Anda di halaman 1dari 5

HEMATOLOGI

(LAJU ENDAP DARAH)

Oleh :
PUTU RINA WIDHIASIH
(P07134014002)
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2014/2015

LAJU ENDAP DARAH (LED)

I.

TUJUAN
a. Tujuan Instruksional Umum
1. Mahasiswa dapat mengetahui cara penetapan Laju Endap Darah pada darah probandus.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara penetapan Laju Endap Darah pada darah probandus.
b. Tujuan Instruksional Khusus
1. Mahasiswa dapat melakukan cara penetapan Laju Endap Darah pada darah probandus.
2. Mahasiswa dapat mengetahui kecepatan pengendapan eritrosit dalam mm/jam.
3. Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil penetapan Laju Endap Darah pada darah
probandus.

II. METODE
Westergreen dan Wintrobe.
III.

PRINSIP
Spesimen darah dengan antikoagulan yang telah dicampur dengan baik dituangkan ke
dalam tabung Westergreen dan diletakkan pada rak Westergreenatau dituangkan dalam
tabung Wintrobe dan ditunggu selama 1 jam itu adalah LED nya.

IV.

DASAR TEORI
Penentuan laju endap darah (ESR) adalah uji hematologi yang berguna
untuk mengetahui respon inflamasi akut atau kronis dari pasien. Penentuan
laju endap darah adalah uji spesifik yang merupakan salah satu metode
yang telah digunakan hampir satu abad dilaboratorium. Penentuan laju
endap darah (ESR) pertama kali ditemukan oleh seorang Dokter Polandia
Edmund Faustyn pada tahun 1897. Kemudian dilanjutkan oleh Robert Sanno
Fhrus pada tahun 1918 juga melaporankan metode pengukuran laju
endap darah. Dan penemu terakhir adalah Alf Vilhelm Albertsson
Westergren pada tahun 1921 yang kemudian nama akhirnya digunakan
sebagai nama dari metode itu, yaitu metode westergren . Metode
Westergren ESR sangat sederhana dan murah sehingga dapat dengan cepat
dapat diterima bahkan digunakan di seluruh dunia. PLoS One. 2015

Peningkatan nilai pengendapan eritrosit menunjukkan


peradangan atau adanya tumor. Namun, penurunan
pengendapan eritrosit juga dapat terjadi misalnya, pada
penderita polisitemia vera. Meskipun hormon sitokinin
merupakan hal yang utama dalam mendeteksi inflamasi, nilai
dari kecepatan pengendapan eritrosit memiliki peranan penting

dalam diagnosis dan tindak lanjut dari rheumatoid arthritis dan


arthritis temporal, penyakit sel sabit, dan osteomyelitis, serta
dalam kondisi peradangan seperti stroke, penyakit arteri koroner,
dan kanker. (Josef Yayan, 2012)
Kecepatan pengendapan sel darah merah dipengaruhi oleh perbedaan
kepadatan antara sel-sel darah merah dan plasma. Selain itu, faktor penting
yang mempengaruhi kecepatan pengendapan sel darah merah adalah
eritrosit agregasi atau pembentukan rouleaux. Terdapat juga Faktor-faktor
lainnya yang memiliki pengaruh yaitu jumlah/konsentrasi sel darah merah
dalam plasma, dan faktor eritrosit seperti permukaan, ukuran, bentuk, sifat
deformasi dan kepadatan dari eritrosit. Tiga tahap pengendapan eritrosit
yaitu :

Pertama adalah eritrosit membentuk susunan rouleaux (gumpalan sel-sel


darah merah akibat dari gaya tarik permukaan antar selnya) dalam waktu
10 menit
Kedua, adalah pengendapan, dimana eritrosit mulai mengendap dan
sudah terbentuknya rouleaux dalam waktu 40 menit
Pemadatan sel dalam waktu 10 menit (J Clin Med Res. 2010)

Dalam metode Westergren, sampel darah vena dicampuran dengan


natrium sitrat (4:1) dan dimasukkan dalam tabung Westergren yang memiliki
skala 200 mm. Tabung diletakkan dalam rak Westergren tetap pada posisi
vertikal dengan suhu kamar selama 1 jam. Setelah 1 jam, lakukan
pembacaan tinggi lapisan plasma dengan menggunakan miniskus bawah
dalam mm/jam. PLoS One. 2015

V. ALAT dan BAHAN


a. Alat
Pipet Westergreen
Tabungan reaksi 10 ml
Rak Westergreen
Push ball
b. Bahan
Darah vena dengan antikoagulan EDTA
NaCl 0,85%
VI.

