Anda di halaman 1dari 6

Pengamanan pasien di RS. Islam Klaten.

Dokumen No.
K3/

RS. ISLAM
K LAT E N
KEBIJAKAN

Revisi No.
1

Halaman
1
Ditetapkan Oleh

Tanggal Terbit
2 Januari 2007

Direktur RS. Islam Klaten


Dr. H. Purwono, M.kes.

I. RUANG
LINGKUP

RS. Islam Klaten.

II. TANGGUNG
JAWAB

1. Direktur
:
Bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kebijaksanaan Keselamatan
kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana.di RS. Islam klaten.
2. Wadir Umum & KU :
Bertanggung jawab terhadap pengawasan kebijakan keselamatan kerja,
kebakaran dan kewaspadaan bencana di RS. Islam Klaten.
3. Ketua PK.3
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan keselamtan kerja, kebakaran dan
kewaspadaan bencana di RS. Islam klaten.

III. KEBIJAKAN

Kegiatan pengamanan terhadap pasien yang ada didalam RS.Islam Klaten meliputi :
1. Penyediaan pengaman disisi kanan / kiri bed pasien.
2. Penyediaan pegangan tangan didinding luar ruang rawat inap pasien..
3. Penyediaan pengangan tangan/railing tangga.

IV. DOKUMEN

1. Penyediaan pengaman disisi kanan / kiri bed pasien.


2. Penyediaan pegangan tangan didinding luar ruang rawat inap pasien..
3. Penyediaan pengangan tangan/railing tangga.
4. Pemasangan Bell alarm pada bangsal perawatan pasien rawat inap..
5. Pemasangan Bell emergency serta pegangan tangan didalam KM/WC
pasien rawat inap.
6. Pemasangan rambu-rambu/tanda bahaya ditempat-tempat berisiko.
1. Protap Pemakaian Pengaman sisi kanan/kiri bed tempat tidur pasien.
2. Protap pemakaian pegangan tangan dinding luar ruang rawat inap.
3. Protap pemakaian Bell emergency KM/WC ruang pasien rawat inap.
4. Protap Pegangan tangan pada dinding KM/W.

Prosedur Tetap
Pemakaian pengaman sisi kanan/kiri bed tempat
tidur pasien.
RS. ISLAM
K LAT E N

Dokumen No.
QP/K.3/

Revisi No.
1

Halaman
1
Ditetapkan Oleh

PROSEDUR
MUTU

Tanggal Terbit
2 Januari 2007

Ketua PK.3 RS. Islam Klaten


Dr. H. Syaiful Huda.

I.

Pengertian

Pengaman dari rangka besi yg dapat dibuka/tutup sebagai pengaman bed

II.

Tujuan

Menjamin keamanan, kenyamanan serta mencegah pasien Terjatuh dari bed.

III.

Ruang
Lingkup

Ruang Rawat Inap Pasien di RS. Islam Klaten.

IV. Kebijakan

Sarana pengamanan pasien yang menjalani rawat inap agar terhindar terjatuh dari
atas bed.

V.

Rujukan
Kebijakan

K.3

VI.

Prosedur

A. Pemasangan Pengaman bed pasien. :


1. Setelah pasien dipindah dari brangkat ke bed dan kondisi pasien stabil,
keluarga/ pasien diberi penjelasan oleh perawat tentang tata cara
pemakaian pengamanan bed :
2. Pengaman ditarik kearah atas dari posisi awal.
3. Pada posisi tegak lurus, pengaman ditekan ke bawah untuk mengunci.
4. Chek pengaman dengan menggoyang sampai pengaman tidak lepas dari
pengunci.
B. Membuka Pengaman bed pasien.:
1. Tarik pengaman kearah atas hingga pengaman lepas dari pengunci.
2. Setelah pengaman lepas dari pengunci kembalikan Pengaman ke posisi
awal.

VII. Dokumen
Terkait

Std. VI. P.3

Foto Dokumentasi pengaman sisi kanan/kiri bed pasien

VIII. Catatan
Perubahan
Dokumen

Prosedur Tetap
Pemakaian pegangan tangan pada dinding luar
ruang rawat inap pasien.
Dokumen No.
QP/K.3/
RS. ISLAM
K LAT E N

Revisi No.
1

Halaman
1

Ditetapkan Oleh

PROSEDUR

Tanggal Terbit

MUTU

2 Januari 2007

Ketua PK.3 RS. Islam Klaten


Dr. H. Syaiful Huda.

I.

Pengertian

Pegangan tangan dari pipa stainlees steel yg terpasang pada dinding luar
Ruang rawat inap pasien.

II.

Tujuan

Menjamin keamanan, kenyamanan serta mencegah pasien Terjatuh sewaktu


melakukan latihan terapi berjalan di lingkugan bangsal rawat inap.

III.

Ruang
Lingkup

Ruang Rawat Inap Pasien di RS. Islam Klaten.

IV. Kebijakan

Sarana pengangan tangan bagi pasien yang menjalani terapi latihan berjalan
dilingkungan ruang rawat inap pasien agar terhindar terjatuh.

V. Rujukan
Kebijakan

K.3

VI.

A. Pelaksanaan Kegiatan pasien yang akan mempergunakan Pegangan tangan. :


1. Pasien yang menjalani terapi latihan berjalan diberi penjelasan oleh
perawat / petugas fisioterapi tentang fungsi dari pegangan tangan yang
terpasang pada dinding luar rawat inap.
2. Pada awal melaksanakan terapi berjalan pasien didampingi keluarga
dipandu oleh petugas dari Fisioterapi.
3. Dalam pelaksanaan latihan salah satu tangan memegang pegangan
disebelahnya dituntun oleh keluarga/petugas.
4. Konsentrasi dalam latihan dengan berjalan pelan-pelan dan hati-hati
jangan tergesa-gesa.
5. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tidak memungkinkan.

