Anda di halaman 1dari 5

.

ULKUS DEKUBITUS
Gigi susu yang telah habis mahkotanya, menyisakan akar gigi di dalam gusi dan
tulang penyangga. Tekanan kunyah pada sisa akar gigi tersebut sering membuat kemiringan
akar gigi atau inklinasinya berubah. Ujung akar bisa berubah miring ke arah langit-langit
{palatum) atau ke arah bibir dan menyembul ke arah gusi. Tajamnya ujung akar seringkali
membuat luka pada panggkal bibir bagian dalam yang terkena. Luka inilah yang disebut
sebagi ulcus decubitus.
Di bidang kedokteran gigi, ulcus decubitus dapat terjadi seperti pada kasus di atas.
Gigi susu atau gigi sulung adalah gigi-geligi yang pertama kali tumbuh pada periode tumbuh
kembang anak. Pertumbuhannya sendiri diawali dengan gigi seri bawah, pada usia rata-rata 6
bulan, kemudian dikuti dengan pertumbuhan gigi seri atas, kemudian gigi taring dan gigi
geraham. Biasanya gigi susu sudah lengkap pada usia 2 tahun. Gigi susu pada anak bila telah
mencapai usia 6 tahun, maka akan digantikan oleh gigi tetap. Pergantian inilah yang
memerlukan perhatian khusus dari orang tua, karena jika tidak ditangani dengan baik akan
menyebabkan kelaianan disaat anak tumbuh dewasa nanti.
Kelainan tersebut bisa terjadi antara lain susunan lengkung gigi anak tumbuh tidak
baik saat dewasa nanti, gigi dapat tumbuh lebih maju atau lebih mundur dari lengkung yang
seharusnya, bisa juga menyebabkan pertumbuhan gigi yang tumpang tindih, dan resistensi
gigi susunya, sehingga bila dicabut pada usia dewasa akan menyebabkan celah pada daerah
tersebut. Selain itu, akar gigi susu akan terdorong oleh gigi tetap dan keluar dari gusi, kondisi
ini disebut dengan ulkus decubitus.
Ulkus dalam rongga mulut dapat diklasifikasikan menurut etiologinya menjadi ulkus
rekuren, ulkus akibat infeksi, ulkus neoplastik, ulkus akibat gangguan hematologik, ulkus
dermatologik, ulkus akibat gangguan granulomatosa, ulkus iatrogenik, dan ulkus akibat
trauma atau ulkus traumatik.
2.1 Definisi:
Ulkus atau ulser adalah suatu kerusakan lapisan epitel yang berbatas jelas yang
membentuk cekungan, ulkus sering ditemukan di rongga mulut (Regezi et al, 2008). Namun
demikian, kerusakan ulkus dapat dibedakan dengan erosi karena kerusakan ulkus lebih dalam
dan erosi (Gandolfo et al, 2006).

Ulkus traumatikus didefinisikan sebagai suatu kelainan yang berbentuk ulkus pada
mukosa rongga mulut yang disebabkan oleh paparan trauma (Greenberg, 2008). Ulkus
traumatikus merupakan lesi sekunder yang berbentuk ulkus, yaitu hilangnya lapisan epitelium
hingga melebihi membrana basalis dan mengenai lamina propria oleh karena trauma (Regezi
et al, 2008).
Trauma merupakan penyebab tersering terjadinya ulkus pada membran mukosa.
Biasanya pasien dapat memperkirakan kejadian yang menimbulkan ulkus. Pada umumnya
ulkus terjadi setelah beberapa kali paparan trauma (Sonis et al, 2003).
2.2 Etiologi
1.

Trauma mekanik, dapat disebabkan oleh benda asing, malposisi gigi, supraposisi gigi,

sisa akar yang tajam, ataupun perforasi radiks gigi sulung.


2.
Trauma kimia
3.
Trauma termal
2.3 Lokalisasi
Lokasi ulkus dekubitus dapat dimana saja dalam mulut namun paling sering ditemukan
pada tepi lateral lidah, mukosa buccal, bibir, dan fossa labioalveolar dan buccalveolar.
2.4 Insidensi
1.

