Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PENILAIAN DAN KINERJA

KARYAWAN

Di SusunOleh:
Syifa Hayyu Fauzal

B.131.13.0373

Diana Ambarwati

B.131.13.0384

BernadoMuda

B.131.13.0402

Devi Finsa W

B.131.13.0403

Saiful Septiawan

B.131.13.0591

Fakultas Ekonomi
UNIVERSITAS SEMARANG
2016

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya khususnya bagi penulis yang telah menyelesaikan makalah
Penilaian Kinerja Karyawan. Dalam menulis makalah, alhamdulillah
penulis tidak mendapatkan kendala - kendala, sehingga penyelesaiannya
dapat dikerjakan dengan baik.
Selain itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen
sebagai pembimbing, orang tua dan semua orang yang terlibat yang telah
memberikan

dorongan

dan

motivasi

sehingga

makalah

ini

dapat

terselesaikan.
Disini penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan
makalah ini terdapat hal hal yang tidak sesuai dengan harapan, maka
penulis dengan senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari
pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga apa yang diharapkan penulis dapat dicapai dengan sempurna.
Amin.

Penulis,

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ 2
DAFTAR ISI......................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 4
A. Latar Belakang.......................................................................................... 4
B. Pokok Bahasan.......................................................................................... 4
C. Tujuan......................................................................................................... 4

BAB II LANDASAN TEORI................................................................................5


BAB III PEMBAHASAN..................................................................................... 6
A. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN........................................6
B. TUJUAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN.................................................6
C. MANFAAT PENILAIAN KINERJA KARYAWAN..............................................7
D. PRINSIP PENILAIAN....................................................................................7
E. UNSUR PENILAIAN..................................................................................... 8
F. CONTOH KASUS......................................................................................... 9

BAB IV PENUTUP............................................................................................ 15
KESIMPULAN...................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 16

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada era modern ini persaingan terjadi di berbagai sektor, salah
satunya poda bidang kinerja karyawan. Pada saat ini sangat banyak
SDM yang di cetak oleh sekolah sekolah maupun instansi perguruan
tinggi.

Hal

ini

membuat

persaingan

semakin

ketat

bagi

para

karyawannya karena setiap atasan akan selalu menuntut lebih dari


biasanya dengan alasan untuk peningkatan.
Dalam hal tersebut seorang kepala selalu ingin mendapatkan hal
yang maksimal dari karyawannya oleh karena itu para kepala selalu
melakukan penilaian terhadap kinerja karyawannya. Hal ini dilakukan
untuk dapat meningkatkan mutu atau kinerja karyawan tersebut atau
setidaknya tetap stabil kinerjanya.
Oleh karena itu dalam suatu perusahaan atau instansi sangat perlu
untuk melakukan penilaian kinerja terhadap karyawan guna menjaga
standar mutu suatu perusahaan. Karena pentingana hal ini penulis
bermaksud untuk membuat makalah tentang PENILAIAN KINERJA
KARYAWAN.

B. Pokok Bahasan
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian penilaian kierja


Tujuan penilaian kinerja karyawan
Manfaat Penilaian kinerja karyawan
Prinsip penilaian kinerja karyawan
Unsur Penilaian Kinerja Karyawan

C. Tujuan
Berdasarkan makalah yang di susun, bertujuan untuk mengetahui
serta

memahami

bahwa

pentingnya

perusahaan

mengadakan

penilaian kinerja karyawan, agar bermanfaat bagi penulis dan


pembaca.
SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

BAB II
LANDASAN TEORI

Penilaian Kinerja (performance appraisal), pada dasarnya merupakan


proses yang digunakan organisasi untuk mengevaluasi job performance.
Jika dikerjakan dengan benar, hal ini akan memberikan manfaat yang
penting bagipegawai yang dinilai, penilai, dan departemen kepegawaian,
serta organisasi. Setiap atasan dalam suatu departemen harus menilai
kinerja pegawai yang berada dibawahnya untuk mendapatkan suatu
gambaran hasil kerja nyata pegawai sehingga dari hasil penilaian kinerja,
dapat ditentukan pembinaan, tindakan administratif dan keputusankeputusan yang akan diambil berikutnya. Penilaian kinerja tersebut adalah
sebagai penilaian hasil kerja nyata dengan standar kualitas maupun
kuantitas

yang

dihasilkan

oleh

setiap

karyawan.

