Anda di halaman 1dari 11

MENJAWAB KONSULTASI RAWAT JALAN DI

SMF/INSTALASI REHABILITASI MEDIK DARI DALAM /


LUAR RSU PINDAD
No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :
13.01.009
1-3
DITETAPKAN OLEH :
Tanggal Terbit :
Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Maret 2016
Lia Yuliani, dr., MM.
1. Konsultasi adalah meminta pendapat dan penanganan
bidang profesi spesialis lainnya pada suatu kasus.
2. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah
seorang dokter Spesialis yang bertanggung jawab atas
pengelolaan asuhan medis seorang pasien
Sebagai bahan acuan menjawab konsultasi rawat jalan di
SMF/Instalasi Rehabilitasi Medik dari dalam/luar RSU
PINDAD demi tercapainya pelayanan yang profesional.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

UU RI no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen


UU RI no 29/2004 tentang praktik kedokteran
UU RI no. 14/2008 tentang keterbukaan informasi publik
UU RI no. 36/2009 tentang kesehatan
UU RI no. 44/2009 tentang RS
UU RI no. 25/2009 tentang pelayanan publik.
Kepmenkes RI No. 631/Menkes/SK/IV/2005 Tentang
Pedoman peraturan internal staf medis (medical staff
bylaws) di rumah sakit
8. KepMenKes RI no. 378/2008 tentang Pedoman
Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit
1. Lakukan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun)
sesuai dengan etika menghadapi pasien
2. Terima rekam medik konsul
3. Pastikan identitas pasien (nama yang terdiri dari dua
kata, tanggal lahir)
4. Jelaskan
kepada pasien prosedur dan tujuan
pemeriksaan yang akan dilakukan.
5. Lakukan anamnesis dan tulis pada rekam medis
6. Lakukan pemeriksaan fisik dan tulis pada rekam medis
7. Buat usulan permintan pemeriksaan penunjang bila
diperlukan
8. Buat diagnosis rehabilitasi sesuai acuan RSU PINDAD
9. Berikan program rehabilitasi medik
10. Tulis jawaban konsultasi pada lembar konsultasi/rekam
medik pasien dengan tulisan yang cukup jelas
11. Bubuhkan tanda tangan dan nama jelas pada lembar
jawaban konsul

Instalasi terkait
Dokumen terkait

12. Serahkan jawaban konsultasi kepada petugas yang


membawa surat konsultasi
13. Ucapkan salam
1. SMF/instalasi yang mengirim
2. Seksi rekam medik
1. Catatan rekam medik
2. Buku Register

MENJAWAB KONSULTASI RAWAT JALAN DI


SMF/INSTALASI REHABILITASI MEDIK DARI
DALAM/LUAR RSU PINDAD
No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :
13.01.009
3-3
DITETAPKAN OLEH :
Tanggal Terbit :
Direktur
Maret 2016
BaganAlur
Prosedur

Lia Yuliani, dr., MM.


ALUR MENJAWAB KONSULTASI
KONSULTASI DARI DALAM/LUAR RSU PINDAD
DISAMPAIKAN OLEH PERAWAT/PETUGAS
KE BAGIAN REGISTRASI UNTUK DICATAT
MEMBERITAHUKAN KEPADA DOKTER YANG BERTUGAS (DPJP)
PEMERIKSAAN OLEH
DOKTER IKFR
UNTUK DIAGNOSA, PROGRAM
DAN TARGET REHABILITASI
APAKAH PERLU PROGRAM REHABILITASI
YA

TIDAK

MENDAPAT PROGRAMKEMBALI KE
(FT/ST/OT/OP/Psi/SW)

BAGIAN LAIN/SUBDIV TERKAIT

TARGET REHABILITASI TERCAPAI ?


TIDAK

YA

EVALUASI DOKTER /IKFRKEMBALI KE


BAGIAN LAIN/SUBDIV TERKAIT

MENJAWAB KONSULTASI RAWAT INAP OLEH


SMF/INSTALASI REHABILITASI MEDIK
No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :
13.01.010
1-2
DITETAPKAN OLEH :
Tanggal Terbit :
Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

