Anda di halaman 1dari 142

BIOTEKNOLOGI PROBIOTIK

UNTUK PENGEMBANGAN
USAHA PERIKANAN
Oleh:
Sublandri, S.Pi
(085 631 556 50) / (081 233 226 886)
DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA
TIMUR

UPT PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERIKANAN


BUDIDAYA
Jalan Trunojoyo No. 12 Telp./Fax: 0341-395059
KepanjenKab. Malang

BERSAMA

CV. NELAYAN INDONESIA JAYA

DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR

UPT PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERIKANAN


BUDIDAYA
Jalan Trunojoyo No. 12 Telp./Fax: 0341-395059
KepanjenKab. Malang

PREFENTIF
GOOD PRACTISE
PRODUK DARI HULU SAMPAI
HILIR
NOMOR KEP.02/MEN/2007 TENTANG
CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB)
Ditetapkan pada 5 JANUARI 2007

Sertifi kasi CBIB & CPIB

Teknologi Probiotik

Mengapa Perlu
Probiotik
???
Penolakan Ekspor Udang/ikan
Indonesia karena mengandung
residu antibiotik & cemaran lain
PENGGUNAAN
PENGGUNAAN
ANTIBIOTIK
ANTIBIOTIK

MASALAH
MASALAH
PENYAKIT
PENYAKIT &
&
LINGKUNGAN)
LINGKUNGAN)

Budidaya Udang/ikan lebih memperhatikan


pada Peningkatan Produksi, kurang
mempertimbangkan Food Safety (keamanan

Penghargaan
Menteri Kelautan dan
Perikanan
Karya Inovatif
Bidang
Perikanan

PROBIOTIK

PERIKANAN

PETERNAKAN

PERTANIAN

IKAN

TERNAK

TANAMAN

MISI
GO GREEN & PRODUK
ORGANIK
PERTANIAN, PETERNAKAN DAN
PERIKANAN

PRO EKONOMI KERAKYATAN


( HARGA TERJANGKAU)

BIAYA MINIMAL HASIL MAKSIMAL


RAMAH LINGKUNGAN

Rp. 41.000 / 500 ml

Rp. 35.000 / 500 ml


(non member)
Rp. 70.000 / 500 ml
(member)

PETERNAKA
N
PERIKANAN

Rp. 42.500 / 250 gr

PETERNAKA
N
PERIKANAN

Rp. 149.000 / 1 liter

Rp. 26.000 / 100 ml

Rp. 35.000 / 500 ml

PERTANIAN
PERKEBUNA
N

TESTIMONI PERIKANAN
TEBAR 10.000 EKOR
KEUNTUNGAN 6,5 JUTA
PAK TOHIR DESA KLOTOK KEC
PLUMPANG, TUBAN
1. BUDIDAYA LELE DI KOLAM TANAH
2. PADAT TEBAR 200 EKOR/M2
3. FERMENTASI KOLAM 2 MINGGU
4. PELLET FERMENTASI 1-2 HARI DENGAN
SGB BIONUTREN
5. PEMBERIAN SGB BIOLIZER DI AIR 1
MINGGU SEKALI (DENGAN
PERBANYAKAN MANUAL)
6. RENDEMEN 20-30 %, PANEN 2,5 BULAN
7. FCR 0,8

TESTIMONI PERIKANAN
PAKAN 6 SAK HASIL PANEN 3 KWINTAL
(FCR 0.6)
PAK KUKUH DESA SUWARU KEC
PAGELARAN, KAB.MALANG
1. BUDIDAYA LELE DI KOLAM TERPAL
2. PADAT TEBAR 180 EKOR/M2
3. FERMENTASI KOLAM GANDA
4. PELLET FERMENTASI 1-2 HARI
5. PEMBERIAN SGB BIOLIZER DI AIR 3
HARI SEKALI (DENGAN
PERBANYAKAN MANUAL)
6. RENDEMEN 20-30 %, PANEN 2,5 BULAN
7. FCR 0,6

TESTIMONI PERIKANAN
BUDIDAYA BANDENG TANPA PAKAN PABRIKAN
PAK YASIN GRESIK
1. BUDIDAYA BANDENG DI TAMBAK
2. PADAT TEBAR 50.000 EKOR/HEKTAR
3. FERMENTASI TAMBAK DENGAN
SUPERGOLD BIONUTREN 10 LITER, SGF
BIOLIZER 5 LITER
4. PEMBERIAN SUSULAN SECARA BERKALA 2
MINGGUSEKALI (DENGAN DOSIS 5 lt : 5 lt
SECARA PERBANYAKAN MANUAL)
5. HASIL PANEN MELEBIHI SISTEM DENGAN
PEMBERIAN PAKAN PABRIKAN
6. RASA DAGING TIDAK BERBAU TANAH

TESTIMONI PETERNAKAN
TERNAK AYAM PEDAGING TERBAIK
SEMALANG RAYA
PAK JULI DESA REJOSARI
KAB. MALANG
1. PERLAKUAN PEMBERIAN SGB
BIONUTREN DENGAN DOSIS (MINGGU
PERTAMA 60 cc/hari/ 1000 ekor) TIAP
MINGGU DINAIKKAN DOSISNYA 10 cc
2. PAKAN DI FERMENTASI DENGAN SGB
BIONUTREN SELAMA 24 JAM
3. TIDAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK
4. TERNAK BEBAS FLUBURUNG, SR 99 %

