Anda di halaman 1dari 7

ACARA V

BUDIDAYA TEBU MENGGUNAKAN ATONIK

A. Acara Praktikum
Hari
: Kamis
Tanggal
: 17 Maret 2016
Tempat
: Kebun praktek, Wedomartani, Ngemplak, Sleman,
Yogyakarta
B. Tujuan
Mengetahui pengaruh atonik terhadap pertumbuhan tanaman tebu
C. Latar Belakang
Tanaman tebu merupakan tanaman jenis rumput-rumputan yang
mempunyai nama inggris Sugar Cane. Tebu merupakan tanaman untuk bahan
baku pembuatan gula yang kita gunakan untuk kebutuhan setiap hari seperti
untuk membuat teh, kopi, kue, dan masih banyak lagi kagunaan gula untuk
kehidupan sehari-hari.
Tanaman tebu sendiri cendrung membutuhkan waktu yang cukup lama
untuk panen yaitu kurang lebih 1 tahun. Kebutuhan gula yang terus meningkat
seharusnya di imbangi dengan budidaya tanaman tebu yang berkulitas agar
bahan baku pembuatan gula tidak kekurangan.
D. Dasar Teori
1. Tebu
a. Klasifikasi
Tebu merupakan tumbuhan monokotil dari fanilli rumputrumputan (Gramineae). Batang anakan tunas tunas dari pangkal
batang yang membentuk rumpun. Tanaman ini memerlukan waktu
musim tanam sepanjang 11-12 bulan. Tanaman ini berasal dari daerah
tropis basah sebagai tanaman liar (Fery, 2012).
Klasifikasi Tanaman Tebu
Division
: Spermatophyta
Subdivision : Angiospermae
Kelas
: Monocotyledoneae
Ordo
: Graminalis
Family
: Gramineae

Genus
: Saccharum
Spesies
: Saccharum Officinarum
b. Morfologi
1) Batang Tanaman Tebu
Tanaman tebu memiliki batang yang berbentuk tegak dan tidak
memiliki cabang. Batang tanaman tebu dapat mencapai
ketinggian 3 hingga 5 meter atau lebih. Tanaman tebu memiliki
kulit batang berwarna hijau, merah tua, ungu, maupun kombinasi
dari warna-warna tersebut. Pada batang tersebut terdapat lapisan
lilin berwarna putih agak keabu-abuan. Lapisan lilin tersebut
secara umum terdapat pada tanaman yang masih muda.
2) Daun Tanaman Tebu
Daun yang dimiliki oleh tanaman tebu merupakan daun tidak
lengkap, yaitu hanya terdiri dari helaian daun dan pelepah daun,
dengan tidak dilengkapi oleh tangkai daun. Daun pada tanaman
tebu berpangkal pada buku dari batang tanaman tebu dengan
kedudukan berseling. Pelepah daun pada tanaman tebu memeluk
batang yang semakin ke atas akan semakin sempit. Pada pelepah
tersebut tedapat telinga daun dan bulu-bulu daun dengan
pertulangan daun berbentuk sejajar.

3) Akar Tanaman Tebu


Tanaman tebu memiliki sistem perakaran yaitu akar serabut
dengan panjang dapat mencapai hingga 1 meter. Pada saat
tanaman tebu masih berupa bibit atau pada saat tanaman tebu
masih muda terdapat 2 macam akar pada tanaman tebu
diantaranya yaitu akar tunas dan akar stek. Akar tunas sesuai
dengan namanya yaitu berasal dari tunas, dengan berumur
panjang dan tetap ada selama tebu masih tumbuh. Sedangakan
akar stek berasal dari stek batang tanaman tebu, tidak dapat

