Anda di halaman 1dari 3

MASALAH PERTANYAAN PENELITIAN

1. IDENTIFIKASI MASALAH
Masalah :
Suatu situasi yang berisi kesenjangan, dapat menimbulkan kerawanan,
hambatan, ancaman, ataupun gangguan à segala sesuatu yang bekerja
tidak seperti yang diharapkan
Kesenjangan : gap terhadap situasi yang ideal atau keadaan normal

2. TUJUAN
Mencari, memilih, menentukan masalah yang paling urgen dan bermanfaat
untuk diteliti dan dipecahkan à diuraikan dalam bagian latar belakang

3. LATAR BELAKANG
Kedudukan masalah yang diteliti dalam konteks masalah yang lebih luas
Fakta-fakta yang menunjukkan adanya masalah (biasanya hasil penelitian
lain) dan masalah tersebut dianggap urgen
Alasan-alasan yang dikemukakan jangan subjektif

4. SUMBER
Hasil-hasil penelitian, evaluasi, rapat kerja, seminar, lokakarya
Kebijakan pemerintah (relevansi, mutu, pemerataan, efisiensi/efektivitas)
Isu-isu santer dalam masyarakat

5. KARAKTERISTIK PERTANYAAN
Pertanyaan penelitian harus feasible (memungkinkan untuk dilakukan
penelitian), biasanya diukur berdasarkan aspek waktu, tenaga, uang
Pertanyaan harus clear (jelas) à apa yang sesungguhnya akan diteliti; ada
kesepakatan dalam hal kata kunci
Pertanyaan harus signifikan à apakah pertanyaan tersebut mempunyai nilai
untuk dijawab
Pertanyaan harus terikat dengan etika

6. MERUMUSKAN DAN MEMBATASI MASALAH


Memetakan variabel/komponen/aspek yang terlibat dalam suatu masalah
dengan menggunakan pola pikir atau paradigma tertentu à PERUMUSAN
Memisahkan variabel/komponen/aspek yang termasuk fokus penelitian
dengan yang tidak termasuk à PEMBATASAN
Memformulasikan fokus penelitian dalam suatu judul atau topik penelitian
(apabila ada beberapa fokus penelitian bisa dirumuskan judul/topik yang
lebih umum atau tema penelitian)
Membuat rumusan atau pendefinisian yang bersifat operasional/dapat diukur
MASALAH PENELITIAN
Tahap paling krusial, sebab tujuan akan menjawab permasalahan. Kalau
permasalahan tidak jelas , penelitian tidak bisa dilakukan dengan baik.
Penemuan masalah harus dibarengi dengan pemecahan masalah.
Proses penemuan masalah: Identifikasi bidang, pemilihan pokok masalah,
dan perumusan masalah.

TIPE MASALAH PENELITIAN


Masalah dalam lingkungan organisasi
Masalah dalam area tertentu suatu organisasi.
Persoalan teoritis untuk menjelaskan fakta.
Permasalahan yang perlu jawaban empiris.

KRITERIA MASALAH

Merupakan Bidang masalah dan topik yang menarik.


Signifikansi secara teoritis dan praktis.
Dapat diuji melalui pengumpulan data dan analisis data.
Sesuai dengan waktu dan biaya.

PERUMUSAN MASALAH

Rumusan harus jelas dan tegas.


Tidak ambiguitas
Mengekspresikan hubungan antara dua variabel atau lebih
Perumusan masalah atau pertanyaan penelitian merupakan tahap akhir pada
penemuan masalah setelah peneliti memilih bidang dan pokok masalah yang
diteliti.
Kriteria penelitian yang baik menghendaki rumusan masalah atau pertanyaan
penelitian yang jelas dan tidak ambiguitas. Agar memudahkan peneliti dalam
menentukan konsep-konsep teoritis yang ditelaah dan memilih metode
penguji data yang tepat.
Masalah penelitian sebaiknya dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
yang mengekspresikan secara jelas hubungan antara dua variabel
atau lebih. Meski demikian dalam jurnal internasional masalah
penelitian seringkali disusun dalam bentuk narasi tujuan penelitian.
Rumusan masalah dalam suatu penelitian dapat berupa lebih dari suatu
pertanyaan. Contoh, rumusan masalah penelitian berbentuk pertanyaan,
sebagai berikut :
“Bagaimana pengaruh idealisme terhadap komitmen pada profesi”.

KESALAHAN DALAM PENEMUAN MASALAH


Isaac dan Michael mengemukakan beberapa kesalahan yang umumnya
dilakukan peneliti dalam tahap penemuan masalah penelitian, diataranya
adalah sebagai berikut :
Peneliti mengumpulkan data tanpa rencana atau tujuan penelitian yang jelas.
Peneliti memperoleh sejumlah data dan berusaha untuk merumuskan
masalah penelitian sesuai dengan data yang tersedia.
Peneliti merumuskan masalah peneliti dalam bentuk terlalu umum dan
ambiugitas sehingga menyulitkan interprestasi hasil dan pembuatan
kesimpulan penelitian.
Peneliti menemukan masalah tanpa terlebih dulu menelaah hasil-hasil
penelitian sebelumnya dengan topik sejenis, sehingga masalah penelitian
tidak didukung oleh kerangka teoritis yang baik.
Peneliti memilih masalah penelitian yang hasilnya kurang memberikan
kontribusi terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis.

PROSES PENELITIAN MENURUT UMA SEKARAN

Pengertian Masalah :
• Suatu kesulitan yang dirasakan, konkrit dan memerlukan solusi
• Suatu kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada
dalam kenyataan atau antara apa yang diperlukan dengan apa yang
tersedia atau antara harapan dengan kenyataan dsb.

Suatu masalah tidak harus menuntut/menimbulkan suatu penelitian


tetapi Penelitian dilakukan oleh karena adanya masalah. Jadi
seseorang yang akan melakukan penelitian harus menentukan terlebih
dulu : apa masalahnya
Dasar teoritis yang baik dan desain metodologis suara akan menambah
kekakuan untuk belajar secara purposive.