TESTIMONI PETERNAKAN
TERNAK AYAM PEDAGING SUPER
PAK KABUL (085736052111)
DESA MAGUAN KEC.NGAJUM
1. PERLAKUAN PEMBERIAN (SGB) DENGAN
DOSIS (MINGGU PERTAMA 10 cc/hari/ 100
ekor) TIAP MINGGU DINAIKKAN DOSISNYA
10 cc
2. PAKAN DI FERMENTASI DENGAN SGB
BIONUTREN SELAMA 24 JAM
3. SETELAH UMUR 20 HARI, MINUM &
FERMENTASI PAKAN DI TAMBAH SGF
4. TIDAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK
5. TERNAK BEBAS FLUBURUNG, SR 99 %

TESTIMONI PETERNAKAN
TERNAK AYAM PETELUR
PRODUKSI TELUR STABIL
PAK ALI DESA TUMPANG KEC
WLINGI, KAB.BLITAR
1. AYAM AFKIR JUMLAH 500 EKOR
PRODUKSI HANYA 90 BUTIR/HARI
2. APLIKASI HANYA LEWAT MINUM DENGAN
DOSIS SGB BIONUTREN (10 ml UNTUK 200
AYAM PERHARI)
3. DALAM WAKTU 1 MINGGU PRODUKSI
TELUR 240 BUTIR/HARI
4. KANDANG TIDAK BERBAU
5. HEMAT PAKAN, PRODUKSI TELUR STABIL
6. HASIL TELUR TIDAK BERBAU AMIS

TESTIMONI PETERNAKAN
TERNAK BEBEK PETELUR, TELUR BEBEK TIDAK
AMIS, PRODUKSI TELUR 2 TAHUN
PAK KUKUH DESA SUWARU KEC
PAGELARAN, KAB.MALANG
1. APLIKASI HANYA LEWAT MINUM DENGAN
DOSIS SGB BIONUTREN (10 ml UNTUK 200
BEBEK PERHARI)
2. KANDANG TIDAK BERBAU
3. HEMAT PAKAN
4. PRODUKSI TELUR STABIL
5. HASIL TELUR TIDAK BERBAU AMIS

TESTIMONI PETERNAKAN
PENGGEMUKKAN BEBEK 45 HARI PANEN
PAK TURMUDI DESA NGUNUT
KAB. TULUNGAGUNG
1. APLIKASI LEWAT MINUM DENGAN DOSIS
(20 ml UNTUK 100 BEBEK PERHARI)
2. PAKAN DI FERMENTASI DENGAN SGB
BIONUTREN 24 JAM (10 kg DEDAK HALUS
+ 1 kg PAKAN 511)
3. TIDAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK
4. TERNAK BEBAS FLUBURUNG, SR 99 %
5. PANEN 45 HARI
6. KANDANG TIDAK BERBAU

TESTIMONI PERTANIAN
SEMANGKA & MELON MANIS SEGALA MUSIM
PAK MUDJIONO (085732806349)
KOTA SURABAYA
1. PERSIAPAN AWAL MENGGUNAKAN SGF,
DISIRAM KE TANAH, DIDIAMKAN SELAMA
2 MINGGU
2. SELAMA PEMELIHARAAN DISEMPROT
DENGAN ROJO TANI 10 HARI SEKALI 1
TUTUP/3 LITER AIR
3. DAGING BUAH LEBIH TEBAL
4. RASA BUAH LEBIH MANIS

TESTIMONI PERTANIAN
Diameter
8 cm
(Tutup Bibit) 2 cm
(Tanah : Abu Jerami)
(1:3)

3 cm

BANK NUTRISI

Tanah + Bokhasi
(1:1)
( Tempat Bibit/Biji )
25 cm

20 cm
(Bokhasi)
(Pupuk Kandang
Fermentasi)
(Kotoran kambing :
Abu Jerami)
(1:1)

1 Sendok Makan
( NPK : PONSKA :
SP36 )
(1:1:1)

Cara Pembuatan Bokhasi


(Pupuk Kandang Fermentasi)
SIAPKAN KOTORAN KAMBING KERIANG YANG SUDAH
DIGILING SEBANYAK 10 SAK
SIAPKAN ABU JERAMI/SEKAM/ABU YANG LAIN
SEBANYAK 10 SAK
CAMPUR KEDUA BAHAN PERBANDINGAN 1:1 SAMPAI
MERATA/HOMOGEN
SIRAM SECARA MERATA SAMBIL DIADUK-ADUK
SAMPAI KEADAAAN BASAH DENGAN LARUTAN
DEKOMPOSER
CARA MEMBUAT LARUTAN DEKOMPOSER
1. 1 LITER SGB BIOLIZER/FERTILIZER (BISA UNTUK 1
TON PUPUK)
2. 5 LITER TETES
3. AIR SECUKUPNYA DISESUAIKAN JUMLAH PUPUK
UNTUK BISA MEMBASAHI SEMUA PUPUK

Cara Aplikasi Kocor


Menggunakan Pupuk Cair
1. Ambil 1 liter di encerkan kedalam 25 liter air
2. Tambahkan 1 gelas NPK yang telah dilarutkan
Pelarutan NPK : (1 kg NPK+ 2 liter air )
3. Tambahkan SP36 yang telah dilarutkan sebanyak 1
gelas aqua
Pelarutan SP36 : (1 kg SP 36 + 2 liter air panas )
4. Campur hingga merata
5. Berikan kepada setiap tanaman sebanyak 1 gelas
(250 ml)

TESTIMONI PERTERNAKAN
FORMULASI PAKAN ALTERNATIF AYAM PETELUR
No.

