Anda di halaman 1dari 7

Jaringan Ikat (Materi Lengkap SMA XI)

Jaring
an ikat adalah jaringan yang berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan yang lain.
Jaringan ini merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh serta memiliki
susunan sel yang jarang dan tersebar dalam suatu matriks ekstraseluler. Jaringan ikat disebut
juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang.
Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm. Mesoderm adalah
lapisan tengah embrio. Selain untuk mengikat dan menyokong jaringan, jaringan ikat berfungsi
untuk melindungi organ-organ tubuh, membentuk tubuh, menyimpan energi, dan menyusun
sistem sirkulasi darah.
Direktori > Pendidikan > SMA Kelas XI IPA > Biologi > Jaringan Hewan > Jaringan Ikat

1. Penyusun Jaringan Ikat


Jaringan ikat tersusun dari matriks dan sel-sel jaringan ikat. Matriks berfungsi sebagai tempat
melekatnya sesuatu. Sedangkan sel-sel jaringan ikat memiliki berbagai fungsi.

1.1. Matriks
Matriks adalah materi dasar untuk melekatkan sesuatu. Matriks tersusun oleh serabut dan
bahan dasar (cairan ekstraseluler). Berikut adalah serat dan bahan dasar matriks:

1.
Serat kolagen. Serat kolagen terbuat dari kolagen. Sifatnya tidak elastis, sangat kuat,
dan mudah robek jika ditarik mengikuti panjangnya. Serat ini terdapat di tendon yang berfungsi
untuk menghubungkan otot dan tulang. Selain di tendon, serat kolagen juga ditemukan di tulang
dan kulit. Penyusun utama serat kolagen adalah protein kolagen yang merupakan 25% dari
total seluruh protein di dalam tubuh.
2.
Serat elastis. Serat elastis memiliki sifat yang sangat elastis dan tingkat kelenturannya
tinggi. Wujudnya berupa untaian panjang dan berwarna kuning. Sifatnya mirip karet. Serat
elastis terdapat di pembuluh darah, ligamen, dan selaput tulang rawan pada laring. Serat elastin
tersusun atas elastin yang terdiri dari mukopolisakarida dan protein serta dikelilingi oleh
glikoprotein yang disebut fibrillin.
3.
Serat retikuler. Serat ini sangat tipis dan bercabang. Serat retikuler tersusun oleh
kolagen dan dilanjutkan oleh serabut-serabut kolagen. Serat ini memiliki elastisitas yang
rendah. Perbedaan serat retikuler dengan serat kolagen adalah serat retikuler lebih tipis
daripada serat kolagen dan dilapisi oleh glikoprotein. Fungsi serat retikuler adalah untuk
menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan yang lain. Serat ini terdapat di hati, limpa, dan
kelenjar limfe.
4.
Bahan dasar. Bahan dasar matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam
hialuronat. Matriks akan bersifat lentur jika asam hialuronatnya tinggi (contoh di sendi) dan akan
bersifat kaku jika mukopolisakaridanya tinggi (contoh di tulang punggung). Fungsi lain dari
asam hialuronat adalah sebagai pengikat air, pelumas, dan peredam benturan. Komponen
utama mukopolisakarida adalah sulfat terutama kondroitin sulfat.

1.2. Sel-Sel Jaringan Ikat


Selain matriks, jaringan ikat juga tersusun oleh sel-sel jaringan ikat. Sel-sel ini memiliki berbagai
macam fungsi sesuai dengan masing-masing jenis selnya. Berikut adalah macam-macam sel
jaringan ikat:
1.
Fibroblas. Fibroblas adalah sel yang berbentuk serat dan berfungsi untuk
mensekresikan protein.
2.
Makrofag. Makrofag adalah sel yang bentuknya tidak teratur dan berfungsi untuk
pinositosis dan fagositosis. Pinositosis adalah proses meminum partikel-partikel kecil
biasanya berupa zat-zat buanganyang berupa cairan. Sedangkan fagositosis adalah proses
memakan sel-sel mati dan bakteri.
3.
Sel tiang. Sel tiang adalah sel yang berfungsi sebagai penghasil heparin dan histamin.
Heparin berfungsi untuk mencegah pembekuan darah. Sedangkan histamin berfungsi untuk
meningkatkan permeabilitas kapiler darah.
4.
Sel lemak. Sel lemak berfungsi untuk menyimpan lemak. Sel-sel lemak membentuk
jaringan lemak (adiposa).
5.
Sel plasma. Sel plasma memiliki bentuk yang tidak teratur dan berfungsi untuk melawan
patogen. Sel ini kebanyakan ditemukan pada saluran pencernaan dan pernapasan.

2. Jenis-Jenis Jaringan Ikat


Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan ikat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu
jaringan ikat longgar, jaringan adiposa, jaringan ikat padat, jaringan tulang rawan, jaringan
tulang, jaringan darah, dan jaringan limfe.

2.1. Jaringan Ikat Longgar


Jaringan ikat longgar jaringan yang sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas
matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastin. Matriknya berupa cairan lendir
(mukus). Di jaringan ini terdapat makrofag, sel plasma, sel tiang, dan sel lemak. Fungsi jaringan
ikat longgar adalah untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah, dan saraf.

