Anda di halaman 1dari 2

Teori standarisasi surveilans epidemiologi

Standarisasi mencakup kegiatan penetapan, penerapan dan perumusan standar, dengan


memperhatikan masalah aktual atau yang potensial, menyediakan peluang untuk penggunaan
bersama dan berulang, dan ditujukan untuk mencapai tingkat yang optimum dalam suatu
situasi tertentu. Oleh karena itu Lal Verman (1973) berpendapat bahwa standarisasi perlu
dianggap sebagai suatu disiplin pengetahuan baru. Perkembangan standarisasi terjadi saat
perang dunia ke-II pada periode 1900-1945. Tujuan standarisasi dapat dijabarkan sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Kesesuaian untuk penggunaan tertentu


Mampu tukar
Kompabilitas
Pengendalian keanekaragaman
Meningkatkan pemberdayaan sumber daya
Komunikasi dan pemahaman yang lebih baik
Pelestarian lingkungan
Menjamin kepentingan konsumen dan masyarakat
Mengurangi hambatan perdagangan

Umumnya standarisasi memiliki tiga atribut,


a. Subjek : misalnya rekayasa, pangan, tekstil
b. Aspek : pengujian, analisis, pemberian label atau penandaan.
c. Level : level perorangan, nasional, asosiasi
Beberapa keuntungan dari standarisasi:
1. Orientasi pelanggan
Standarisasi memenuhi persyaratan pelanggan dengan memberikan mutu produk atau
jasa untuk kepuasan pelanggan.
2. Keuntungan pasar
Dapat diterima oleh semua pelanggan di pasar domestik dan internasional.
3. Pengakuan
Akan memberikan pengakuan khusus.
4. Kepercayaan
Menciptakan kepercayaan.
5. Konsistensi mutu
6. Aspek legal
7. Peningkatan produktivitas
8. Terdokumentasi
Sumber : http://ojs.bsn.go.id/index.php/standardisasi
Pertanyaan: