Anda di halaman 1dari 18

PEDOMAN

INDIKATOR MUTU/ KINERJA PUSKESMAS

PEMERINTAH KOTA SURABAYA


DINAS KESEHATAN

UPTD. PUSKESMAS GAYUNGAN


Jl. Gayungsari Barat no. 124
Telp. 031 - 8290043

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpentingdari pembangunan
nasional, tujuan diselenggarakannya pembangunankesehatan adalah meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuanhidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatanmasyarakat
yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatanberperan penting dalam meningkatkan mutu
dan daya saing sumberdaya manusia Indonesia.
Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasionaldiselenggarakan berbagai upaya
kesehatan secara menyeluruh,berjenjang dan terpadu. Puskesmas merupakan garda depan
dalampenyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Puskesmas yang merupakanUnit Pelaksana Teknis
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota adalah fasilitaspelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatanmasyarakat dan upaya kesehatan perseorangan Tingkat pertama,dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif untukmencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di
wilayah kerjanya.
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmasadalah tercapainya
Kecamatan Sehat menuju terwujudnya IndonesiaSehat. Kecamatan sehat adalah gambaran
masyarakat kecamatanmasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan,
yaknimasyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat,memiliki kemampuan
untuk menjangkau pelayanan kesehatan yangbermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat
kesehatan yang
setinggi-tingginya
Indikator kecamatan sehat adalah: lingkungan sehat, perilaku sehat,cakupan pelayanan
kesehatan yang bermutu, serta derajat kesehatanpenduduk kecamatan. Untuk mendukung kecamatan
sehat salah satuupaya yang dikembangkan saat ini adalah dengan adanya Desa Siaga,
Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perludikelola dengan baik,
baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupunsumber daya yang digunakan. Masyarakat
menghendaki

pelayanankesehatan

yang

aman

dan

bermutu,

serta

dapat

menjawab

kebutuhanmereka, oleh karena itu upaya peningkatan mutu, manajemen risiko dankeselamatan
pasien perlu diterapkan dalam pengelolaan Puskesmasdalam memberikan pelayanan kesehatan yang
komprehensif kepadamasyarakat melalui upaya pemberdayaan masyarakat dan swasta.
B.Tujuan Pedoman
1. Sebagai pedoman indikator kinerja administrasi dan manajemen Puskesmas
2. Sebagai pedoman indikator kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat
3. Sebagai pedoman indicator kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (Pelayanan Klinis) dan
Keselamatan pasien

C. Sasaran Pedoman
Pedoman ini digunakan di Puskesmas Gayungan dan jaringan pelayanan Puskesmas meliputi:
a. Puskesmas Pembantu,
b. Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan)
D. Ruang Lingkup Pedoman
Pedoman Mutu dan Keselamatan Puskesmas ini meliputi indikator administrasi dan manajemen,
upaya kesehatan masyarakat dan jenis pelayanan, indikator kinerja pelayanan Puskesmas
Jenis pelayanan Puskesmas yang minimal wajib disediakan di Puskesmas meliputi;
a. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas yaitu UKP rawat jalan yang terdiri dari :
1) Poli Umum
2) Pelayanan Poli Umum
3) Pelayanan Poli Gigi
4) Pelayanan Poli KIA/KB
5) Pelayanan Poli Gizi
6) Pelayanan Spesialistik Mata
7) Pelayanan Poli Psikologi
8) Pelayanan Poli MTBS
9) Pelayanan Poli DDTK
10) Pelayanan Poli Lansia
11) Pelayanan Unit Sanitasi
E. Pengertian Mutu
Pengertian mutu beraneka ragam dan di bawah ini ada beberapa pengertian yang secara
sederhana melukiskan apa hakekat mutu :

Mutu adalah tingkat kesempurnaan suatu produk atau jasa.

Mutu adalah expertise, atau keahlian dan keterikatan (commitment) yang selalu dicurahkan
pada pekerjaan

Mutu adalah kegiatan tanpa salah dalam melakukan pekerjaan.