Penilaian

kinerja

karyawan mutlak harus dilakukan untuk mengetahui prestasi yang dapat


dicapai setiap karyawan. Apakah prestasi yang dicapai setiap pegawai
baik, sedang, kurang.
Penilaian prestasi penting bagi setiap pegawai dan berguna bagi
organisasi

untuk

mengambil

keputusan

dan

menetapkan

tindakan

kebijaksanaan selanjutnya. Menurut Soeprihanto (1988:7): Penilaian


Kinerja adalah sistem yang digunakan untuk menilai dan mengetahui
apakah seorang karyawan telah melaksanakan pekerjaannya masingmasing secara keseluruhan. Pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan
bukan hanya dilihat atau dinilai hasil fisiknya tetapi meliputi berbagai hal,
seperti

kemampuan

kerja,

disiplin,

hubungan

kerja,

prakarsa,

kepemimpinan dan hal-hal khusus sesuai dengan bidang dan level


pekerjaan yang dijabatinya. Menurut Menurut Hasibuan (2000:87) :
Penilaian kinerja adalah kegiatan manajer untuk mengevaluasi perilaku
prestasi kerja pegawai serta menetapkan kebijaksanaan selanjutnya.
Evaluasi

atau

penilaian

perilaku

meliputi

penilaian

kesetiaan,

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

kejujuran,kepemimpinan, kerjasama, loyalitas, dedikasi, dan partsipasi


pegawai.

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

BAB III
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN


Kinerja adalah suatu prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam
melaksanakan tugas atau pekerjaannya, sesuai dengan standar
kriteria yang ditetapkan dalab pekerjaan itu. Prestasi yang dicapai ini
akan

menghasilkan

suatu

kepuasan

kerja

yang

nantinya

akan

berpengaruh pada tingkat imbalan.


Dengan demikian Penilaian Kinerja (performance appraisal), pada
dasarnya

merupakan

proses

yang

digunakan

organisasi

untuk

mengevaluasi job performance. Jika dikerjakan dengan benar, hal ini


akan memberikan manfaat yang penting bagipegawai yang dinilai,
penilai, dan departemen kepegawaian, serta organisasi. Setiap atasan
dalam suatu departemen harus menilai kinerja pegawai yang berada
dibawahnya untuk mendapatkan suatu gambaran hasil kerja nyata
pegawai sehingga dari hasil penilaian kinerja, dapat ditentukan
pembinaan, tindakan administratif dan keputusan-keputusan yang
akan diambil berikutnya.

B. TUJUAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN


Tujuan Penilaian Kinerja secara umum adalah untuk:
1. Meninjau ulang kinerja masa lalu
Meninjau ulang kinerja ini bermaksud untuk melihat kinerja
karyawan

apalah

sudah

sesuai

dengan

posisi

dan

tujuan

penambahan karyawan tersebut.


2. Memeriksa kemampuan individu karyawan
Memeriksa kemampuan karyawan ini bermaksud untuk melihat
perkembangan atau potensi lain yang ada dalam seorang
karyawan untuk perbaikan mutu organisasi perusahaan.
3. Menyusun target masa depan

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian kinerja karyawan ini dapat membantu perusahaan atau


organisasi untuk dapat merancang jalan masa depan atau
memprediksi arah perusahaan untuk kedepannya.
4. Membantu manajemen
Dengan melakukan penilaian kinerja karyawan maka perusahaan
mengetahui potensi dan dapat memaksimalkan kemampuan
seorang karyawan yang dimiliki dalam memilih, menempatkan,
promosi, memindahkan dan meningkatkan kualitas karyawan.
C. MANFAAT PENILAIAN KINERJA KARYAWAN
1. Penilaian yang objektif terhadap
pimpinan mmemerlukan penilaian yang objektif terhadap kinerja
karyawan pada masa lalu untuk membuat keputusan dibidang
sumber daya manusia di masa yang akan datang
2. Alat bantu karyawan
pimpinan memerlukan alat untuk membantu karyawannya dalam
memperbaiki kinerja, merencanakan pekerjaan, mengembangkan
kemampuan dan keterampilan untuk mengembangkan karier dan
memperkuat kualitas hubungan antara pimpinan dan karyawan
3. Keputusan administratif
keputusan untuk menentukan gaji, promosi, mempertahankan atau
memberhentikan

