Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

(Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran)

Oleh :
Triana Wulandari
120210102023
Ratna Sari
120210102104
Bayu Angga Dwi Cahyono
120210102109
M. Adyarman Q.

120210102118
Kelompok 4

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

`UNIVERSITAS JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga Negara seperti tertuang dalam
UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 yang
menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk
memperoleh pendidikan. Hal ini bertujuan agar setiap satuan pendidikan yang
diselenggarakan tidak membedakan jenis kelamin, suku, ras, kedudukan sosial dan
tingkat kemampuan ekonomi, serta tidak terkecuali juga para penyandang cacat atau
kelainan fisik.
Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia selalu diupayakan oleh
pemerintah, agar dapat mencetak bangsa yang siap untuk menghadapi masa depan,
namun akan lebih penting jika disertai dengan peningkatan kualitas karakter untuk
mencetak pribadi yang baik, hal ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang
sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Belajar merupakan aktivitas yang didalamnya terjadi perubahan secara
bertahap. Pemahaman mengenai kegiatan belajar diperlukan dalam menentukan
strategi pembelajaran yang paling tepat untuk diterapkan pada peserta didik. Apa
yang menjadi konsep awal sebelum terjun dalam kegiatan belajar mengajar bagi
seorang calon pendidik merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Banyak hal

penting yang harus diketahui dan dipahami oleh seorang guru mengenai apa saja yang
harus diperhatikan dalam proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan uraian diatas, maka diperlukan suatu usaha untuk mempelajari dan
memahami hakikat dan ciri-ciri belajar. Oleh karena itu, penulis menyusun makalah
tentang Hakikat dan Ciri-Ciri Belajar.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini
adalah:
1. Apa definisi dari hakikat belajar ?
2. Apa saja ciri-ciri belajar?
3. Apa tujuan belajar?
1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan makalah
ini adalah:
1. Mengetahui definisi hakikat belajar.
2. Mengetahui ciri-ciri belajar.
3. Mengetahui tujuan belajar.

BAB 2. PEMBAHASAN
Belajar adalah aktifitas mental atau psikis yang terjadi karena adanya interaksi
aktif antara individu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan
dan

menghasilkan

perubahan-perubahan

dalam

pengatahuan,

pemahaman,

ketrampilan, sikap dan kebiasaan yang bersifat relatif tetap dalam aspek-aspek berupa
kognitif, psikomotor dan afektif yang disebabkan oleh pengalaman. Perubahan
tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan atau
dengan kata lain dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.
Belajar dimulai dengan adanya dorongan, semangat, dan upaya yang timbul
dalam diri seseorang sehingga orang itu melakukan kegiatan belajar. Kegiatan belajar
yang dilakukan menyesuaikan dengan tingkah lakunya dalam upaya meningkatkan
kemampuan dirinya. Dalam hal ini, belajar adalah perilaku mengembangkan diri
melalui proses penyesuaian tingkah laku (Majid, 2013:33).
2.1 Hakikat Belajar
2.1.1 Pengertian Belajar
Pada dasarnya, belajar adalah masalah setiap orang. Dengan belajar maka
pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, nilai, sikap, tingkah laku, dan semua
perbuatan manusia terbentuk, disesuaikan dan dikembangkan. Oleh karena itu,
banyak ahli yang mencoba memberikan definisi tentang belajar. Adapun beberapa
ahli yang mencoba mendefinisikan tentang pengertian belajar yaitu :
a

Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang
berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan

perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.


Menurut Ernest R. Hilgard dalam (1984) belajar merupakan proses perbuatan
yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang

keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat


perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula.
Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan
c

akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.


Sedangkan Pengertian Belajar menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of
Learning 1977, mengemukakan bahwa : Learning is a change in human
disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply
ascribable to process of growth atau belajar adalah perubahan yang terjadi dalam
kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya
disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan, bahwa belajar
dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalam diri dan keduanya saling
berinteraksi. Dalam teori psikologi konsep belajar Gagne ini dinamakan

perpaduan antara aliran behaviorisme dan aliran instrumentalisme.


