Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Sistem Kesehatan Nasional, digariskan bahwa tujuan
pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup sehat
bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal, meliputi kesehatan badaniah, rohaniah, sosial dan bukan hanya
keadaan bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan seperti yang
didefinisikan oleh WHO : Health is a state of complete physical, mental
and social well being and not merely the abscence of infirmity.
Berbagai upaya telah dilaksanakan untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan, antara lain meningkatkan sarana pelayanan
kesehatan di semua jenjang unit pelaksana pelayanan kesehatan mulai
dari Puskesmas sampai Rumah Sakit.
Pengertian rumah sakit menurut WHO adalah suatu bagian
penyeluruh dari organisasi sosial dan medis yang berfungsi memberikan
pelayanan kesehatan yang lengkap kepada masyarakat, baik kuratif
maupun rehabilitatif. Rumah sakit juga merupakan pusat latihan tenaga
kesehatan sehingga rumah sakit dapat menghasilkan berbagai produk
pelayanan kesehatan yang bermutu dengan tetap memperhatikan aspek

sosialnya, serta untuk penelitian biososial. Oleh karena itu, masyarakat


menganggap bahwa rumah sakit adalah harapan terakhir bagi orang yang
sedang sakit.
Perubahan peran dan fungsi farmasi dengan perubahan ciri-ciri
tertentu yang disandangnya menyebabkan profesi farmasi saat ini disebut
sebagai farmasi klinik yang berarti profesi farmasis yang tidak saja
berorientasi kepada obat tetapi juga berorientasi kepada penderita.
Tumor ovarium merupakan sebuah tumor monoklonal yang
dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal, dimana
sel-sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom, khususnya pada
kromoson

lengan

12q13-15.

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi

pertumbuhan tumor, di samping faktor predisposisi genetik, adalah


estrogen, progesteron dan human growth hormone.
Pada makalah ini penulis membicarakan tentang peran farmasis
dalam penatalaksanaan penyakit tumor ovarium, khususnya dalam
pemantauan penggunaan obat tumor ovarium yang rasional.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian
Tumor berasal dari tumere bahasa Latin, yang berarti bengkak,
merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi. Namun, istilah ini
sekarang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis
yang tidak normal. Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas
(alignan) atau jinak (benign).
Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi

untuk

menyerang dan merusak tissue yang berdekatan dan menciptakan


metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak
menyebarkan benih metastasis, tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi
besar, biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Dari pengertian tumor diatas, tumor dibagi menjadi 2 golongan besar
yaitu tumor jinak (benign) dan tumor ganas (malignant) atau yang lebih
populer dengan sebutan kanker. Terdapat perbedaan sifat yang nyata
diantara dua jenis tumor ini dan untuk membedakannya merupakan tuntutan
wajib bagi praktisi medis. Perbedaan utama di antara keduanya adalah
bahwa tumor ganas lebih berbahaya dan fatal sesuai dengan kata ganas itu
sendiri. Gambarannya bahwa, walaupun tumor ganas atau kanker itu berada
3

pada jaringan dikaki hal itu dalam tahap lanjut dapat mengakibatkan
kematian. Tumor jinak hanya

dapat menimbulkan

kematian

secara

langsungterkait dengan lokasi tumbuhnya yang membahayakan misalnya


tumor dileher yang dapat menekan saluran napas.
Persentase timbulnya tumor yang terjadi diberbagai daerah dan kotakota maju diaeluruh dunia semakin meninggi. Berdasarkan statistik
diperkirakan mencapai 80%, selain unsur genetik. Tumbuhnya tumor dipicu
oleh gaya hidup dan struktur makanan yang tak baik. Kebiasaan
mengkomsumsi makanan berlemak tinggi, kurang serat dan kurang berolah
raga merupakan sebab utama yang mempertinggi persentase timbulnya
tumor di saluran pencernaan.
Jenis Tumor Ovarium
1. Tumor Epitelial
Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium.
Pada umumnya jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak,
karsinoma adalah tumor ganas dari epitelial ovarium (EOCs : Epitelial
Ovarium Carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering

(85-

90%) dan penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium.