Dimensi mutu atau aspeknya adalah :
1. Keprofesian
2. Efisiensi
3. Keamanan Pasien
4. Kepuasan Pasien
5. Aspek Sosial Budaya
Mutu Terkait dengan Input, Proses, Output dan Outcome.

Pengukuran mutu pelayanan kesehatan dapat diukur dengan menggunakan 4 variabel, yaitu :
1. Input, ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pelayanan kesehatan,
seperti tenaga, dana, obat, fasilitas, peralatan, bahan, teknologi, organisasi, informasi,
dan lain-lain. Pelayanan kesehatan yang bermutu memerlukan dukungan input yang
bermutu pula. Hubungan struktur dengan mutu pelayanan kesehatan adalah dalam
perencanaan dan penggerakan pelaksanaan pelayanan kesehatan.
2. Proses, merupakan aktivitas dalam bekerja, adalah merupakan interaksi profesional
antara pemberi pelayanan dengan konsumen (pasien/masyarakat).

Proses ini

merupakan variabel penilaian mutu yang penting.


3. Output, ialah jumlah pelayanan yang dilakukan oleh unit kerja/rumah sakit.
4. Outcome, ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi pada
konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut.
Banyak pihak yang berkepentingan dengan mutu, yaitu :
1. Konsumen
2. Pembayar / perusahaan/asuransi
3. Manajemen
4. Karyawan
5. Masyarakat
6. Pemerintah
7. Ikatan profesi
Setiap kepentingan yang disebut di atas berbeda sudut pandang dan kepentingannya terhadap
mutu. Karena itu mutu adalah multi dimensional.

BAB II
RUANG LINGKUP UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN
PUSKESMAS
A. Definisi Upaya Mutu di Puskesmas Gayungan
Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dapat diartikan keseluruhan upaya dan
kegiatan

secara

komprehensif

dan integratif

memantau

dan

menilai

mutu

pelayanan

Puskesmasmemecahkan masalah-masalah yang ada dan mencari jalan keluarnya, sehingga mutu
pelayanan Puskesmas ...akan menjadi lebih baik.
Upaya peningkatan mutu pelayanan adalah kegiatan yang bertujuan memberikan asuhan atau
pelayanan sebaik-baiknya kepada pasien. Upaya peningkatan mutu pelayanan Puskesmasakan
sangat berarti dan efektif bilamana upaya peningkatan mutu menjadi tujuan sehari-hari dari setiap
unsur di Puskesmas termasuk Kepala Puskesmas, pelaksana pelayanan langsung dan staf penunjang.
Upaya peningkatan mutu termasuk kegiatan yang melibatkan mutu asuhan atau pelayanan
dengan penggunaan sumber daya secara tepat dan efisien.

Walaupun disadari bahwa mutu

memerlukan biaya, tetapi tidak berarti mutu yang lebih baik selalu memerlukan biaya lebih banyak
atau mutu rendah biayanya lebih sedikit.
Berdasarkan hal di atas maka disusunlah definisi dan tujuan dari upaya peningkatan mutu
pelayanan Puskesmas adalah keseluruhan upaya dan kegiatan yang komprehensif dan integratif
yang menyangkut input, proses dan output secara objektif, sistematik dan berlanjut memantau dan
menilai mutu dan kewajaran pelayanan terhadap pasien, dan memecahkan masalah-masalah yang
terungkapkan sehingga pelayanan yang diberikan di Puskesmas berdaya guna dan berhasil guna.
INDIKATOR MUTU ADMINISTRASI
DAN MANAJEMEN
NO INDIKATOR MUTU
I
PERENCANAAN PUSKESMAS

