Anda di halaman 1dari 11

1.

Definisi Fenol
Fenol adalah sekelompok senyawa organik yang gugus hidroksinya (-OH) langsung melekat
pada karbon cincin benzennya. Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak
berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki
gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin fenil. Kata fenol juga merujuk pada
beberapa zat yang memiliki cincin aromatik yang berikatan dengan gugus hidroksil.Aktifator
kuat dalam reaksi subtitusi aromatik elektrofilik terletak pada gugus OH nya, karena ikatan
karbon sp2 lebih kuat dari pada ikatan oleh karbon sp3 maka ikatan C-O dalam fenol tidak mudah
diputuskan.Fenol umumnya diberi nama menurut senyawa induknya. Kimiawi fenol telah
diketahui lama sebelum pengetahuan kimia organik, sehingga banyak fenol mempunyai namanama umum. Fenol sendiri 10.000 kali lebih asam dari pada air. Hal utama mengapa fenol lebih
asam dibandingkan alkohol dan air ialah karena ion fenoksida dimantapkan oleh resonansi.
Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air, yakni 8,3 gram/100 ml. Fenol memiliki sifat yang
cenderung asam, artinya ia dapat melepaskan ion H + dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion
tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O yang dapat dilarutkan dalam air. Dibandingkan
dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Hal ini dibuktikan dengan mereaksikan
fenol dengan NaOH, di mana fenol dapat melepaskan H.Fenol berlaku sebagai asam lemah
(lebih lemah dari asam karboksilat),sehingga dengan basa dapat menghasilkan garam yang
disebut fenoksida.Fenol dapat juga menghasilkan ester.
Meskipun mirip dengan alkohol , fenol memiliki sifat unik dan tidak diklasifikasikan sebagai
alkohol (karena gugus hidroksil tidak terikat pada atom karbon jenuh). Keasaman dari kelompok
hidroksil dalam fenol umumnya menengah antara yang alifatik alkohol dan asam karboksilat (pK
mereka adalah biasanya antara 10 dan 12).Fenol dapat memiliki gugus hidroksi dua atau lebih
terikat pada cincin aromatik (s) dalam molekul yang sama. Contoh paling sederhana adalah
tigabenzenediols , masing-masing memiliki dua gugus hidroksi pada cincin benzen.
Fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses
Raschig, Fenol juga dapat diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara. Fenol dapat digunakan
sebagai antiseptik seperti yang digunakan Sir Joseph Lister saat mempraktikkan pembedahan
antiseptik. Fenol merupakan komponen utama pada anstiseptik dagang, triklorofenol atau dikenal

sebagai TCP (trichlorophenol). Fenol juga merupakan bagian komposisi beberapa anestitika oral,
misalnya semprotan kloraseptik.
Fenol berfungsi dalam pembuatan obat-obatan (bagian dari produksi aspirin, pembasmi rumput
liar, dan lainnya. Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit
yang terbuka.Penyuntikan fenol juga pernah digunakan pada eksekusi mati. Penyuntikan ini
sering digunakan pada masa Nazi, Perang Dunia II. Suntikan fenol diberikan pada ribuan orang
di kemah-kemah, terutama di Auschwitz-Birkenau. Penyuntikan ini dilakukan oleh dokter secara
penyuntikan kevena (intravena) di lengan dan jantung. Penyuntikan ke jantung dapat
mengakibatkan kematian langsung.
Suatu sifat fenol yang khas adalah warna yang ditimbulkannya dengan besi (III) klorida (FeCl 3),
tetapi warna itu berlainan untuk masing-masing jenis fenol.Atom H pada cincin fenol lebih
mudah diganti disbanding pada benzena.Sehingga fenol dengan air brom yang cukup segera
membentuk endapan putih tribromofenol yang tidak larut.Reaksi ini juga digunakan untuk
menguji adanya fenol.Beberapa turunan dari senyawa yang penting banyak dipergunakan sebagai
antiseptik seperti fenol, m-klorofenol dan p-bromofenol.
2. Sifat kimia dan fisika fenol
SIFAT KIMIA

Fenol tidak dapat dioksidasi menjadi aldehid atau keton yang jumlah atom C-nya sama ,
karena gugus OH-nya terikat pada suatu atom C yang tidak mengikat atom H lagi. Jadi

fenol dapat dipersamakan dengan alkanol tersier.


