Anda di halaman 1dari 1

ANALISA STRATEGI POLSTRANAS DALAM SITUASI DAN KONDISI BELA NEGARA (INDIVIDU,KELUARGA,LINGKUNGAN,DAERAH, & NASIONAL)

DENGAN STUDI KASUS DI K0TA SIMALUNGUN


STRATEGI
PANCASILA

KETAHANAN
INDIVIDU
1

SWOT

a.

KEKUATAN
I

a. Memperketat perlindungan ketahanan


jati diri daerah.
b. UU daerah dijalankan untuk cegah
konflik dan perang.
c. Terciptanya persatuan daerah sebagai
ungkapan.
d. Terciptanya peningkatan rasa kesadaran
dalam diri sebagai warga daerah.

a.
b.
II

c.

KELEMAHAN
d.

Menurunnya jiwa nasionalisme individu


di kota Simalungun.
Menurunnya sosialisasi antara
masyarakat di Simalungun.
Menurunnya komunikasi antar sesama
masyarakat Simalungun.
Memiliki sifat yang tidak saling peduli
antar masyarakat.

b.
c.
d.

a.
b.
c.
d.

a.
a.
PELUANG

III

b.
c.
d.

Berpendirian teguh untuk tidak mudah


terpropokasi oleh oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab.
Memberikan fasilitas kepada orang yang
membutuhkan.
Terciptanya ketahanan dalam diri
masyarakat.
Terciptanya rasa kebersamaan antar
sesama cegah konflik.

b.
c.
d.

a.
a.
b.
IV
ANCAMAN

c.
d.

Belum adanya kesadaran setiap individu


bangsa Indonesia.
Kurangnya pengetahuan dari masingmasing individu.
Adanya rasa mementingkan diri sendiri,
menyingkirkan sikap nasionalisme.
Bertambahnya oknom yang ingin
mencari keuntungan dengan adanya
ketidakstabilan keamanan di daerah.

b.
c.
d.

KELUARGA
2
Menanamkan rasa percaya pada
anggota keluarga untuk memperkuat
sikap kekeluargaan.
Melakukan komunikasi secara
terbuka setiap saat.
Menjalin komunikasi antar keluarga
pada lingkungan sekitar kita.
Terwujudnya kerjasama yang
menyenangkan antar keluarga.

a.
b.
c.
d.

Menurunnya keharmonisan keluarga,


karna kurangnya intensitas
kebersamaan.
Menjadi keluarga yang acuh tak acuh
antara keluarga yang lainnya.
Menurunnya rasa kepercayaan antar
sesama keluarga.
Menurunnya komunikasi anatar
sesama keluarga.

a.

Kepercayaan yang dapat menjadikan


keluarga bahagia.
Adanya peluang untuk menjadikan
keluarga yg harmonis.
Keluarga harus menciptakan suasana
yang konduktif.
Menghindari dari segala yang
membuat perpecahan dalam keluarga.

a.

Kurangnya peran maksimal dalam


kekeluargaan.
Kurang terciptanya
keharmonbisan dalam
kekeluargaan.
Belum terciptanya komunikasi
yang baik secara kekeluargaan.
Tidak terciptanya norma-norma
dan perubahan kearah yang lebih
baik.

b.
c.
d.

b.
c.
d.

a.
b.
c.
d.

LINGKUNGAN
3
Mewujudkan lingkungan yang aman
dan tentram.
Menyelenggarakan kegiatan siskamling
secara bergantian untuk mewujudkan
lingkungan yang aman.
Membuat pos-pos keamanan untuk
menunjang sarana keamanan
masyarakat di kota Simalungun.
Mengadakan kegiatan-kegiatan positif
di lingkungan tempat tinggal, seperti
pengajian, dll.

Menurunnya penyediaan kebutuhan


pokok terutama kebutuhan pangan.
Menurunnya sarana dan prasarana pos
kamling di kota Simalungun.
Menurunnya kerjasama dengan
wilayah lain.
Minimalnya fasilitas yang tersedia di
lingkungan sekitar, yang menunjang
sistem pertahanan.
Menciptakan lingkungan yang aman
dan tentram di kota Medan
Terciptanya warga yang dapat
menyatukan perbedaan pendapat.
Terbentuknya mental warga yang
mampu mempertahankan keamanan di
kota Simalungun.
Memberikan peluang untuk dapat
membentuk suatu kesepakatan yang
mufakat.

Kurang terciptanya lingkungan yang


kondusif.
Belum tercapainya lingkungan yang
asri.
Timbulnya kesenjangan sosial dalam
lingkungan masyarakat.
Kurang terciptanya kemajuan
lingkungan yang memadai.

DAERAH
4
a.
b.
c.
d.

Meningkatnya kinerja polisi untuk


menjaga keamanan daerah.
Meningkatkan pembangunan sarana
dan prasarana sebagai penunjang
pengembangan daerah.
Meredam perseteruan dengan cepat
yang sedang terjadi diantara daerah.
Mengembangkan strategi pertahanan
antar daerah dengan baik agar
terciptanya kehidupan yang aman dan
tentram.

a. Menurunnya strategi pertahanan di


wilayah sekitar.
b. Menurunnya ketentraman di kota
Medan
c. Menjadi daerah yang penuh dengan
konflik agraria.
d. Menurunnya keamanan daerah di kota
Medan.

NASIONAL
5
a.

b.
c.
d.

a.
b.
c.
d.
a.

e. Memperketat perlindungan ketahanan


jati diri daerah.
f. UU daerah dijalankan untuk cegah
konflik dan perang.
g. Terciptanya persatuan daerah sebagai
ungkapan.
h. Terciptanya peningkatan rasa
kesadaran dalam diri sebagai warga
daerah.

a.
b.
c.
d.

Timbulnya tuntutan-tuntutan dari


pemerintah daerah ke pemerintah
pusat.
Belum tercapainya peraturanperaturan daerah kearah yang lebih
baik.
Kurang terwujudnya pelaksaanaan
otonomi daerah.
Belum terciptanya kesepakatan antara
kewenangan daerah dan pusat.

b.

c.
d.
a.
b.
c.
d.

Mengajak secara seluruh masyarakat


lampung selatan untuk menggunakan
cara-cara yang aman pada saat
menyelesaikan masalah.
Meningkatkan sifat kejujuran pada
setiap masyarakat Simalungun..
Meninggalkan hal-hal yang hanya
mementingan diri sendiri atau per
kelompok.
Melaksanakan peraturan-peraturan
daerah dengan baik dan teratur untuk
kepentingan nasional.
Menurunnya kekuatan negara kesatuan
RI.
Menurunnya kerjasama dengan
instalasi tertentu yang bergerak di
bidang pertahanan.
Menjadi warga Negara Indonesia yang
tidak peduli dengan keamanan
negaranya.
Menurunnya keinginan warga untuk
menjadi petugas keamanan di kota
Medan.
Memberikan penyuluhan-penyuluhan
kepada masyarakat luas tentang sikap
Nasionalisme, terhadap bela negara.
Pemerintah turun langsung ke
masyarakat luas membuat
menyelesaikan permasalahan konflik
dan perang tersebut.
Memberi bantuan pada pihak keluarga
pahlawan.
Meningkatkan rasa nasionalisme sejak
dini.
Terjadinya informasi yang tidak jelas
yang dapat menimbulkan masalah
keamanan.
Tidak terciptanya kerja sama yang
baik yang dapat membuat salah
paham.
Stabilitas nasional kurang baik.
Belum tercapainya pemecahan
masalah secara maksimal.