CARA KERJA
a. Menurut Wetergreen
1. Isaplah dalam semprit (spuit inject) 0,4 ml larutan natrium sitrat 3,8%
2. Lakukan puncti vena dengan seprit itu dan isaplah 1,6 ml darah sehingga
mendapat 2 ml campuran.

3. Masukkan campuran itu kedalam tabung dan campurlah baik-baik.


4. Isaplah darah itu kedalam westergreen sampai garis tanda 0 mm kemudian biarkan
pipet itu dalam sikap tegak lurus dalam rak westergreen selama 60 menit.
5. Bacalah tigginya lapisan plasma dengan millimeter dan laporkan angka itu
sebagai LED.
b. NILAI RUJUKAN
Di laboratorium cara untuk memeriksa Laju Endap Darah (LED) yang sering
digunakan

adalah cara Wintrobe dan cara Westergreen. Pada cara Wintrobe

nilai rujukan untuk wanita 020 mm/jam dan untuk pria 010 mm/jam, sedang
pada cara Westergreen nilai rujukan untuk wanita 0 15 mm/jam dan untuk
pria 010 mm/jam.
Metode Westergreen
Jenis Kelamin

Nilai Normal LED

Wanita

0 15 mm/jam

Pria

0 10 mm/jam

Metode Wintrobe
Jenis Kelamin

Nilai Normal LED

Wanita

0 20 mm/jam

Pria

0 10 mm/jam

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) adalah pemeriksaan sederhana


yang telah dilakukan semenjak zaman Yunani kuno (Norderson, 2004). Pemeriksaan
LED pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Polandia bernama Edmund Biernacki
pada tahun 1897. Metode pemeriksaan LED pertama kali dikemukakan oleh Fahraeus
dan Westergren pada tahun 1921, yang secara cepat telah menyebar ke seluruh penjuru
dunia sebagai pemeriksaan skrining umum penyakit-penyakit akut dan kronis.
Pemeriksaan Laju Endap Darah termasuk dalam pemeriksaan hematologi pada
pemeriksaan darah rutin. Pemeriksaan Laju Endap Darah sangat penting untuk

membantu diagnosis, khususnya untuk mengelompokkan penyakit yang bersifat kronis


ataupun akut (Kresno, 1989).
Laju Endap Darah adalah kecepatan mengendapnya eritrosit dalam sampel darah
yang diperiksa dengan suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm/jam. Laju Endap
Darah menggambarkan keadaan plasma dan perbandingan antara eritrosit dengan
plasma.
Prinsip dasar pemeriksaan LED adalah pengendapan, yaitu proses pengendapan
partikel padat ke dasar tabung dalam suatu cairan darah. Sampel darah yang telah diberi
antikoagulan, bila dibiarkan pada suhu ruang 20-25C, dalam suatu tabung yang
diletakkan tegak pada raknya, maka sel-sel eritrosit akan mengendap ke dasar tabung
a.

secara perlahan-lahan dan terpisah dari plasma (Estridge et al, 2000).


Metode Westergreen & Wintrobe
Pemeriksaan Laju Endap Darah merupakan pemeriksaan hematologi sederhana.
Pemeriksaan Laju Endap Darah ada dua metode yaitu metode Westergren dan Wintrobe,
akan tetapi metode Westergren lebih umum digunakan sesuai yang direkomendasikan
oleh The International Commite For Standarisation In Hematology (ICSH) (Martin,
1998).
Metode Westergren mensyaratkan menggunakan tabung khusus yang disebut
tabung Westergren, tabung berskala yang terbuat dari kaca atau polysterene. Penggunaan
tabung ini dengan cara darah dimasukan kedalam tabung sampai tanda 0 kemudian
ditempatkan pada rak khusus dengan posisi vertikal atau tegak lurus. Pembacaan hasil
Laju Endap Darah dilakukan dengan melihat tinggi kolom plasma pada batas miniskus
yang dinyatakan dalam mm/jam, selama 1 - 2 jam.
Pemeriksaan Laju Endap Darah metode Westergren mempunyai beberapa
kelebihan, antara lain memiliki skala tabung yang panjang sehingga memungkinkan
untuk menghitung skala pembacaan yang besar. Seiring dengan meningkatnya jumlah
pemeriksaan, maka waktu yang diperlukan akan semakin banyak, padahal waktu yang
diperlukan untuk tes Laju Endap Darah sampai 2 jam.

b. Fase-fase Laju Endap Darah


c. Faktor-faktor yang mempengaruhi Laju Endap Darah