Gambaran

tumor

epitelial

yang

secara

mikroskopis

tidak

jelas

teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor bordeline atau


tumor yang berpotensi ganas (LMP tumor: Low Malignat Potential).

Beberapa gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa


serous, mucous, endometrioid dan sel jernih).
2. Tumor Germinal
Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau
telur, umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi
ganas, bentuk keganasan sel germinal terutama adalah teratoma,
dysgerminoma dan tumor sinus endodermal. Insiden keganasan tumor
germinal terjadi pada usia muda kadang di bawah usia 20 tahun, sebelum
era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium
germinal stadium dini hanya mencapai 10-19% sekarang ini 90% pasien
kanker ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat
dipertahankan.
3. Tumor Stromal
Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium
yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron, jenis tumor ini
jarang ditemukan, bentuk yang didapat berupa tumor theca dan tumor sel
sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat keganasan yang rendah.

Ovarium adalah salah satu organ sistem reproduksi wanita, sistem


reproduksi terdiri dari ovarium, tuba fallopi, uterus dan vagina. Kedua ovarium
terletak di kedua sisi uterus dalam rongga pelvis dengan panjang sekitar
1,5 2 inchi dan lebar < 1 inchi, ovarium akan mengecil setelah menopause.
5

Ovarium memiliki dua fungsi yaitu:


1. Menyimpan ovum (telur) yang dilepaskan satu setiap bulan, ovum akan
melalui tuba fallopi tempat fertilisasi dengan adanya sperma kemudian
memasuki uterus, jika terjadi proses pembuahan (fertilisasi) ovum akan
melekat (implantasi) dalam uterus dan berkembang menjadi janin (fetus),
ovum yang tidak mengalami proses fertilisasi akan dikeluarkan dan
terjadinya menstruasi dalam waktu 14 hari setelah ovulasi.
2. Memproduksi hormon estrogen dan progesteron, kedua hormon ini
berperan terhadap pertumbuhan jaringan payudara, gambaran spesifik
wanita dan mengatur siklus menstruasi.
Tumor jinak ovarium adalah bentuk padat atau kista yang dapat
tumbuh secara alami. Tumor ovarium biasanya asimtomatis sampai mereka
besar yang dapat menyebabkan tekanan pada pelvic, ini merupakan deteksi
dini dari keganasan.
II.2

Etiologi
Sampai sekarang penyebab dari tumor ovarium belum ditemukan

secara pasti, tetapi beberapa pendapat para ahli menyebutkan bahwa


individu yang mempunyai riwayat heriditor mengidap tumor prosentasenya
lebih tinggi dari pada yang tidak mempunyai riwayat tumor.
Penyebab terbentuknya tumor berkaitan dengan 3 faktor utama, yaitu
genetik

(keturunan),

karsinogenik

(onkogen)

dan

co-karsinogen

(co-onkogen). Faktor genetik atau keturunan menyebutkan bahwa beberapa


orang membawa bakat (berupa gen) untuk tumor tertentu. Tentunya bakat
saja tidak akan menjelma menjadi tumor di kemudian hari jika tidak ada faktor
pemicu lainnya. Faktor pemicu lainnya itu karsinogen dan co-karsinogen.
Yang termasuk karsinogen antara lain senyawa kimia (seperti asbes,
pengawet dan pewarna makanan), faktor fisika (seperti radiasi rontgen
berlebih, sinar matahari berlebih), hormonal (seperti peranan estrogen pada
kanker payudara, testosterone pada kanker prostate), dan virus (seperti virus
HPV sebagai biang keladi utama kanker leher rahim). Sedangkan
co-karsinogen adalah usia tertentu (umumnya kejadian tumor seiring dengan
pertambahan usia), pola hidup yang salah, merokok, alkohol, pola makan
kurang sehat, adanya iritasi yang berulang-ulang. Faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tumor, di samping faktor predisposisi genetik,
adalah estrogen, progesteron dan human growth hormone.
1. Estrogen
Tumor ovarium dijumpai setelah menarke.
Seringkali terdapat pertumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan

dan terapi estrogen eksogen.