Moh. Surya, definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai

hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.


Ngalim Purwanto, mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif
menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau

pengalaman.
Moh. Surya, mendefinisikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan,
sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan
lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa
pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.

Proses belajar sebagai suatu proses berubahnya bentuk tingkah laku tertentu yang
secara relatif permanen, perubahan tingkah laku tersebut hendaknya bukan
disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik dan juga bukan karena perubahan kondisi
fisik yang temporer sifatnya.
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian belajar, diantaranya :

a. Howard L. Kingsley dalam Dantes (1997) mengemukakan bahwa 'belajar adalah


suatu proses

bukan

produk.

Proses

dimana

sifat

dan

tingkah

laku

ditimbulkan dan diubah melalui praktek dan latihan.


b. Hilgard dalam Nasution (1997:35) mengatakan bahwa belajar adalah proses
melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan yang
dibedakan dari perubahan-perubahan oleh factor-faktor yang tidak termasuk
latihan.
c. Jauhari (2000:75)
memperoleh

mengatakan

perubahan

yang

bahwa

belajar

adalah

proses

secara

sadar,

aktif,

dilakukan

untuk
dinamis,

sistematis, berkesinambungan, integrativ dan tujuan yang jelas.


d. Fontana dalam Khoir (1991) memusatkan belajar dalam tiga hal, yaitu
belajar

adalah

mengubah

tingkah

laku,

perubahan

adalah

hasil

dari

pengalaman, dan perubahan terjadi dalam perilaku individu.


Jadi, pada hakekatnya belajar adalah segala proses atau uasaha yang dilakukan
secara sadar, sengaja, aktif, sistematis dan integritas untuk menciptakan perubahanperubahan dalam dirinya menuju kearah kesempurnaan hidup.
Skinner dalam Syamsudin (2000) berpendapat bahwa proses belajar melibatkan
tiga tahapan yaitu adanya rangsangan, lahirnya perilaku dan adanya penguatan.
Munsterberg dan Taylor dalam Nasution (2000:50) mengadakan penelitian ilmiah
tentang cara-cara belajar yang baik, dari 517 cara belajar yang baik, ada
beberapa point yang sangat penting, diantaranya :
a.
b.
c.
d.
e.

Keadaan jasmani yang sehat


Keadaan sosial dan ekonomi yang stabil
Keadaan mental yang optimis
Menggunakan waktu yang sebaik-baiknya
Membuat catatan
Dalam menuju kesempurnaan hidup, belajar tidak lepas dari keseluruhan aspek

pribadi manusia. Ada beberapa macam-macam aktifitas dalam belajar yang perlu
diperhatikan, yaitu :

a. Menggunakan panca indra untuk mengindra dan mengamati yang merupakan


kegiatan belajar yang paling mendasar dan telah dilakukan sejak awal
b.

kehidupan manusia.
Membaca merupakan kegiatan belajar yang paling penting dan utama

dalam belajar.
c. Mencatat dan menulis point-point penting dari yang telah diamati dan
dibaca sangat diperlukan untuk memperkuat ingatan dan mudah direproduksi
kembali.
d. Mengingat dan menghafal adalah cara mudah untuk menyimpan kesan-kesan
dalam memori.
e. Berfikir dan berimajinasi akan mampu melahirkan banyak karya yang
bermanfaat bagi kehidupan manusia.
f. Bertanya dan berkonsultasi tentang sesuatu yang belum diketahui merupakan
kegiatan belajar yang harus dibiasakan.
g. Latihan dan mempraktekan sesuatu yang telah dipelajari akan mampu
menciptakan perubahan dalam dirinya.
2.2 Ciri-ciri Belajar
Berikut dibawah ini merupakan ciri-ciri belajar :
1

Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat


pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap
(afektif).

Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat
disimpan.

Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan
terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.

Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan,


tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

Dari beberapa ciri-ciri belajar tersebut diatas, kata kunci dari belajar adalah
perubahan perilaku. Dalam hal ini, Moh. Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari
perubahan perilaku, yaitu :
1

Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).


Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari
individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang
bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya
pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat,
dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang
mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa
dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga,
setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah
terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan

keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.


Perubahan yang berkesinambungan.
Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada
dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah
diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang
telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap
dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar
Psikologi Pendidikan tentang Hakekat Belajar. Ketika dia mengikuti
perkuliahan Strategi Belajar Mengajar, maka pengetahuan, sikap dan
keterampilannya tentang Hakekat Belajar akan dilanjutkan dan dapat

dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan Strategi Belajar Mengajar.


Perubahan yang fungsional.
Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa
sekarang maupun masa mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang
psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi

pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku


dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta
4

didiknya kelak ketika dia menjadi guru.


Perubahan yang bersifat positif.
Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah
kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi
Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu
mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku
dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi
Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip prinsip
perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia

kelak menjadi guru.


Perubahan yang bersifat aktif.
Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif
berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh
pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif
melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan,

berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.


Perubahan yang bersifat permanen.
Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap
dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar
mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan

komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.
Perubahan yang bertujuan dan terarah.
Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai,
baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya,
seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam
panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap dan
keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk
kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia
ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai

tentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk


8

mencapai tujuan-tujuan tersebut.


Perubahan perilaku secara keseluruhan.
Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan
semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan
keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang Teori-Teori Belajar,
disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang Teori-Teori Belajar,
dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai TeoriTeori Belajar. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan
Teori-Teori Belajar.
Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), perubahan perilaku yang

merupakan hasil belajar dapat berbentuk :


1

Informasi verbal; yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara
tertulis maupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda,
definisi, dan sebagainya.

Kecakapan intelektual; yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi


dengan

lingkungannya

dengan

menggunakan

simbol-simbol,

misalnya:

penggunaan simbol matematika. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah


kecakapan dalam membedakan (discrimination), memahami konsep konkrit,
konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam
menghadapi pemecahan masalah.
3

Strategi kognitif; kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan


pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran,
strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara cara berfikir
agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada

hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada


proses pemikiran.
4

Sikap; yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih
macam tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan
dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam
menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran,
perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak.

Kecakapan motorik; ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang
dikontrol oleh otot dan fisik.
Sedangkan menurut Bloom, perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil belajar

meliputi perubahan dalam kawasan (domain) kognitif, afektif dan psikomotor, beserta
tingkatan aspek-aspeknya. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia
memiliki keinginan untuk belajar:
1

Adanya dorongan rasa ingin tahu

Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai


tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya.

Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari
atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi
diri.

Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya.

Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri.

Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Untuk mengisi waktu luang

2.3 Tujuan Belajar


Belajar merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang secara
maksimal untuk dapat mengusai atau memperoleh sesuatu. Belajar dapat
didefinisikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan
perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap,
kebiasaan, ilmu pengetahuan keterampilan, dan sebagainya.
Tujuan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi perubahan tingkah laku
dari individu setelah individu tersebut melaksanakan proses belajar. Melalui belajar
diharapkan dapat terjadi perubahan (peningkatan) bukan hanya pada aspek kognitif,
tetapi juga pada aspek lainnya. Selain itu tujuan belajar yang lainnya adalah untuk
memperoleh

hasil

belajar

dan

pengalaman

hidup.

Benyamin

S.

Bloom,

menggolongkan bentuk tingkah laku sebagai tujuan belajar atas tiga ranah, yakni:
1

Ranah kognitif berkaitan dengan perilaku yang berhubungan dengan berpikir,


mengetahui, dan memecahkan masalah. Ranah kognitif menurut Bloom, et.al
(Winkel, 1999; Dimyati & Modjiono, 1994) dibedakan atas 5 tingkatan dari yang
sederhana hingga yang tinggi, yakni:
a. Pengetahuan (knowledge), meliputi kemampuan ingatan tentang hal yang telah
dipelajari dan tersimpan dalam ingatan.
b. Pemahaman (comprehension), meliputi kemampuan menangkap arti dan makna
dari hal yang dipelajari. Ada tiga subkategori dari pemahaman, yakni:
- Translasi, yaitu kemampuan mengubah data yang disajikan dalam suatu
-

bentuk ke dalam bentuk lain.