Maret 2016
Lia Yuliani, dr., MM.
1. Konsultasi adalah meminta pendapat dan penanganan
bidang profesi spesialis lainnya pada suatu kasus.
2. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah
seorang dokter Spesialis yang bertanggung jawab atas
pengelolaan asuhan medis seorang pasien
Sebagai bahan acuan menjawab konsultasi rawat inap oleh
SMF/Instalasi Rehabilitasi Medik di RSU PINDAD demi
tercapainya pelayanan yang profesional.
1. UU RI no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
2. UU RI no 29/2004 tentang praktik kedokteran
3. UU RI no. 14/2008 tentang keterbukaan informasi publik
4. UU RI no. 36/2009 tentang kesehatan
5. UU RI no. 44/2009 tentang RS
6. UU RI no. 25/2009 tentang pelayanan publik.
7. Kepmenkes RI No. 631/Menkes/SK/IV/2005 Tentang
Pedoman peraturan internal staf medis (medical staff
bylaws) di rumah sakit
8. KepMenKes RI no. 378/2008 tentang Pedoman
Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit
1. Lakukan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) sesuai
dengan etika menghadapi pasien
2. Terima rekam medik konsultasi dari rawat inap
3. Catat identitas pasien pada buku register
4. Dokter IKFR mendatangi tempat rawat inap
5. Pastikan identitas pasien (nama yang terdiri dari dua kata,
tanggal lahir ) serta nomor registrasi rawat inap
6. Jelaskan
kepada pasien prosedur dan tujuan
pemeriksaan yang akan dilakukan.
7. Lakukan anamnesis dan tulis pada rekam medik
8. Lakukan pemeriksaan fisik dan tulis pada rekam medik
9. Buat usulan permintan pemeriksaan penunjang bila
diperlukan
10. Buat diagnosis rehabilitasi sesuai acuan RSU PINDAD
11. Berikan program rehabilitasi medik
12. Ucapkan salam
13. Tulis jawaban konsultasi dilembar konsultasi/rekam medik
pasien dengan tulisan yang cukup jelas
14. Jawab dalam waktu secepat mungkin, maksimal 1x24 jam

Instalasi terkait
Dokumen terkait

15. Bubuhkan tanda tangan dan nama jelas pada lembar


jawaban konsul.
1. Instalasi Rawat Inap
2. Seksi rekam medik
Catatan rekam medic

KONSULTASI PASIEN KE SMF/INST LAIN OLEH


SMF/INSTALASI REHABILITASI MEDIK
No. Dokumen :
13.01.011
Tanggal Terbit :
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

No. Revisi :
Halaman :
1-2
DITETAPKAN OLEH :
Direktur

Maret 2016
Lia Yuliani, dr., MM.
1. Konsultasi adalah meminta pendapat dan penanganan
bidang profesi spesialis lainnya pada suatu kasus.
2. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah
seorang dokter Spesialis yang bertanggung jawab atas
pengelolaan asuhan medis seorang pasien

Tujuan

Sebagai bahan acuan konsultasi dari SMF/Instalasi


Rehabilitasi Medik ke SMF/instalasi lain di RSU PINDAD agar
tercapainya pelayanan yang profesional.

Kebijakan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Prosedur

Instalasi Terkait
Dokumen Terkait

UU RI no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen


UU RI no 29/2004 tentang praktik kedokteran
UU RI no. 14/2008 tentang keterbukaan informasi publik
UU RI no. 36/2009 tentang kesehatan
UU RI no. 44/2009 tentang RS
UU RI no. 25/2009 tentang pelayanan publik.
Kepmenkes RI No. 631/Menkes/SK/IV/2005 Tentang
Pedoman peraturan internal staf medis (medical staff
bylaws) di rumah sakit
8. KepMenKes RI no. 378/2008 tentang Pedoman Pelayanan
Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit
1. Tulis surat konsultasi di lembar konsultasi/rekam medik
pasien dan dibubuhi tandatangan dan nama jelas DPJP
2. Petugas mengantarkan surat konsul dan pasien ke
SMF/INST lain yang dituju.
1. SMF/instalasi yang dituju
2. Seksi rekam medik
Catatan Rekam Medik

KONSULTASI PASIEN KE SMF/INST LAIN OLEH


SMF/INSTALASI REHABILITASI MEDIK
No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :
13.01.011
2-2
DITETAPKAN OLEH :
Tanggal Terbit :
Direktur
Bagan Alur
Prosedur

Maret 2016
Lia Yuliani, dr., MM.
Alur Membuat KONSULTASI PASIEN KE SMF/INST LAIN
OLEH SMF/INSTALASI REHABILITASI MEDIK
Dokter IKFR memeriksa untuk
menetapkan diagnosa dan
permasalahan pasien

Perlu Konsultasi

KE SUBDIV LAIN

KE BAGIAN
LAIN

MENERIMA JAWABAN KONSUL

DOKTER IKFR EVALUASI KEMBALI


DAN DIBUATKAN PROGRAM

PELAYANAN FISIOTERAPI RAWAT JALAN


No. Dokumen :
13.01.012
Tanggal Terbit :
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

