Anda di halaman 1dari 21

PERTEMUAN 7

ANALISA JENIS TEKSTUR DAN REAKSI MINERAL DALAM


BATUAN SEDIMEN

DEFINISI BATUAN SEDIMEN?


Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk oleh konsolidasi sedimen,
sebagai material lepas, yang terangkut ke lokasi pengendapan oleh air,
angin, es dan longsoran gravitasi, gerakan tanah atau tanah longsor. Batuan
sedimen juga dapat terbentuk oleh penguapan larutan kalsium karbonat,
silika, garam dan material lain. Menurut Tucker (1991), 70 % batuan di
permukaan bumi berupa batuan sedimen. Tetapi batuan itu hanya 2 % dari
volume seluruh kerak bumi. Ini berarti batuan sedimen tersebar sangat luas
di permukaan bumi, tetapi ketebalannya relatif tipis.

Diagram proses sedimentasi utama dan golongan


batuan sedimen yang dihasilkan (Koesoemadinata,
1981)

Konsep kematangan tekstur (textural maturity)


Sedimentologis menggunakan istilah kematangan tekstur dalam hubungannya dengan
karakter tekstur pada butiran sedimen. Folk (1951) menduga bahwa kematangan tekstur
pada batupasir melewati tiga parameter : (1) jumlah dari partikel berukuran lempung
dalam batuan, (2) pensortiran hubungan keterkaitan antara butiran, (3) pembulatan dari
butiran. Pembagian kematangan tekstur yaitu : immature, submature, mature, dan
supermature

Pettijohn (1975), ODunn & Sill (1986) membagi batuan


sedimen berdasar teksturnya menjadi dua kelompok besar, yaitu
batuan sedimen klastika dan batuan sedimen non klastik
Batuan sedimen klastika(detritus, mekanik, eksogenik)
adalah batuan sedimen yang terbentuk sebagai hasil pengerjaan
kembali (reworking) terhadap batuan yang sudah ada. Proses
pengerjaan kembali itu meliputi pelapukan, erosi, transportasi
dan kemudian redeposisi (pengendapan kembali). Sebagai
media proses tersebut adalah air, angin, es atau efek gravitasi
(beratnya sendiri). Media yang terakhir itu sebagai akibat
longsoran batuan yang telah ada. Kelompok batuan ini bersifat
fragmental, atau terdiri dari butiran/pecahan batuan (klastika)

Contoh batuan sedimen klastik


Sayatan tipis batu pasir

Contoh batuan sedimen klastik


Sayatan tipis lempung

Batuan sedimennon-klastika
adalah batuan sedimen yang terbentuk sebagai
hasil penguapan suatu larutan, atau pengendapan
material di tempat itu juga (insitu). Proses
pembentukan batuan sedimen kelompok ini dapat
secara kimiawi, biologi /organik, dan kombinasi di
antara keduanya (biokimia). Secara kimia, endapan
terbentuk sebagai hasil reaksi kimia, misalnya CaO +
CO2CaCO3. Secara organik adalah pembentukan
sedimen oleh aktivitas binatang atau tumbuhtumbuhan, sebagai contoh pembentukan rumah
binatang laut (karang), terkumpulnya cangkang
binatang (fosil).

Contoh batuan sedimen


non klastik
Sayatan tipis rijang

Contoh batuan sedimen non klastik


Sayatan tipis batubara muda

Batuan Sedimen Evaporit


Batuan evaporit atau sedimen evaporit terbentuk sebagai hasil proses penguapan (evaporation) air
laut. Proses penguapan air laut menjadi uap mengakibatkan tertinggalnya bahan kimia yang pada
akhirnya akan menghablur apabila hampir semua kandungan air manjadi uap. Proses pembentukan
garam dilakukan dengan cara ini. Proses penguapan ini memerlukan sinar matahari yang cukup lama.
1. Batuan garam (Rock salt) yang berupa halite (NaCl).
2. Batuan gipsum (Rock gypsum) yang berupa gypsum (CaSO4.2H20)
Batuan sedimen Silika
Batuan sedimen silika tersusun dari mineral silika (SiO2). Batuan ini terhasil dari proses
kimiawi dan atau biokimia, dan berasal dari kumpulan organisme yang berkomposisi silika
seperti diatomae, radiolaria dan sponges. Kadang-kadang batuan karbonat dapat menjadi
batuan bersilika apabila terjadi reaksi kimia, dimana mineral silika mengganti kalsium
Karbonat.