DEFINISI OPERASIONAL

SANDART

Membuat data pencapaian/cakupan data hasil capaian progam yang 100 % data program
kegiatan

tahun

visualisasikan

lalu

dan

di dibandingkan

dengan

target

puskesmas dan di visualisasikan


sehingga
kesenjangan

akan
capaian

bahan perencanaan

didapatkan
sebagai

Data Hasil identifikasi kebutuhan rangkuman


dan harapan masyarakat

kebutuhan

dan 100 % Semua

harapan masyarakat dikumpulkan program


melalui smd,mmd, minlok linsek melaksanakan
dan

survey

kebutuhan

dan

harapan masyarakat sebagai bahan


Membuat

data

perencanaan
penyakit data yang diambil dari LB 1 12 kali dalam 1 tahun

10

terbanyak setiap bulan

puskesmas

untuk

mengetahui

angka kesakitan tertinggi dan


jenis penyakitnya
Menyusun RUK melalui analisa dan

100 % kegiatan

perumusan

Puskesmas

masalah

berdasarkan

prioritas
Menyusun RPK secara terinci dan
II

100 % kegiatan

lengkap
MINILOKAKARYA
PUSKESMAS
Ketepatan Waktu

Puskesmas

Minilokakarya Ketepatan

Bulanan Rutin

waktu

pelaksanaan

pertemuan

minilokakarya
Ketepatan

Waktu

waktu 100 % tepat waktu

standart
Minilokakarya Ketepatan

tribulan Lintas Sektor

sesuai

dengan

waktu

waktu 100 % tepat waktu

pelaksanaan

pertemuan

minilokakarya

sesuai

dengan

standart
III

MANAJEMEN SDM
Kelengkapan Jumlah SDM sesuai Jumlah
dengan Kebutuhan

SDM

puskesmas
kebutuhan

yang

ada

sesuai
SDM

di 100 % terpenuhi

dengan
dari

hasil

perhitungan Renbut SDMK dan


Standart minimal ketenagaan di
Kelengkapan Arsip Kepegawaian

Puskesmas
seluruh karyawan puskesmas telah 100 % terpenuhi
memiliki arsip kepegawaian yang

Membuat
kepegawaian

daftar

atau

disimpan di Puskesmas
catatan Puskesmas menetapkan
kepegawaian

untuk

data 100 % terpenuhi


seluruh

karyawan yang ada di Puskesmas

Membuat uraian tugas dan tanggung Puskesmas


jawab setiap petugas

menetapkan

tugas 100 % terpenuhi

pokok dan fungsi untuk masing


masing jabatan di Puskesmas
yang telah di atur dalam struktur

Membuat penilaian Kinerja Pegawai

organisasi Puskesmas
Puskesmas Membuat Penilaian 100 % terpenuhi
Kinerja untuk PNS dalam bentuk
penilaian Kinerja Pegawai Untuk
honorer melakukan Kredensialing

Membuat

monitoring

Puskesmas
Orientasi Setiap perubahan struktur dalam 100 % terpenuhi

kepegawaian

puskesmas dan perubahan SDM


kesehatan

Puskesmas

melakukan

kegiatan

wajib
orientasi

karyawan baru di Puskesmas


Tenaga kesehatan Membuat daftar setiap tenaga kesehatan
ijin praktek atau ijin kerja bagi Puskesmas
tenaga kesehatan tertentu

wajib

di

melengkapi

persyaratan perijinan bagi tenaga


kesehatan yang telah ditetapkan
sesuai

dengan

peraturan

perundangan yang berlaku bagi


setiap profesi
IV

MANAJEMEN PENGELOLAAN
BARANG / ASSET
Membuat kartu inventaris

dan

100% ruangan

menempatkan di masing - masing


ruangan
melaksanakan
inventarisasi
Melaksanakan

updating
perawatan

daftar
alat

dilakukan secara
periodik
dilakuakn perawatan

kesehatan dan sarana prasarana

secara berkala sesuai

Melaporkan fungsi dan kondisi alat

dengan jadual
100 % alat

kesehatan, sarana prasarana


Melaporkan seluruh inventarisasi

100 % alat

alat kesehatan dan sarana prasarana


melaksanakan kalibrasi alat lab dan

100 % alat

alat ukur kesehatan


Kelengkapan Sarana dan Prasarana

100 % lengkap

Sesuai dengan standart

Kelengkapan

Peralatan

Sesuai

100 % lengkap

dengan standart
V
A

MANAJEMEN OBAT
Kelengkapan Administrasi

apotik
Penilaian Administrasi Resep

di
100 % lengkap

Kelengkapan Penulisan Resep


- No urut Resep
- Kop Puskesmas
- Nama dokter
- Tanggal penulisan Resep
- Nama Pasien
- Umur
- Resep sudah disimpan selama 3
tahun dengan tertib dan sesuai
2