Mioma uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan

ovarium
Adanya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen
seperti endometriosis (50%), perubahan fibrosistik dari payudara
(14,8%), adenomyosis (16,5%) dan hiperplasia endometrium (9,3%).

Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium

dan wanita dengan sterilitas.


17B hidroxydesidrogenase: enzim ini mengubah estradiol (sebuah
strogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). Aktivitas enzim ini
berkurang pada jaringan miomatous,yang juga mempunyai jumlah

reseptor estrogen yang lebih banyak daripada miometrium normal.


2. Progesteron
Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Progesteron
menghabat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu mengaktifkan
17B hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen
pada tumor
3. Hormon Pertumbuhan
Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi
hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu
HPL, terlihat pada periode ini, memberi kesan bahwa pertumbuhan
yang cepat dari leiomioma selama kehamilan mungkin merupakan
hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan Estrogen.
Gejala yang timbul merupakan asosiasi dari penekanan meliputi
konstipasi, sering kencing,terasa penuh diperut dan terasa berat nyeri pada
saat defekasi dan dispareunia (nyeri waktu koitus). Nyeri akut biasanya
terjadi pada saat menstruasi, perutnya membesar dan pakaiannya tidak
muat/cukup. Umumnya mereka hamil, gejala akhir meliputi distensi
abdominal dengan dyspnea, edoma perifer dan anorexia. Nyeri pelvis muncul
sebagai gejala lanjut, jika tumor ovari tumbuh secara cepat dan jika tumor
8

memproduksi hormon akan mempengaruhi menstruasi menjadi irreguler dan


efek maskulin atau feminin.
II.3 Kategori dan Terapi Penyakit Neoplasma Ovarium
II.3.1 Patofisiologi
Terdapat beberapa sifat yang membedakan antara tumor jinak dan
ganas ;
1. Pertumbuhannya
Tumor ganas tumbuhnya relative lebih cepat karna memang
lebih aktif dan agresif,akibatnya jika dipermukaan tubuh akan
tampak tumor membesar dengan cepat dan seringkali di
puncaknya disertai dengan luka atau pembusukan yang tidak
kunjung sembuh. Luka menahun ini diakibatkan suplai nutrisi
kepada sel-sel tumor tidak mampu mengimbangi lagi sel-sel yang
jumlah sangat cepat berlipat ganda, akibatnya sel-sel yang berada
diujung tidak mendapat nutrisi dan mati. Jadi hati-hati jika memiliki
luka yang kotor dan tidak kunjung sembuh dengan pengobatan
bahkan bertambah luas.
2. Perluasannya
Tumor jinak tumbuh secara ekspansif atau mendesak,tetapi
tidak merusak struktur jaringan sekitarnya yang normal.hal ini
dikarenakan tumor jinak memiliki kapsul yang membatasi antara
bagian sel-sel normal. Sebaliknya pada tumor ganas yang memang
tak berkapsul,tumor ini tumbuhnya infiltratif atau menyusup
sembari merusak jaringan disekitarnya. Pertumbuhan semacam ini

pertama kali ditemukan oleh Hippocrates (Bapak ilmu kedokteran)