karyawan,

pengakuan

kinerja

individual,

pemutusan hubungan kerja, dan mengidentifikasi yang buruk


4. Alat menjaga tingkat kinerja
sebagai contoh dengan mendeteksi penurunan kinerja sebelum
menjadi serius dan mengambil langkah-langkah korektif
5. Untuk pengembangan
pengembangan yang meliputi identifikasi kebutuhan pelatihan
karyawan secar individu, umpan balik kinerja, menentukan transfer
dan penugasan, identifikasi kekuatan dan kelemahan individu

D. PRINSIP PENILAIAN
1. Fungsi Penilaian Kinerja
Mengadakan evaluasi atau menilai prestasi kerja karyawannya.
Fungsi diadakannya penilaian kinerja kinerja disetiap organisasi
antara lain adalah sebagai berikut :
a. Sebagai dasar untuk menentukan keputusan penggajian

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

b. Sebagai dasar umpan balik atas kinerja yang dilakukan


seseorang atau kelompok
c. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan yang
dinilai
d. Sebagai dasar pertimbangan untuk keputusan promosi
e. Sebagai dasar pertimbangan untuk keputusan mutasi dan
pemberhentian
f. Sebagai dasar pertimbangan untuk keputusan training dan
pengembangan
g. Sebagai dasar pertimbangan untuk keputusan penghargaan
(reward)
h. Sebagai alat untuk memotivasi dan meningkatkan kinerja
2. Proses Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja adalah merupakan suatu proses yang
berkesinambungan dan bukan merupakan produk akhir atau
produk sesaat. Penilaian kinerja tidak hanya dilakukan sesaat pada
akhir periode penilaian saja, karena untuk menjaga obyektifitas
penilaian, kegiatan penilaian kinerja hendaknya dilakukan setiap
waktu. Atasan hendaknya dapat memberikan penilaian pada setiap
tahapan penyelesaian kegiatan. Penilaian setiap waktu juga
bermanfaat

untuk

memberikan

feedbackatau

masukan

pada

bawahan tentang kinerjanya yang kurang baik, sehingga untuk


waktu berikutnya , bawahan dapat memperbailki kinerja.
E. UNSUR PENILAIAN
1. Tanggung jawab
Tanggung
jawab

adalah

kesanggupan

seorang

pegawai

menyelasaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan


sebaik - baiknya dan tepat waktunya serta berani mengambil
resiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang
dilakukannya.

Penilai

menilai

kesediaan

pegawai

dalam

mempertanggung jawabkan kebijaksanaannya pekerjaan, dan hasil


kerjanya, sarana dan prasarana yang dipergunakan. serta perilaku
kerjanya.
2. Kerjasama
Kerjasama adalah kemampuan seseorang pegawai untuk bekerja
bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu
SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

10

tugas yang telah ditentukan, sehingga mencapai daya guna dan


hasil guna yang sebesar - besarnya.
3. Kejujuran
Penilai menilai kejujuran dalam melaksanakan tugas - tugasnya
memenuhi perjanjian baik bagi dirinya sendiri maupun terhadap
orang lain

seperti kepada para bawahannya Kejujuran adalah

ketulusan hati seorang pegawai dalam melaksanakan tugas dan


kemapuan

untuk

tidak

menyalahgunakan

wewenang

yang

diberikan kepadanya
4. Ketaatan/Kedisiplinan
Ketaatan adalah kesanggupan seorang pegawai untuk menaati
segala peraturan perundang - undangan yang berlaku, menaati
perintah kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berwenang,
serta

kesanggupan

untuk

tidak

melanggar

ditentukan
5. Prestasi KerjaPrestasi Kerja
hasil kerja yang dicapai oleh

seorang

larangan

pegawai

yang

dalam

melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Pada umumnya,


prestasi kerja seorang pegawai dipengaruhi oleh kecakapan,
ketrampilan,

pengalaman,

dan

kesungguhan

pegawai

yang

bersangkutan dalam melaksanakan pekerjaannya.Penilai menilai


hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dapat dihasilkan
pegawai tersebut dari uraian pekerjaannya