Jika direaksikan dengan H2SO4 pekat tidak membentuk ester melainkan membentuk

asam fenolsulfonat ( o atau p).


Dengan HNO3 pekat dihasilkan nitrofenol dan pada nitrasi selanjutnya terbentuk 2,4,6

trinitrofenol atau asam pikrat.


Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam lemah jadi mengion sbb :

Karena itu fenol dapat bereaksi dengan basa dan membentuk garam fenolat
Fenol murni berbentuk Kristal yang tak berwarna, sangat berbau dan mempunyai sifatsifat antiseptic

SIFAT FISIKA

Agak larut dalam air dan sebaliknya sedikit air dapat juga larut dalam fenol cair. Karena
bobot molekul air itu rendah dan turun titik beku molal dari fenol itu tinggi, yaitu 7,5
maka campuran fenol dengan 5-6% air telah terbentuk cair pada temperature biasa.

Larutan fenol dalam air disebut air karbol atau asam karbol.
3. Jenis-jenis senyawa fenol
Senyawa fenol dibedakan atas dua jenis utama yaitu
1.

Berdasarkan jalur penbuatannya :


Senywa fenol yang berasal dari asam shikimat atau jalur shikimat
Senywa fenol yang berasal dari aseta malonat
Ada juga senyawa fenol yang berasal dari kombinasi antara kedua jalur biosintesa ini

yaitu senyawa-senyawa flavonoid.


2. Berdasarkan jumlah atom hydrogen yang dapat diganti oleh gugus hidroksil maka ada

tiga golongan senyawa fenol yaitu :


Fenol monofalen Jika satu atom H dari inti aromatic diganti oleh satu gugusan OH.
Fenol divalent Adalah senyawa yang diperoleh bila dua atom hydrogen pada inti aromatic

diganti dengan dua gugus hidroksil. Dan merupakan fenol bervalensi dua
Fenol trifalen Adalah senyawa yang diperoleh bila tiga atom hydrogen pada inti aromatic
diganti dengan tiga gugus hidroksil.

Contoh contoh senyawa fenol antara lain Senyawa fenol sederhana, Lignan, Neolignan, Lignin,
Stilbena, Naftokinon, Antrakinon, Flavonoid, Antosian, Tanin, Kumarin, Kromon dan Xanton
4. Peranan senyawa fenol
Penggunaan fenol yatu digunakan sebagai dis-infektan (antiseptik),untuk pembuatan asam pikrat,
asam salisilat,sebagai pewarna dan resin sitesis,dan digunakan untuk pembuatan obat-obatan
(bagian dari produksi aspirin, pembasmi rumput liar, dan lainnya,juga berfungsi dalam sintesis
senyawa aromatis yang terdapat dalam batu bara. Contoh dari senyawa fenol adalah eugenol
yang merupakan minyak pada cengkeh
Beberapa peranan senyawa fenol
1. Lignin merupakan bahan dinding sel.
2. Antosianin sebagai pigmen bunga
3. Peranan yang masih merupakan dugaan
Flavonol tampaknya penting dalam pengaturan pertambahan makanan kapri.
Kehadirannya dalam kloroplas bayam menimbulkan dugaan bahwa flavonol berperan dalam
fotosintesis.