Interpretasi, yaitu kemampuan merumuskan pandangan baru.
Ekstrapolasi, yaitu kemampuan meramal perluasan trend atau kemampuan

meluaskan trend di luar data yang diberikan.


Penerapan (aplication), meliputi kemampuan menerapkan metode dan kaidah
untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.

c. Analisis (analysis), meliputi kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagianbagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Analisis dapat
pula dibedakan atas tiga jenis, yakni:
- Analisis elemen, yaitu kemampuan mengidentifikasi dan merinci elemen-

elemen dari suatu masalah atau dari suatu bagian besar.


Analisis relasi, yaitu kemampuan mengidentifikasi relasi utama antara

elemen-elemen dalam suatu struktur.


Analisis organisasi, yaitu kemampuan mengenal semua elemen dan relasi dari

struktur kompleks.
d. Sintesis (synthesis), meliputi kemampuan membentuk suatu pola baru dengan
memperhatikan unsur-unsur kecil yang ada atau untuk membentuk struktur atau
sistem baru. Dilihat dari segi produknya, sintesis dapat dibedakan atas:
- Memproduksi komunikasi unik, lisan atau tulisan.
- Mengembangkan rencana atau sejumlah aktivitas.
- Menurunkan sekumpulan relasi-relasi abstrak.
e. Evaluasi (evaluation), meliputi kemampuan membentuk pendapat tentang sesuatu
2

atau beberapa hal dan pertanggungjawabannya berdasarkan kriteria tertentu.


Ranah afektif berkaitan dengan sikap, nilai-nilai, minat, aspirasi dan penyesuaian
perasaan sosial. Ranah efektif menurut Karthwohl dan Bloom (Bloom.,et.al,1971)
terdiri dari 5 jenis perilaku yang diklasifikasikan dari yang sederhana hingga yang

kompleks, yakni:
Penerimaan (reseving) yakni sensitivitas terhadap keberadaan fenomena atau stimuli
tertentu, meliputi kepekaan terhadap hal-hal tertentu, dan kesediaan untuk

memperhatikan hal tersebut.


Pemberian respon (responding) yakni kemampuan memberikan respon secara aktif

terhadap fenomena atau stimuli.


Penilaian atau penentuan sikap (valuing) yakni kemampuan untuk dapat memberikan

penilaian atau pertimbangan terhadap suatu objek atau kejadian tertentu.


Organisasi (organization), yakni konseptualisasi dari nilai-nilai untuk menentukan

keterhubungan diantara nilai-nilai.


Karakterisasi, yakni kemampuan yang mengacu pada karakter dan gaya hidup
seseorang.

Ranah psikomotor mencakup tujuan yang berkaitan dengan keterampilan (skill) yang
bersifat manual dan motorik. Ranah psikomotor menurut Simpson (Winkel,
1999;Fleishman & Quaintance, 1984) dapat diklasifikasikan atas:
a Persepsi (perception), meliputi kemampuan memilah-milah 2 perangsang atau
lebih berdasarkan perbedaan antara ciri-ciri fisik yang khas pada masing-masing
b

perangsang.
Kesiapan melakukan suatu pekerjaan (set), meliputi kemampuan menempatkan

diri dalam keadaan dimana akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan.
Gerakan terbimbing (mechanism), meliputi kemampuan melakukan gerakan

sesuai contoh atau gerak peniruan.


Gerakan terbiasa, meliputi kemampuan melakukan suatu rangkaian gerakan

dengan lancar, karena sudah dilatih sebelumnya.


Gerakan kompleks (complex overt response), meliputi kemampuan untuk
melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari beberapa komponen secara

lancar, tepat, dan efisien.