F. CONTOH KASUS
Perusahaan di PT Unilever
Masalah yang ditemukan
Dalam rangka meningkatkan

produktifitas

perusahaan

dan

memuaskan pelanggan, maka kinerja karyawan perlu mendapat


perhatian dari masyarakat, pemerintah maupun swasta. Adanya
persaingan global dalam kebebasan perdagangan membuat sebagian
besar perusahaan harus ikut berjuang untuk tetap dapat melakukan
operasional

perusahaannya

atau

bahkan

untuk

mendapatkan

keuntungan yang besar. Tentu saja hal ini juga memerlukan bantuan
SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

11

dan

dukungan

yang

besar

dari

para

karyawannya

karena

bagaimanapun juga karyawan perusahaanlah yang merupakan aspek


pokok dalam pelaksanaan sebuah perusahaan.
Unilever (dan juga perusahaan perusahaan lainnya di Indonesia)
masih belum memiliki penilaian kinerja yang terintegrasi. Yang ada
baru performance apprasial saja. Sistem performance management
yang baik seharusnya memiliki performance planning, coaching, saat
proses berlangsung, serta performance review. Kondisi tersebut sulit
dicapai di Indonesia karena budaya di negeri ini kurang akrab dan
adanya aspek kesetaraan atasan bawahan. Padahal, performance
management yang terintegratif dapat berlangsung di luar negeri
karena adanya aspek kesetaraan antara atasan dan bawahan,
sehingga mereka dapat berinteraksi dalam menentukan target yang
harus dicapai. Di Unilever, aspek tawar menawar target baru berlaku
di level direktur. Belum berlaku untuk kepala departemen ke bawah.
Jadi, performance planning yang efektif memang belum berjalan.
Dengan adanya suatu hasil observasi ini yang dapat mengevaluasi
kinerja karyawan tersebut, diharapkan perusahaan, khususnya PT
unilever ini dapat mengantisipasi dan mengadakan pencegahan
terhadap beberapa factor tersebut sehingga dapat menanggulangi
kinerja buruk yang dapat terjadi pada karyawan mereka sewaktuwaktu. Hal ini diterapkan guna mendapatkan hasil pecapaian produksi
perusahaan yang maksimal tanpa mengabaikan kepentingan para
karyawannya.
Solusi pemecahan masalah
Jumlah karyawan yang bekerja di PT Unilever Indonesia secara
keseluruhan pada tanggal 31 Desember 2013 ini adalah mencapai
6.719 karyawan. Hal ini naik dari tahun 2012 yang berjumlah 6.447
karyawan[3]. Hal ini tentu saja bukan jumlah yang sedikit dalam
ukuran sebuah perusahaan. Jumlah karyawan yang banyak ini tentu
saja membutuhkan perhatian ekstra dari perusahaan Unilever tersebut
dalam mengembangkan dan melatih para SDMnya.
Di Unilever, kesempatan untuk memperoleh posisi yang lebih baik
dengan gaji yang lebih baik akan sangat tergantung pada performa
SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

12

kerja masing masing karyawan. Unilever memiliki sistem reward


yang sangat fair. Ini bercermin dari sistem reward yang diberikan
kepada orang orang yang memberikan kontribusi terbaiknya bagi
perusahaan. Sementara orang yang underperformed (low-performer)
akan memperoleh reward yang juga rendah. Sistem ini membuat
setiap manajer di Unilever berusaha memberikan performa terbaiknya
untuk mencapai target perusahaan.
Proses performance management di Unilever berawal dari rapat
Senior Group Directors (SGD). Dalam rapat ini dibahas proyeksi kinerja
selama setahun ke depan, ditambah key performance indicator (KPI)nya. Hasilnya akan dibawa ke perusahaan masing masing, yang
selanjutnya diturunkan lagi ke kepala divisi, selanjutnya ke kepala dan
terakhir ke manajer. Kepada para kepala divisi ini, kepala departemen
dan manajer akan diberikan individual performance plan yang harus
dicapai plus KPI-nya. Tak hanya diberi target, karyawan juga rutin
diberi coaching dan konseling antara atasan dan bawahan. Setelah
memasuki masa penilaian, karyawan bersangkutan bisa menyanggah
hasil penilaian atasan jika dirasa tidak sesuai. Semua hal tersebut
memiliki form yang lengkap dan tersusun rapi.
Rekrutmen merupakan perjalanan awal karier. Setelah calon
pemimpin (Future Leaders) di Unilever ini direkrut, maka akan
menjalani Unilever Development Program. Keberanian Unilever untuk
menetapkan entry salary yang tinggi juga membuat Unilever dipilih
dalam hal sistem remunerasi. Sistem remunerasi perusahaan ini juga
dinilai sangat atraktif dan kompetitif, dan mampu memacu karyawan
untuk maju dan berkembang.
Untuk pengembangan profesionalisme, Unilever memiliki learning
programme yang komprehensif serta terus memupuk learning culture
di perusahaan yang mendorong orang untuk dapat belajar berbagai
hal di setiap kesempatan, baik melalui sesi-sesi resmi maupun tidak
resmi