Anak, akibat pergantian gigi sulung oleh gigi tetap terutama incisivus atas, bila gigi 4

dan 5 bawah terjadi ulkus pada mukosa bibir


2.
Dewasa, pada tepi corona gigi tajam akibat trauma, gigi yang tumbuh terlalu ke
buccal, sisa akar, pinggir cavitas yang dalam akibat karies
3.
Orang tua, biasanya trauma disebabkan oleh protesa rahang atas/bawah
2.5 Patofisiologi
Tekanan imobilisasi yang lama akan mengakibatkan terjadinya dekubitus, kalau salah
satu bagian tubuh berada pada suatu gradient (titik perbedaan antara dua tekanan). Jaringan
yang lebih dalam dekat tulang, terutama jaringan otot dengan suplai darah yang baik akan
bergeser kearah gradient yang lebih rendah, sementara kulit dipertahankan pada permukaan
kontak oleh friksi yang semakin meningkat dengan terdapatnya kelembaban, keadaan ini
menyebabkan peregangan dan angggulasi pembuluh darah (mikro sirkulasi) darah yang
dalam serta mengalami gaya geser jaringan yang dalam, ini akan menjadi iskemia dan dapat
mengalami nekrosis sebelum berlanjut ke kulit
2

2.6 Dasar Diagnosis


Anamnesa
Pasien mengeluh nyeri dari ringan sampai berat, bergantung pada kedalaman dan lokasi
ulkus di dalam mulut. Pasien mempunyai riwayat trauma :

Tergigit sendiri saat tidur, berbicara, atau makan


Trauma mekanik baik sebab dari ekstra oral (benturan dengan benda lain), maupun

dari intra oral (malposisi gigi)

Trauma kimia, suhu.


Gambaran mikroskopis dapat berupa area yang dilingkupi oleh membran fibrinopurulen,
terdiri dari sel radang akut dan fibrin. Epitel squamous kompleks dapat mengalami hiperplasi
dan daerah atipik. Dasar ulkus disusun oleh jaringan granulasi yang berproliferasi dengan
area edema dan sebukan sel radang akut dan kronis.
2.7 Terapi
Penatalaksanaan terhadap ulkus bergantung pada penyebab ulkus, ukuran, tingkat
keparahan dan lokasinya. Terapi ulkus yang disebabkan oleh trauma secara umum adalah
menghilangkan faktor penyebab. Pada ulkus yang disebabkan trauma mekanik atau trauma
suhu, biasanya akan sembuh sendiri dalam 10-14 hari.
Lesi traumatik pada mukosa oral dapat diatasi dengan menghilangkan faktor penyebab.
Trauma kimia dan suhu menyebabkan nyeri yang hebat pada mukosa oral, sehingga
memerlukan analgesik selama penyembuhan. Terapi suportif seperti memperbaiki oral
higiene dan penggunaan obat kumur sangat disarankan. Modalitas terapi untuk ulkus
traumatik adalah :

Hindari faktor penyebab


Gunakan pelindung mulut.
Konsumsi diet lunak
Kumur dengan NaCl hangat
Aplikasi anestesi topikal atau pemberian obat kumur anestetik dapat digunakan untuk

mengurangi rasa nyeri pada lesi. dalam. Rasa nyeri pada lesi dapat dikurangi dengan
pemberian obat kumur anestetik. Pemberian antiseptik kumur seperti clorhexidine terbukti
dapat mengurangi nyeri walaupun tidak begitu nyata. Antibiotik broad spectrum seperti
penisilin dapat digunakan untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri terutama jika lesi
ulkus parah dan dalam.

Bila penyebab ulkus dekubitus adalah gigi maloklusi atau supraposisi, dapat dilakukan
ekstraksi gigi penyebab sesuai prosedur tetap sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.

Anestesi lokal
Pencabutan
pemberian tampon, digigit selama 1/2 jam
antibiotika, analgetika (bila diperlukan)
2.8 Perbedaan Ulkus Dekubitus Pada Anak-Anak dan Geriatri

Geriatri
Ini dapat disebabkan karena gigi yang tajam, tergigit atau pemakaian gigi palsu yang tidak
cocok.
Anak-anak
Sering pada anak anak yang mempunyai gigi susu terdapat ulcus decubitus karena akar gigi
susu yang teresorbsi tidak baik tertolak keluar gingiva oleh gigi pengganti, dan karena
resorbsi akar gigi susu ini tidak berjalan normal karena pulpanya sudah gangraen, maka akar
yang tertolak ini mempunyai tepi yang tajam dan menyebabkan ulcus decubitus.