Bahan

Batang Rumput Gajah

Tepung Jagung

Bungkil Kedelai

Dedak Kasar

Formulasi
Pakan
1 kg
1 kg
150 gram
1,5 kg

BAHAN TAMBAHAN
1

SGB BIONUTREN

1 tutup (10 ml)

Tetes

1 tutup (10 ml)

Air

500 ml

Cara Pembuatan
Semua bahan dihaluskan terlebih dahulu
Dilakukan penimbangan sesuai formulas
Seluruh bahan dicampur hingga merata,
lalu d tambahakan SGB BIONUTREN, Air
dan Tetes
Difermentasi dalam wadah dengan kondisi
tertutup (kedap udara) selama 24 jam
dan siap diberikan

TESTIMONI PERTERNAKAN
FORMULASI PAKAN TERNAK
No.
1

Bahan
Bonggol Jerami

Formulasi
Pakan
13 kaleng cat
25 Kg

BAHAN TAMBAHAN
1

SGB BIONUTREN

1 tutup (10 ml)

Urea

1 sendok
makan

Garam

2 sendok
makan

Tetes

Air

150 ml
secukupnya

Cara Pembuatan
Rumput gajah dihaluskan terlebih dahulu
Dilakukan penakaran menggunakan
kaleng cat 25 kg
Seluruh bahan dicampur hingga merata,
lalu d tambahakan SGB BIONUTREN,
Tetes, Urea, Garam dan Air
Difermentasi dalam wadah dengan kondisi
tertutup (kedap udara) selama 5 hari
dan pakan siap diberikan

PERBANYAKAN HERBISIDA
Bahan - Bahan
Round Up
Air Kelapa
Garam
Urea
ZA
Sabun
Colek/Serbuk
Air Hujan

Takaran
1 liter
10-15 liter
5 Kg
5 Kg
5 Kg
1 Kg

5 liter
Cara Pembuatan Herbisida
Semua bahan dicampur merata dan direbus dampai mendidih
Didinginkan dan ditambah ragi tape 1 bungkus, Tutup rapat
selama 1 minggu
Herbisida siap pakai, dosis 2-3 gelas untuk 1 tangki semprot

Meraup Untung Dengan


SUPER GOLD BIONUTREN,
SUPERGOLD SGB
BIOLIZER &
ROJO TANI

Probiotik
APA SIH PROBIOTIK ITU ?
Suatu Pakan Tambahan Berupa Mikroba
Hidup Yang Dapat Memberikan Pengaruh
Menguntungkan Terhadap Inang Dan
Lingkungan Dengan Cara Memperbaiki
Keseimbangan Mikroba Saluran
Pencernaan Dan Lingkungan

PENGARUH SGB & SGF PADA


TERNAK & IKAN
MEMPERCEPAT
PERTUMBUHAN
MENINGKATKAN NAFSU
MAKAN
MENCEGAH TERJADI
PENYAKIT
MENGURANGI BAU DARI
KOTORAN, KANDANG
TERNAK & AIR BUDIDAYA
IKAN

BAKTERI PROBIOTIK
Basillus
Basillus sp
sp
Lactobacillus sp
Acetobacter sp

BAKTERI
PROBIO
TIK

Rhodopseudomonas sp
Nitrobacter
Saccharomyces
Saccharomyces
Actinomycetes
Actinomycetes

Fungsi Bakteri

Probiotik

1. MENEKAN MIKROBA MERUGIKAN DI SALURAN


PENCERNAAN
2. MENGENDALIKAN PATHOGEN, MENEKAN JAMUR
DAN BAKTERI BERBAHAYA DENGAN
MENGHASILKAN SENYAWA ANTI MIKROBA
3. MENGHASILKAN IMUNOSTIMULAN
4. MENGHASILKAN SENYAWA YANG BERMANFAAT
BAGI INANG
5. MENETRALISIR ZAT-ZAT BERACUN DALAM AIR
6. MENAIKKAN NILAI NUTRISI PAKAN DAN

Keunggulan Probiotik
Meningkatkan Pertumbuhan Dan Kesehatan Ikan
Memperbaiki Penggunaan Nutrisi Pakan
Dapat Memfermentasi Bahan Alternative
Menekan Biaya Pakan Sebesar 30-40 %.
Mengurangi Pathogen Dalam Perairan (Kualitas

Air)
Media Tidak Berbau (Ramah Lingkungan)
Ikan Dibudidayakan Termasuk Ikan Organic Yang

Bagus Untuk Kesehatan Manusia.


Dapat Digunakan Sebagai Probiotik Untuk

Peternakan Dan Pertanian

ALUR PERBANYAKAN MANUAL


SGB BIONUTREN

SGB BIONUTREN

Fermentasi

Tetes

Air Kelapa

Susu

Buah Vit C

FORMULASI PERBANYAKAN MANUAL

SGB BIONUTREN
No.

Bahan

Dalam 100 liter

SGB
Bionutren/Biolizer

1 liter

Tetes

5 liter

Susu Bubuk

1 kg

Buah Vit C

3 kg

Air Kelapa

Seadanya (semakin
banyak semakin
bagus)

Air

(Sampai terisi penuh)

FERMENTASI
MIN 2 MINGGU

CARA PERBANYAKAN MANUAL

SGB BIONUTREN
1. Siapkan drum kapasitas 100 liter
2. Siapkan bahan sesuai dengan formulasi
3. Semua bahan dihaluskan, lalu dimasukkan
kedalam wadah (reaktor fermentasi)
4. Masukkan SGB BioNutren (starter)
5. Penuhi reaktor fermentasi dengan air kelapa
atau air bersih hingga penuh
6. Difermentasi dalam kondisi tertutup rapat
selama 2 minggu atau lebih
Aplikasi Pencampuran Pada Pakan
Seperti pada Label Botol SGB BioNutren

APLIKASI UNTUK PAKAN

CARA PERBANYAKAN MANUAL

SGB BIONUTREN
Apabila ada
tekanan
berlebihan,
gas
dikeluarkan

Setelah 2
minggu, siap
digunakan

ALUR PERBANYAKAN
PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

SGF BIOLIZER

Tetes

Susu

TAMBAHAN

NPK, SP36, PHONSKA

Air Kelapa

Buah Vit C

FORMULASI PERBANYAKAN
PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
No.