dengan nomor, tanggal


Buku catatan harian pemakaian obat

100 % lengkap

( Buku lidi)
- Rekap resep/obat sesuai tanggal,no

urut resep,dan nama pasien


- Dijumlah perhari dan perbulan
- Tanggal mutasi terakhir
Buku catatan Penerimaan

&

100 % lengkap

Pemakaian sisa obat apotik sesuai


- ada buku catatan sisa obat apotik

sesuai mutasi terakhir


- Data sudah betul dan akurat
LPLPO Apotik
Kelengkapan LPLPO:
- Tanggal dan bulan LPLPO
- Nama /jenis obat sesuai dengan

100 % lengkap

persediaan di Apotik
- LPLPO Apotik dikirim ke Gudang
Puskesmas

secara

teratur

serta

diarsipkan
- Kelengkapan tanda tangan Dokter
Puskesmas,Pengelola
5

Obat

Puskesmas,Pengelola Apotik
Buku catatan harian :
- Ada buku catatan harian

100 % terpenuhi

pendistribusian dan pemakaian obat


- Pengisian data sudah betul dan
6

akurat
Buku

rekap

jenis

resep

100 % lengkap

Gratis/Bayar/Askes
- Resep gratis
- Resep bayar
- Resep BPJS
Penataan
obat

diruang

peracikan/Apotik
100 % lengkap
1

Etiket/label

pada

tempat

penyimpanan obat lengkap dan tertib


Sistematika
- Obat disimpan dengan sistematika

100 % lengkap

tertentu sesuai dengan abjad


- Sesuai dengan jenis sediaan
- Obat diatur sesuai dengan sistem

FIFO dan FEFO


- Penyimpanan teratrur dan bersih
Persyaratan tempat penyimpanan
- Luas dan volume obat yang

100 % lengkap

disimpan sudah sesuai

- Temperatur ruangan
- Kelembaban tertentu
- Ruangan terkunci
Kelengkapan Sarana di Apotik
- Jumlah Rak,Lemari obat
- Jumlah meja,kursi di Apotik
- Jumlah plastik obat, kertas puyer,

100 % lengkap

etiket
- Jumlah tempat sampah, dan alat
kebersihan.
D
1

Pelayanan obat di Apotik


Pelayanan Resep
- Resep terlayani semua sesuai

100 % lengkap

protap
- selalu membersihkan mortir dan

stamfer setelah meracik obat


- Menulis etiket sesuai ketentuan
Penyerahan Obat
Dengan memberikan informasi
kepada pasien
- Cara pemakaian
- Cara penyimpanan
- Bila tersisa boleh disimpan atau
tidak
- Bila lupa minium obat apa yang
harus dilakukan

100 % lengkap

- Bila terjadi efek samping apa yang


harus dilakukan
- Bila ada perubahan pada obat apa
yang harus dilakukan
- Bila obat habis dan belum sembuh
apa yang harus dilakukan
- Cara penggunaan antibiotik
(penjelasan)
- Cara penggunaan antihistamin
- Bila obat merupakan sirup kering
apa yang harus dilakukan
E

Membuat
administrasi

kelengkapan
kartu

stok

obat

digudang obat
Administrasi Kartu Stok
- Kartu Stock sesuai dengan item

100%

obat
- Pengisian kartu stok selalu dicatat
- Angka yang tercatat dalam kartu
stok benar dan sesuai dengan obat
2