Penyesuaian pola gerakan (adaptation), meliputi kemampuan mengadakan
perubahan dan penyesuaian pola gerak-gerik dengan persyaratan khusus yang

berlaku.
Kreativitas, meliputi kemampuan melahirkan pola gerak-gerik yang baru atas
dasar prakarsa dan inisiatif sendiri.
Selain beberapa tujuan belajar diatas, terdapat pula tujuan belajar yang lain yaitu :

Belajar adalah suatu usaha. Perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh,


dengan sistemamatis dengan mendayagunakan semua potensi yang dimiliki, baik
fisik ,mental serta dana, panca indera , otak dan anggota tubuh lainnya , demikian

b
c
d

pula aspek-aspek kejiwaan intelegensi, bakat, motivasi, minat dan sebagainya.


Belajar bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri antara lain tingkah laku.
Belajar bertujuan mengubah kebiasaan, dari yang buruk menjadi baik.
Belajar bertujuan untuk mengubah sikap dari negatif menjadi positif, tidak hormat

e
f

menjadi hormat, benci menjadi sayang, dan sebagainya.


Belajar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan atau kecakapan.
Belajar bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu.

Dari uraian diatas dapat diketahui belajar adalah kegiatan manusia yang sangat
penting dan harus dilakukan selama hidup, karena melalui belajar manusia dapat

melakukan perbaikan dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan hidup.


Pengertian belajar yang secara umum disepakati secara luas adalah bahwa pada
dasarnya belajar merujuk pada suatu perubahan.

BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Proses belajar merupakan suatu proses berubahnya bentuk tingkah laku
tertentu yang secara relatif permanen, perubahan tingkah laku tersebut hendaknya
bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan fisik dan juga bukan karena perubahan
kondisi fisik yang temporer sifatnya. Perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil
belajar meliputi perubahan dalam kawasan (domain) kognitif, afektif dan psikomotor,
beserta tingkatan aspek-aspeknya.
Ciri-ciri belajar ditandai dengan perubahan yang disadari dan disengaja
(intensional), perubahan yang berkesinambungan, perubahan yang fungsional,
perubahan yang bersifat positif, perubahan yang bersifat aktif, dan perubahan yang
bertujuan dan terarah.
Tujuan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi perubahan tingkah laku
dari individu setelah individu tersebut melaksanakan proses belajar. Melalui belajar
diharapkan dapat terjadi perubahan (peningkatan) bukan hanya pada aspek kognitif,
tetapi juga pada aspek lainnya. Selain itu tujuan belajar yang lainnya adalah untuk
memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup.

3.2 Saran
Sebagai calon guru sebaiknya kita perlu memahami hakikat belajar dan ciri-ciri
belajar sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar pembelajaran berjalan dengan
baik.

Ali.

DAFTAR PUSTAKA
2014.
Hakikat
Belajar

dan

Pembelajaran.

file.upi.edu/Direktori/ /Hakikat_Belajar_dan_Pembelajaran.pdf /
-

diakses tanggal 26 Februari 2016.


Dedi. 2013. Pengertian pembelajaran Menurut Para Ahli. Menurut
http://dedi26.blogspot.com/2013/04/pengertian-pembelajaran-

menurut-para-ahli.html/ 26 Februari 2016.


Majid, A. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung:

Rosdakarya.
Nailah,Hikmatun. 2012. Hakikat Belajar dan Pembelajaran.

PT Remaja

http://hikmatunnailah.blogspot.com/2012/10/hakikat-belajar-dan-

pembelajaran.html diakses tanggal 27 Februari 2016.


Sinta.
2015.
Pengertian
Belajar
Menurut

Ahli.

http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-

ahli/27Februari 2016. diakses tanggal 26 Februari 2016.


Susanto.
2015.
Tujuan

Belajar.

http://eccozoezanto.blogspot.com/2013/04/tujuan-belajar.html/
-

diakses tanggal 27 Februari 2016.


UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Zahra.
2011.
Pengertian

Pembelajaran.

http://pomizipedagogy.wordpress.com/about/pengertian-pembelajaran/
tanggal 27 Februari 2016.

diakses