Bahan

Dalam 100 liter

SGF Biolizer/
Fertilizer

1 liter

Tetes

5 liter

Susu Bubuk/ susu


cair

Buah Vit C

3 kg

NPK, SP36,
PHONSKA

Masing-masing 1 kg

Seadanya (semakin
Air Kelapa atau air
banyak semakin
cucian beras (leri)
bagus)

Air

1 kg(bubuk) atau
5 liter (cair)

(Sampai terisi penuh)

FERMENTASI MIN 2 MINGGU

CARA PERBANYAKAN
PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
1. Siapkan drum kapasitas 100 liter
2. Siapkan bahan sesuai dengan formulasi
3. Semua bahan dihaluskan, lalu dimasukkan
kedalam wadah (reaktor fermentasi)
4. Masukkan SGF SGB BIOLIZER (starter)
5. Penuhi reaktor fermentasi dengan air kelapa
atau air bersih hingga penuh
6. Difermentasi dalam kondisi tertutup rapat
selama 2 minggu atau lebih

APLIKASI UNTUK PENGELOLAAN


KUALITAS AIR

CARA PERBANYAKAN
PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
Apabila ada
tekanan
berlebihan,
gas
dikeluarkan

Setelah 2
minggu, siap
digunakan

CARA KOCOR POC


1 LITER POC
25 LITER AIR
1 GELAS NPK
1 KG SP36 LARUTKAN AIR PANAS 2 LITER
DIAMBIL 1 GELAS
DIKOCORKAN 1 GELAS 10 HARI SEKALI
SETIAP TANAMAN

Indikasi hasil perbanyakan


yang baik
1. WARNA COKLAT PEKAT
2. PADA BAGIAN PERMUKAAN TERDAPAT

SELAPUT BERWARNA PUTIH


3. BAU SEGAR AGAK MENYENGAT
4. TIDAK ADA TEKANAN GAS PADA WADAH

PERBANYAKAN (DRUM)

Cara penyimpanan yang


benar
1. Wadah harus gelap (tidak tembus cahaya)

dan ditutup dengan rapat


2. Pengisian penuh seminimal mungkin ada

rongga udara
3. Penyimpanan dihindarkan dari sinar

matahari langsung
4. Bisa
bertahan
sampai
UNTUK
MELIHAT
AKTIF TIDAKNYA
BAKTERI6

bulan

DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENCAMPUR


PERBANYAKAN MANUAL DENGAN TETES LALU
MENYIMPANNYA DENGAN KEADAAN
TERTUTUP SETELAH 24 JAM APABILA ADA
TEKANAN GAS MENANDAKAN BAKTERI AKTIF

Budidaya Lele Sistem


RWS
Dengan Aplikasi SGF

KONTRUKSI KOLAM

KONTRUKSI KOLAM

BIOFLOG

2m

1,05 m
Air 1 m

VOLUME AIR 3 M3

TAHAPAN PERSIAPAN
PENCUCIAN

PENGERINGAN 3 HARI

PERSIAPAN KOLAM

PERSIAPAN KOLAM
Hari pertama:
Pengisian air ketinggian 1 meter
Pemberian kapur 700 gram/m3
Pemberian garam 700 gram/m3
Pemberian pupuk NPK 100 gram/m3
Pemberian aerasi (aerator)

PERSIAPAN KOLAM
Hari kedua
Pemberian biolizer 10ml (1 tutup)/m3
Pemberian bionutren 10ml (1 tutup)/3
Pupuk organik sapi basah 3kg/m3
Pemberian tepung ikan 100gr/m3
Pemberian tepung tapioka 100gr/m3
Pemberian dedak 100gr/m3
Pemberian pollard 100gr/m3
Pmberian molase 250ml/m3

SEMUA BAHAN DI MASUKKAN KEDALAM


KOLAM DAN DI DIAMKAN SELAMA 2 MINGGU

PERSIAPAN KOLAM
No
.

BAHAN-BAHAN

FORMULASI

1.

PUPUK ORGANIK (SAPI)


BASAH

2.

DOLOMITE

700 gram/m3

3.

TEPUNG IKAN

100 gram/m3

4.

TEPUNG TAPIOKA

100 gram/m3

5.

DEDAK

100 gram/m3

6.

POLLARD

100 gram/m3

7.

MOLASE

250 ml/m3

8.

BIOLIZER

(1 tutup) /m3

9.

BIONUTREN

(1 tutup) /m3

10. GARAM

3 kg/m3

700 gram/m3

11. NPK
100 gram/m3
Seluruh
Bahan di masukkan
kedalam kolam lalu di isi air dengan
ketinggian 1 meter

Perubahan Warna Setelah Di


Fermentasi
Setelah di fermentasi
2 minggu, warna air
akan berubah sesuai
jenis plankton yang
dominan
Air dinaikkan sampai
1 meter

Ditambah SGF BIOLIZER


1 tutup (10 ml)/m3

Penebaran Benih
Benih dipilih yang
baik dan berkualitas
(bersertifikat)
Benih (7 cm)
Kepadatan ideal 750
ekor/m2
Perlakuan
Aklimatisasi
Waktu tebar pagi atau
sore hari

PENGELOLAAN PAKAN
(PELLET FERMENTASI)
Bahan - Bahan

Takaran

Pellet
Tetes / Gula
SGB Bionutren
Air

2,5 kg
10 ml / 1 sendok
10 ml
500 ml

Cara Pembuatan Pellet


Fermentasi

Semua bahan dicampur merata dan

difermentasi dalam kantong plastik


selama 1-3 hari dan pakan siap
digunakan

PENGELOLA KUALITAS AIR


PEMBERIAN BIOLIZER BERKALI
No.