No. Revisi :
Halaman :
1-2
DITETAPKAN OLEH :
Direktur

Maret 2016
Lia Yuliani, dr., MM.
1. Pelayanan fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan
yang ditujukan kepada individu atau kelompok untuk
mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak &
fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan
menggunakan penanganan secara manual, peningkatan
gerak, peralatan (fisik, elektroteurapeutis dan mekanis),
pelatihan fungsi, kemunikasi.
2. Fisioterapis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan
formal fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan
tertulis untuk melakukan tindakan fisioterapi atas dasar
keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pelayanan
fisioterapi di RSU PINDAD agar tercapainya pelayanan yang
profesional.
1. UURI 25/2009tentang Pelayanan publik
2. UU RI no 36/2009 tentang Kesehatan
3. UU RI no. 44/2009 tentang RS
4. KepMenKes RI 376/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Fisioterapi
5. KepMenKes RI no. 378/2008 tentang Pedoman Pelayanan
Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit
1. Terima rekam medik pasien yang berisi anamnesis,
pemeriksaan medis dan program rehabilitasi medikdari
dokter Rehabilitasi Medik
2. Memanggil pasien untuk terapi sesuai dengan no urut
3. Lakukan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) sesuai
dengan etika menghadapi pasien
4. Pastikan identitas pasien (nama yang terdiri dari dua kata,
tanggal lahir )
5. Jelaskan kepada pasien prosedur dan tujuan terapi yang
akan dilakukan.
6. Catat identitas pasien dibuku register pasien fisioterapi
7. Lakukan assessmen &tindakan fisioterapi
8. Setelah terapi, Fisioterapis melakukan pemeriksaan pada
area yang diterapi dan menanyakan ada tidaknya keluhan.
9. Catat tindakan fisioterapi yang dilakukan pada rekam
medik dengan jelas.

10. Bubuhkan tanda tangan dan nama jelas di rekam medik


pasien.
11. Ucapkan salam
12. Serahkan rekam medik pasien yang telah mendapatkan
pelayanan kepada petugas loket pendaftaran
13. Apabila terdapat perbedaan pendapat atau masalah,
fisioterapis berkonsultasi dengan dokter rehabilitasi medik
yang memberikan program.
Instalasi Terkait
Dokumen terkait

1. Unit-unit dalam Instalasi rehabilitasi Medik


2. Instalasi Rawat Jalan
1. Catatan rekam medik

PELAYANAN FISIOTERAPI RAWAT INAP


No. Dokumen :
13.01.013
Tanggal Terbit :
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

No. Revisi :
Halaman :
1-2
DITETAPKAN OLEH :
Direktur

Maret 2016
Lia Yuliani, dr., MM.
1. Pelayanan fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan
yang ditujukan kepada individu atau kelompok untuk
mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak &
fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan
menggunakan penanganan secara manual, peningkatan
gerak, peralatan (fisik, elektroteurapeutis dan mekanis),
pelatihan fungsi, kemunikasi.
2. Fisioterapis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan
formal fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan
tertulis untuk melakukan tindakan fisioterapi atas dasar
keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pelayanan
fisioterapi di RSU PINDAD agar tercapainya pelayanan yang
profesional.
1. UU RI 25/2009 tentang Pelayanan publik
2. UU RI no 36/2009 tentang Kesehatan
3. UU RI no. 44/2009 tentang RS
4. KepMenKes RI 376/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Fisioterapi
5. KepMenKes RI no. 378/2008 tentang Pedoman
Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit
1. Fisioterapis melihat daftar pasien rawat inap dalam buku
register
2. Lapor
kepada
kepala
ruangan
atau
perawat
penanggungjawab pasien yang akan diterapi
3. Fisioterapis
melihatrekam medik pasien yang berisi
anamnesis, pemeriksaan medis dan program rehabilitasi
medik
4. Lakukan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) sesuai
dengan etika menghadapi pasien
5. Pastikan identitas pasien (nama yang terdiri dari dua kata,
tanggal lahir)
6. Jelaskan kepada pasien prosedur dan tujuan terapi yang
akan dilakukan
7. Fisioterapis melakukan penilaian dan tindakan fisioterapi
8. Setelah terapi, Fisioterapis melakukan pemeriksaan pada

area yang diterapi dan menanyakan ada tidaknya keluhan


9. Ucapkan salam
10. Fisioterapis mencatat tindakan fisioterapi yang dilakukan
pada rekam medik dengan jelas
11. Fisioterapis membubuhkan tanda tangan dan nama jelas di
rekam medik pasien
12. Fisioterapis menyerahkan rekam medik pasien yang telah
mendapatkan pelayanan kepada petugas loket pendaftaran
/ penata jasa ruangan
13. Apabila terdapat perbedaan pendapat atau masalah,
fisioterapis berkonsultasi dengan dokter rehabilitasi medik
yang memberikan program.
Instalasi Terkait

Dokumen Terkait

1. Unit-unit dalam Instalasi rehabilitasi Medik


2. Instalasi Rawat Inap
1. Catatan Rekam medic