dimana

karyawan

dapat

saling

sharing

pengetahuan,

pengalaman, kisah sukses maupun kegagalan untuk pembelajaran


rekan-rekannya.

Untuk

mendorong

work-life

balance,

Unilever

menyediakan berbagai sarana seperti fasilitas gym, klub olahraga


SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

13

untuk karyawan, nursery room, daycare centre menjelang Lebaran,


aktivitas rohani dan social, dan lain-lain.
Dengan
mendorong
karyawan
mengembangkan

diri

serta

untuk

mempertahankan

terus

menerus

work-life

balance,

perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan SDM-SDM


yang

handal

dan

berkualitas,

yang

berperan

utama

dalam

pengembangan bisnis. Setiap tahun manajemen Unilever Indonesia


menargetkan pertumbuhan bisnis di Indonesia, yang disesuaikan
dengan target yang ingin dicapai oleh Unilever secara global.
Dalam mengatasi permasalahan SDM dalam bidang pelatihan ini
perusahaan unilever secara umum telah menyiapkan modul training
yang

berjumlah

2.188

modul

yang

telah

dinaikan

dari

tahun

sebelumnya yang berjumlah 2.046 buah modul. Selain itu dari segi
peningkatan jumlah pelatih internal juga naik dari 1.416 pelatih
menjadi 1.575 pelatih. Dan peningkatan jumlah aktivitas training
mencapai 12,705 training[4].
Program pelatihan tersebut meliputi program pelatihan general
skills, leadership skills, professional skills, dan sharing session[5]. Dari
masing-masing program pelatihan tersebut masih memuat beberapa
program didalamnya secara mendetail dan khusus untuk membimbing
dan melatih para karyawan untuk dapat mengembangkan keahlian
dan untuk menyemangati para karyawan agar lebih termotivasi
kembali

didalam

melakukan

pekerjaannya.

Perusahaan

ini

juga

menggunakan lebih banyak media yang bersifat interaktif seperti


Facebook, Twitter, dan Safety Portal di intranet Unilever Indonesia
guna menjalin dialog dua-arah tentang berbagai masalah berkaitan
dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini dilakukan oleh PT
unilever guna menjaga keselamatan dan kesehatan para karyawannya
yang dianggap paling penting.
General skills atau keahlian umum ini meliputi berbagai pelatihan
keahlian

secara

umum

yang

diajarkan

kepada

para

karyawan

perusahaan PT. Unilever. Selain itu general skill ini juga digunakan
untuk melatih danmemberikan training kepada seluruh karyawan

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

14

perusahaan PT unilever Indonesia dalam mempraktekan keahlian


umum mereka yang berkaitan dengan pekerjaan di perusahaan ini.
Leadership skills atau yang sering disebut-sebut sebagai keahlian
atau kemampuan kepemimpinan. Keahlian ini juga diajarkan dan
dilatih oleh perusahaan PT unilever kepada para karyawannya agar
memiliki tanggung jawab dan sikap sebagai seorang pemmpin
sehingga dapat ikut mengarahkan dan mengoperasikan perusahaan
sebagai layaknya pemimpin dalam masing-masing bidang pekerjaan
mereka dalam perusahaan ini tanpa harus menunggu perintah dan
bergantung dengan orang lain.
Professional skills merupakan
menunjukan

kemampuan

kemampuan

profesionalnya

individu

dalam

yang

melaksanakan

tanggung jawab pekerjaannya didalam perusahaan PT unilever.


Perusahaan

memberikan

pelatihan

perusahaan

PT

dapat

unilever

ini

agar

bekerja

seluruh

dan

karyawan

bertindak

secara

professional didalam menjalankan bidang pekerjaannya.


Sharing session merupakan waktu dimana para karyawan akan
dikumpulkan

dan

berbagi

mengenai

keluh

kesah

yang

terjadi

dikalangan pegawai yang berkaitan dengan pekerjaan mereka di


perusahaan. Selain itu, para pemimpin atau psikolog perusahaan juga
dapat memberikan motivasi dan penyemangat mereka pada sesi ini
untuk ikut membangkitkan gairah serta semagat para karyawan dalam
bekerja. Hal ini tentu saja penting untuk dilakukan mengingat
semangat dan motivasi merupakan hal pokok yang menjadi dasar
seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Dengan adanya pelatihan atau training tersebut maka perusahaan
telah ikut serta dalam mengembangkan karir para karyawannya baik
secara langsung maupun tidak langsungmelalui program pelatihan
dan pendidikan tersebut. Hal ini tentu saja akan menambah keahlian
dan dapat membuka kesempatan berkarir yang lebih tinggi bagi para
karyawannya.
perusahaan

Sehingga
yang

hal

ingin

ini

perlu

dilakukan

meningkatkan

mutu

oleh

berbagai

sumber

daya

manusiannya demi kemajuan perusahaan juga.

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

15

Dalam

bidang

atau

masalah

keselamatan

dan

kesehatan,

perusahaan ini memiliki misi tersendiri untuk menjadi perusahaan


dengan tingkat kecelakaan nol. Jadi perusahaan ini tak kenal kompromi
dalam mendukung dan memfasilitasi kesehatan dan karyawan di
seluruh operasional perusahaan dengan cara memupuk budaya
perilaku aman dikalangan karyawan dan mitra usaha. Semakin
berkembangnya perusahaan ini maka resiko kecelakaan kerja juga
akan meningkat. Oleh karena itu, kesadaran akan keselamatan kerja
menjadi semakin penting dalam aktivitas bisnis dalam kegiatan seharihari perusahaan. Selama tiga tahun terakhir, melalui kampanye
keselamatan From zero to Hero perusahaan ini telah meningkatkan
kesadaran karyawan dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun
orang-orang lain di sekitar mereka.
Pada 2013, perusahaan unilever
(Behaviour-Based-Safety),

sebuah

ini

program

meluncurkan
yang

berfokus

BESAFE
untuk

menanamkan perilaku aman/safety behavior dalam diri karyawan. Jadi


pada intinya, program ini, yang mengacu pada program Behavioural
Safety Excellence, yang mengharuskan seluruh karyawan perusahaan
untuk

mengetahui

risiko

pekerjaan

mereka;

dan

untuk

selalu

berperilaku aman untuk menghindari risiko atau bahaya, baik untuk


diri mereka sendiri maupun orang-orang lain di sekitar mereka.
Program BESAFE meliputi pelatihan bagi semua orang mulai dari
pekerja pabrik hingga jajaran Direksi.

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

16

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah bahwa evaluasi kinerja sangatlah penting untuk
dilakukan oleh berbagai perusahaan yang menginginkan peningkatan
yang baik didalam perusahaannya baik dari segi SDM maupun dari segi
bidang-bidang tertentu didalam sebuah perusahaan.
Saran
Dengan melakukan perbaikan struktur SDM mulai dari pelatihan ,
pendidikan, pengembangan karier, jaminan kesehatan dan keselamatan
serta adanya motivasi bagi karyawannya agar dpat bekerja sesuai dengan
prosedur dan tugas nya masing-masing. Perbaikan tersebut terlihat
sangat membantu dan secara signifikan dapat mengatasi problematika
yang dihadapi oleh para karyawan.

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

17

DAFTAR PUSTAKA

file:///H:/Evaluasi%20Kinerja%20Perusahaan%20di%20PT.%20Unilever
%20_%20Tri%20Noviantoro%20_%20LinkedIn.html
file:///H:/Kinerja%20-%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,
%20ensiklopedia%20bebas.html

SEMINAR MSDM | Penilaian Kinerja Karyawan

18

Anda mungkin juga menyukai