BAHAN-BAHAN

FORMULASI

1.

SGF BIOLIZER

(1 tutup) 10 /m3

2.

MOLASE

(2 tutup) 20 /m3

Diberikan Setiap 5 Hari Sekali atau


Menyesuaikan Kondisi

WARNA AIR KOLAM DLM SITEM BUDIDAYA

I. HIJAU MUDA

III. HIJAU KECOKLATAN

II. HIJAU DAUN TUA

IV. COKLAT MUDA

VI. MERAH ANGGUR MUDA

V. COKLAT TUA

PLANKTON MATI DAN TDK STABIL

Plankton yg stabil

likasi SGB BIONUTREN Unt


embuatan Pakan Alternati

Mengapa membuat
Pakan Sendiri ???

III

Harga Pakan Tinggi


Biaya Produksi
Meningkat
Harga Jual Ikan Rendah

IV

Keuntungan menurun

I
II

Pakan
Fermentasi

Pellet

KEBUTUHAN NUTRISI
PROTEIN

KARBOHIDRAT

1. PENGGANTI JARINGAN YANG


RUSAK
2. PERTUMBUHAN
3. PRODUKSI ENZIM, HORMON,
ANTIBODY

1. SUMBER ENERGI
2. MEMBANTU SISTEM
KEKEBALAN TUBUH
3. PEMBENTUK STRUKTUR SEL
DAN JARINGAN

MINERAL

ASAM LEMAK ESENSIAL


1. SUMBER ENERGI
2. PENJAGA KESEIMBANGAN
3. MEMBANTU PENYERAPAN
VITAMIN
4. PEMBANGUN JARINGAN

VITAMIN
1. MEMBANTU METABOLISME
DAN KINERJA ORGAN TUBUH
2. TIDAK DISEDIAKAN TUBUH
DAN HARUS DITAMBAHKAN
DALAM PAKAN

1. MENINGKATKAN KESEHATAN
TULANG
2. MEMBANTU METABOLISME
TUBUH
3. MENGUATKAN FUNGSI
ORGAN TUBUH

Pembuatan Pakan
Berbentuk Pellet

FORMULASI PAKAN BUATAN


No
.

Bahan - Bahan

1 TEPUNG IKAN
2 TEPUNG ROTI
3 TEPUNG KANJI
MINYAK IKAN (MINYAK
4
JELANTAH)
5 CAIRAN SUPLEMEN

Protein
(%)

50
20
2
-

Formulasi

1 kg
2 kg
100 gram
1 sendok
makan
150 ml

1. Seluruh bahan dicampur sesuai dengan formulasi hingga homogen


2. Ditambah Cairan Suplemen
3. Difermentasi selama 2-3 hari dalam kantong plastik (kondisi kedap
udara)
4. Dihindarkan dari sinar matahari
5. Setelah pakan tercetak disemprot dengan multivitamin dan minyak
ikan, pakan dijemur sampai kering lalu dikemas

CAIRAN SUPLEMEN
No.

Bahan - Bahan

Formulasi

1 TEMULAWAK
2 SUSU SEGAR/ SUSU SKIM
VITAMIN C
3
(MARKISA/NANAS/BLIMBING)
4 MOLASE/TETES
5 SGB BIOLIZER

5 kg
10 liter
10 kg
5 liter
1 liter

1. Temulawak di haluskan dan direbus dengan air sebanyak 60 liter


2. Ditambahkan susu segar 10 liter/ susu bubuk 2 kg dan
molase/tetes
3. Buah (markisa/nanas/blimbing) dihaluskan/dijus
4. Seluruh bahan dicampur, dan dinginkan selama 24 jam lalu
ditambahkan SGB BIOLIZER.
5. Ditutup rapat dan difermentasi selama 2 minggu

BAHAN BAKU NABATI

BAHAN BAKU HEWANI

Contoh Formulasi Pakan I


Bahan

Tepung Ikan (41 %)


Tepung Roti (6 %)
Tepung Jagung (9
%)
Tepung Tapioka (3
%)
Dedak (9 %)
Tepung Kedelai (35
%)

Susunan
Bahan (%)

Pembuatan 10 kg
pakan

57.3
5.62

5.730 gram
562 gram

8.99

899 gram

2.25

225 gram

8.99

899 gram

16.85

1.685 gram

KANDUNGAN NUTRISI (per Kg pellet)


Protein
: 29,06 %
Harga
: Rp. 5.600

Contoh Formulasi Pakan II


Bahan

Tepung Ikan (55 %)


Tepung Roti (6 %)
Tepung Jagung (11
%)
Tepung Tapioka (3
%)
Pollard (17 %)
Tepung Kedelai (35
%)

Susunan
Bahan (%)

Pembuatan 10 kg
pakan

38.46
9.62

3.846 gram
962 gram

9.62

962 gram

5.77

577 gram

21.15

2.115 gram

15.38

1.538 gram

KANDUNGAN NUTRISI (per Kg pellet)


Protein
: 30,25 %
Harga
: Rp. 5.700

Contoh Formulasi Pakan III


Bahan

Tepung Ikan (55 %)


Tepung Roti (6 %)
Tepung Jagung (11
%)
Tepung Tapioka (3
%)
Pollard (17 %)