dan beliau menamakan sebagai cancer (Bahasa Latin Dari
Kepiting) karena menurutnya proses infiltratif seperti demikian
menyerupai bentuk capit kepiting. Akibat proses infiltratif tersebut,
maka jaringan disekitar tumor ganas sering kali rusak, dan jika
jaringan yang infiltrasi itu berupa pembulu darah maka tumor jenis
ini dapat menimbulkan gejala pendarahan. Contohnya, Pada
kanker paru salah satu gejalanya adalah batuk darah.
3. Metastatis
Metastatis merupakan anak sebar, artinya kemampuan
suatu jaringan tumor untuk lepas dari induknya dan menempel
serta mampu hidup dan berkembang lebih lanjut pada jaringan
tubuh lain yang letaknya jauh dari jaringan tumor induk. Misalnya
kanker payudara dapat bermetasis hingga ke paru-paru dan
menyebabkan gangguan proses pernapasan. Jalur metastatis bisa
melalui aliran darah, aliran limfe maupun proses terlepas/terjatuh
langsung menempel pada tempat tertentu. Metastatis hanya terjadi
pada tumor ganas. Tumor jinak tidak pernah bermetastatis. Oleh
karena metastatis inilah maka tumor ganas pada kai misalnya
dapat berakibat fatal terhadap penderitanya.
4. Gambaran selular
Tumor ganas di bawah mikroskop akan tampak sekumpulan
sel-sel

yang

seringkali

tidak

menyerupai

jaringan

normal
10

semestinya, bahkan sel-sel ganas bisa memberi gambaran yang


sama sekali tidak menyerupai sel apapun dalam tubuh manusia
(tidak berdiferensiasi/anaplasi). Sedangkan tumor jinak umumnya
diferensiasinya baik, artinya gambaran sel-selnya masih serupa
sel-sel normal asalnya namun aktivitas pembelahannya saja yang
lebih

aktif.

Jadi

dapat

disimpulkan

bahwa

semakin

anaplastik/berdiferensiasi semakin buruk suatu tumor maka tumor


itu pastilah semakin ganas.
5. Kekambuhan
Tumor jinak umumnya dengan di operasi secara tepat jarang
untuk kambuh lagi. Tumor ganas memiliki kekambuhan lebih tinggi
dikarenakan proses pembedahannya sulit untuk benar-benar
tuntas dikarenakan memang jaringan abnormal ini tidak berkapsul
sehingga sulit untuk dibedakan dan dipisahkan dari jarigan normal
sekitarnya yang sudah diinfiltrasi. Selain itu tumor ganas tahap
lanjut umumnya penyebarannya sudah lebih luas bahkan sudah
bermetasasis jauh sehingga operasi adalah tidak mungkin
menyembuhkan lagi karena sel-sel ganas sudah ada hampir di
setiap bagian tubuh.
II.3.2 Pencegahan
Pencegahan terhadap jenis penyakit satu ini seringkali sulit
karena memang penyebab pastinya belum diketahui. Terdapat
11

beberapa keganasan yang sudah memiliki anjuran pencegahan yang


sudah diterima umum antara lain menghindari merokok (untuk
mencegah kanker leher rahim, paru, mulut), hindari hubungan seksual
usia terlalu dini dan gonta-ganti seksual serta imunisasi HPV (untuk
mencegah kanker leher rahim), hindari alcohol (untuk mencegah
kanker lambung, kerongkongan, hati) dan lainnya.
Tetapi yang cukup penting bagi jenis penyakit tumor selain
pencegahan adalah deteksi dini atau tes skrining. Penelitian akan tes
skrining serta cara-cara deteksi dini semakin berkembang kea rah
yang cukup menjanjikan. Terdapat beberapa cara dalam mengenali
tumor, juga terdapat prosedur-prosedur yang bertahap dilakukan oleh
dokter guna mendiagnosa penyakit ini. Keluhan subjektif yang
disampaikan pasien seringkali tidak banyak menolong karena memang
umumnya gejala tidak spesifik.
Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah membiasakan
diri hidup sehat, diet sehat, melakukan pemeriksaan fisik atau
kunjungan ke dokter setiap tahun, dan prevensi denganobat-obatan
seperti kontrasepsi oral dapat menurunkan resiko penyakit ini.
Menjaga kebersihan vagina, basuhlah bagian luar vagina
dengan air hangat bersih. Hindari pemakaian produk-produk seperti

