Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Metode Ekuitas

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Dalam rangka penyusunan Laporan/Neraca konsolidasi pada pada dasarnya pengertian terhadap
metode dan prosedur pencatatan Investasi Saham adalah penting. Hal ini berhubungan erat dengan sifat
dan dasar dari titik tolak untuk eliminasi yang diperlukan terhadap pos-pos/rekening-rekening yang
timbal balik diantara perusahaan induk dan perusahaan anak. Akan tetapi terlepas dari metode pencatatan
yang digunakan terhadap investasi saham pada perusahaan anak, pada pokoknya penyusunan
laporan/neraca konsolidasi didasarkan atas suatu pandangan bahwa perusahaan induk dan perusahaanperusahaan anaknya merupakan satu-kesatuan ekonomi.
Prosedur pencatatan investasi saham dapat dipakai salah satu dari dua metode yaitu: pertama,
perusahaan induk dapat mengakui dan mencatat setiap perubahan (perkembangan) yang terjadi terhadap
hak-hak pemegang saham perusahaan anak, dengan jalan melakukan penyesuaian terhadap rekening
Investasi Saham; dan yang kedua, tetap mencatat Investasi Saham pada perusahaan anak sebesar harga
perolehannya (original cost).
Dalam hal (pencatatan) Investasi Saham pada perusahaan anak, selalu diadakan penyesuaian
terhadap adanya perubahan (perkembangan) yang terjadi dalam perusahaan anak, sehingga rekening
Investasi saham senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi pada perusahaan anak maka prosedur
pencatatan itu disebut dengan Metode Equity.

B.
C.

Rumusan Masalah
Tujuan

BAB II

PEMBAHASAN

1. Menyusun Kertas Kerja Laporan Konsolidasi dengan Metode Ekuitas


Pemilikan 20% - 50%, disarankan untuk menggunakan metode ekuitas . Pemilikan saham secara
mayoritas, sehingga dapat mengendalikan perusahaan anak, yaitu pemilikan lebih dari 50% dapat
menggunakan metode ekuitas juga. Dalam pemilikan di atas 50% ini, perusahaan induk diharuskan
menyusun laporan keuangan konsolidasi.
Konsep Dasar Metode Ekuitas
Konsep dasar metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk Perusahaan terhadap Anak
Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih Anak Perusahaan berubah
karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk
Perusahaan.
Prosedur Pencatatan Investasi Metode Ekuitas
Jika Laba maka perusahaan induk akan mencatat mendebit rekening Investasi Saham Pada
Perusahaan Anak dan mengkredit Laba Yang Ditahan. Sedangkan jika Rugiperusahaan induk akan
mendebit Laba Yang Ditahan dan mengkredit Investasi Saham Pada Perusahaan Anak.
Teknik dan Prosedur Konsolidasi
1. Mengeliminasi semua rekening timbal balik

(Recipocal Account)

Suatu rekening yang dicatat oleh kedua belah pihak (induk dan anak ) untuk satu transaksi yang sama
2. Menyusun Kertas Kerja (Worksheet)
Digunakan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
Konsep dasar dari metode ekuitas pada dasarnya memandang investasi Induk Perusahaan terhadap
Anak Perusahaan sebagai sesuatu penyertaan modal sehingga jika aktiva bersih Anak Perusahaan berubah
karena kegiatan operasionalnya, secara otomatis akan menyebabkan perubahan pada nilai investasi induk
Perusahaan.data
Pencatatan investasi saham pada Anak Perusahaan dengan metode ekuitas, didasarkan pada suatu
anggapan investasi pada Anak Perusahaan sejajar dan sama dengan investasi pada perusahaan-perusahaan
cabangnya. Alasan diterapkannya metode ekuitas juga didasarkan atas suatu fakta bahwa Induk