Susunan
Bahan (%)

Pembuatan 10 kg
pakan

42.87
11.9

4.287 gram
1.190 gram

11.9

1.190 gram

7.14

714 gram

26.19

2.619 gram

KANDUNGAN NUTRISI (per Kg pellet)


Protein
: 30.26 %
Harga
: Rp. 5.000

Alur Pembuatan
PROSE PENGHALUSAN BAHAN
I

Bahan-bahan

Diskmill

TepungJagung

Tetes dan Air


BioNutren

Tepung Ikan

Alur Pembuatan
II
Mixer

Penjemuran

Bahan-bahan

Mesin Pellet

Perekat

Proses pengkusan

Alur Pembuatan
III

Semprot Vitamin, Mineral dan Minyak Ikan

Pengemasan

Pellet

Cara Pembuatan Pakan Berbentuk


Pellet
10 kg bahan dicampur sesuai formulasi

hingga homogen kecuali Perekat (Tepung


Kanji)
Ditambah 100 ml SGB BIONUTREN (10

tutup botol)
Ditambah tetes 250 ml (1 Gelas air mineral)

+ air secukupnya
Difermentasi selama 2-3 hari dalam

kantong plastik (kondisi kedap udara)


Di hindarkan dari sinar matahari langsung
Setelah difermentasi pakan dicampur

dengan perekat (tepung kanji) sesuai


formulasi lalu pakan dikukus, setalah
matang baru pakan di cetak menggunakan

Pakan Fermentasi

Keunggulan pakan fermentasi


Bisa memanfaatkan bahan-bahan
yang bersifat limbah
Tidak perlu menggunakan mesin
Mampu menaikkan nilai protein
sampai 8 %
Step 2

Menekan biaya produksi


Mudah dilakukan

Step 1

Keuntungan lebih besar

Bahan - bahan pakan


fermentasi

Ampas Tahu

Polard

Tepung Ikan

Dedak halus

Bahan - bahan pakan


fermentasi

Tepung jagung

SGB BIONUTREN

Tetes

Air

Formulasi pakan fermentasi


No.

Bahan

Prosentase

Dalam 1ton
pakan

Ampas Tahu (20 %)

25 %

250 kg

Tepung Ikan (40 %)1

5%

50 kg

Tepung jagung (11 %)

10 %

100kg

Polard (17 %)

15 %

150 kg

Dedak Halus (9 %)

15 %

150kg

Bahan Tambahan
1

SGB BIONUTREN

1 liter

Tetes

3 liter

Air

10 liter

Cara pembuatan pakan


fermentasi
100 kg bahan dicampur

sesuai formulasi hingga


homogen
Ditambah 1 liter SGB

BIONUTREN
Ditambah tetes 3 liter + air 1

liter
Difermentasi selama 2-3 hari

dalam kantong tertutup


(kedap udara)

Jenis Pakan Fermentasi

Pellet Fermentasi
Sayur Fermentasi

Pengelolaan Pakan
(Pellet Fermentasi)
Bahan - Bahan

Takaran

Pellet
Tetes / Gula
SGB BIONUTREN
Air

2,5 kg
10 ml / 1 sendok
10 ml
500 ml

Cara Pembuatan Pellet


Fermentasi

Semua bahan dicampur merata dan

difermentasi dalam kantong plastik


selama 1-3 hari dan pakan siap
digunakan

ALUR FERMENTASI SAYURAN

Limbah Pasar

Pemotongan

Pencampuran

3 hari

Siap beri

Fermentasi

Pengemasan

(Sayuran Fermentasi)
Bahan - Bahan

Takaran

Limbah Pasar
Tetes / Gula
SGB BIONUTREN
Air

1 sak
250 ml
100 ml / 10 tutup
5 liter

Cara Pembuatan Sayuran


Fermentasi

Limbah pasar (sayuran)

dihaluskan/dipotong
Semua bahan dicampur merata dan

difermentasi dalam kantong plastik

(Pembuatan Pupuk
Fermentasi)
Sebagai Pemupukan Awal Proses
Budidaya Ikan
Sebagai Pemupukan Tambahan
Saat Proses Budidaya

Formulasi Pupuk Fermentasi


No.

Bahan

Pupuk kandang halus

Tepung pellet

Kantong Plastik

Dalam 1 sak
pakan
1 sak (30 kg)
3 kg

BAHAN TAMBAHAN
1

SGB BIONUTREN

20 tutup (200 ml)

Tetes

500 ml

Air

10 liter

Cara Membuat
Pupuk Fermentasi
Siapkan pupuk kandang

sapi/kambing (khusus untuk


pupuk dari kambing dihaluskan)
Siapkan pellet yang sudah
dihaluskan
Semua bahan dicampur sesuai
dengan formulasi hingga
homogen dan difermentasi
dalam kantong plastik 2 minggu
1 bulan (kondisi kedap udara)

Pakan pellet berbahan baku


sludge

Bolehkah penggunaan
sludge?