Kerapian dan Kebersihan Kartu Stok


- Disusun dengan rapi
- Disimpan dalam tempat tertentu
- Pengisian data sudah secara cermat
- Selalu bersih
- Tanggal mutasi terakhir
Tersedia
lemari
Narkotika/Psikotropika

100%

100%

tersendiri

dan terkunci
- Pemuktakhiran Pengisian Kartu
Stock Narkotik/Psikotropik
Pemuktakhiran
Laporan

Narkotik/Psikotropik
- Tanggal mutasi terakhir
Membuat
kelengkapan
administrasi LPLPO
- LPLPO Puskesmas dikirim secara
teratur serta diarsipkan dan simpan
dengan baik
- Data obat di Puskesmas sesuai
dengan Laporan di LPLPO
- Angka yang tercatat dalam LPLPO
benar dan sesuai dengan bulan lalu

100%

- LPLPO disimpan dengan rapi,


berurutan dan bersih
H

Menerapkan penataan obat yang

baik di gudang obat


Penataan obat
- Obat yang disimpan

100%
sudah

beretiket secara lengkap


- Obat sudah disimpan secara teratur
dan dalam keadaan bersih
- Obat disimpan dengan sistimatika
tertentu menurut Abjad, FIFO &
FEFO, Bentuk Sediaan
- Obat kadaluwarsa dan rusak
disimpan

secara

terpisah

diserahkan ke GFK Jember dengan


Berita Acara Penyerahan
i

Kelengkapan Sarana di Gudang

100 % terpenuhi

Obat
- Jumlah Rak,Lemari obat
- Jumlah meja,kursi didalam Gudang
Obat
j

Membuat rencana distribusi obat


ke setiap unit pelayanan
- Ada perencanaan distribusi obat ke
unit pelayanan
- Rencana distribusi diisi secara
lengkap dengan data LPLPO pustu

VI

dan apotik
AUDIT INTERNAL
- dilaksanakan pada seluruh bagian
- dilaksanakan secara periodik

VII RAPAT

TINJAUAN

MANAJEMEN
- dilaksanakan secara periodik

100 % terpenuhi

INDIKATOR

MUTU

PERBAIKAN

KINERJA

PROGRAM

UPAYA KESEHATAN

MASYARAKAT - UPTD PUSKESMAS GAYUNGAN SURABAYA


N
O

INDIKATOR CAPAIAN

TARGET

SASARAN

TAHUNAN

Jumlah sasaran
1
2
3

1
2
3

5
6
7
8
9
10
1
2
3

PROMKES
Pengkajian PHBS RT
Rumah tangga sehat (10
indikator)
Intervensi PHBS pada :
a. RT
b. Institusi pendidikan
c. Intutisi Sarkes
d. Tempat-tempat

20 % jumlah KK (14.821)

2964

100%

Jumlah sasaran dikaji

2964

65 %

6x jumlah posyandu (52)


2 x jmlh sekolah (29)
2 x jumlah sarkes

312
58
40

100%
100%
100%

40

100%

16
1
234

100%
100%
20%

9833

85%

2 x jumlah TTU
umum
e. Tempat-tempat kerja 2 x jumlah TTK
f. Pondok pesantren
Total ponpes (1)
Penyuluhan NAPZA
seluruh penyuluhan
KESEHATAN
LINGKUNGAN
Pengawasan SAB
SAB
SAB yang memenuhi syarat
SAB yang di IS
kesehatan
Pembinaan Tempat
TPM
Pengelolaan Makanan
Tempat pengelolaan
makanan yang memenuhi
syarat
Pembinaan sanitasi
perumahan
Jumlah rumah yang

67%
87

TPM yang di IS

Rumah

Rumah yang di IS
memenuhi syarat kesehatan
Pembinaan TTU
TTU
TTU yang memenuhi syarat
TTU yang di IS
kesehatan
Kelurahan ODF
Kelurahan
Jumlah jamban sehat
Jumlah jamban
GIZI
Pemberian kapsul vitamin
balita
A balita 2x pertahun
Pemberian Fe 90 pada
Bumil
bumil
Balita gizi buruk mendapat Balita gizi buruk

