gerak refleks
a. Refleks patella

1) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.


2) Meminta praktikan untuk duduk diatas kursi atau meja agar

kakinya menggantung dan bertumpang kaki.


3) Memukul ligament patella kaki yang menjadi atas dengan martil
refleks.
4) Mengamati dan mencatat gerakan yang terjadi yakni positif
apabila kaki bergerak ke depan dan negatif apabila bergerak ke
belakang.
b. Refleks musculus biceps brachii
1) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Meminta praktikan untuk meluruskan lengannya.
3) Memukul tendon musculus biceps brachii dengan martil refleks.
4) Mengamati dan mencatat gerakan yang terjadi yakni positif

apabila lengan mengangkat dan negatif apabila tidak bergerak.


c. Refleks musculus triceps brachii
1) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Meminta praktikan untuk membengkokkan lengannya.
3) Memukul tendon musculus triceps brachii dengan martil refleks.
4) Mengamati dan mencatat gerakan yang terjadi yakni positif
apabila terjadi gerakan abduksi (menjauhi) dan negatif apabila
terjadi gerakan aduksi ( mendekati).
d. Refleks achiles
1) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Meminta praktikan untuk duduk diatas kursi atau meja agar
kakinya menggantung dan melepaskan sepatu.
3) Memukul tendon archiles dengan matriks refleks.
4) Mengamati dan mencatat gerakan yang terjadi yakni positif
apabila terjadi gerakan abduksi (menjauhi) dan negatif apabila
terjadi gerakan aduksi ( mendekati).
e. Refleks kornea mata
1) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
2) Mengambil kapas dan memilinnya.
3) Mencelupkan ujung kapas pada aquades.
4) Menyentuhkan ujung kapas yang basah ke kornea mata
praktikan.

5) Mengamati dan mencatat gerakan yang terjadi yakni positif

apabila gerakan mengejap dan negatif bila tidak mngejapkan


mata.
2. Waktu reaksi
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b. Meminta salah satu anggota kelompok untuk memegang ujung

penggaris bagian atas dengan angka nol di ujung bawah.


c. Menempatkan ibu jari dan jari telunjuk anggota yang lain dengan
jarak antara telunjuk dan ibu jari 2 cm sehingga dapat mengapit
penggaris di ujung bawah (pada angka nol).
d. Memposisikan pengaris agar angka nol berada tepat diantara ibu jari
e.

f.
g.
h.
i.

dan telunjuk.
Melepaskan penggaris, kemudian anggota kelompok yang lain
menangkap penggaris yang berada di ujung bawah dengan ibu jari
dan telunjuk secepat mungkin.
Mencatat berapa cm panjang penggaris yang tertangkap pada tabel
pengamatan waktu reaksi kondisi normal.
Melakukan percobaan sebanyak 3 kali untuk orang yang sama.
Mengubah panjang penggaris (cm) ke waktu (detik) dengan tabel
konversi yang ada di buku petunjuk praktikum.
Melakukan langkah dari b sampai h, akan tetapi praktikan
dikacaukan pikirannya dengan mengajaknya berbicara atau memberi
pertanyaan yang membingungkan.

E. Hasil pengamatan
1. Gerak refleks
a. Tabel hasil pengamatan
-

No

Data kelompok
Nama

Irwan

Jenis Refleks

Respon

Respon

Positif

Negatif

patela

Musculus Biceps brachii

Mogi

No

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Respon

Respon

positif

negatif

Data kelas

Nama

Anto

Jenis refleks

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Nyoman tria Patela

Ari

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Ema

Fitria

Susi

Arya

Isti

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata
9

10

11

12

13

Irwan

Mogi

Lailin

Ratna

Novi

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

14

Bukhari

Kornea mata

Patela

Musculus Biceps brachii

Musculus Triceps branchii

Achiles

Kornea mata

2. Waktu refleks
a. Tabel hasil pengamatan

Data diri

Nama

Ulangan

Irwan

1
2
3
Jumlah
Rata-rata
-

No

Kondisi normal
Kondisi bingung
Penggaris
Penggaris
Waktu
Waktu (detik)
(cm)
(cm)
(detik)
13
0,17
25
0,23
16
0,18
23
0,22
12
0,16
28
0,24
41
0,51
76
0,69
13,66
0,17
25,33
0,23