4. Fenol tumbuhan mendapat perhatian karena kemampuannya untuk membentuk kompleks


dengan protein dengan ikatan hydrogen.
5. Ekstraksi senyawa fenol dari tumbuhan dengan menggunakan alcohol yang mendidih biasanya
mencegah terjadinya oksidasi enzimatik.
6. Senyawa fenol merupakan senyawa aromatic karena itu menyerap cahaya pada daerah UV.
5. Analisis kandungan fenol
Pemeriksaan kandungan kimia meliputi pemeriksaan pendahuluan terhadap berbagai ekstrak
dengan reaksi warna dan pengendapan guna mengetahui golongan senyawa polifenol,
selanjutnya dilakukan pemeriksaan senyawa-senyawa turunan fenol dengan kromatografi kertas
dan spektrofotometer UV.
Hasil pemeriksaan pendahuluan ditunjukkan adanya tanin, flavanoid, antosianin, dan
leukoantosianin. Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan kromatografi kertas didapat tannin galat
dan siduga adanya asam protokatekuat, sedangkan kromatografi kertas preparatif yang
dikarakteristik dengan spektrofotometer UV diduga adanya flavon atau flavonol.
Cara untuk menunjukan senywa fenol sederhana adalah dengan menggunakan larutan besi III
klorida 1 % dalam air atau dalam alcohol yang kadang dimodifikasi dengan penambahan larutan
besi III sianida 1 %. Larutan tersebut akan menghasilkan warna hijau, ungu, biru, atau hitam
dengan senyawa fenol.
Fenol dan asam fenolat bebas biasa diidentifikasi dengan analisis tanaman. Hidrolisis asam dari
suatu jaringan tumbuhan membebaskan sejumlah asam fenolat yang larut dalm eter. Asam-asam
tersebut bergabung dengan lignin sebagai gugus ester atau terdapat sebagai fraksi yang tidak
larut dalam alcohol dari daun. Kemungkinan lain asam tersebut terikat sebagai glikosida
sederhana yang larut dalam alcohol. Fenol bebas relative jarang terdapat dalam tumbuhan.
Hidrokuinon paling banyak terdapat. Lainnya seperti katekol, orsinol, floroglusinol, dan
pirogalol hanya terdapat sedikit dalam tumbuhan.
Fenol dan asam fenolat
Fenol dapat dipisahkan dari asam karboksilat berdasarkan kelarutannya dalam natrium
bikarbonat ( NaHCO3). Umumnya tidak larut dalam NaHCO3 seangkan dalam asam karboksilat
larut. Fenol dapat diubah menjadi eter dengan proses sintesis Wiliamson. Karena fenol lebih

asam daripada alkohgol maka fenol apat diubah menjadi Natrioum foroksida dengan
menggunakan Natrium Hidroksida sebagai contoh adalah pembentukan anisol dari fenol.
Senyawa fenol juga dapat mengalami reaksi brominasi, nitrasi dan sulfonasi
BIOSINTESIS
Senyawa fenol dapat dihasilkan melalui beberapa jalur yaitu :
1. Jalur asetat malonat
2. Jalur sikimat
3. Kombinasi dari jalur-jalur tersebut.
Asam 6-metil salisilat misalnya dibentuk melalui jalur asetat malonat.
Asam gensiat dapat melalui jalur asetat malonat dan pada kasus tertentu melalui jalur sikimat.
METODE ANALISIS FENOL DENGAN KLT
Metode terbaik untuk pemisahan dan identifikasi senyawa fenol sederhana dengan KLT. Senywa
tersebut umunya dideteksi seelah hidrolisis asam atau basa dari jaringan tumbuhan dari ekstrak
alcohol
Hidrolisis asam dilakukan dengan HCL 2 M selama setengah jam atau hidrolisis basa dengan
NaOH 2 M selam 4 jam, atau ekstraksi dengan alcohol.
Fenol yang terbentuk diekstraksi dengan eter.
Ekstraksnya diuapkan sampai kering.
Residu dilarutkan dalam eter dan dikromatografi dua arah ( KLT)
METODE ANALISIS FENOL DENGAN KCKT
Penelitian berbagai metoda penentuan fenol dan turunannya (disebut senyawa fenol) dalam air
dengan kromatografi cairan kinerja tinggi (KCKT) telah banyak dilakukan baik secara langsung
maupun melalui derivatisasi. Penentuan secara langsung masih kurang peka dengan tingkat
pemisahan yang rendah, terutama untuk senyawa fenol dengan kepolaran yang hampir sama.
Untuk memperbaiki tingkat pemisahan dapat dilakukan dengan mengganti fasa diam, baik jenis
maupun ukuran, serta mengubah komposisi dan jenis fasa gerak. Kepekaan dapat dinaikkan
dengan mengubah detektor atau melakukan pemekatan, baik dengan ekstraksi cair-cair maupun
padat-cair. Denvatisasi biasanya digabung dengan ekstraksi, sehingga dapat memperbaiki tingkat
pernisahan dan menaikkan kepekaan. Beberapa pereaksi telah digunakan untuk keperluan