Prosedur

VII. Dokumen
Terkait

Std. VI. P.3

Foto Dokumentasi pegangan tangan diluar rawat inap pasien.

VIII. Catatan
Perubahan
Dokumen

Prosedur Tetap
Pemakaian Bell Emergency di dalam KM/WC
Ruang Rawat Inap Pasien
Dokumen No.
RS. ISLAM
K LAT E N

Revisi No.
1

Halaman
1
Ditetapkan Oleh

PROSEDUR

Tanggal Terbit

MUTU

2 Januari 2007

Ketua PK.3 RS. Islam Klaten

Dr. H. Syaiful Huda.

I.

Pengertian

Bell Emergency yg ditempatkan didlm KM/WC sebagai tanda minta petolongan


Apabila terjebak didalam.

II.

Tujuan

Pasien mendapat tertolongan dengan cepat apabila pasien terjebak/terkunci atau


mengalami kecelakaan di dalam KM/WC.

III. Ruang
Lingkup

KM / WC didalam Ruang Rawat Inap Pasien di RS. Islam Klaten.

IV. Kebijakan

Sarana Bell emergency didalam km/wc bagi pasien/keluarga yang mengalami


Kecelakaan didalam km/wc.

V. Rujukan
Kebijakan

K.3

VI. Prosedur

A. Penggunaan bell Emergency yg ada didalam km/wc :


1.
Pasien yang menjalani rawat inap dibangsal wajib diberi penjelasan
tentang sarana pengamanan bagi pasien oleh perawat bangsal termasuk
pemakaian bell emergency.
2.
Baca petunjuk pemakaian bell emergency yang tertempel didekat
sakelar bell.
3.
Segera Tekan sakelar bell emergency apabila terjebak didalam km/wc.
4.
Bell akan berbunyi diruang perawat, perawat akan segera datang
memberi pertolongan menbawa kunci cadangan.
5.
Apabila pintu km/wc masih sulit dibuka oleh perawat maka perawat
segera menghubungi petugas PSRS untuk membuka paksa pintu.

VII. Dokumen
Terkait

Foto Dokumentasi bell emergency km/wc.

Std. VI. P.3

VIII.Catatan
Perubahan
Dokumen

Prosedur Tetap
Pemakaian pegangan tangan pada dinding dalam
KM/WC pasien.
Dokumen No.
RS. ISLAM
K LAT E N

Revisi No.
1

Halaman
1
Ditetapkan Oleh

PROSEDUR

Tanggal Terbit

MUTU

2 Januari 2007

Ketua PK.3 RS. Islam Klaten


Dr. H. Syaiful Huda.

I.

Pengertian

Pegangan tangan dari stainlessteel dipasang dekat Closet.

II. Tujuan

Menjamin keamanan, kenyamanan serta mencegah pasien Terjatuh/terpeleset


sewaktu akan berdiri dari closet.

III. Ruang
Lingkup

KM/WC Ruang Rawat Inap Pasien di RS. Islam Klaten.

IV. Kebijakan

Sarana pengangan tangan bagi pasien yang akan berdiri dari closet agar terhindar
terjatuh/terpeleset.

V. Prosedur

A. Pelaksanaan Kegiatan pasien yang akan mempergunakan Pegangan tangan


pada dinding dekat closet. :
1. Pasien yang menjalani rawat inap dibangsal wajib diberi penjelasan
tentang sarana pengamanan bagi pasien oleh perawat bangsal termasuk
pemakaian pegangan tangan closet.
2. Pasien yang akan berdiri dari closet, tangan sebelah kanan memegang
pegangan.
3. Setelah berdiri dari closet dengan hati-hati keluar dari KM/WC agar
tidak terpeleset.

VII. Dokumen
Terkait

Foto Dokumentasi pegangan tangan dekat closet.

VIII.Catatan
Perubahan
Dokumen

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA.


Dokumen No.

RS. ISLAM
K LAT E N
KEBIJAKAN

Tanggal Terbit

Revisi No.
1

Halaman
1
Ditetapkan Oleh

Direktur RS. Islam Klaten

2 Januari 2007
Dr. H. Purwono, M.kes.

I.

RUANG
LINGKUP

RS. Islam Klaten.

II. TANGGUNG JAWAB

1. Direktur
:
Bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kebijaksanaan Keselamatan
kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana.di RS. Islam klaten.
2. Wadir Umum & KU :
Bertanggung jawab terhadap pengawasan kebijakan keselamatan kerja,
kebakaran dan kewaspadaan bencana di RS. Islam Klaten.
3. Ketua PK.3
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan keselamtan kerja, kebakaran dan
kewaspadaan bencana di RS. Islam klaten.

III. KEBIJAKAN

Kegiatan keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana merupakan


suatu usaha untuk mewujudkan tenaga kerja kerja yang sehat, cara kerja serta
lingkungan kerja yang aman dan kesiapan menghadapi bencana.
1. Pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap karyawan yang bekerja
pada tempat/unit yang berisiko.
2. Pemakaian alat pelindung diri bagi tiap karyawan yang melaksanakan
pekerjaan pada masing-masing unit kerja.
3. Penyediaan Exstra fooding bagi karyawan yg bekerja pd tempat
berisiko.
4. Pemasangan tanda/rambu pd tempat berisiko serta petunjuk pintu
emergency.

IV. DOKUMEN

Anda mungkin juga menyukai