2.2. Jaringan Ikat Padat


Jaringan ikat padat disusun oleh sel-sel fibroblas dan terdapat banyak serat kolagen yang
tersusun padat dan teratur. Serabut kolagen bersifat fleksibel tetapi tidak elastis. Fungsi
jaringan ikat padat adalah untuk menghubungkan antara organ satu dengan organ yang lain.
Jaringan ikat padat terdapat pada tendon dan ligamen. Tendon berfungsi sebagai penghubung
antara tulang dengan otot sedangkan ligamen berfungsi sebagai penghubung tulang dengan
tulang lainnya. Selain itu, jaringan ikat padat juga terdapat pada pembungkus tulang dan
lapisan dermis pada kulit.

2.3. Jaringan Tulang Rawan


Tulang rawan pada anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim. Sedangkan
pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang mengandung
banyak kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Jaringan tulang rawan (kartilago)
terdiri dari tiga macam yaitu hialin, fibrosa, dan elastis.
1.
Tulang rawan hialin adalah tulang rawan yang mengandung kondroblas dan kolagen.
Warnanya putih kebiruan dan transparan. Tulang rawan hialin merupakan bagian terbesar dari
kerangka embrio dan terdapat di laring, trakea, dan tulang dada. Fungsinya adalah untuk
memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, dan membantu pergerakan. Tulang rawan
hialin merupakan tulang rawan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh.
2.
Tulang rawan elastis adalah tulang rawan yang strukturnya lebih lentur. Terdapat serat
elastin berwarna kuning dan perikondrium. Fungsi utama tulang rawan elastis adalah sebagai
pemberi fleksibilitas dan penyokong. Tulang ini terdapat pada embrio, laring, daun telinga,
epiglotis, dan bagian luar telinga.
3.
Tulang rawan fibrosa adalah tulang rawan yang lebih kokoh dan fleksibel. Jaringan ini
berfungsi untuk memberikan proteksi dan penyokong. Warnanya gelap dan keruh. Tulang
rawan fibrosa merupakan tulang rawan yang paling kuat. Tulang rawan fibrosa terdapat pada
tulang belakang dan tendon.

2.4. Jaringan Tulang


Tulang adalah penyokong tubuh paling utama bagi sebagian besar hewan. Sel tulang disebut
osteosit yang dibentuk oleh osteoblas. Osteoblas saling terhubung dengan kanalikuli. Matriks
osteoblas mengandung kalsium fosfat yang mengakibatkan matriks mengeras. Tulang dapat
dibagi menjadi dua macam yaitu tulang padat (tidak memiliki rongga seperti tulang pipa) dan
tulang spons (memiliki rongga seperti tulang pendek).

2.5. Jaringan Lemak

Jaringan lemak (adiposa) adalah jaringan yang berfungsi untuk menyimpan lemak yang
merupakan cadangan makanan dan penghangat tubuh. Jaringan lemak bersifat longgar dan
selnya berbentuk bulat dengan membran sel yang tipis. Jaringan ini terdapat di seluruh bagian
tubuh.

2.6. Jaringan Darah


Jaringan darah adalah jaringan ikat yang istimewa karena wujudnya berupa cairan. Jaringan
darah termasuk jaringan ikat karena memiliki salah satu kriteria jaringan ikat yaitu memiliki
matriks ekstraseluler yang berupa cairan yaitu plasma darah. Fungsi jaringan darah yaitu untuk
membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, sisa-sisa hasil metabolisme, serta mencegah
infeksi. Jaringan darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih),
trombosit (keping darah), dan plasma darah.

2.7. Jaringan Limfe


Jaringan limfe (getah bening) berfungsi untuk kekebalan tubuh serta mengangkut cairan
jaringan, protein, lemak, garam mineral, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh
darah. Jaringan limfe terdapat pada organ-organ seperti timus, kelenjar limfe, tonsil, dan limpa.
Jaringan limfe terdiri dari serat retikuler dan makrofag.

http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/02/jaringan-ikat-materi-lengkap-sma-xi.html

Jaringan Ikat (Materi Lengkap SMA XI)

Jenis-Jenis Jaringan Ikat dan Fungsinya -Jaringan ikat berfungsi sebagai


pengikat, penyokong, serta penghubung satu jaringan dengan jaringan yang
lainnya.Jaringan ikat tidak terdapat pada permukaan luar tubuh. Jaringan
ikat mengandung banyak pembuluh darah, kecuali pada tulang rawan. Berbeda
dengan sel epitel, populasi sel-sel jaringan ikat lebih jarang dan menyebar di
dalam matriks.
Pada umumnya, matriks terdiri atas jaringan-jaringan serabut yang melekat
dalam bahan dasar berupa cairan, gel, atau solid. Matriks pada jaringan ikat
memiliki jalinan yang bergantung pada serabut yang dimilikinya. Berikut ini
beberapa serabut yang menyusun jaringan ikat, yaitu serabut kolagen, serabut
elastin, dan serabut retikuler. Serabut kolagen memiliki daya regang sangat
tinggi dengan elastisitas yang rendah. Serabut kolagen terbuat dari protein
kolagen. Serabut elastin memiliki elastisitas tinggi. Namun, serabut elastin daya
elastisitasnya akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia
seseorang. Serabut retikuler mirip dengan serabut kolagen hanya ukuran
serabutnya lebih pendek dibandingkan dengan serabut kolagen. Jaringan ikat
dapat dikelompokkan dalam enam kelompok utama, yaitu jaringan ikat longgar,
jaringan lemak, jaringan ikat padat, jaringan tulang rawan, jaringan tulang, dan
jaringan ikat darah (Campbell, et al, 2006: 417).