derivatisasi senyawa fenol pada analisis secara KCKT. Pereaksi iod manobror.n:ida. (IBr), te1a12
digurrakan pada penentuan fenol total seeara spektrofotometri. Pereaksi tersebut lebih baik dari
pada 4-amino antipirin. Pereaksi 4-amino antipirin tidak dapat bereaksi dengan senyawa fenol
yang tersubtitusi para. Berdasarkan penelitian tersebut, pada penelitian ini telah dikaji lebih
lanjut penggunaan IBr pada penentuan campuran senyawa fenol dalam air, secara KCKT.
Senyawa fenol dalam air diekstraksi menggunakan pereaksi IBr claim fasa organik, kemudian
ditentukan seem. KCKi. Hasil reaksi senyawa fenol dengan IBr disebut derivat senyawa fenol.
Pada tahap ekstraksi, telah dipelajari mekanisme ekstraksi derivatisasi, pengaruh variabel tetap
dan variabel eksperimen terhadap angka banding distribusi (D).
REAKSI WARNA
1. Fenol dengan asam nitrat pekat membentuk asam pikrat
+ 3HONO2p
Fenol 2,4,6-trinitro fenol
2. Reaksi Millon
Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Apabila pereaksi
ini ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah
menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol, karena
terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang berwarna.
3. Besi(III) klorida bereaksi dengan gugus fenol membentuk kompleks ungu.
4. Asam salisilat + FeCl3 berwarna ungu, terbukti bahwa asam salisilat mengandung fenol
5. Reaksi fenol dengan air brom: Melarutkan 0,1 gr Fenol ke dalam 3 ml air. Menambahkan
sedikit air brom dan mengguncang-guncangnya sampai warna kuning tidak berubah lagi, catat
hasilnya
6. Metode Folin Ciocalteu dengan spektrofotometer
FULL MODUL
7. Karakteristik sampel
Bunga tunjung biru
Bunga tunjung biru merupakan sumber antibakteri maupun antioksidan alami. Senyawa
antimikroba digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang tidak diinginkan dalam
pangan atau untuk mencegah dan menghambat pertumbuhannya (Ray, 2001). Selain
sebagai antibakteri, biji tunjung biru diduga memiliki potensi aktivitas antioksidan.

senyawa antioksidan memiliki kemampuan untuk berikatan dengan metabolit lain seperti
protein, lemak, dan karbohidrat membentuk senyawa kompleks yang stabil sehingga
menghambat mutagenesis dan karsinogenesis. Gak ada kandungannya
Bunga sandat
Bunga sandat atau bunga cempaka dapat diolah sebagai minyak salah satunya, Minyak
atsiri bunga cempaka (sandat) mengandung fenol, sineol, eugenol, bensilaldehida, dan
feniletilalkohol. Selain mengandung minyak atsiri yang terdapat pada bunga, seluruh
tanaman cempaka putih (Michelia alba) juga mengandung alkaloid, flavonoid, dan
saponin. Kandungan metabolit sekunder ini tersebar mulai dari akar, daun, dan kulit kayu
(Anonim, 2007). Olaha bunga sandat ini pada umumnya dibagi menjadi dua komponen
yaitu golongan hidrokarbon dan hidrokarbon teroksigenasi (Robinson. 1991).
Bunga mawar
Majemuk, bulat, diujung batang atau cabang, panjang tangkai 2,5 cm, berwarna abuabu, kelopak berbentuklonceng, benang sari bertangkai, kepala sari berwarna kuning,
memiliki putik bulat, panjang 0,5 cm, mahkota bunga yang halus, berarna merah dan
berbau harum. Selain itu, bunga mawar juga mengandung geraniol yang mempunyai
aroma wangi dan Rose champor (parafin tanpa bau). Zat-zat kimia lain yang terkandung
dalam bunga mawar adalah tannin, asam geranik, terpene, flavonoid dan polifenol yang
tinggi. Bunga mawar juga mengandung bahan kimia seperti sitral, sitronelol, linalol,
nerol, vugenol, feniletil alcohol, famesol, dan inonil aldehida.
1. Bunga jepun merah
2. Jepun putih
Getah Pohon Kamboja (Plumeria acuminata) mengandung senyawa sejenis karet,
triterpenoid amyrin, lupeol, kautscuk dan damar. Kandungan minyak menguapnya terdiri
dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol dan fenetilalkohol. mengandung getah putih
yang mengandung damar, kautscuk, senyawa sejenis karet, senyawa triterpenoid amytin
dan lupeol. Khusus pada kulit batang berkhasiat untuk menumpas rasa sakit karena
bengkak dan dan pecah-pecah pada telapak kaki. Mengandung senyawa plumeirid, yakni
senyawa glikosida yang bersifat racun. Karena bersifat racun dan bisa mematikan kuman.
Getah kamboja dengan dosis yang tepat berguna sebagai obat sakit gigi atau obat luka,
dan berkhasiat pula bagi penderita frambusia. Namun getah ini jangan sampai kena mata
karena bisa mengakibatkan kebutaan. mengandung sejenis antiseptik yang mampu