Perusahaan dan Anak Perusahaan merupakan bagian-bagian dari satu kesatuan usaha, seperti halnya
hubungan antara Kantor Pusat dan Cabang-Cabangnya.
Beberapa perkiraan (account) yang perlu diperhatikan antara lain:
a) Perkiraan Investasi Saham dalam Anak Perusahaan akan berubah jumlahnya apabila Anak
Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau pembagian Dividen.
b) Perkiraan kas akan berubah jumlahnya apabila Induk Perusahaan melaporkan adanya Laba Rugi atau
pembagian Dividen.
c)

Perkiraan Piutang Dividen Anak Perusahaan timbul karena perusahaan mengumumkan Dividen
namun belum dibayar.Perkiraan ini harus dihapuskan apabila telah dibayar tunai (kas).

d)

Perkiraan Laba yang ditahan pada Induk Perusahaan akan berubah jumlahnya apabila Anak
Perusahaan melaporkan adanya Laba atau Rugi. Selain itu akan berubah juga karena adanya Laba atau
Rugi milik Induk Perusahaan sendiri.

e)

Perkiraan Laba yang ditahan pada anak Perusahaan akan berubah jumlahnya apabila ada Laba Rugi
atau pembagian Dividen pada Anak Perusahaan sendiri.
Contoh:
Berikut ini adalah neraca PT Sinar dan PT Abadi pada tanggal 1 Maret 2013 setelah PT Sinar
membeli 85% saham PT Abadi yang beredar dengan harga Rp 22.500.000

Pada tanggal 23 Desember 2013, PT Abadi mengumumkan pembagian deviden sebesar Rp


-3.100.000 sedangkan realisasi pembayaran deviden baru terjadi pada tanggal 30 Desember 2013. selama

tahun buku PT Sinar memperoleh laba Rp 4.700.000 dan PT Abadi Rp 3.800.000


Buatlah : jurnal yang diperlukan dan kertas kerja laporan konsolidasi
jurnal

Kas PT Sinar

: 4.300.000 + 2.635.000 + 4.700.000

= 11.635.000

Kas PT Abadi

: 4.000.000 + 3.800.000 3.100.000

Inv.Saham PT Abadi

: 22.500.000 + 3.230.000 2.635.000

= 23.095.000

LYD PT Sinar

: 6.000.000 + 4.700.000 + 3.230.000

= 13.930.000

LYD PT Abadi

: 2.500.000 + 3.800.000 3.100.000

KHPDNB (Goodwill)

: 22.500.000 (85% * 15.000.000)

Jurnal Eliminasi dan Penyesuaian :


Modal Saham PT Abadi

7.650.000

Agio Saham

2.975.000

LYD PT Abadi

2.720.000

KHPDNB (Goodwill)

9.750.000

Inv.Saham PT Abadi

23.095.000

Jurnal pada saat membeli saham 1 April


Modal Saham PT Abadi

7.625.000

Agio Saham PT Abadi

2.975.000

LYD PT Abadi

2.125.000

Goodwill

9.750.000

Inv.Saham PT Abadi

22.500.000

4.700.000

3.200.000
= 9.750.000

2. Menyusun Kertas Kerja Laporan Konsolidasi dengan Metode Ekuitas Tidak Lengkap
Jika metode ekuitas diterapkan secara benar ,laba bersih perusahan induk adalah sama dengan laba
bersih konsolidasi,dan saldo laba perusahaan induk adalah sama dengan saldo laba konsolidasi.
Persamaan jumlah laba dan saldo laba perusahaan induk dan konsolidasi ini tidak selalu ada. Persamaan
tersebut tidak ada jika metode ekuitas diterapkan tidak secara benar,atau jika akuntansi metode biaya
digunakan untuk investasi perusahaan anak.
Contohnya,

perusahaan

induk

dalam

menerapkan

akuntansi

metode

ekuias

mungkin

mengamortisasikan perbedaan antara investasi dan nilai buku yang diperoleh pada buku terpisah
perusahaan induk, atau mungkin tidak mengeliminasi laba atau rugi antar-perusahaan.Kelalaian-kelalaian
seperti itu menyebabkan tidak lengkapnya penerapan akuntansi metode ekuitas. Kesalahan-kesalahan lain
dalam penerapan metode ekuitas menyebabkan salah saji yang seruppa dalam laba dan saldo laba
perusahaan induk.