Ternak (sapi)

Fermentasi

Sludge

Bebas Salmonela & E.coli

Lab Uji

Tepung Sludge

Formulasi pakan sludge bentuk


pellet
Susunan
Pembuatan 10 kg
Bahan

Sludge Fermentasi
(10 %)
Bungkil Kelapa (17
%)
Bekatul Halus (9 %)
Ampas Tahu (20 %)
Tepung Tapioka ( 7
%)
Tepung Ikan (40 %)
Tepung Kedelei (35
%)

Bahan (%)

pakan

18,86

1.886 gram

5,61

561 gram

8,41
14,02

841 gram
1.402 gram

1,87

187 gram

28,04

2.804 gram

23,36

2.336 gram

KANDUNGAN NUTRISI (per Kg pellet)


ProteinTotal : 27,56 % 100
Harga
: Rp. 4.900

10.000 gram/10
kg

MESIN PELLET TANPA PROSES


PENEPUNGAN
BAHAN BAKU

PELLET

MESIN PELLET

PELLET

PENGHUBUNG MESIN

PENCETAK PELLET

Budidaya Lele dengan


Aplikasi SGB
BIONUTREN &

Konstruksi Kolam Terpal

Cara Pembuatan Kolam Terpal

Budiaya Kultur Pakan Alami


(Dapnia & Moina)
Ukuran Kolam

2 x 4 m (8 m2)

Sludge Fermentasi

Setebal 5 cm

Tetes

500 ml (2 gelas)

SGB BIOLIZER

250 ml (1 gelas)

Seluruh Bahan di masukkan


kedalam kolam lalu di isi air sungai
sampai penuh
Pemberian Sludge fermentasi
dengan kondisi setengah kering
Setelah 1 minggu populasi dapnia
dan moina blooming dan siap
panen.

Persiapan Kolam Pendederan


Kolam 2 x 4 m
Di beri sludge
fermentasi
setengah kering
sebanyak 2 kg /
m2
Di isi air 50 cm
SGB BIONUTREN
250 ml
Tetes 500 ml (2
gelas)

Keunggulan Pendederan Benih


Lele Dengan Aplikasi SGB
BIONUTREN
Menggunakan
SGB BIONUTREN

Tanpa
SGB BIONUTREN

2x4m

2x4m

Di fermentasi

Tidak

Tinggi

Rendah

Residu kotoran
sedikit

Residu kotoran
banyak

stabil

Mudah tercemar

Perlakuan air

Tidak ganti air

Sering ganti air

Tingkat
Pertumbuhan

Tinggi

lambat

Jarang terserang
penyakit

Mudah terserang
penyakit

> 80 %

< 70 %

Ukuran Kolam
Pakan
Daya Cerna Pakan
Indikasi
Air kolam

Kekebalan
SR

Aplikasi SGB & SGF Untuk

Budidaya Lele Organik


Hemat pakan 40-50 %

Kelebihan budidaya lele


organik dengan SGB & SGF
Mengurangi biaya pakan (pellet)

sebesar 40-50%
Tidak menimbulkan bau tidak sedap

(polusi udara)
Ikan yang dihasilkan tergolong

produk organik yang sangat bagus


untuk kesehatan manusia.
Rasa daging ikan lebih gurih, dengan

rasa daging menyamai daging Lele


Lokal

Wadah budidaya lele organik


Kolam Tanah
Kolam Terpal
Kolam Beton

Persiapan Kolam
Kolam 4 x 6 m2
Di isi pupuk
kandang
fermentasi
setebal 2-3 cm
Di isi air 10 cm
SGB BIOLIZER 1
liter
Tetes tebu 5 liter
Di diamkan
selama 1 minggu

Konstruksi Kolam Fermentasi


(Dalam Air)

Terp
al

Tana
h
air (pupuk
2-3cm
kandang)

Perubahan Warna Setelah Di


Fermentasi
Setelah di fermentasi
2 minggu, warna air
akan berubah sesuai
jenis plankton yang
dominan
Air dinaikkan sampai
1 meter
Ditambah SGB
BIONUTREN
1 liter dan benih siap
tebar

Penebaran Benih
Benih dipilih yang
baik dan berkualitas
(bersertifikat)
Benih (5-7 cm)
Kepadatan 250/m2
Perlakuan
Aklimatisasi
Waktu tebar pagi atau
sore hari

Pengelolaan Pakan

Pakan yang digunakan ada


2 jenis:
Pellet Fermentasi
Sayur Fermentasi

Pengelolaan Pakan
(Aplikasi Pemberian Pakan)
Cara Pemberian Pakan
1. Sayuran Fermentasi diberikan
terlebih dahulu
2. Setelah 2 jam diberikan pellet
fermentasi
3. Dosis Adlibitung (Secukupnya)

Ukuran Pellet
disesuaikan
buka'an mulut
ikan

Sampling & Grading


Sampling dan Grading
dilakukan 2 minggu
sekali
Tujuan :
1. Untuk menghindari
kanibalisme
2. Mengontrol effisiensi
penggunaan pakan
(FCR)

Pengelolaan Kualitas Air

Ukuran 4 x 6 m2

Masa
Pemeliharaan
Hari ke

30
45
60
75
90

DOSIS
Pemberian
SGB
BIONUTREN

24
24
24
24
24

Tutup
Tutup
Tutup
Tutup
Tutup

Pengelolaan Kualitas Air


Tidak perlu sirkulasi
atau ganti air yang
menggunakan pakan
pellet fermentasi dan
pupuk fermentasi
Penambahan SGB
BIONUTREN secara
berkala
Apabila ada indikasi
Bau dan nafsu makan
berkurang, diberikan

Panen
Panen dilakukan umur
3 bulan, size 8 10
ekor/kg
Dilakukan grading dan
penimbangan

Proses pengangkutan

Pemanfaatan limbah
budidaya
Digunakan untuk media
budidaya baru

Sebagai pupuk organik


untuk tanaman pangan

Sebagai pakan tambahan


budidaya cacing sutra

HANYA LELE
ORGANIK
YANG KU
MAU !!!

