Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KASUS

Ulkus Peptik
Disusun dalam rangka pelaporan kegiatan PPK di Puskesmas Srumbung

Disusun oleh:
Nama /NIM : Yoasta Elsa
(09711)
Sisca Novita WS (09711129)
Suci Restu
09711273)
Kelompok

:2

Tutor

: dr. Hj.Erlina Marfianti, M, Sc, Sp.PD

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
JOGJAKARTA
2011

KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan kita kesehatan dan nikmat kehidupan yang tiada tara hingga detik ini.
Selanjutnya sholawat dan salam tidak lupa pula kami sampaikan kepada junjungan alam
kita yakni nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan
menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan sebagaimana yang kita rasakan pada
saat ini.
Laporan ini kami susun dimaksudkan sebagai upaya kami untuk memenuhi syarat
ujian yang akan diadakan pihak Universitas Islam Indonesia. Karenanya sebagai sebuah
karya manusia laporan ini masih jauh untuk disebut sempurna. Oleh karena itu sumbang
saran dan kritik dari semua pihak sangat kami harapkan untuk penyempurnaan laporan
ini.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan laporan ini,
kami hanya bisa berdoa, semoga Allah senantiasa membalas dengan ganjaran yang lebih
baik. Amin
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Jogjakarta, 29 April 2011


Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................................
Daftar Isi
................................................................................................
BAB 1
................................................................................................
PENDAHULUAN ......................................................................................
Laporan Kasus ................................................................................................
BAB 11
.................................................................................................
PEMBAHASAN
.....................................................................................
BAB III
.................................................................................................
TINJAUAN PUSTAKA
.........................................................................
BAB IV
.................................................................................................
PENUTUP
.................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
.........................................................................
LAMPIRAN .................................................................................................

i
ii
1
1
1

BAB I
PENDAHULUAN

LAPORAN KASUS
A. Identitas Pasien
Nama
Umur
Jenis kelamin
Pekerjaan
Agama
Alamat
Tgl pemeriksaan
Puskesmas
No. RM

:
:
:
:
:
:
:
:
:

B. Anamnesis
Keluhan umum

Edukasi
: sebaiknya pasien menjaga pola makan, jangan terlalu stres karena
itu dapat meningkatkan kadar Hcl lambung yang merupakan faktor agreif dari
lambung. Pasien juga di anjurkan jangan terlalu banyak mengkonsumsi gorengan,

makanan pedas dan asam. Karena dapat memperparah keluhan. Selain itu untuk
menghindari H pylori sebaiknya sanitasi tetap dijaga agar udara tetap bersih.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Interpretasi hasil anamnesis:


Dari hasil anamnesis di temukan adanya nyeri di daerah epigastrium nyeri dirasakan
terus menerus disertai mual dan muntah pada saat makan dirasakan makanannya seperti
tersendat, sehabis makan nyeri dirasakan tidak menghilang, selain itu dirasakan kembung
didaerah kuadran kanan dan terkadang paasien sampai terbanguin dari tidurnya ketika
nyeri dirasakan.Dari anamnesis ini kemungkinan mengarah ke Tukak Gaster.
C. Interpretasi hasil pemeriksaan penunjang:
Untuk rencana pemeriksaan penunjang dilakukan endoskopi yang tujuannya untuk
mengetahui diameter lesi.
Selain itu dapat dilakukan biopsi yang di ambil dari pinggiran dan dasar tukak
minimal empat sampel untuk dua kuadran, bila ukuran tukak besra diambil sampel dari
tiga kuadran, dari dasar, pinggir dan sekitar tukak.
Pemeriksaan radiologi juga dapat ditemukan adanya kawah dengan batas jelas
disertai lipatan mukosa yang teratur dari pinggiran tukak.
D. Alasan diagnosis banding dan diagnosis kerja
a. gastritis