berumur panjang dan hanya ada pada saat tanaman tebu masih
muda.
4) Bunga Tanaman Tebu
Bunga yang terdapat pada tanaman tebu merupakan jenis bunga
majemuk. Bunga tanaman tebu terdiri atas malai dengan
pertumbuhan yang terbatas. Panjang dari bunga majemuk
berkisar antara 70 hingga 90 cm. Masing masing bunga pada
tanaman tebu memiliki tiga daun kelopak, tiga benang sari, dua
kepala putik dan satu daun mahkota.
c. Syarat tumbuh
Tebu tumbuh baik pada daerah beriklim panas tropika dan
subtropika disekitar khatulistiwa sampai garis isotherm 20 derajat C,
yakni kurang lebih diantara 39 derajat LU sampai 35 derajat LS.
Tanaman tebu banyak diusahakan di dataran rendah dengan musim
kering yang nyata. Tebu dapat ditanam dari dataran rendah sampai
pegunungan dengan ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Di
dataran tinggi yang suhu udaranya rendah, tanaman tebu lambat
tumbuh dan berendemen rendah. Di Asia Tenggara, batas maksimum
elevasi untuk pertumbuhan normal tebu adalah 600 700 m di atas
permukaan laut. Pada elevasi yang lebih tinggi siklus pertumbuhan
akan lebih panjang dari 14 18 bulan.
2. Atonik
a. Deskripsi
Pupuk Atonik adalah zat pupuk pengatur tumbuh tanaman (zpt).
Pupuk Atonik ini jika dilarutkan dalam air berbentuk air berwarna
tua. Atonik bermanfaat untuk meningkatkan jumlah bobot buah dan
dapat menghambat dan menekan berkembangnya beberapa penyakit
tanaman. Berfungsi mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
Dengan menyemprotkan atonik tersebut, semua jenis tanaman akan
tumbuh secara cepat dengan daun lebar serta batang yang kokoh,
sehingga buahnya pun ukurannya jadi lebih besar. Hormon ini

berguna sebagai pupuk atau obat bagi tumbuhan agar lebih cepat
tumbuh

menjadi

besar.

Untuk

tanaman

holtikultura

sangat

dianjurkan menggunakan zpt atonik yang dapat mengatur tumbuh


tanaman menjadi subur
b. Fungsi
Atonik ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1) Semua tanaman dapat dengan cepat tumbuh merata.
2) Pemulihan tumbuhan misalnya pada daun dan batang yang rusak
dengan cepat.
3) Mampu menyediakan produk kualitas yang lebih baik.
4) Melindungi terhadap berbagai kondisi pertumbuhan negatif
tanaman.
c. Cara penggunaan
Untuk penggunaannya, atonik ini cukup dicampur dengan air apa saja
yang disaring agar terhindar dari kotoran. Kemudian dikocok dan
tinggal disemprotkan. Cara penyemprotannya pun sangat mudah,
seperti menyemperot pada umumnya. Atau bisa juga di dicampurkan
dengan air lalu merendam tanaman di dalam air yang sudah
tercampur atonik.
E. Alat dan Bahan
1. Peralatan Budidaya
2. Bibit Tanaman Tebu
3. Pupuk Kandang
4. Pupuk NPK
5. Fungisida
6. Pestisida
F. Metode Kerja
1. Menyiapkan lahan yang akan ditanami tanaman tebu dengan cara dibajak
dan dicangkul
2. Mempersiapkan tanah perlu dengan 2 carayaitu dibajak dan reynoso.
Proses pembajakan dilakukan pada tanah kering dengan tujuan untuk
menjadikannya gembur. Pada proses ini, dibuat alur-alur untuk menanam
bibit sedalam 20cm. Untuk proses reynoso, proses pengolahan tanah
dilakukan pada area yang akan ditanami pohon tebu dengan kedalaman

40cm berbentuk seperti cekungan/kasuran. Proses ini dilaukan pada tanah


yang mengandung air
3. Menanam bibit tebu sesuai jenisnya
a. Bibit bagal
Meratakan tanah kasuran terlebih dahulu, kemudian tanah digaris
dengan alat yang runcing dengan kedalaman 5 10cm. Bibit
dimasukkan kedalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke
samping. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.
b. Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit)
1) Jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya
menghadap ke samping dan sedikit miring 45
2) Bibit rayungan bermata dua: batang bibit terpendam dan tunas
menghadap ke samping dengan kedalaman 1cm.
4. Bibit bagal (stek) dan rayungan ditanam secara terpisah didlam petak
petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata.
G. Hasil dan Pembahasan
Tabel 5.1 Data Tinggi Tanaman Tebu
Atonik (cm)