menyembuhkan gatal-gatal di sela-sela jari kaki karena kuman air dan sejenisnya, seperti
tumit pecah-pecah ataupun luka-luka kecil ditangan dan kaki,
3. Bunga melati
Melati (Jasminum sambac) merupakan tanaman perdu, berbatang tegak merayap, hidup
menahun. Melati tumbuh baik di iklim panas tropik, kondisi tanah ringan, porus, berpasir
sampai agak liat. Bunga melati berukuran kecil, umumnya berwarna putih, petala
(mahkota bunga) selapis atau bertumpuk. Daun bentuk membulat. banyak pakar herbal
menyadari bahwa bunga melati kaya akan komponen alam seperti minyak eteriszat
berbau yang terkandung dalam tanaman. Berikut ini adalah beberapa kandungan yang
terdapat dalam bunga melati, seperti: Minyak eteris (zat berbau), Indole, Linalcohol,
Asetat benzilic,Alkohol benzilic, Livalylacetaat, Jasmon
4. Bunga ratna
Bunga Ratna memiliki nama latin Gomphrena globosa L. Dengan tinggi pohon
seperti semak hingga 60 75 cm tergantung kesuburan tanah. Daunnya duduk
berhadapan hijau bulat telur. Dengan panjang bisa sampai 10 cm dan lebar bisa sampai 5
cm, dengan bentuk runcing pada ujungnya, bagian atasnya berbulu halus warna putih di
bagian bawah berambut akan tetapi lebih halus. Dalam farmakolohi Tiongkok bunga
ratna atau knpo dikatakan memiliki rasa manis dan netral, dan mempunyai kasiat untuk
anti radang, terutama radang terkait batuk dan asma. Kandungan kimia bunga ratna
adalah gomphresin I II III IV V, dikarboksilase, nitrit reduktase, nitrat reduktase
glutamate.
5. Bunga bintang
Korejat juga memiliki bunga tunggal yang berdiri tegak berwarna putih cerah dan pada
mahkotanya membentuk seperti bintang. Ini alasan sebagian orang menyebut Isotoma
longiflora sebagai tanaman bunga bintang. Korejat memiliki beberapa kandungan
senyawa alkaloid seperti lobiline, lobelamine dan isotamine. Adapun kandungan senyawa
alkaloid yaitu senyawa basa bernitrogen seperti halnya oksigen atupun nitrogen, efeknya
tumbuhan ini memiliki rasa pahit, getir saat kita merasakanya menggunakan lidah.

