Anda di halaman 1dari 13

ANALISA KUALITATIF

KANDUNGAN URIN
Ade Amelia Nasution
Awaluddin Marifatullah
Dose Sanda
Haniati Zahra
Ruswandi
Sherlin Oktavia
Sri Teguh Prihati
Suci Mawarni
Utari Novitria

Tujuan Percobaan

Mahasiswa dapat mengetahui kandungan kimia urin

Mahasiswa dapat membuat reagen yang berkaitan dengan percobaan


diatas

Mahasiswa dapat menggunakan peralatan yang berkaitan dengan


percobaan

Mahasiswa dapat menganalisa data hasil percobaan

Mahasiswa dapat mengambil kesimpulan dari hasil percobaan

Mahasiswa dapat mengkomunikasikan hasil percobaan

Waktu dan Tempat


Hari,tanggal
Waktu
Tempat

: Senin, 16 Mei 2016


: 09.41-12.20
: Laboratorium Biokimia FMIPA UNP

Dasar Teori

Karakteristik urin normal memiliki warna urin pagi (yang diambil sesaat
setelah bangun pagi) sedikit lebih gelap dibanding urin di waktu lainnya.
Warna urin normal kuning pucat sampai kuning.

Nilai normal 1.003-1.03 g/mL Nilai ini dipengaruhi sejumlah variasi,


misalnya umur. Berat jenis urin dewasa berkisar pada 1.016-1.022,
neonatus (bayi baru lahir) berkisar pada 1.012, dan bayi 1.002-1.006.

Urin pagi memiliki berat jenis lebih tinggi daripada urin di waktu lain,
yaitu sekitar 1.026. Urin berbau harum atau tidak berbau, tetapi juga
tergantung dari bahan-bahan yang diekskresi.

Normal urin berbau aromatik yang memusingkan. Bau merupakan


indikasi adanya masalah seperti infeksi atau mencerna obat-obatan
tertentu.

Urin yang normal rata-rata 1-2 liter / hari. Kekurangan minum


menyebabkan kepekatan urin meningkat (konsentrasi semua substansi
dalam urin meningkat) sehingga mempermudah pembentukan batu.

pH urin dapat berkisar dari 4,5 8,0. pH bervariasi sepanjang hari,


dipengaruhi oleh konsumsi makanan, bersifat basa setelah makan, lalu
menurun dan menjadi kurang basa menjelang makan berikutnya

Alat dan Bahan


Alat

Tabung reaksi

Bahan
10 buah

Urin normal 24 jam dan urin patologis

Rak tabung reaksi 1 buah

Kristal Amonium Sulfat

Pipet takar 10 mL

Larutan Natrium Nitroprusida 5 %

Penjepit kayu

Larutan Amonium Hidroksida Pekat

Batang pengaduk

Pipet tetes 2 buah

Asam Nitrat Pekat

Sendok plastik 1 buah

Larutan Benedict

Penangas air

Larutan Glukosa 0,5 %, 1,0 %, 2,0% & 5,0%

Botol semprot 1 buah

Aquades

1 buah

5 buah
1 buah

1 set

D. Prosedur Kerja
Uji Glukosa dalam Urin
Panaskan 5
menit

2,5 ml larutan
Benedict

Dinginkan

Masukkan 3 ml
asam nitrat
pekat
Masukkan

Urin
patologis

Urin
normal
Ambil 3 ml

Uji Protein
dalam Urin
(Uji Heller)

Urin
normal

Urin
patologis

Uji Senyawa keton dalam Urin

PEMBAHASAN
1)

Uji Glukosa dalam Urin (Uji Benedict)

Sampel urin normal (-)


mengandung glukosa.
Maka orang tersebut
tidak menderita
diabetes.

4 sampel urin patologis


(+) mengandung
glukosa yang ditandai
perubahan warna
menjadi kuning, hijau,
jingga atau merah.

Jika urin mengandung


glukosa, maka ada
masalah pada ginjal
terutama pada
Tubulus Kontortus
Proksimal.

2) Uji Protein dalam Urin (Uji Heller)


Sampel urin normal (-) mengandung protein.
Sampel urin patologis (+) mengandung
protein yang ditandai adanya terbentuk cincin
warna putih pada permukaan larutan.
Jika urin mengandung protein, maka ada
masalah pada ginjal terutama pada Tubulus
Kontortus Proksimal.

3) Uji Senyawa keton dalam Urin (Uji Rother)

Sampel urin normal (-)


mengandung senyawa keton.
Sampel urin patologis (+)
mengandung senyawa keton
yang ditandai perubahan warna
menjadi lebih pekat.
Jika urin mengandung senyawa
keton dikarenakan metabolisme
lemak dan asam lemak secara
berlebihan.

KESIMPULAN
1)

Sampel urin normal tidak mengandung glukosa, maka tidak menderita


diabetes.

2)

Sampel urin normal tidak mengandung protein.

3)

Sampel urin normal tidak mengandung senyawa keton.