Data kelompok

Nama

Kondisi normal

Kondisi bingung

Penggaris
(cm)

Waktu (detik) Penggaris


(cm)

Waktu
(detik)

Adrian

13,33

0,17

18,33

0,193

Hilda

16

0,183

19

0,20

Irwan

13,66

0,17

25,33

0,23

Mogi

12,66

0,163

19,66

0,20

F. Pembahasan

Praktikum gerak erfleks dan waktu reaksi bertujuan untuk mengetahui


refleks regangan otot dan selaput lender pada manusia dan untuk mengetahui
waktu reaksi seseorang. Gerak refleks adalah gerak yang dihasilkan oleh jalur
saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen neuron
sensor, interneuron, dan neuron motor, yang mengalirkan impuls saraf untuk
tipe reflek tertentu. Gerak refleks yang paling sederhana hanya memerlukan
dua tipe sel sraf yaitu neuron sensor dan neuron motor.
Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya
mengejutkan dan menyakitkan. Misalnya bila kaki menginjak paku,secara
otomatis kita akan menarik kaki dan akan berteriak. Refleks juga terjadi ketika
kita membaui makanan enak , dengan keluarnya air liur tanpa disadari.
Gerak refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima oleh saraf sensori
langsung disampaikan oleh neuron perantara (neuron penghubung). Hal ini
berbeda sekali dengan mekanisme gerak biasa. Gerak biasa rangsangan akan
diterima oleh saraf sensorik dan kemudian disampaikan langsung ke otak.
Dari otak kemudian dikeluarkan perintah ke saraf motori sehingga terjadilah
gerakan. Artinya pada gerak biasa gerakan itu diketahui atu dikontrol oleh
otak. Sehingga oleh sebab itu gerak biasa adalah gerak yang disadari.
Komponen-komponen yang dilalui refleks adalah sebagai berikut :
1. Reseptor rangsangan sensoris : ujung distal dendrit yang menerima stimulus peka
terhadap suatu rangsangan misalnya kulit.
2. Neuron aferen (sensoris) : melintas sepanjang neuron sensorik sampai ke medula
spinalis yang dapat menghantarkan impuls menuju ke susunan saraf pusat.
3. Neuron eferen (motorik) : melintas sepanjang akson neuron motorik sampai ke
efektor yang akan merespon impuls eferen menghantarkan impuls ke perifer
sehingga menghasilkan aksi yang khas.
4. Alat efektor : dapat berupa otot rangka, otot jantung, atau otot polos kelenjar yang
merespons, merupakan tempat terjadinya reaksi yang diwakili oleh suatu serat
otot atau kelenjar.
Biasanya refleks yang dapat diuji mencakup refleks bideps,
brakhioradialis, triceps, patela, dan pergelangan kaki (Archilles).

Temuan yang diperoleh bergantung pada beberapa faktor yaitu


menggunakan palu refleks yang tepat, posisi ekstremitas yang tepat, dan
keadaan rileks pasien. Derajat refleks, hilangnya refleks adalah sangat
berarti, walaupun sentakan pergelangan kaki (refleks Achilles) yang
tidak ada, terutama pada lansia. Dalam prercobaan praktikum digunakan
beberapa uji reflex yaitu Patela, Musculus Biceps brachii, Musculus
Triceps branchii, Achiles dan Kornea mata. Refleks Biseps.
Refleks biseps didapat melalui peregangan tendon biseps pada
saat siku dalam keadaan fleksi. Orang yang menguji menyokong lengan
bawah dengan satu tangan sambil menempatkan jari telunjuk dengan
menggunakan palu refleks. Respons normal dalam fleksi pada siku dan
kontraksi biseps.
Refleks Triseps, untuk menimbulkan refleks triseps, lengan
pasien difleksikan pada siku dan diposisikan di depan dada. Pemeriksaan
menyokong lengan pasien dan mengidentifikasi tendon triseps dengan
mempalpasi 2,5 sampai 5 cm di atas siku. Pemukulan langsung pada
tendon normalnya menyebabkan kontraksi otot triseps dan ekstensi siku.
Refleks Patella,