12

cairan pembersih vagina (douching) atau bedak. Ingat, douching akan


membuat pH vagina menjadi tidak seimbang dan mematikan bakteri
komensal (bakteri yang hidup dalam vagina) yang merupakan
penjaga vagina.
Pemeriksaan kesehatan vagina. Setiap perempuan dianjurkan
melakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari perkembangan selsel kanker. Karena perkembangan penyakit ini berjalan secara
bertahap dan membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga bila tidak
dideteksi dari awal, virus ini dapat berkembang terus tanpa mampu
untuk dicegah lagi.
II.3.3 Terapi Medikasi / Pengobatan
Setiap tumor (benjolan abnormal) harus dioperasi. Operasi
dilakukan dengan mengangkat seluruh tumor atau sebagian tumor
untuk kemudian diperiksa ke laboratorium patologi anatomi untuk
mengetahui jenis tumor yang ada, apakah jinak atau ganas.
Jika setelah operasi hasilnya jinak, terapi selesai. Jika hasilnya
ganas, tergantung stadiumnya. Pengobatan dapat operable atau non
operable. Non operable dilakukan dengan pemberian obat sitostatika,
radioterapi.

13

Pengobatan tumor ada berbagai macam, secara umum


merupakan kombinasi antara operasi, radiasi dan kimia (kemoterapi).
Tumor jinak jika mengganggu dan memungkinkan biasanya dioperasi
dan diangkat. Dan selanjutnya kekambuhan jarang terjadi. Tumor jinak
memerlukan terapi radiasi maupun kemoterapi. Berbeda dengan tumor
jinak, hanya kanker stadium sangat awal saja yang dapat diterapi
dengan operasi semata.
Jadi, satu-satunya pengobatan untuk neoplasma dari ovarium
adalah operasi. Jenis dan luasnya operasi tergantung pada jenis usia
wanita dan perlu atau tidaknya wanita hamil lagi, sebaliknya isi kista
segera dibuka, sebelum perut ditutup kembali.
II.3.4 Diagnosis / Pemeriksaan Penunjang
Diagnosis kista ovarium ditegakkan melalui pemeriksaan
dengan ultrasonografi atau USG (abdomen atau transvaginal),
kolposkopi screening, dan pemeriksaan darah (tumor marker atau
petanda tumor).
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. Untuk
memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan sebagai berikut:

Anamnesis dan pemeriksaan fisik pelvic


Radiologi: USG transvaginal, CT scan, MRI

14

Tes darah khusus: CA-125 (Penansa kanker ovarium epithelial),

LDH, HCG, dan AFP (penanda tumor sel germinal).


Lapoaroskopi
Laparotomi
Pemeriksaan untuk menegtahui perluasan kanker ovarium
Pielografi intravena (ginjal, ureter dan vesika urinaria),
sistoskopi dan sigmoidoskopi.
Foto rontgen dada dan tulang
Scan KGB (Kelenjar Getah Bening)
Scan traktus urinarius

II.3.5 Komplikasi Neoplasma Ovarium


a. Torsi
Faktor yang menyebabkan torsi bermacam-macam, yang penting
adalah faktor-faktor dari tumor sendiri, gerakan yang sekonyangkonyang dan gerakan peristaltik dari usus.
b. Ruptur
Hal ini jarang terjadi tetapi dapat terjadi secara spontan atau oleh
trauma. Pada kedua-duanya disertai gejala sakit, eneg dan
muntah-muntah.
c. Superasi
Lebih sering dikenal radang, mungkin karena isinya yang
merangsang atau mungkin pula berat tumornya yang dapat
mengganggu peredaran darah, gejala-gejalanya seperti pada
peradangan biasanya, yaitu: sakit, nyeri tekanan, perut tegang,
demam dan leukositosis, yang kalau dibiarkan bias terjadi
peritonitis.
d. Perubahan keganasan

15

Dari suatu tumor benigna dapat terjadi keganasan lebih kecil


dibandingkan

dengan

jenis

serosum.

Biasanya

bila

terjadi

keganasan, berupa Ca. epidermoid, kadang-kadang berbentuk


sarcoma.

DAFTAR PUSTAKA

16