Anda di halaman 1dari 6

Tugas Bioteknologi Farmasi

Nama/NPM :

Erinna Rachma Amadea/260110120032


Bethary Kesumawardhany/260110120042
Farmasi 2012 A

Bacteriophage Vector
a Definisi
Bakteriofag adalah virus yang sel inangnya berupa bakteri. Dengan daur hidupnya yang
bersifat litik atau lisogenik bakteriofag dapat digunakan sebagai vektor kloning pada sel
b
c

inang bakteri.
Kegunaan
Digunakan untuk konstruksi pada kloning gen.
Bentuk

Penjelasan lain
Bacteriophage ini dapat dengan mudah untuk bereplikasi serta dimanupulasi saat di
laboratorium. Bacteriophage juga mempunyai fragmens sekitar lima ribu pasang basa.
Terdapat berbagai macam bacteriophage, salah satunya adalah bakteriofag l.
Bakteriofag atau fag l merupakan virus kompleks yang menginfeksi bakteri Escherichia
coli. Berkat pengetahuan yang memadai tentang fag ini, kita dapat memanfaatkannya
sebagai vektor kloning semenjak masa-masa awal perkembangan rekayasa genetika. DNA l
yang diisolasi dari partikel fag ini mempunyai konformasi linier untai ganda dengan panjang
48,5 kb. Namun, masing-masing ujung fosfatnya berupa untai tunggal sepanjang 12 pb yang

komplementer satu sama lain sehingga memungkinkan DNA l untuk berubah konformasinya
menjadi sirkuler. Dalam bentuk sirkuler, tempat bergabungnya kedua untai tunggal
sepanjang 12 pb tersebut dinamakan kos.
Seluruh urutan basa DNA l telah diketahui. Secara alami terdapat lebih dari satu tempat
pengenalan restriksi untuk setiap enzim restriksi yang biasa digunakan. Oleh karena itu,
DNA l tipe alami tidak cocok untuk digunakan sebagai vektor kloning.

Cosmid Vector
a Definisi
Termasuk yang didominasi oleh plasmid pada bakteri oriV, sebuah antibiotik yang
menandai seleksi, dan tempat terjadinya cloning, tapi hanya membawa satu atau paling
banyak dua, karena berasal dari bacteriophage lambda. Cosmid merupakan vektor yang
b

dikonstruksi dengan menggabungkan kos dari DNA l dengan plasmid.


Kegunaan
Berguna untuk
pemasukan/pegumpulan kromosom ke dalam kepala fag dan
memanfaatkan pula urut-urutan (bagian tengah cosmid) untuk fungsi resistensi terhadap

antibiotik serta replikasi.


Bentuk

Penjelasan lain
Kemampuannya untuk membawa fragmen DNA sepanjang 32 hingga 47 kb menjadikan
cosmid lebih menguntungkan daripada fag l dan plasmid.

Bacterial Artificial Chromosomes (BACs)


a Definisi
Termasuk DNA pembangun, berdasarkan fungsionalnya pada fertilitas plasmid, yang
digunakan untuk mengubah dan memperbanyak (cloning) pada bakteri, terutama
Escherichia coli.
b Kegunaan
Mengubah dan memperbanyak (cloning) pada bakteri.
c Bentuk

d Penjelasan lain
BACs sering digunakan untuk menjadi urutan genom pada organisme dalam genome
projects, contohnya Human Genome Project.

Yeast Artificial Chromosome (YACs)


a. Definisi
Molekul DNA pengatur pada manusia yang berfungsi untuk memperbanyak (clone)
potongan DNA pada sel yeast.
b. Kegunaan
Penggunaan Yeast Artificial Chromosome (YAC), sangat membantu dalam konstruksi
peta fisik genom kompleks secara lengkap. YACs dapat membawa fragmen DNA
genomik sepanjang lebih dari 1 Mb. Oleh karena itu, YACs dapat digunakan untuk mengclone gen utuh manusia, misalnya gen penyandi cystic fibrosis yang panjangnya 250 kb.
Dengan kemampuannya itu YACs sangat berguna dalam pemetaan genom manusia
seperti yang dilakukan pada Human Genome Project.

c. Bentuk

d. Penjelasan Lain
YACs dikonstruksi dengan menggabungkan antara DNA plasmid dan segmen tertentu
DNA kromosom yeast. Segmen kromosom yeast yang digunakan terdiri atas sekuens
telomer, sentromer, dan titik awal replikasi.

Human Artificial Chromosome (HACs)


a Definisi
Mikrokromosom yang dapat bertindak menjadi kromosom baru pada populasi sel manusia.
b Kegunaan
Berguna dalam pembelajaran ekspresi sebagai vector transfer gen, alat untuk menjelaskan
fungsi kromosom pada manusia, dan metode yang aktif dalam memberi keterangan pada
c

genome manusia.
Bentuk

Penjelasan lain
Termasuk metode alternatif dalam membuat transgenes yang dapat menyebabkan kerusakan
yang tidak terduga.

Tumor Inducing Vector (TI Vector)


a. Definisi
Sel-sel tumbuhan tidak mengandung plasmid alami yang dapat digunakan sebagai vektor
kloning. Akan tetapi, ada suatu bakteri, yaitu Agrobacterium tumefaciens, yang membawa
plasmid berukuran 200 kb dan disebut plasmid TI (Tumor Inducing atau penyebab tumor).
b. Kegunaan
Bakteri Agrobacterium tumefaciens dapat menginfeksi tanaman dikotil seperti tomat dan
tembakau serta tanaman monokotil, khususnya padi. Ketika infeksi berlangsung, bagian
tertentu plasmid TI, yang disebut T-DNA, akan terintegrasi ke dalam DNA kromosom
tanaman, mengakibatkan terjadinya pertumbuhan sel-sel tanaman yang tidak terkendali.
Akibatnya, akan terbentuk tumor atau crown gall.
c. Bentuk

d. Penjelasan Lain

Plasmid TI rekombinan dengan suatu gen target yang disisipkan pada daerah T-DNA
dapat mengintegrasikan gen tersebut ke dalam DNA tanaman. Gen target ini selanjutnya
akan dieskpresikan menggunakan sistem DNA tanaman. Dalam praktiknya, ukuran
plasmid TI yang begitu besar sangat sulit untuk dimanipulasi. Namun, ternyata apabila
bagian T-DNA dipisahkan dari bagian-bagian lain plasmid TI, integrasi dengan DNA
tanaman masih dapat terjadi asalkan T-DNA dan bagian lainnya tersebut masih berada di
dalam satu sel bakteri A. tumefaciens. Dengan demikian, manipulasi atau penyisipan
fragmen DNA asing hanya dilakukan pada T-DNA dengan cara seperti halnya yang
dilakukan pada plasmid Eschericia coli. Selanjutnya, plasmid T-DNA rekombinan yang
dihasilkan ditransformasikan ke dalam sel Agrobacterium tumefaciens yang membawa
plasmid TI tanpa bagian T-DNA. Perbaikan prosedur berikutnya adalah pembuangan gengen pembentuk tumor yang terdapat pada T-DNA.
Referensi:
http://www.csun.edu/~ll656883/lectures/lecture18.pdf [Diakses 29 September 2014]
http://ghr.nlm.nih.gov/glossary=yeastartificialchromosome [Diakses 29 September 2014]
http://lookfordiagnosis.com/mesh_info.php?term=Chromosomes
%2C+Mammalian&lang=1 [Diakses 29 September 2014]