Sampel

Tanpa Atonik (cm)

II

III

IV

II

III

IV

A 2.5

12

37

65

86

18

32

62

A 2.6

18

39

68

80

11

21

39

58

A 2.7

83

94

105

115

66

78

90

105

A 2.8

68

72

79

91

57

68

79

96

A 2.9

33

75

97

112

23.5

53

59

65

Tabel 5.2 Data Jumlah Daun Tanaman Tebu


Sampel

Atonik

Tanpa Atonik

A.2 5

I
1

II
2

III
4

IV
6

I
0

II
1

III
3

IV
4

A.2 6
A.2 7

2
4

4
5

5
6

5
7

0
5

2
6

3
7

4
7

A.2 8

A.2 9

Tabel 5.3 Data Jumlah Tanaman Tebu


Atonik

Tanpa Atonik

Sampe
l

II

III

IV

II

III

IV

A 2.5

A 2.6

A 2.7

A 2.8

A 2.9

Berdasarkan data yang didapatkan, diketahui bahwa kelompok A2-6


memiliki tinggi tanaman tebu yang paling tinggi baik itu yang menggunakan
atonik maupun yang tidak menggunakan atonik. Dan tinggi daun terendah ada
pada kelompok A2-5 baik yang menggunakan atonik maupun yang tidak
menggunakan atonik. Hal ini disebabkan karena tanaman pada kelompok A25 terkena sinar matahari lebih banyak sehingga tanaman tebu kelompok A2-5
memiliki tinggi yang lebih kecil karena pertumbuhan dan perkembangan
pada tanaman tersebut seimbang.
Begitu juga dengan jumlah daun dan jumlah tanaman tebu pada
kelompok A2-5 memiliki jumlah daun dan jumlah tanaman paling sedikit dan
kelompok A2-8 memiliki jumlah daun dan jumlah tanaman terbanyak. Hal ini
disebabkan karena pada tanaman A2-8 penyinarannya lebih optimum
dibandingkan dengan kelompok A2-5 sehingga tanaman tebu kelompok A2-8
memiliki jumlah daun dan jumlah tanaman lebih banyak karena sinar matahari
yang diterima tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.

Berdasarkan data yang didapatkan, tinggi tanaman dan jumlah daun


tanaman yang menggunakan atonik lebih besar dibandingkan dengan tanaman
yang tidak menggunakan atonik. Hal ini sudah sesuai karena atonik dapat
mempercepat pertumbuhan tanaman dan dapat mencegah hama dan penyakit
sehingga tanaman dapat tumbuh lebih cepat karena tanaman memiliki resiko
lebih kecil untuk dapat terkena hama dan penyakit. Sedangkan pada jumlah
tanaman tebu sendiri yang menggunakan atonik jumlahnya lebih sedikit
dibandingkan dengan tebu yang tidak menggunakan atonik. Hal ini tidak
sesuai karena atonik memiliki fungsi untuk mempercepat tumbuhnya tanaman
jadi seharusnya tanaman yang menggunakan atonik jumlahnya lebih banyak.
H. Kesimpulan
Atonik memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tebu karena
dapat memacu pertumbuhan tanaman sehingga tanaman lebih cepat tumbuh
dan

subur.

Atonik

juga

dapat

dapat

menghambat

dan

menekan

berkembangnya beberapa penyakit tanaman sehingga tanaman yang


menggunakan atonik lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan tanaman
yang tidak menggunakan atonik.
Daftar Pustaka
Anonim. 2013. Syarat Tumbuh Tebu. http://detiktani.blogspot.co.id.
Diakses pada 10 Mei 2016 pukul 7.30 WIB
Anonim. 2015. Klasfikasi dan Morfologi Tanaman Tebu.
http://agroteknologi.web.id. Diakses pada 10 Mei 2016
pukul 08.08 WIB
Fery. 2012. Teknik Budidaya Tebu. http://pertanianfery.wordpress.com
diakses pada 5 Mei 2016 pukul 17.43 WIB