95%

75%

9776

90%
85%

78

90%
85%

100%
80%

2325

80%

673

85%
100%

4
5
6
7
8
9

perawatan
Pemberian PMT balita gizi
buruk
Balita BGM
Pemberian MP-ASI anak
usia 6-24 bulan
Konsumsi garam yodium
N/D
D/S
KIA-KB
Jumlah K1
Jumlah K4
Persalinan oleh tenaga
kesehatan
Deteksi bumil risti oleh
kader/masyarakat
Deteksi bumil risti oleh
tenakes
Pelayanan nifas sesuai
standar
KN1
Penanganan neonatal
risti/komplikasi
Kunjungan bayi paripurna
Pelayanan kesehatan anak
balita
Pelayanan kesehatan anak
pra sekolah
Peserta KB aktif

Balita gizi buruk


Balita yg ditimbang (D)

100%
2471

usia 6-24 bulan BGM

2,5%
100%

Jumlah disurvey

2144

100%
80%
100%

Ibu hamil
Ibu hamil

673
673

97%
87%

Ibu hamil

673

94%

Ibu hamil

673

10%

Ibu hamil

673

20%

Ibu nifas

643

80%

bayi

608

94%

Neo risti

91

97%

Bayi

608

95%

Balita

2325

80%

Apras

1210

95%

PUS

9146

82%

232

2%
100%

P2 (PEMBERANTASAN
PENYAKIT)
Penemuan penderita AFP
Penanganan penderita AFP
Penemuan penderita
pneumonia balita
Penemuan penderita diare
Penanganan penderita diare
Penemuan suspek TB
(pasien diperiksa sputum)
Penemuan pasien baru
BTA positif
Angka keberhasilan
pengobatan pasien baru
BTA positif

10% balita
Kasus pneumonia
(423/1000 jumlah
penduduk)
Kasus diare
1070/100.000 jml pddk
Jumlah suspek

BTA pos diobati

100%
19035

10%
100%

481
Jumlah
suspek
Juml BTA
pos

70%
15%

90%

< 50

Penemuan penderita DBD

Jumlah kasus DBD

Penanganan kasus DBD


ABJ
Imunisasi HB 0-7 hari
Imunisasi BCG
Imunisasi DPT/HB 1
Imunisasi DPT /HB 3
Imunisasi campak bayi
Imunisasi DT kelas 1
Imunisasi campak kelas 1
Imunisasi DT kelas 1
Imunisasi Td kelas 2-3
Imunisasi TT WUS

bayi
bayi
bayi
bayi
bayi
Kelas 1 SD
Kelas 1 SD
Kelas 1 SD
Kelas 2-3 SD
WUS

608
608
608
608
608
965
965
965
2081
10756

kasus/100.000
100%
95%
91%
91%
91%
91%
91%
95%
95%
95%
95%
95%

Murid kelas 1

965

100%

Total remaja

2764

87%

98

100%

5056

10%

11

100%

10084

78%

Jumlah posyandu

50

35%

Jumlah TK

27

100%

Jumlah SD/MI

15

100%

Jumlah SD/MI

15

100%

ARU (ANAK, REMAJA


dan USILA)
Penjaringan kesehatan
siswa SD dan setingkat
Cakupan pelayanan
kesehatan remaja
Pembinaan kesehatan di
sekolah
Jumlah kader yang dilatih
kesehatannya
Posyandu lansia dibina
Pelayanan kesehatan pada
pralansia dan lansia

7 x Jumlah sekolah (14)


Jumlah seluruh siswa
Jumlah posyandu
Jumlah lansia

UPAYA KESEHATAN
GIGI
Pembinaan kesehatan gigi
di posyandu
Pembinaan kesehatan gigi
di TK
Sikat gigi massal di SD/MI
Perawatan kesehatan gigi di
SD/MI
Murid SD yang mendapat
perawatan paripurna
Bumil yang mendapat
perawatan kesehatan gigi

Murid kelas 3 s/d 5


Bumil K1

60%

40%

INDIKATOR KLINIS (SASARAN MUTU)


No.