Budidaya Ikan Nila


Dengan
Aplikasi SGB & SGF

Karakteristik Ikan Nila


Jenis Ikan Omnivora
Hidup di perairan yang
mengalir
Tahan terhadap perubahan
lingkungan
Dapat memijah umur 6-8 bulan
Induk betina berat 200 400 gr
mampu menghasilkan telur 500-

Wadah Budidaya Ikan Nila


Kolam Tanah
Kolam Beton
Keramba Jaring
Apung/Tancap

Persiapan Kolam

NUTRISI
PADA AIR
PAKAN
ALAMI

Pengelolaan Pakan
Pakan yang digunakan ada 3
jenis:
Pellet Fermentasi
Sayur Fermentasi
Pakan Alternatif
Fermentasi

APLIKASI ROJO TANI


UNTUK

BIDANG PERTANIAN

Aplikasi
ROJOTAN
I
Semprot
Tanaman

Aplikasi ROJOTANI
Pada BatangPohon

ATURAN PEMAKAIAN ROJOTAN

Aplikasi ROJOTANI untuk


Pembuatan Pupuk Cair Organ

ALUR PEMBUATAN PESTISIDA


ORGANIK DARI URINE

Kelinci/Kambing/Sapi

Tetes

Urin + Aerasi

Daun sirsak

Mindi / Mimba

Sirih Merah

ALUR PEMBUATAN PESTISIDA


ORGANIK DARI URINE

Daun Tembakau

Air Kelapa

Daun Bandotan
(Wedhusan)

Formulasi Pupuk Cair Organik


No.

Bahan - Bahan

Dalam 100 liter


pupuk cair

Urin

100 liter

Daun Mindi/Mimba

Daun Sirih Merah

Daun Sirsak

3 kg

Daun Bandotan/Wedhusan

3 kg

Air Kelapa

Daun Tembakau

3 kg
50 lembar

10 liter
3 kg

Bahan Tambahan
1

SGF Biolizer/Fertilizer/BioNutren

1 liter

Tetes

5 liter

Cara Pembuatan Pupuk Cair


Organik Dari Urine
Urine di tampung dalam wadah penampung
(drum/bak fiber)
Di aerasi selama 24 jam (netralisasi gas
beracun)
Seluruh bahan-bahan di haluskan
Untuk 100 liter urine di tambahkan daun
masing-masing 5 kg dan ditambahkan SGF
Biolizer 1 liter, tetes 5 liter
Di fermentasi selama 1,5 bulan dalam kondisi
tertutup (kedap udara & di tempat teduh)
Pupuk cair siap digunakan untuk pertanian

Tanaman Cabe

BIO SOIL (Bio Aktif


Pengendalian Penyakit Tanah)
Bio Aktif : Gliocladium sp, Trichoderma sp,
Saccaromyces
Untuk Mengasi Penyakit rebai semai, layu,
akar bengkak pada tanaman
Mencegah Perkembangan Penyakit dan
Melindung Perkecambahan biji dan akar
No.

Jenis Penyakit

Patogen

Tanaman
dari Infeksi Penyakit
Pythium sp
Rebah Semai (Dumping
1.

Off)

2.

Layu

3.

Akar Gada Kubis

Rizoctonia sp
Fusarium sp
Pseudomonas sp
Plasmodiophora

(Cara Perbanyakan Bio Soil)


Bahan - Bahan
Takaran
Tepung Tapioka
65 %
Tepung Susu
5%
Tepung Tanah
10 %
Gula Tepung
10 %
Starter Bio Aktif
Starter Bio Soil
10 %

Cara Pembuatan
Semua Bahan di campur hingga merata

sampai homogen lalu di jemur sampai


kering
Setelah itu ditambahan starter bio soil

lalu diaduk merata, disimpan dalam

(Cara Penggunaan Bio Soil)


100 gr Bio Soil dicampu dengan 25 kg

pupuk organik padat (pupuk kandang)


dan disebarkan merata pada media
pembibitan dan lahan sebelum tanam
1 kg Bio soil dapat digunakan untuk

lahan seluas 1 hektar


PERINGATAN:
Tidak dicampur dengan pestisida kimia

atau pupuk kimia


Penyimpanan di tempat yg teduh
Bersifat organik sehingga tidak

Aplikasi SGB BIONUTRE


untuk
Bidang Peternakan

plikasi SGB BIONUTREN un


Pakan Ternak

Alur Pembuatan
I

Rumput gajah

Polard

Jerami

Serpihan

Janggel

Penghancur

Alur Pembuatan
II
Dedak halus

Bungkil kelapa

Fermentasi

Mixer

Gamblong

Ampas Tahu

Formulasi pakan ternak


No.

Bahan

Prosentase

Dalam 1 ton
pakan

Rumput gajah

25 %

250 kg

Jerami

20 %

200 kg

Janggel

15 %

150 kg

Pollard

12 %

120 kg

Gamblong

5%

50 kg

Bungkil kelapa

5%

50 kg

Dedak halus

10 %

100 kg

Ampas tahu

8%

80 kg

BAHAN TAMBAHAN
1
2

Tetes

4 liter

SGB BIONUTREN

4 liter

Air

secukupnya

Cara pembuatan pakan ternak


Rumput gajah, jerami dan janggel
di hancurkan
Dilakukan penimbangan sesuai
formula
Semua bahan dicampur dengan
mixer
Di campur dengan bahan tambahan
(SGB BIONUTREN, tetes, urea dan
air)

Contoh komposisi kimia


jermi segar dan
terfermentasi
(% bahan kering)

Protein menunjukkan kenaikan


sebesar 2,38 %
Lemak menunjukkan kenaikan
sebesar 1,5 %

Alur Pembuatan
I

Rumput gajah

Polard

Jerami

Serpihan

Janggel

Penghancur

Any
Questions
???

Terima Kasih

Selamat Mencoba !!!

LOGO
www.themegallery.com