Jenis-jenis jaringan ikat yang ada dalam

tubuh manusia.
JENIS-JENIS JARINGAN IKAT:
a. Jaringan Ikat Longgar.
Jaringan ikat longgar merupakan jaringan ikat yang paling banyak tersebar
dalam tubuh hewan vertebrata. Jaringan ini mengikat jaringan epitel dengan
jaringan di bawahnya dan menjaga organ-organ pada tempatnya. Selain itu,
jaringan berfungsi juga sebagai tempat penyimpanan air, glukosa, dan garamgaram untuk sementara waktu.
b. Jaringan Lemak.
Jaringan ini tersusun atas sel-sel lemak. Setiap sel lemak berisi tetes lemak (fat
droplet). Jaringan lemak banyak ditemukan di bagian bawah lapisan kulit.
Jaringan ini berfungsi sebagai makanan cadangan dan mencegah kehilangan
panas berlebih dari tubuh.
c. Jaringan Ikat Padat.
Penyusun utama jaringan ikat padat adalah serabut kolagen. Oleh karena itu,
sifat jaringan ini fleksibel dan tidak elastik. Berdasarkan struktur serabutnya,
jaringan ikat padat dapat dikelompokkan menjadi jaringan ikat padat teratur dan
jaringan ikat padat tidak teratur. Jaringan ikat padat teratur menghubungkan
antara otot dan tulang (tendon), serta menghubungkan tulang dengan tulang
(ligamen). Sementara itu, jaringan ikat padat tidak teratur terdapat di kulit.
d. Jaringan Tulang Rawan.
Jaringan tulang rawan merupakan bentuk khusus dari jaringan ikat padat.
Jaringan tulang rawan memiliki matriks yang elastis dan tebal dengan sel-sel
tulang rawan (kondrosit) terletak dalam kantung-kantung (lakuna) di dalam
matriks. Kelenturan dan kekuatan jaringan tulang rawan diperoleh dari gabungan
antara serabut kolagen dan matriksnya yang bercampur dengan kondrin (sejenis
protein). Berdasarkan susunan serabutnya, jaringan tulang rawan dapat
digolongkan sebagai berikut.
1) Tulang rawan hialin, serabutnya tersebar dalam anyaman yang halus dan
rapat. Contohnya, ujung-ujung tulang rusuk yang menempel ke tulang dada.
2) Tulang rawan elastik, susunan sel dan matriksnya mirip dengan tulang rawan
hialin. Namun, anyaman serabutnya tidak sehalus dan serapat tulang rawan
hialin. Contohnya, cuping telinga, laring, dan epiglotis.
3) Tulang rawan fibrosa, matriksnya disusun oleh serabut kolagen yang kasar
dan tidak beraturan. Contohnya, di cakram antartulang belakang dan simfisis
pubis (pertautan tulang kemaluan).

e. Jaringan Tulang.
Tulang termasuk jaringan ikat yang terdiri atas sel tulang (osteosit). Matriks
intraseluler dari osteosit mengalami mineralisasi sehingga permukaannya sangat
keras. Substansi mineral tersebut disimpan dalam suatu lapisan tipis yang
disebut lamela. Beberapa lamela mengelilingi suatu saluran berisi pembuluh
darah yang disebut saluran Havers. Keseluruhan lamela dan saluran Havers
membentuk sistem Havers. Struktur jaringan tulang yang keras sesuai dengan
fungsi sebagai pemberi bentuk tubuh, penyusun rangka tubuh, dan pelindung
alat-alat vital tubuh.
f. Jaringan Darah.
Jaringan darah merupakan jaringan ikat yang sangat khusus. Jaringan darah
terdiri atas tiga komponen, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah
putih), dan trombosit (keping darah). Jaringan ini berfungsi sebagai alat
transportasi yang menopang kelangsungan hidup manusia. Selain darah, tubuh
juga mempunyai jaringan yang mirip jaringan darah, yaitu peredaran limfatik.
Peredaran limfatik, memiliki komponen seluler berupa limfosit dan granulosit.
Jaringan ini berfungsi untuk transpor lemak dan protein dari satu jaringan ke
jaringan yang lain.
http://garda-pengetahuan.blogspot.co.id/2012/12/jenis-jenis-jaringan-ikat-danfungsinya.html
azhar al

Jah Su https://www.scribd.com/doc/221943998/JARINGAN-IKAT-ppt
Atika Rachmi https://www.scribd.com/doc/203374976/JARINGAN-IKAT