Jenis Pelayanan

POLI UMUM

2.

POLI GIGI

3.

POLI KIA

4.

POLI MATA

5.

UNIT OBAT

6.
7.
8.

GIZI

KLINIK SANITASI
UNIT
PENDAFTARAN

9.

LABORATORIUM

10

PSIKOLOGI

Indikator
Pemakaian antibiotik pada kasus ISPA
menurun
Pengisian informed consent oleh pasien
pada tindakan pencabutan gigi permanen
Pasien KB baru dapat dilayani di poli
KIA/KB
Adanya 85 pasien spesialis mata yang
datang setiap bulan
Waktu pelayanan resep racikan/puyer
maksimal 10 menit
Kunjungan Pojok Gizi meningkat (60%
dari kunjungan pasien PTM)
Kunjungan Klinik Sanitasi meningkat
(2% dari jumlah kunjungan pasien)
Waktu pelayanan pendaftaran pasien
baru tidak lebih dari 3 menit
Angka keberhasilan dalam pengambilan
darah vena pasien dewasa
Adanya 30 pasien yang konsultasi ke
Poli Psikologi tiap bulan

Target
100%
100%
100%
100%
100%
100%
80%
100%
100%
100%

1) Indikator Keselamatan Pasien ( Patient Safety)


Tujuan indikator keselamatan pasien adalah:
1. Tidak terjadinya salah identifikasi pasien
2. Tidak terjadinya kesalahan pemberian obat
3. Tidak terjadinya kesalahan prosedur klinis
4. Tidak terjadi infeksi akibat pemberian pelayanan
5. Tidak terjadinya pasien jatuh
6. Dilakukannya kebiasaan cuci tangan ( hand hygiene)
N
o
1

Indikator

Judul Indikator

Standar

Keselamatan
Identifikasi pasien dengan Persentase pasien rawat inap baru yang memakai 100%
benar

gelang identitas sesuai standar


Kepatuhan pelaksanaan prosedur Site Marking 100%
sebelum tindakan operasi untuk menghindari salah
sisi, salah pasien dan salah prosedur pembedahan
Kepatuhan penerapan komunikasi dengan metode 100%
READ BACK pada saat pelaporan pasien dan
penerimaan pesan secara verbal melalui telepon.

Keamanan pemberian obat Kepatuhan pemberian label obat high alert oleh 100%
yang perlu kewaspadaan farmasi.

tinggi
Pencegahan

Prosedur klinis
Pencegahan
Pengendalian

Kesalahan Prosentase kesalahan prosedur klinis

dan Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam 100%


infeksi melakukan kebersihan tangan dengan metode

akibat pelayanan
enam langkah dan lima momen
Mencegah risiko pasien Tidak ada kejadian pasien jatuh selama perawatan 100%
jatuh

100%

rawat inap di puskesmas


Tidak ada kejadian pasien jatuh yang berakibat 100%

Kebiasaan cuci tangan

kecacatan/kematian
Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam 100%
melakukan kebersihan tangan dengan metode
enam langkah dan lima momen

a. Kepala Puskesmas menyediakan teknologi dan penunjang lainnya untuk


perbaikan kualitas dan program keselamatan pasien.
Implementasi : Tersedianya teknologi dan penunjang lainnya untuk perbaikan mutu
dan program keselamatan pasien.
b. Perbaikan mutu dan program keselamatan pasien terkoordinasi dan program
informasi dikomunikasikan ke staf. Implementasi: Bagian Administrasi Tim Mutu
dan Manajemen Risiko membuat agenda rapat rutin dan bukti hasil rapat menyangkut
perbaikan mutu dan keselamatan pasien, yang disosialisasikan kepada seluruh staff.
Agenda rapat mutu dan patient safety dilakukan tiap 3 bulan.
c. Staf di training untuk berpartisipasi dalam program. Implementasi : Bagian
Diklat membuat program training yang konsisten untuk staff sesuai dengan tugas
mereka dalam peningkatan mutu (Pelatihan analisa dan validasi data pemantauan
mutu) dan program Patient Safety

