Anda di halaman 1dari 18

Disusun oleh :

Redho Afriando G1A212122

Pembimbing :
dr. Tri Budiyanto Sp.U

Pendahuluan

Insidens Tuberkulosis (TBC) dilaporkan


meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini
di seluruh dunia. Tuberkulosis (TBC) merupakan
penyakit infeksi penyebab kematian dengan
urutan atas atau angka kematian (mortalitas)
tinggi. Indonesia termasuk memiliki prevalensi
yang
tinggi
infeksi
tuberkulosis.
Infeksi
tuberkulosis saluran kemih mencapai 20 40%
dari infeksi tuberkulosis keseluruhan di negaranegara berkembang.

Definisi

Tuberkulosis adalah penyakit yang


disebabkan
oleh
infeksi
kuman
Mycobacterium
tuberkulosis
yang
bersifat
sistemik,
yang
dapat
bermanifestasi pada hampir semua
organ tubuh dengan lokasi terbanyak di
paru yang biasanya merupakan lokasi
infeksi primer.8

Etiologi

M. tuberkulosis merupakan bakteri yang


tahan asam, sehingga memerlukan
pewarnaan khusus. dinding sel yang
memiliki permeabilitas yang sangat
rendah, Kuman TB cepat mati dengan
sinar matahari langsung, tetapi dapat
bertahan hidup beberapa jam ditempat
yang gelap dan lembab.

Organ yang bisa


terkena
tbc

Patogenesis
TBC saluran kemih dapat mengenai satu atau
lebih organ pada traktus urinarius,
Organ yang dapat terkena antara lain ginjal
dan ureter, buli-buli, prostat dan vesikula
seminalis, serta epididimis dan testis
. Bakteri ini mencapai organ urogenital melalui
jalur hematogen dari paru , Tempat infeksi
primer kadang tidak jelas atau asimtomatik
Ginjal dan prostat dapat menjadi tempat
infeksi TBC primer dan dapat terinfeksi
dengan jalan asenden atau desenden. Setiap
organ akan memberikan gejala dan perjalanan
penyakit sendiri-sendiri

Gejala klinis tbc urogenital

Gambaran klinis

beberapa
gejala
seperti
hematuria
mikroskopik atau gross, sistitis kronis yang
tidak segera sembuh walaupun telah diberi
terapi yang adekuat, ditemukannya pus (steril
pyuria) tanpa atau disertai fistel, serta
epididimitis kronik dimana epididimis yang
membesar tanpa rasa nyeri dengan vas
deferens yang tebal atau kaku.

Penegakkan
diagnosis

Anamnesis
Riwayat pernah mengalami infeksi tuberkulosis
sebelumnya
Riwayat gangguan miksi dan urgency yang
kronik yang tidak respon terhadap pemberian
antibiotika sering menunjukkan infeksi
tuberkulosis.
Gejala yang dapat terjadi, nyeri pada punggung,
pinggang dan suprapubik, hematuria, frequency
dan nokturia. Gejala tambahan lain demam,
penurunan berat badan dan keringat malam. 16

Pemeriksaan fisik

Pemeriksan fisik umum :


indeks masa tubuh yang rendah
infeksi tuberkulosis di luar traktus urogenital
(paru, tulang, limpa, tonsil dan usus). 16

Pemeriksaan
urologis :

Ginjal
: nyeri tekan, massa pada ginjal,
abses
Suprapubik : adanya nyeri tekan
Genitalia eksterna : penebalan, pengerasan
atau perlunakan pada epididimis,
ditemukannya sinus kronik
Prostat
: adanya indurasi atau nodul.1

Pemeriksaan penunjang

Diagnosa pasti berupa pemeriksaan dari bagian


yang diperkirakan merupakan benjolan akibat TB
dengan cara biopsi terbuka, atau biopsi jarum.
Pemeriksaan dengan kontras dapat menunjukkan
adanya gangguan dari saluran kemih.

Tes Tuberkulin
Pemeriksaan Urin
Foto Rontgen (BNO)
Intravenous Urography ( IVU/IVP )
Computed Tomography (CT)
Ultrasonography (USG)
Sistoskopi dan Biopsi
Retrograde Pyelography (RPG)
Percutaneus Antegrade Pyelography

Tatalaksana
Pemberian OAT

Tatalaksana
Pembedahan

Pembedahan pada penderita Tuberkulosis


dapat dipertimbangkan bila terapi medis
gagal, seperti penyaliran atau pengeluaran
sarang atau sisa sarang tuberkulosis, organ
rusak yang mengganggu, dan untuk
memperbaiki perubahan atau penyulit
sekunder seperti Stenosis Saluran Kemih atau
kerusakan / pengecilan kandung kemih atau
leher kandung kemih.

Tatalaksana

a. Eksisi Jaringan Rusak


Nefrektomi
Parsial Nefrektomi
Epididimektomi

Daftar pustaka

McAleer SJ, Johnson WD, Johnson CW. Tuberculosis and Parasitic and Fungal
Infections of the Genitourinary System. In : Walsh PC. Campbell`s Urology Vol 1. 9th
edition. Ch 14. Philadelphia : WB Saunders Elsevier. 2007: 436-447.
NN. Tuberkulosis paru. Accessed on : April, 09th 2011. Last update : March, 16th 2009.
Available at : http://rajawana.com/artikel/kesehatan/264-tuberculosis-paru-tbparu.html
University Of Cambridge. Tuberculosis. Accessed on : April, 09th 2011. Last update :
2009. Available at : http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://tb.med.cam.ac.
uk/wp-content/uploads/2009/12/TB-Patient.jpg&imgrefurl=http://tb.med.cam.ac.uk/
tuberculosis/&usg=__fZ_4yZfBiRtgyNiNZ9BMPyWTkd0=&h=175&w=165&sz=13&hl
=en&start=33&zoom=1&itbs=1&tbnid=ETMv5I-fvFsMEM:&tbnh=100&tbnw=
94&prev=/images%3Fq%3Dtuberkulosis%2Bginjal%26start%3D20%26hl%3Den
%26sa%3DN%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26biw%3D1003%26bih
%3D432%26tbm%3Disch&ei=mhyoTcXNKY6KvgOy0sSACQ
NN. Liarnya tuberkulosis di luar paru-paru. Accessed on : April, 09th 2011. Last
update : March, 24th 2010. Available at : http://health.detik.com/read2010/
03/24/174504/1324661/763/liarnya-tbc-di-luar-paru-paru
NN. Infeksi Bakteri dan TBC. Accessed on : April, 09th 2011. Last update : March, 19th
2011. Available at : http://ersty.blogspot.com/2011/03/infeksi-bakteri-dan-tbc.html
NN. Anatomi dan Fisiologi SistemPerkemihan. Accessed on : April, 10th 2011. Last
update : Januari 28 th, 2009. Available at : http://totonrofiunsri.wordpress.com/2009 /
01/28/anatomi-dan-fisiologi-sistem-perkemihan/

Terima kasih