Pada gastritis ditemukan keluhan yang hampir sama dengan ulkus gaster seperti nyeri
tidak enak di ulu hati, panas disertai mual dan muntah. Namun pada gastritis nyeri dapat
hilang setalah pasien makan.
Pada gastritis pemeriksaan endoskopi yang dijumpai adalah eritema, esodatif. Pada
gambaran histopatologi ditemukan adanya degradasi epitel, infiltrasi netrofil, inflamasi
sel mononuklear, dan kerusakan sel parietal.
b. ulkus duodenum
Pada ulkus duodenal ditemukan gejala yang paling dominan yaitu nyeri di bagian
epigastrium. Nyeri seperti ras terbakar dan tidak nyaman biasanya terjadi setelah 90
menit sampai 3 jam setelah makan ( pain-food-relief ) selain itu dirasakan mual, muntah,
sendawa dan perut terasa kembung. Nyeri yng timbul palling sering dini hari antara
tengah malam dan jam 3 dini hari yang dapat membangunkan pasien.
Untuk pemeriksaan fisik dapat ditemukan nyeri palpasi epigastrium. Untuk diagnosis
pasti tukak duodenum dilakukan endoskopi saluran cerna bagian atas.
c. ulkus gaster
pasien pada ulkus gaster mengeluhkan dispepsia yaitu sindrom klinik pada saluran
cerna seperti mual, muntah, kembung nyeri ulu hati, sendawa dan cepat merasa kenyang.
Rasa sakit pada tukak gaster timbul setelah makan dan dirasakan pada kuadran kiri
abdomen. Rasa sakitnya bermula pada satu titik kemudian menjalar sampai ke punggung.
Pada pemeriksaan penunjang dilakukan endoskopi yang tujuannya untuk
mengetahui diameter lesi.
Selain itu dapat dilakukan biopsi yang di ambil dari pinggiran dan dasar tukak
minimal empat sampel untuk dua kuadran, bila ukuran tukak besra diambil sampel dari
tiga kuadran, dari dasar, pinggir dan sekitar tukak.
Pemeriksaan radiologi juga dapat ditemukan adanya kawah dengan batas jelas
disertai lipatan mukosa yang teratur dari pinggiran tukak.
Dari ketiga dignosis banding kami memilih tukak gaster sebagai diagnosis akhir.
Karena dari hasil anamnesis, dan pemeriksaan fisik lebih mengarah ke tukak gaster.

Istirahat : pasien disarankan untuk istirahat, hindarkan pasien dari stres


dan cemas karena stres dan kecemasan memegang peran penting dalam
peningkatan asam lambung dan dapat memeperparah penyakit ulkus gaster
yang diderita.

Obat-obatan : hindari obat-obatan OAINS, karena jika mengkonsumsi


OAINS memungkinkan terjadinya iritasi lambung. Dan jika pasien benarbenar

membutuhkan,

OAINS

dapat

dituunkan

dosisnya

atau

dikombinasikan dengan PPI/ARH2. Atau diberikan COX2 inhibitor yang


lebih selektif yang kurang menimbulkan keluhan perut.
Medikamentosa
-

Antasida

: antasida digunakan untuk menghilangkan keluhan rasa

sakit atau dipsepsia.


-

ARH2

: dapat menurunkan pengeluaran asam lambung, dengan

cara meblokir efek histamin pada sel parietal lambung.


-

Koloid bismuth : dapat membentuk lapisan penangkal dengan protein pada


dasar tukak dan melindungi terhadap pengaruh asam dan pepsin, serta
merangsang sekresi PG, bikarbonat, mukus.

Sukralfat

: melalui pelepasan kutub alumunium hidroksida yang

berikatan dengan kutub positf molekul protein membentuk lapisan

fisikokemikal pada dasar tukak yang melindungi dari pengaruh agresif


asam dan pepsin. Selain itu sukralfat membantu sintesis PG, sekresi
bikarbonat dan mukus, meningkatkan daya pertahanan dan perbaikan
mukosa.
-

PPI

: memblokir kerja enzim K+ H+ ATPase yang akan

memecah K+ H+ ATP menghasilkan energi yang akan digunakan untuk


mengeluarkan HCl dari kanalikuli sel parietal kedalam lumen lambung.