Batuan Sedimen Karbonat


Batuan sedimen karbonat terbentuk dari hasil proses kimiawi, dan juga proses biokimia.
Kelompok batuan karbonat antara lain adalah batugamping dan dolomit.Mineral utama pembentuk
batuan karbonat adalah:Kalsit (Calcite) (CaCO3) danDolomit (Dolomite) (CaMg(CO3)2)
Mikrit (Micrite) (microcrystalline limestone), berbutir sangat
halus, mempunyai warna kelabu cerah hingga gelap, tersusun
dari lumpur karbonat (lime mud) yang juga dikenali sebagai
calcilutite
Batugamping oolitik (Oolitic limestone) batugamping yang
komponen utamanya terdiri dari bahan atau allokem oolit yang
berbentuk bulat
Batugamping berfosil (Fossiliferous limestone) merupakan batuan
karbonat hasil dari proses biokimia. Fosil yang terdiri dari bahan /
mineral kalsit atau dolomit merupakan bahan utama yang
membentuk batuan ini.
Kokina (Coquina) cangkang fosil yang tersimen
Chalk terdiri dari kumpulan organisme planktonic seperti
coccolithophores; fizzes readily in acid
Batugamping kristalin (Crystalline limestone)
Travertine terbentuk dalam gua batugamping dan di daerah air
panas hasil dari proses kimia
Batugamping intraklastik (intraclastic limestone), pelleted

Gambar 1.3 Kenampakan Ooid pada


sayatan tipis sampel batuan yang
diambil dari Formasi Carmel,
USA(Sumber: En.Wikipedia.org)

Gambar 1.4 Kenampakan Peloid pada sayatan


tipis(sumber: : En.Wikipedia.org)

Gambar 1.4 Kenampakan grapestone pada sayatan


tipis(sumber:www.geol.umd.eduz)

Tekstur
1. Bentuk Butir
Berdasar perbandingan diameter panjang (long)
(l), menengah (intermediate)(i) dan pendek
(short) (s) maka terdapat empat bentuk butir di
dalam batuan sedimen, yaitu (Gambar 3.2):
1. Oblate, bila l = i tetapi tidak sama dengan s.
2. Equant, bila l = i = s.
3. Bladed, bila l tidak sama dengan i tidak sama
dengan s.
4. Prolate, bila i = s, tetapi tidak sama dengan l.

2. Kebundaran
Berdasarkan kebundaran atau keruncingan butir sedimen maka Pettijohn, dkk., (1987) membagi
kategori kebundaran menjadi enam tingkatan ditunjukkan dengan pembulatan rendah dan tinggi
(Gambar 3.3). Keenam kategori kebundaran tersebut yaitu:
1. Sangat meruncing (sangat menyudut) (very angular)
2. Meruncing (menyudut) (angular)
3. Meruncing (menyudut) tanggung (subangular)
4. Membundar (membulat) tanggung (subrounded)
5. Membundar (membulat (rounded), dan
6. Sangat membundar (membulat) (well-rounded).

Kemas atau Fabrik


1.Kemas tertutup,bila butiran fragmen di dalam batuan sedimen saling bersentuhan atau
bersinggungan atau berhimpitan, satu sama lain (grain/clast supported). Apabila ukuran butir fragmen
ada dua macam (besar dan kecil), maka disebutbimodal clast supported. Tetapi bila ukuran butir
fragmen ada tiga macam atau lebih maka disebutpolymodal clast supported.
2.Kemas terbuka,bila butiran fragmen tidak saling bersentuhan, karena di antaranya terdapat
material yang lebih halus yang disebut matrik (matrix supported).

Pemilahan/hubungan antar butir


Pemilahan adalah keseragaman dari ukuran besar butir penyusun batuan sedimen, artinya bila
semakin seragam ukurannya dan besar butirnya maka pemilahan semakin baik.
1.Pemilahan baik,bila ukuran butir di dalam batuan sedimen tersebut seragam. Hal ini biasanya
terjadi pada batuan sedimen dengan kemas tertutup.
2.Pemilahan sedang,bila ukuran butir di dalam batuan sedimen terdapat yang seragam maupun
yang tidak seragam.
3.Pemilahan buruk,bila ukuran butir di dalam batuan sedimen sangat beragam, dari halus hingga
kasar. Hal ini biasanya terdapat pada batuan sedimen dengan kemas terbuka.

Porositas (Kesarangan)
Porositasadalah tingkatan banyaknya lubang (porous) rongga atau pori-pori di dalam batuan.
Batuan dikatakan mempunyaiporositas tinggiapabila pada batuan itu banyak dijumpai lubang
(vesicles) atau pori-pori.Sebaliknya, batuan dikatakan mempunyaiporositas rendahapabila
kenampakannya kompak, padat atau tersemen dengan baik sehingga sedikit sekali atau bahkan tidak
mempunyai pori-pori.

Bye bye

Mrs.ptw