2. Kepala Puskesmas merancang sistem dan proses, baik yang baru maupun hasil
modifikasi berdasarkan prinsip prinsip perbaikan mutu
Kepala Puskesmas menentukan 5 area prioritas pemantauan pelayanan medis,
Penyusunan juknis dan design monitoring serta evaluasinya. Lima area pemantauan
meliputi : UGD, Pendaftaran, Laboratorium, Obat, Rawat Inap
3. Kepala Puskesmas mengidentifikasi ukuran penting dalam struktur, proses dan hasil
kerjanya untuk digunakan dalam rencana perbaikan mutu dan keselamatan pasien

Implementasi : Ketua Tim Mutu dan Manajemen Risiko menyusun kerangka acuan dan
program keja Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.
4. Individu dengan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang tepat bertugas
mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematis.
Implementasi : Ketua Tim Mutu menyusun SOP tentang Validasi data. ( Lihat SOP Validasi
Data )
5. Kepala Puskesmas menggunakan proses audit internal untuk melakukan validasi data.
6. Puskesmas menggunakan proses yang telah ditetapkan untuk mengidentifikasi dan
mengelola kejadian
7. Data dianalisis ketika muncul tren atau variasi yang tidak diinginkan dari data itu.
Implementasi: TKP melakukan RCA setiap kasus , melaporkan dan mensosialisasikan hasil
analisa kepada seluruh staf.
1

Semua kejadian serius akibat efek samping obat, Insiden serius akibat efek Obat
jika sesuai dan sebagaimana yang didefinisikan samping obat

oleh rumah sakit, dianalisis


Semua kesalahan obat yang signifikan, jika Kesalahan Dispensing Obat Obat
sesuai dan sebagaimana yang didefinisikan oleh oleh Farmasi
rumah sakit, dianalisis
8. menggunakan proses yang telah ditetapkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
kegagalan.
Implementasi: TKP menetapkan definisi near miss, mengumpulkan data kejadian near miss,
mengevaluasi kejadian near miss dan mensosialisasikan hasil evaluasi kepada seluruh staff
untuk mencegah terjadinya.
9. Perbaikan mutu dan keselamatan dicapai dan berkelanjutan.
10. Kegiatan perbaikan dan keselamatan dilakukan pada area prioritas yang telah diindentifikasi
oleh Kepala Puskesmas
Implementasi : Ka Tim Mutu dan Ka TKP menyusun dan mendokumentasikan program
dengan metode PDCA.
11. Suatu program manajemen risiko yang berkelanjutan digunakan untuk mengidentifikasi dan
mengurangi KTD dan risiko keselamatan pasien lainnya dan staf.
Implementasi: Ketua Tim Manajemen Risiko menyusun kerangka kerja, melaksanakan dan
mendokumentasikan proses prioritas risiko untuk dilaporkan kepada pimpinan untuk diambil
tindakan perbaikan design ulang proses berisiko tinggi berdasarkan analisis ( Health Failure
Mode Effect Analysis / HFMEA).

BAB III
PENUTUP

Demikian pedoman indikator mutuPuskesmas Gayungan Surabaya 2015 ini dapat diselesaikan
, untuk dapat dijadikan acuan kinerja dari Puskesmas Gayungan Surabaya agar kedepan menjadi
lebih baik dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pada masyarakat.
Semoga pedoman ini dapat bermanfaat dan dijadikan acuan dalam rangka perbaikan mutu
pelayanan Puskesmas, serta semoga kendala-kendala yang ditemukan saat ini dapat dilakukan
monitoring dan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya. Untuk perbaikan laporan ini kami harapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca.

Anda mungkin juga menyukai