3. Menyusun Kertas Kerja Laporan Konsolidasi


Dengan bertambahnya kompleksitas proses konsolidasi, susunan penyesuaian dan eliminasi pada
kertas kerja dapat diperluas ke hal hal berikut :

a. Penyesuaian terhadap kesalahan dan pengabaian dalam laporan keuangan perusahaan induk dan
perusahaan anak yang terpisah.

b. Penyesuaian untuk mengeleminasi laba dan rugi antar perusahaan.


c. Penyesuaian untuk mengeliminasi laba dan deviden dari perusahaan anak dan menyesuaikan investasi
dalam perusahaan anak dengan saldo awal periode.

d. Penyesuaian untuk mencatat hak minoritas pada laba dan deviden perusahaan anak.
e. Mengeliminasi saldo investasi dalam perusahaan anak dan ekuitas perusahaan anak.
f. Mengalokasikan dan mengamortisasi perbedaan biaya / nilai buku (dari langka 5).
g. Mengeliminasi saldo yang bersifat resiprokal lainnya (utang-piutang antar perusahaan, pendapatan serta
beban, dan lain lainnya)

Meski ada beberapa susunan lainnya, susunan ini dapat dianggap cukup memadai. Dan diajnurkan
untuk mempelajari dan menerapkannya selama mempelajari konsolidasi.

Hak minoritas yang direfleksikan dalam neraca konsolidasi dihitung sebagai hak minoritas awal
ditambah beban hak minoritas dikurangi deviden hak minoritas. Demikian pula, laba investasi dari
perusahaan anak yang dikonsolidasikan selalu dieliminasi. Laba bersih konsolidasi dihitung dengan
mengurangi beban konsolidasi dan beban hak minoritas dari pendapatan konsolidasi.

4. Menemukan Beberapa Kesalahan dalam Menyusun Kertas Kerja Laporan Konsolidasi


Bagian terakhir dari kertas kerja konsolidasi yang akan diselesaikan adalah bagian neraca
konsolidasi. Sebagian besar kesalahan yang dibuat dalam mengkonsolidasikan laporankeuangan akan
tampak apabila neraca konsolidasi tidak seimbang. Jika neraca konsolidasi tetap tidak seimbang setelah
totalnya dihitung kembali, setiap pos harus diperiksa untuk memastikan bahwa semua pos telah dicatat.
Kelalaian mencata beban hak minoritas dalam laporan laba rugi konsolidasidan ekuitas hak minoritas
dalam neraca konsolidasi sering terjadi karena pos pos tersebut tidak tercantum pada laporan
perusahaan yang terpisah. Kesamaan debet dan kredit pada ayat jurnal kertas kerja diperiksa dengan
menjumlahkan kolom penyesuaian dan eliminasi.

5. Menyusun Kertas Kerja Laporan Konsolidasi dengan Kelebihan Pada Aktiva Bersih yang dapat
Diidentifikasi
Prosedur kertas kerja konsolidasi untuk mengalokasikan kelebihan biaya investasi terhadap nilai
buku pada aktiva dan kewajiban yang spesifik serupa dengan prosedur kertas kerja konsolidasi yang
diilustrasikan dengan goodwill. Ayat-ayat jurnal lebih komplesk, karena lebih banyak akun yang
dipengaruhi dan diperlukannya alokasi tambahan, amortisasi, dan penyusutan. Kompleksitas kertas kerja
ini diilustrasikan untuk PT Pagi dan 90% kepemilikannya pada perusahaan anak, PT Sore.
PT. Pagi memperoleh ekuitas dari PT Sore pada tanggal 30 Desember 20X5 secara tunai sebesar Rp
365.000.000 ketika ekuitas pemegang saham PT Sore terdiri dari modal saham sebesar Rp 200.000.000
dan saldo laba sebesar Rp 50.000.000. Pada tanggal tersebut, nilai buku dan nilai wajar aktiva PT Sore
adalah sebagai berikut:

Persediaan
Tanah

Nilai Wajar

Nilai Buku

Rp 60.000.000

Rp

60.000.00

50.000.000
30.000.00

Penilaian
(Rendah/Tinggi)
Rp 10.000.000
30.000.000

Bangunan

180.000.00
0

100.000.00

80.000.000

90.000.00

(20.000.000)

Peralatan

70.000.00
0

0
Rp

Rp

370.000.000

270.000.000

Rp 100.000.000

Berdasar informasi tersebut, PT Pagi mengalokasikan kelebihan biaya terhadap nilai buku yang
diperoleh Rp 365.000.000-(90% x PT Sore sebesar Rp 250.000.000) = Rp 140.000.000
Daftar tersebut juga merupakan periode amortisasi yang ditetapkan untuk aktiva-aktiva yang dinilai
terlalu rendah, tinggi, dan goodwill.

Konsolidasi pada saat Akuisisi


Karena alokasi kelebihan biaya terhadap nilai buku cukup kompleks, maka akun kelebihan yang
belum diamortisasi digunakan dalam kertas kerja. Ayat jurnal yang mengeliminasi akun investasi pada PT
Sore dan ekuitas pemegang sahamnya yang resiprokal, mencatat 10% hak minoritas dan debit akun
kelebihan yang belum diamortisasi. Ayat jurnal kedua, mengalokasikan kelebihan tersebut pada aktiva
bersih yang dapat diidentifikasi dan goodwill. Jumlah yang dialokasikan pada ayat jurnal kertas kerja
kedua ini adalah pengalokasian yang asli (saat akuisisi) karena akun-akun PT Pagi dan PT Sore
dikonsolidasikan sesaat setelah penggabungan usaha.
Konsolidasi setelah Akuisisi
PT Sore melaporkan laba bersih tahun 20X6 sebesar Rp 60.000.000 dan mengumumkan dividen
sebesar Rp 60.000.000 pada 1 Juni dan 1 Desember. PT Sore menjual persediaan, tanah, bangunan yang
dinilai terlalu rendah, dan perlatan yang terlalu tinggi. Pada tanggal penggabungan usaha, bangunan
mempunyai sisa umur manfaat selama 36 tahun dan peralatan selama 9 tahun. Godwill diamortisasi
selama 10 tahun.
Selama tahun 20X6, PT sore meminjam uang dari PT Pagi dalam bentuk wesel tanpa bungan sebesar
Rp 20.000.000. PT Sore telah membayar kembali utang tersebut pada tanggal 30 Desember, namun cek
berstatus in transit dan tidak direfleksikan dalam neraca terpisah.

a. Pendapatan Dividen
Investasi pada PT Sore

Rp 9.000.000
Rp 9.000.000

Untuk memperbaiki saldo investasi atas piutang dividen yang belum dicatat
Ayat jurnal ini untuk menyesuaikan ayat jurnal sebelumnya karena merupakan penyesuaian
sesungguhnya yang dicatat pada PT Pagi. Selanjutnya dilakukan penyesuaian terhadap jurnal ysng
mrmiliki penyusutan terlalu rendah/ terlalu tinggi.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, maka saran yang diajukan oleh penulis adalah sebagai
berikut :
Bagi perusahaan sebaiknya dalam pencatatan investasi saham perusahaan induk harus dibuatkan neraca
konsolidasi antara perusahaan induk dan perusahaan anak, agar menggambarkan keadaan atau posisi
keuangan perusahaan induk dan anak perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
http://lianty49.blogspot.com/2014/04/laporan-keuangan-konsolidasi-metode.html
https
://www.scribd.com/doc/239236714/Konsolidasi-Dengan-Metode-Ekuitas