ditimbulkan dengan cara mengetok

tendon patella tepat di bawah patella. Pasien dalam keadaan


duduk atau tidur terlentang. Jika pasien terlentang, pengkajian
menyokong kaki untuk memudahkan relaksasi otot. Kontraksi
quadriseps dan ekstensi lutut adalah respons normal.
Hasil percobaan berdasarkan data kelompok dengan
Mogi

dan

Irwan

sebagai

pasien

yang

diuji

refleksnya,

didapatkan bahwa pada setiap pengujian refleks dihasilkan


respon positif. Hal ini menunjukkan respon yang terjadi pada
keduanya normal sehingga dapat dikatakan system saraf yang
bekerja masih baik. Sedangkan pada data kelas juga sebagian
besar menunjukkan hasil positif pada setiap uji refleksnya.
Hanya sebagian kecil yang menunjukkan hasil negative. Hal ini
dapat disebabkan beberapa factor antara lain pelaksanaan
prosedur percobaan yang masih belum sesuai petunjuk yang
benar ataupun memang terdapat kelainan dalam persarafan
mereka.

Percobaan berikutnya adalah mengukur waktu reaksi. Percobaan ini


dilakukan dengan menjatuhkan mistar sepanjang 30cm yang kemudian
ditangkap oleh praktikan. Semakin cepat mistar ditangkap maka respon
praktikan terhadap stimulus yang diberikan semakin cepat. Waktu reaksi
adalah waktu yang diperlukan untuk memberikan respon terhadap
stimulus, yaitu jarak antara mulai diberikannya stimulus sampai
terjadinya permulaan respon. Menurut Bompa, waktu reaksi adalah jarak
waktu antara pemberian stimulus kepada seseorang sampai terjadinya
reaksi otot pertama kali atau terjadinya gerakan yang pertama kali.
Waktu reaksi mempunyai 5 komponen yaitu :
1) Munculnya stimulus pada tingat reseptor yaitu suatu struktur
khusus yang sangat peka terhadap jenis-jenis rangsang tertentu.
2) Perambatan (propagation) stimulus ke susunan saraf pusat.
3) Pengiriman stimulus melalui jalur saraf dan produksi sinyal
efektor yang bergerak memberi reaksi terhadap impuls yang tiba
melewati neuron efferent yakni yang membawa impuls dari
susunan saraf pusat.
4) Pengiriman sinyal oleh susunan saraf pusat ke otot.
5) Perangsangan/stimulus otot untuk melakukan kerja mekanis.
Waktu reaksi harus dibedakan dengan waktu refleks.
Waktu reaksi dapat dilatih hingga terjadi otomasi, sedangkan waktu
refleks tidak. Waktu reaksi adalah respon terhadap tanda yang disadari
sedangkan waktu refleks adalah reaksi terhadap respon yang tidak
disadari terhadap stimulus.
Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali dari tiap tiap praktikan yang
berbeda. Hasil percobaan pertama yang dilkukan pada Tomi Anugrah
Pratama,didapat harga rata-rata gerak refleknya yang cepat
( 14,1 ),Sedangkan untuk praktikan yang kedua nilainya lebih besar lagi
( 21,4 ).Ini menandakan gerak reflek pada kelompok 3 dapat
dikategorikan gerak refleknya cepat.
Cepatnya gerak reflek seseorang apabila memiliki nilai diatas 0,5 dari
panjang penggaris (30 cm). jadi jika praktikkan memiliki nilai rata-rata
gerak refleknya dibawah dari 15 maka ia dikatakan memiliki gerak
reflek yang lambat, dan sebaliknya jika hasil rata-rata perhitungan gerak
reflek yang di dapat diatas 15 maka dapat dikatakan ia memiliki gerak
reflek yang cepat.
Praktikan sendiri menganalisa bahwa terdapat perbedaan kecepatan
gerak reflek seseorang. Hal ini sangat terkait denga syaraf-syarafnya dan
pembiasaan diri terhdap lingkungan luar.Ada praktikan yang dari awal
cepat,namun di akhir angka yang didapat semakin menurun. Dan ada
juga sebalikny. Bahkahn ada yang dari awal sampai akhir lambat

DAFTAR PUSTAKA
Campbell.1994. Biologi Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.
Guyton, Athur C. 2008. Fisiologi Manusia dan Mekanismenya terhadap
Penyakit. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Isnaeni, Wiwi.2006.Fisiologi Hewan.Yogyakarta: penerbit kasinius.