6. Bunga jempiring
Bunga hanya muncul sekuntum di ujung-ujung tangkai, mempunyai 6 daun mahkota
walaupun sebagian kultivar mempunyai bunga ganda (daun mahkota berlapis). Bunga
sewaktu baru mekar berwarna putih bersih, tapi sedikit-sedikit berubah warna menjadi
krem kekuningan. Buah berwarna kuning dengan daun kelopak yang masih menempel,
berbentuk oval dan tidak akan retak walaupun sudah matang dan kering. Menurut
penelitian, bunga jempiring mempunyai senyawa kandungan zat minyak menguap.
Minyak menguap tersebut antara lain mengandung unsur linalol dan styrolyl. Umumnya
bunga jempiring digunakan untuk membuat minyak wangi.
7. Bunga gimitir
Bunga gemitir menyukai tempat terbuka dan terkena matahari. Gemitir juga mempunyai
bau yang khas,dan dapat digunakan sebagai obat yang cukup baik untuk menyembuhkan
beberapa penyakit. Selain itu bunga gemitir juga memberikan kesejukan disekitarnya.
Bunga gemitir juga bisa dipakai untuk pengusir nyamuk,dengan baunya yang khas
membuat nyamuk enggan untuk mendekatinya. Tapi bukan hanya nyamuk saja yang
tidak suka pada baunya,bahkan serangga lainpun tidak menyukai bau bunga Gemitir.
Karena bunga ini bisa mengusir serangga,di beberapa daerah bunga ini ditanam para
petani di daerah pertaniannya sebagai pengusir hama.
8. Bunga cempaka
Murniana (2007) melaporkan bahwa ekstrak kental dan fraksi-fraksi n-heksana dari
bunga cempaka putih menunjukkan aktivitas antimikrobial yang kuat terhadap bakteri
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tumbuh spiral, daun tipis seakan berkulit,
lembaran daun lonjong memanjang atau lanset-elips. Panjang 15-35 cm dengan lebar 5,516 cm. Ujung meruncing atau berekor runcing (caudate acuminate), dasar lonjong. Sifat

Kimiawi dan Efek Farmakologis Rasanya pahit, pedas, agak hangat. Berkhasiat sebagai
peluruh kencing (diuterik), sebagai obat batuk (antitusif), menurunkan demam
(antipiretik)
Daun cempaka putih mengandung (-)-N-formylanonaine. Penelitian lain menyebutkan
daun mengandung (-)-N-formylanonaine, (-)-oliveroline, (+)-nornuciferine, lysicamine,
(+)-cyperone, (+)-epi-yangambin, ficaprenol-10, pheophytin A, aristophyll C, dan
michephyll A.
9. Cengkeh
Pohon cengkeh bisa mencapai tinggi 5-10.m, percabangan banyak mulai dari bawah.
Batang bila dimemar berbau harum. Daun tunggal, bertangkai, tebal seperti kulit. Helaian
daun bulat telur sampai lanset memanjang, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata,
tulang daun menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 6-13,5 cm, lebar 2,5-5 cm,
warnanya hijau, bintik-bintik kelenjar yang tembus cahaya.
Daun cengkeh mengandung eugenol, saponin, flavonoid dan tanin (Nurdjannah, 2004).
Eugenol merupakan cairan tidak berwarna atau berwarna kuning-pucat, dapat larut dalam
alkohol, eter dan kloroform. Eugenol merupakan komponen utama yang terkandung
dalam minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.), dengan kandungan dapat mencapai
70-96% (Towaha, 2012). Eugenol dapat mempengaruhi susunan saraf yang khas dipunyai
serangga dan tidak terdapat pada hewan berdarah panas. Senyawa eugenol dapat
menyebabkan kematian serangga tersebut (Ardianto, 2008) Senyawa saponin dari
tumbuhan adalah glikosida dari triterpene dan steroid, yang larut dalam air dan
mempunyai kemampuan membentuk buih sabun bila dikocok di air.

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.litbang.depkes.go.id/go.php?id=jkpkbppk-gdl-grey-2003-ani-1645fenol&PHPSESSID=4b2957497e6a65c914e7344c0e6ccd66
http://id.wikipedia.org/wiki/Fenol"Kategori: Kimia
Polling dan Harsono Tjokrodanoerdjo. 1983. Ilmu Kimia Karbon.. Erlangga. Jakarta

Sediarso. Slide Fitokim. Jakarta


Zulkarnaen, Abdul Karim, dkk, 2001. ILMU KIMIA , Departemen Kesehatan.. Jakarta
http://jamuinfo.blogspot.co.id/2015/08/tunjung-biru.html
Nuraini, Annisa. 2007. Ekstraksi Komponen Antibakteri Dan Antioksidan Dari Biji Teratai.
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/123456789/2532/4/F07adn.pdf.
http://syamsiahsains.blogspot.co.id/2014/12/metabolit-sekunder-bunga-kantil-cempaka.html
http://kasiat-alam.blogspot.co.id/2014/12/kasiat-28-bunga-ratna-pereda-asma.html
https://www.scribd.com/doc/184841343/Tinjauan-Pustaka-Kandungan-Zat-Kimia-Cengkeh